20 Januari 2013

HEMOPTISIS, pasti karena TB?


Hemoptisis adalah ekspektorasi (batuk) darah atau mukus yang berdarah, berasal dari saluran napas bagian bawah, bukan dari saluran napas bagian atas atau saluran pencernaan. Setiap batuk darah, terutama yang masih terjadi, harus mendapat pengawasan yang ketat karena tidak dapat dipastikan apakah akan segera berhenti atau akan terus berlanjut. Juga harus segera dicari asal dan sebab terjadinya perdarahan. Di Indonesia batuk darah sering disimpulkan akibat TB, padahal belum tentu.


Etiologi dan pathogenesis
Di negara dengan kekerapan tuberculosis tinggi, penyakit ini merupakan penyebab tersering terjadinya batuk darah. Penyebab yang lain adalah bronkiektasis, abses paru, karsinoma paru, bronchitis kronik, pneumonia, mitral stenosis dll. Khusus pada tuberkulosis, batuk darah bisa terjadi pada penderita yang telah sembuh (bekas TB paru) tetapi disertai kelainan atau masalah pada paru misalnya bronkiektasis atau jamur. Keadaan ini perlu diingat sebelum memutuskan untuk memberikan OAT (obat anti tuberculosis).
Asal perdarahan berbeda untuk setiap proses patologi tertentu. Pada tuberculosis, perdarahan mungkin terjadi karena robekan/rupture aneurisma arteri pulmoner misalnya yang terdapat pada dinding kavitas (aneurisma Rassmussen) atau karena pecahnya anastomosis yang membesar. Selain itu bisa juga terjadi perdarahan apabila terdapat ulserasi mukosa bronkus namun jarang menimbulkan perdarahan massif. Pada bronchitis, perdarahan berasal dari pembuluh darah supervisial di mukosa.

Komplikasi
Komplikasi yang mengancam jiwa penderita adalah asfiksia dan kegagalan kardiosirkulasi akibat kehilangan banyak darah dalam waktu singkat. Selain itu bisa terjadi penyebaran darah ke sisi paru yang sehat. Setiap penderita batuk darah, kecuali blood streak (bercak darah dalam dahak), sebaiknya dirawat untuk observasi dan evaluasi lebih lanjut yaitu:
-       Banyaknya batuk darah yang terjadi. Perlu diperhitungkan berapa banyak darah yang telah dan sedang dikeluarkan. Setiap darah yang dibatukkan perlu ditampung untuk diukur sehingga volumenya bisa diketahui setepat mungkin. Perlu diingat bahwa jumlah darah yang dikeluarkan tidak selalu menggambarkan jumlah perdarahan yang terjadi dalam paru karena sebagian darah mungkin tertinggal atau teraspirasi dalam paru atau saluran napas. Saat terjadinya batuk darah perlu dicatat agar dapat diperhitungkan banyaknya perdarahan dalam periode waktu tertentu (misalnya 24 jam).
-   Perlu diperhatikan kemungkinan timbulnya insufisiensi pernapasan atau sirkulasi, terutama setelah batuk darah massif, bisa berupa hipotensi sistemik (syok), penurunan kesadaran, takikardi, takipnea, sianosis dll. Bila didapatkan ronki basah merata di lapangan bawah paru, perlu dicurigai kemungkinan aspirasi yang bisa mengganggu respirasi.
-    Pemeriksaan foto toraks dapat membantu menegakkan diagnosis penyakit yang mendasari batuk darah atau memperkirakan aspirasi darah dan asal perdarahan (kanan atau kiri)
- Pemeriksaan kadar hemoglobin dan hematokrit dapat membantu memperkirakan beratnya perdarahandan menentukan perlunya transfusi darah.

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan tergantung beratnya perdarahan yang terjadi. Perdarahan yang massif dan mengancam jiwa penderita memerlukan usaha yang agresif-invasif, sedang perdarahan yang tidak massif dapat ditangani secara konvervatif. Selain jumlah perdarahan, juga perlu dipertimbangkan keadaan klinis, perdarahan cenderung berhenti atau bertambah, tanda-tanda asfiksia, gangguan faal paru, kadar hemoglobin dll.

Tatalaksana konservatif
Tatalaksana ini bertujuan untuk menghentikan perdarahan yang terjadi dan mengganti darah yang hilang dengan transfusi atau pemberian cairan pengganti. Hal-hal yang perlu dilakukan pada upaya konservatif antara lain:
  • Menenangkan penderita sehingga perdarahan lebih mudah berhenti. Penderita tidak perlu takut membatukkan darah yang ada di saluran napasnya
  • Penderita berbaring dengan posisi bagian yang sakit di bawah dan sedikit trendelenberg, terutama apabila reflex batuknya tidak adekuat
  • Jaga jalan napas tetap terbuka. Bila terdapat tanda-tanda sumbatan jalan napas perlu dilakukan pengisapan. Pengisapan dengan bronkoskop lebih baik namun perlu ketrampilan khusus. Bila perlu pasang pipa endotrakeal. Pemberian oksigen tidak selalu diperlukan dan hanya berarti bila jalan napas telah bebas hambatan atau sumbatan.
  • Pasang IV line untuk penggantian cairan maupun untuk pemberian obat parentral
  • Pemberian obat hemostatik belum jelas manfaatnya pada penderita hemoptisis. Meskipun demikian dapat diberikan asam traneksamat, karbazokrom, atau koagulan lain, vitamin K atau vitamin C baik secara bolus intravena maupun perdrip.
  • Obat sedasi ringan dapat diberikanbila penderita gelisah. Obat penekan reflex batuk hanya diberikan apabila terdapat batuk yang berlebihan dan merangsang timbulnya perdarahan lebih banyak, dianjurkan kodein-sulfat 10-20 mg peroral tiap 3-4 jam.
  • Transfusi darah diberikan bila hematokrit turun di bawah nilai 25-30% atau Hb di bawah 10 gr% sedang perdarahan masih berlangsung.
Tindakan operasi
Operasi pada penderita batuk darah dapat dilakukan secara elektif atau cito (segera). Operasi cito dilakukan bila memenuhi persyaratan batuk darah massif, salah satu pedoman yang digunakan adalah:
1.         Batuk darah lebih dari 600 cc/24 jam dan dalam pengamatan batuk darah tidak berhenti
2.         Batuk darah antara 250-600 cc/24 jam, kadar hemoglobin kurang dari 10 gr% dan batuk darah masih berlangsung terus
3.         Batuk darah antara 250-600 cc/24 jam, kadar hemoglobin lebih dari 10 gr% dan dalam pengamatan 48 jam batuk darah masih berlangsung.
Sebelum melakukan pembedahan, sumber atau asal perdarahan harus sudah diketahui dengan pemeriksaan bronkoskopi, bila perlu dilakukan di atas meja operasi. Toleransi operasi harus mendukung, dapat dinilai dari anamnesis, foto toraks dan bila mungkin pemeriksaan spirometri atau analisis gas darah.

Peran bronkoskopi serat optic (BSO) pada hemoptisis
Bronkoskop: hemoptisis

Pemeriksaan bronkoskopi merupakan tindakan diagnosis yang sangat penting dan perlu dilakukan pada semua penderita batuk darah yang penyebabnya belum diketahui. Sering dapat diketahui karsinoma bronkogenik yang belum tampak pada foto toraks, benda asing dan beberapa kelainan endobronkial. Peran BSO lainnya adalah mengetahui lokasi / asal perdarahan. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan BSO secara dini yaitu saat perdarahan masih berlangsung. Penentuan sumber perdarahan tidak selalu mudah dan perlu dilakukan dengan hati-hati. Pada keadaan sito perlu dilakukan di meja operasi dengan persiapan operasi. BSO juga sangat penting pada penderita yang mengalami sumbatan jalan napas akibat  gumpalan darah, dan ini merupakan tindakan life saving. Darah yang menyumbat dapat dilakukan pengisapan yang terarah dan mencegah terjadinya aspirasi ke paru yang sehat.

90 komentar:

rivan cool mengatakan...

saya mau bertanya , saya malam minum yakult 2 botol , awal'asaya sehat tpi tiba" pas saya mau tidur , saya batuk darah , dan mengeluarkan darah yg cukup bnyak , apa yang harus saya lakukan ??

Klik Paru mengatakan...

Batuk darah (apapun penyebabnya) bisa berbahaya, salah satunya karena penutupan saluran napas oleh bekuan darah. Sebaiknya segera ke dokter atau UGD (bila darahnya banyak) untuk dievaluasi. Batuk dsarah tidak ada hubungan langsung dengan Yakult atau minuman sejenis. Terima kasih atas kunjungannya.

primanusa sejati mengatakan...

Saya uda minum obat tb 1 bulan dan minum kalnex dan vit k tapi setiap pagi bangun tidur sebelum sikat gigi buang ludah masih ada darah dan punggung sering sakit..apakah ini tb atau bukan dok..

primanusa sejati mengatakan...

Saya uda minum obat tb 1 bulan dan minum kalnex dan vit k tapi setiap pagi bangun tidur sebelum sikat gigi buang ludah masih ada darah dan punggung sering sakit..apakah ini tb atau bukan dok..

Klik Paru mengatakan...

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Bila dokter memberikan obat TB, berarti dokter (berdasarkan hasil pemeriksaan) berkesimpulan penyakit anda TB. Batuk darah yang Anda alami bisa akibat TB bisa juga akibat penyakit lain. Sebaiknya konsultasi lagi ke dokter, kemungkinan akan dilakukan foto dada dan pemeriksaan lain untuk evaluasi kenapa darahnya tetap ada.

Silalahi mengatakan...

mlm dok, td pagi tenggorokan saya tiba2 gatal dan langsung batuk, dan yg keluar darah berlendir. dan sore batuk lg mengeluarkan darah yg menggumpal, dan habis yg gumpalan kuluar lg darah cair segar merah. saya batuk krn darah mau keluar. aktifitas saya di dpn komputer (kerja mlm). kira2 sakit saya apa dok?? thx.

Silalahi mengatakan...

mlm dok, td pagi tenggorokan saya tiba2 gatal dan langsung batuk, dan yg keluar darah berlendir. dan sore batuk lg mengeluarkan darah yg menggumpal, dan habis yg gumpalan kuluar lg darah cair segar merah. saya batuk krn darah mau keluar. aktifitas saya di dpn komputer (kerja mlm). kira2 sakit saya apa dok?? thx.

Ahmad Subagyo mengatakan...

Mohon maaf terlambat merespons. Batuk darah bisa berasal dari paru, tenggorokan, hidung atau rongga mulut. Kadang bisa juga berasal dari saluran cerna (disebut: muntah darah). Bila berasal dari paru, penyebabnya bisa bermacam-macam. Semua kasus batuk darah harus diperlakukan serius, sampai terbukti penyebabnya (yang mungkin tidak berbahaya). Sebaiknya Anda segera ke dokter untuk mencari apakah penyebab batuk darah dan segera diberikan pengobatan sesuai penyebabnya.

Bed mengatakan...

Siang Dokt....saya sempet batuk darah,.setelah di rontgen ,dokter menyarankan saya di st can thorax krn katanya di rongtgen tidak tampak jelas ,hanya bronchitis
saya jarang sekali batuk ,batuk kemaren hanya 1 minggu saja tp memang dgn demam juga.
apakah berbahaya sehingga saya harus Ct scan thorax dok? trims

Bed mengatakan...

Apakah beda nya Ct Scan Thorax dn Rongten biasa dok?

Klik Paru mengatakan...

CT scan toraks memang jauh lebih akurat daripada foto toraks karena bisa menilai kondisi toraks lapis demi lapis. Semakin tipis potongan yang dilakukan hasilnya akan semakin akurat, apalagi kalau ditambah dengan pemberian kontras. Kelainan paru yang superposisi dengan jantung sering tidak tampak pada foto toraks, sebaliknya bisa jelas pada CT scan toraks. Terima kasih atas kunjungannya.

diyah khamdiyah mengatakan...

kalau terkena sakit TBC sudah dalam masa pengobatan, sudah 1,5 bulan tetapi masih keluar darah kalau batuk, itu berbahaya tidak?

klik Paru mengatakan...

Bila setelah minum obat anti TB 1,5 bulan masih batuk darah, banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya: dosis dan cara minum obat apa sudah benar?, kuman penyebab sudah resisten?, ada penyakit lain yang menyertai (kuman nonTB, jamur, parasit), kelainan di luar paru, kelainan pembekuan darah, dll. Sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Agus Dara mengatakan...

siang dok...saya menderita penyakit TB paru dok..kemarin berobat sama dokternya divonis positif TB paru nya dan dikasih obat tb...waktu pertama kali saya minum obat TB nya saya mengalami batuk berdarah banyak ...darah yg keluar bercampur dahak berwarna agak gelap ( tidak segar )..pertanyaan saya apakah itu reaksi obat TB yang saya minum dok karena kata dokternya paru2 saya pas dilihat dr ronsen banyak kotoran nya ( nanah )..mohon penjelasan nya?

onethesigma mengatakan...

Dok, saya sudah 9 bulan pengobatan TB. Tapi masih kadang2 ada batuk darah Walaupun cuma sedikit. Kira2 kenapa ya Dok? Terima kasih..

Klik Paru mengatakan...

Agus Dara: batuk darah yang terjadi bukan akibat pengobatan, kebetulan waktunya bersamaan dengan awal pengobatan. Risiko batuk darah meningkat pada penderita yang (dengan sengaja) batuk kuat, banyak bicara (& suarana kuat), aktifitas fisik berlebihan. Warna darah merah segar, berarti perdarahan baru saja terjadi; sedang warna gelap (hitam) berarti perdarahannya sudah terjadi beberapa jam (hari) sebelumnya.

Onethesigma: Batuk darah setelah minum OAT 9 bulan, bisa banyak kemungkinan. Pertama, kelainan struktur paru cukup parah sehingga risiko perdarahan tetap terjadi meskipun jumlah kuman sudah sangat jauh berkurang. Kedua, pengobatan tidak berhasil, ditandai dengan perbaikan foto dada serial minimal atau tidak ada; kuman BTA dalam sputum tetap / menjadi positif. Ketiga, ada infeksi lain (selain TB) yang belup diobati, seperti kuman, jamur atau parasit. Keempat, ada penyakit lain (dalam atau luar paru) dengan komplikasi batuk darah.

Anonim mengatakan...

dok...
oktober 2013 saya divonis TB kelenjar da sudah melakukan operasi karena aj benjolan di leher, kemudia mulai terapi pengobatan TB kelenjar selama 1 tahun. dan kebetulan sampai sektang belum check lagi. Akhir2 ini saya jadi sering2 batuk lagi, batuknya mirip2 pas saya didiagnosis Tb kelenjar, apa berarti pengobatan saya gagal?
hampir setiap pagi hari ketika saya buang dahak, yang keluar dahak berwarna hijau disertai bercak darah. kira2 kenapa ya dok?

Keluhan lain, saya merasa seperti flu tapi tidak sembuh2, suara jadi bindeng tenggorokan terasa kering. Mohon pencerahannya dok, terimakasih.

Klik Paru mengatakan...

TB kelenjar perlu pengobatan selama 9 bulan. Bila dosisnya benar dan minum obat dengan teratur biasanya sembuh. Batuk dengan dahak berwarna hijau dan bercampur darah banyak kemungkinan penyebabnya, tidak harus karena TB. Segera periksa sputum untuk mencari kuman TB dan nonTB serta foto dada, sehingga bisa diketahui penyebabnya. Sebaiknya konsultasi juga ke dokter THT, bisa jadi sumber dahak dan darah dari hidung atau tenggorokan.

Wiedya Muchta mengatakan...

Dr saya jaga orang tua lumpuh Dan sedot dahak akhir'' INI dya sering klihatan kaya sesak nafas n kalo saya sedot dahak ada gumpalan darah sebaiknya apa yg harus saya lakukan APA ITU penyakit menular trima kasih mohon jawabannya

Klik Paru mengatakan...

Tercampur darah saat sedot dahak bisa disebabkan oleh banyak faktor.Bisa karena ujung slang penyedot "menyedot" dinding saluran napas yang rapuh sehingga terjadi perdarahan. Atau memang ada sumber perdarahan karena kelainan atau penyakit di paru atau THT. Penyebab lain adalah kualitas pembekuan darah yang kurang bagus sehingga cenderung "mudah" berdarah. Sebaiknya segera konsultasi ke dokter, bisa dokter THT untuk mencari sumber perdarahan dari THT.

Anonim mengatakan...

Dokter saya sedang hamil 6 bulan. 2 bulan lalu suster saya dinyatakan positif tb Saya sudah x ray thorax kata dokter bersih Test mantoux saya 20 mm Di bilangnya tb laten Dikasi opsi minum obat tb INH 300mg Saya belum mulai minum karena takut efek ke kandungan Tapi 2 bulan terakhir ini saya ada batuk2 dikasi obat alergi memang membaik Hanya saja kadang2 ada riak tidak batuk2 terus cumankerasa ada yg mengganjal di tenggorokan Sudah 2 minggu terakhir ini kira2 setiap 3 hari riak saya ada bercak darah Sudah ke dokter lg diperiksa napas normal dan tidak ada tanda pembengkakan kelenjar Apakah itu tanda Endobronchial TB? Amankah obat TB untuk janin saya di jangka panjang?

Klik Paru mengatakan...

Sebaiknya diperiksa sputum BTA untuk memastikan kuman TB dalam dahak, bila positif segera diobati. Sekitar 10% penyandang TB laten akan berkembang menjadi TB aktif, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh menurun. Semua obat anti TB lini pertama aman bagi perempuan hamil (kecuali Streptomisin)

Anonim mengatakan...

Terima kasih untuk balasannya Setelah di kasi obat kumur Tantum sudah tidak riak darah.Tp memang kadang masi ada rasa mengganjal di tenggorokan. Dan hari ini saya memang ada keluar ingus lendir putih ada darah titik2 Apakah mungkin tb ke hidung juga? Saya memang penderita alergi debu berat.Apakah sputum bta bisa di periksa dari ingus?

Klik Paru mengatakan...

TB bisa berkembang ke semua bagian tubuh kecuali gigi dan rambut, maka sampel untuk pemeriksaan BTA bisa didapatkan dari banyak bagian tubuh. Dahak (dari batuk) bertujuan mencari kuman TB dari paru, kalau sampelnya ingus berarti mencari kuman dari rongga hidung (THT).

Wulan mengatakan...

Dok, Saya wanita berusia 26 tahun dan tidak merokok.Sekitar bulan maret saya menderita batuk yang berlangsung skitar 2-3 minggu, batuk berdahak. Kemudian sembuh, Tapi setelah itu saya mengalami batuk yang terjadi sekali-kali dengan frekuensi yang cukup jarang. Ketika batuk saya merasakan seperti sesuatu nyangkut di tenggorokan saya ntah seperti debu atau sesuatu. Batuk ini bisa terjadi sekali sehari, sekali 2 hari dan atau 2 kali seminggu. Hanya saja waktu terjadi nya bisa kapan saja dan tiba tiba. Untuk menghilangkannya saya batukkan dengan keras dan terkadang keluar darah segar mungkin karena terjadi luka ya dok. Saya sudah periksa ke dokter dan di beri obat batuk biasa beserta antibiotik. namun batuk tersebut masih kerap terjadi sampai sekarang hanya saja frekuensinya lebih jarang lagi. Beberapa minggu ini setiap saya bangun saya buang dahak dan setelah diperhatikan ternyata dahak saya tersebut berdarah dok. Darahnya darah segar berwarna merah cerah. Dan hal ini berlangsung setiap bangun pagi. Saya buang beberapa kali sampai akhirnya hilang dan dahak tidak berdarah lagi. Sisanya hanya dahak biasa yg biasanya saya hilangkan dengan berdehem dan hal ini berlangsung beberapa jam ke depan. mohon informasinya dok, kira kira apa ya kemungkinan yang bisa jadi penyebab nya. tindakan apa yang harus saya ambil dok? Terima kasih sebelumnya dok

Klik Paru mengatakan...

Kelihatannya batuk yang Anda alami akibat proses radang atau alergi, namun proses infeksi belum bisa disingkirkan. Untuk menegakkan diagnosis tentu harus diperiksa laboratorium darah, dahak dan foto toraks dada. Bila foto dada normal dan tidak ada tanda2 infeksi, bisa diberikan obat anti alergi / anti inflamasi.

Surya mengatakan...

Dok saya telah batuk2 selama kurang lbih 4bln tetapi batuk itu tidak terus menerus terjadi..sudah periksa ke dokter tes pernapasan paru2 saya bagus..kemarin malam tenggorokan saya terasa gatal sekali sehinnga pas batuk mengeluarkan darah cukup banyak..padahal sebelum nya hanya batuk berdahak saja..knapa ya dok..mohon penjelasan nya..
Terimakasih

rahmat hidayat mengatakan...

Dok.., saya 10 tahun yang lalu pernah terjangkit TBC dan setelah didiagnosa 3 thn yg lalu sdh swmbuh tetapi kenapa sekarang kalau saya setelah bangun pagi pada saat keluar dahak bercampur bercak darah dan kalau saya saat tertawa kuat maka saya akan batuk dan agak sesak nafas.terima kasih dok

rahmat hidayat mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Klik Paru mengatakan...

Surya: darah yang keluar saat batuk selalu kita anggap serius, sampai terbukti tidak. Karena itu sebaiknya segera konsultasi ke dokter Paru atau THT sehingga segera diketahui penyebabnya apa, lokasinya dimana dsb, sehingga pengobatannya bisa lebih akurat. Berdasarkan keluhan anda, kemungkinan sumber darah dari paru atau THT.

Rahmat Hidayat: Seorang yang dinyatakan sembuh bisa sakit TB lagi dengan minimal 2 kemungkinan. Pertama, masih ada "sedikit" sisa kuman yang belum mati dan berkembang lagi saat daya tahan tubuh sedang menurun. Kedua, terinfeksi lagi oleh kuman yang baru dan tubuh tidak mampu melawannya.
Seorang yang dinyatakan sembuh TB biasanya tanpa "cacat" pada parunya (dari foto rontgen), namun ada juga yang cacat (disebut bekas TB). Bekas TB kadang bisa terjadi perdarahan oleh karena suatu sebab. Sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis Paru untuk memastikan apakah bekas TB saja, TB kambuh, TB infeksi baru atau penyakit lain.

Koko mengatakan...

Dok, sy punya riwayat penyakit TB ketika berusia 15-16 th. Sy sdh dinyatakan sehat dan bersih. Oia, dalam proses penyembuhannya, waktu itu lbh dr 6 bln krn terkena penyakit kuning(mungkin krn overdosis obat kah?) shg distop dulu obat TB-nya. Br setelah kmbali sehat dr pnyakit kuning, pengobatan TBnya diteruskan kmbali hingga akhirnya sembuh.
Sy perempuan yg tidak merokok. Usia sy skrg 31 th. Tiga bulan yg lalu sy tiba2 batuk berdarah, sy pikir ini karena banyak bicara atau aktifitas fisik yg berlebihan. Padahal, sy jarang batuk2, apalagi batuk terus menerus. Kalopun batuk, mungkin karena debu, ato tenggorokan kering. Pokonya, frekuensi batuk saya bisa dibilang jarang. Akhirnya, sy memilih istirahat di rumah tanpa ke dokter. Seminggu kemudian sy batuk darah lagi pdhl sy pikir sdh cukup istirahat dan tidak beraktifitas berlebihan. Itupun batuk yang tiba2. Akhirnya, sy mencoba ramuan tradisional. 2 minggu kemudian, karena penasaran, sy periksakan diri ke dokter dan menjalani tes thorax dan darah. Hasilnya untuk thorax mendapat kesan: tak tampak TB paru aktif atau BP, tak tampak pembesaran jantung, gambaran bronchitis, skoliosis berat vert thorakolumbal. Sedangkan Tes darah lengkap hasilnya hanya ada 3 yang diluar nilai rujukan; LED 24(0-20), Batang 0 (3-5) dan limfosit 44(25-40). Sy pun dinyatakan alergi dan disarankan rajin olahraga karena daya tahan tubuh yang rendah. Sy pun diberi resep sesuai diagnosis dokter. Sebulan kmudian saya pun tiba2 batuk darah lagi dan kmbali lagi ke dokter tsb, sy pun diberi multivitamin dan obat batuk untuk alergi yang diminum kalau saya batuk saja mengingat sy emg jarang batuk. Semua normal lagi sampai hampir sebulan kemudian alias dua hari yang lalu sy batuk darah lg tiba2. Sy blm periksa k dokter. Lalu pagi ini jm 9an sy kmbali batuk darah lagi. Jujur, sy sedikit panik karena selang waktu batuk darahnya sekarang cm 2 hr. Karena itu, sy ada rencana ke dokter lagi untuk periksa. Mohon maaf kalo terlalu panjang, tp sy butuh second opinion dari dokter lain.
Oia, sebagai tambahan, jumlah darahnya bisa lebih dari 1sdm tiap kali sy batuk darah. Dan yang terakhir bercampur dahak.
Terima kasih atas jawabannya.

Klik Paru mengatakan...

Mbak Koko, sekitar 15 tahun yang lalu Anda pernah TB paru dan dinyatakan sembuh setelah pengobatan. Tiga bulan terakhir mulai ada batuk dengan dahak bercampur darah, frekuensi makin lama makin sering. Batuk darah bisa disebabkan oleh banyak penyakit (dalam paru maupun di luar paru), tidak hanya karena TB. Karena itu pengobatan yang tepat tentunya setelah diketahui apa penyebab batuk darah tersebut. Saran: konsultasi segera ke dokter spesialis Paru, kemungkinan akan diperiksa biakan dahak dan CT scan dada. Bila dipandang perlu akan diteruskan dengan pemeriksaan bronkoskopi. Semoga membantu.

Owenlim 2015 mengatakan...

Pagi dok,saya mau tanya dok,papa saya terkena penyakit tb aktif dok dan minum obat tb sudah 9bn lebih dok dan 2hari ini batuk keluar darah dok apakah ini sangat berbahaya gk dok,,terima kasih dok

Klik Paru mengatakan...

Semua penyakit paru dengan batuk darah selalu dianggap serius sampai terbukti tidak. Silahkan konsultasi ke dokter paru untuk evaluasi, mengapa terjadi batuk darah lagi, banyak kemungkinannya.

Anonim mengatakan...

Awal agust 15 sy batu darah (1X) lalu photo torax di RS A, kesan : Tb paru aktif. Olh dr paru dikatakan ada benjolan di paru, lalu disuruh CT Scan Torax kesan : suggestif TB paru kanan lama aktip dengan tuberkuloma (segmen 2) disertai traction bronchiectasis disekitar lesi. DD/malinancy. Tak tampak kelainan mediastinum. Dr paru sarankan utk biopsy guna memastikan apakah ada CA Paru, kami blm setuju, akhirnya diberikan obat paru warna merah 4 tbt sehari. Kami 2nd opini di RS B, dokter suruh dibiopsy, interpretasinya : no cellular dysplasia or malignancy noted in this specimen, mild cronic inflammatory changes. Dr sarankan agar benjolan diangkat/ops, kami tdk setuju lalu dibarikan obat spt dari RS A. Setelah dimakan sebulan, photo torax lg, hasilnya Nodul di paru kanan atas tampaknya STQA, tdk tampak lesi baru dikedua paru. Dr paru melihat photo, katanya ada perubahan disamping lbh bersih. Obat diteruskan dan akan evaluasi lagi sebulan kedepan. Belakangan ini bgn dalam dada saya sptnya terasa panas, kadang sakit, batuk sesekali tdk berdarah, kondisi normal, bb stabil ( 175/75 kg) napsu mkn normal. Dr RSA mau melakukan bronkoskopi. Pertanyaan :
1. Apa benjolan dlm paru saya itu ? apa saya sdh pasti sakit TB Paru ?
2. Utk apa bronkoskopi tsb........bgmana tindak lanjut apapun hslnya ?
3. Bgmana dengan kelanjutan obat TB yg sdh dimakan hampir 2 bln nonstop ?
Maaf klu kurang jelas, Tksh Dokter
Napitupulu / jakarta
2. Apakah benjlan tsb hrs diangkat/operasi

Klik Paru mengatakan...

1. Melihat respons pengobatan ada perbaikan, diagnosis TB semakin tegak. Tuberkuloma adalah penyakit TB pada paru dengan gambaran foto penebalan jaringan, sering menyerupai tumor, karena itu sering jadi diagnosis banding.
2. Bronkoskopi bisa digunakan untuk melihat kondisi saluran napas yang (seringkali) tidak terlihat dari foto atau scan. Selain itu juga untuk mengambil sampel dari lokasi dalam saluran napas yang tidak terjangkau oleh pemeriksaan dahak maupun biopsi dari dinding dada.
3. Saya setuju obat TB diteruskan minimal 6 bulan, karena kelainan di luar nodul tampaknya ada perbaikan
4. karena dari CT scan masih ada kemungkinan keganasan, saya setuju rencana operasi, karena kanker paru semakin dini dilakukan pengobatan hasilnya semakin bagus.
Apabila pendapat saya berbeda, sebaiknya ambil pendapat dokter paru yang menangani Anda, karena beliau mempunyai data yang jauh lebih banyak dan akurat tentang penyakit Anda.

Anonim mengatakan...

Saya makan obat paru sudah 2 bln nonstop, dan memasuki bulan ketiga dokter paru mengganti obat yang tadinya 4 x sehari (warna merah ) menjadi 2 x sehari warna kuning ) tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap paru2/penyakit saya. Dapat saya tamvahkan pemberian obat paru didasarkan hasil torax dan ctscan yg memberikan indikasi adanya TB Aktip, namun pemeriksaan sputum dalah nil dan kultur BTA juga nil. Pertanyaan apakah penggantian obat tersebut semata hanya karena prosedur atau memang karena kondisi penyakit sdh membaik dan dari mana diketahui krn tdk ada pemeriksaan. terimakasih Dokter

Klik Paru mengatakan...

Pengobatan TB dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama konsumsi minimal 4 obat anti TB (OAT) selama 2 atau 3 bulan, disebut FASE INTENSIF. Selanjutnya minum minimal 2 OAT selama minimal 6 bulan. Apabila setelah menjalani fase intensif, memperlihatkan hasil yang meyakinkan (berat badan naik, keluhan berkurang banyak / hilang, perbaikan foto atau perbaikan laboratorium, dll) maka bisa langsung diteruskan fase lanjutan. Bila perbaikan sedikit atau tidak ada perbaikan, maka fase intensif ditambah sebulan lagi (disebut fase sisipan) dan selanjutnya diteruskan fase lanjutan.

Juliadi Angkat mengatakan...

Pagi itu saya btuk brdarah tpi darahnya hanya sdikit dimulai dari mimisan lalu btuk, sudah konsultasi dgn dokter katanya negatif TB melainkan bronkitis, tpi sy merasa ada yg aneh dgn dada saya, rasanya agak ditekan dan ini berlangsung hampir 3 tahun, apakah itu gejala pnyakit jantung?
Trimaksih

Satrya Aji Nuhroho mengatakan...

dok saya mau nanya kira kira pendarahan batuk pada tb paru akan berhenti setelah minum obat berapa hari ya dok?terima kasih

Klik Paru mengatakan...

Juliadi Angkat: saran foto toraks lalu dibandingkan dengan foto 3 tahun yang lalu. Bila masih ragu diteruskan dengan pemeriksaan CT scan toraks.

Satrya AN: banyak faktor yang mempengaruhi, misalnya luasnya kelainan, jumlah kuman yang masuk, virulensi kuman, resistensi terhadap obat, status gizi pasien, awal atau terlambat minum obat, dosis dan kombinasi obat, dan masih banyak faktor lainya.

Rus Tanto mengatakan...

dok.. saya mau tanya.... jum:at kemaren saya sakit demam dan batuk karena kehujanan .. kemudian sudah saya obati dan kemudian sudah mendingan.. terus selasa kemaren saya batuk dengan bercak darah segar,.. dan hari rabu ini saya batuk dengan darah beku satu titik... itu kenapa ya dok?.... apa saya kurang minum ya dok? soalnya pas hari senin saya rokok banyak dan sedikit minumnya,,, terimakasih dok...

Klik Paru mengatakan...

Mas Tanto: batuk darah terjadi karena lukadalam saluran napas atau jaringan paru. Penyebabnya bisa infeksi (kuman, jamur virus), trauma atau kelainan luar paru Semua kejadian batuk darah harus dianggap serius sampai terbukti tidak. Salah satu pemeriksaan yang cukup efektif untuk 'skreening" pada batuk darah adalah foto rontgen dada. Asap rokok bisa menyebabkan sistem pertahanan paru menurun, sehinga lebih mudah sakit.

Anonim mengatakan...

Dok, konsultasi&sharing, sy perempuan 26th, tdk merokok/tdk mnm alkhol, Mei2014 sy didiagnosa pnuemonia olh dok pyk dlm hrs opname,infus antibiotik+vitamin. 4hr keluhan batuk&dada nyeri hilang, sy ingin klr RS, dimnt rotgen lg&hsil tmpk perbaikan paru knn, tp tidak hilang bercak, krn sy ttp ingn klr RS, dok mmberi sy surat prnyataan bhw pngobatan blm tuntas, sy ttp klr RS&sy jd sngt sensitif sm asap rokok/sesak asap tp tidak ada keluhan. Juli2015 sy diet mayo&muntah, mulai batuk dhk kuning&dada knn sy nyeri, sy k dok paru di RS lain, bsok ny hsl rotgen klr, sy syok dgn hasil tb paru&bta 3x negatif, stlh 2hr gagal brtemu dgn dok paru tsb(beliau ada urusan dluar kota). Sy lgsg k luar ngeri, dok pykt dlm, bw rotgen dr indo dsana diperiksa, tnp rotgen hny tes drah, hsil baik&keluhan hilang didpn dok tsb, diagnosa hny bekas rdg&alergi, mnm obt alergi+obt nyeri dada, disana sy happy&kuliner,jalan2 tnp keluhan, kembali ke indo 2mgg tnp keluhan, sy mkn nsgor pgr jln, bsoknya gatal tengorokan&btuk kering tiap hr, smpe sy ke dok tht krn tkt skt GERD/radang, di laringskopi&didiagnosa laringistis, krn penebalan kumis dkt pita suara, dberi obat maag tnp antibiotik, batuk berkurang tp tdk hilang. Sy brpkr mgkn sy hrs diet krn brt bdn 59&tgi bdn 158, diet mayo lg, tryata batuk jd tmbh sering trutama pagi dhk kuning dan 2hr sy demam hilang timbul, mnm parasetamol dmm hilang tp tiba2 mlm sy batuk keras dn ada darah dilendir,krn didaerah sy lg byk dbd, sy ke dok pnykt dlm di RS, dmnt rotgen, tes drh, dhk bta. Hsl diagnosa dbd&tipus negatif, rotgen TB paru Aktif, ada cavitas knn, lesi sedang. Tes drh limposit tinggi, led tinggi 83 (loncat indah dr normal), kdr garam natrium dlm tubuh 130 rendah, brt bdn jd 54, diberi obt TB OAT 3tab1hr, besokny hsl bta keluar 3smple 3++, berarti sgt menular. Dok blg tidak blh diet+istrht total ambil cuti kerja 2mgg. Stlh 2mgg lbh mnum obt OAT rutin jam 7.30pagi (1 jam sblm mkn pagi) dhk tidak ada drh lg, brt bdn naik, npsu mkn naik, mkn bergizi byk syr buah, mnm madu+jahe+susu low fat, berjemur pagi, pake masker,mnm supplemen dr dok, mnm obt batuk codipront dr dok tp 5hr lalu habis&tdk bs beli bebas di apotik. Sy lg diluar kota krn masa pemulihan+isolasi, blm konsul lg ke dok trakhr& sy bc codipront bs buat ketergantung?? jd sy usahakan bs tdur tnp mnum obt tsb, ada keluhan ketika berbaring/bicara cpt byk, sesak shg sy hrs batuk utk ambil napas, dhk cm ada pagi hijau/kuning tp dikit skali, jauh sblm sy mkn obt OAT, yg ingin sy tnykan apa pengobatan sy tidak optimal dgn keluhan tsb ato dosis krg krn brt sy brtmbh?? Sy dpt srt ijin dr dok 2mgg tidak masuk krj smp skrg sy tdk masuk krj cuti, atasan sy tahu kondisi sy&meminta kmbli bekerja pk masker, krj ringan sja, tp sy takut krn msih ada batuk+dhk, apakah sy 2mgg mnum obt oat rutin msih bs menularkan ke keluarga, rekan krja dll, sy takut&tdk mau ad yg trtular?? Tgl 17feb nanti sy kontrol oat lg&pemerksan rutin, apakah perlu sy rotgen+tes bta lg?? Apakh pnuemonia bs jd tb dan kmdian tb aktif? Sy mnysal tdk menyelesaikn pengobatan awal dl sy didiagnosa pnuemonia..tp sy fokus utk smbuh saat ini, mohon bantuan ny, Terima kasih dok..

santika ameera mengatakan...

dok,sya mau bertanya,sya pnya adik yang dang batuk berdarah,skr sudah 4 hri ini di rawat di RS swasta di daerah bangil,obat yg hrus kami tebus pun bisa di katakan sangat mahal,bhkan terakhir sya tebus seharga 1.2 jta,tetapi kenapa blm ada reaksi perubahan apa2? batuk adik saya pun malah semakin menjadi dan keluar darah banyak.mohon bantuannya.

Klik Paru mengatakan...

Anonim: kisah Anda cukup panjang, tampaknya mendertia TB paru dengan komplikasi sudah ada lubang (kavitas) pada paru. Langkah Anda sudah tepat, minum obat dengan dosis sesuai petunjuk dokter sampai dinyatakan sembuh. Jangan stop sendiri atau bereksperimen dengan obat yang belum terbukti secara ilmiah. Bila kelainan paru minimal, setelah minum obat 2 minggu biasanya sudah tidak menulari lingkungan. Bila kelainannya luas atau berat (diantaranya ada kavitas) sebaiknya pake maskernya diperpanjang sampai pemeriuksaan dahak terbukti negatif.


Santika Ameera: Batuk darah penyebabnya banyak, bisa dari saluran napas, paru atau dari luar paru. Penyebab paru bisa bermacam-macam seperti trauma, infeksi, tumor, jamur dan lain-lain. Apabila penyebabnya sudah ditegakkan, maka pengobatan yang tepat bisa diberikan, biasanya hasinya lebih baik. Semoga penyebab batuk darah adik Anda bisa segera diketahui.

Aditya Erlangga mengatakan...

orang tua saya sudah 9 bulan minum obat paru,, dan setelah di ronsen paru-parunya sudah baik,,, pertanyan saya kenapa ortu saya masih batu dan mengeluarkan darah walaw hanya sedikit,,, tolong penjelasannya gan

Dina mengatakan...

Agustus 2015 saya mengalami batuk darah dan sy dinyatakan positif Tb paru.sy sdh selesai pengobatan Tb selama lbh dari 6 bln, terakhir awal bulan maret selesai minum obat. Tp siang hari ini 21 april 2016 saya batuk disertai dgn darah (jumlahnya tdk byk). Sy mau tanya apakah Tb saya kambuh lagi dok? Sblmnya hampir setiap pagi sy batuk mengeluarkan dahak berwarna hijau (jumlah sedikit). Tolong penjelasannya dok..

Donna Bunyamin mengatakan...

Pagi dok,

Suami saya umur 33 tahun, dua hari ini setiap bangun tidur air liurnya mengandung darah. Sedikit ada gumpalan darah kecil, warna darah agak merah kecokelatan. Setelah beberapa kali melidah, darah tersebut hilang. Sepanjang hari tidak ada darah lain yang keluar, hanya saat bangn tidur. Dia tidak merokok, tidak sakit maag, tidak minum alkohol. Keluhannya hanya sering sakit kepala di bagian belakang kiri, dan tensinya sering rendah, 70 / 90. Bisa bantu untuk diagnosa dan saran apa yang harus diperiksa lebih dulu dok?

Terima kasih banyak.

klikparu mengatakan...

Aditya Erlangga: Sebagian besar penderita TB sembuh setelah minum OAT dengan cara dan dosis yang benar selama 6 bulan. Sisanya belum sembuh sehingga harus minum obat lebih lama. Orang tua Anda perlu dipastikan (dengan pemeriksaan lain yang mendukung) apakah TB nya belum sembuh, atau ada masalah lain, di paru atau luar paru, yang menyebabkan batuk darah. Sebaiknya konsultasi ke spesialis paru untuk memastikan.

Dina: Kemungkinan tidak kambuh, karena ada riwayat sebelumnya batuk dengan dahak berwarna hijau. Bila hari ini masih batuk berdahak, segera konsultasi ke dokter spesialis paru, kemungkinan akan diperiksa BTA 3 kali dan kultur sputum.

Donna Bunyamin: darah yang keluar saat bangun tidur, (mungkin) tanpa keluhan respirasi (batuk, pilek, nyeri dada, sesak) masih banyak kemungkinan diantaranya gigi, THT dan paru. Silahkan konsultasi ke minimal 3 dokter tersebut.

Anonim mengatakan...

Malam dok,

Saya 31 tahun, perokok (12 batang rokok mild sehari) Sore td tenggorokan saya terasa gatal dan merasa ingin batuk, lalu saya dehem dan batuk-kan dengan keras utk menghilangkan gatal ditenggorokan, setelah kira2 1 jam keluar dahak dan darah merah segar dan gumpalan darah agak kehitaman. Setelah kira2 8 kali meludah. Air liur sdh bersih dan tidak ada darah. Sebelumnya saya tidak batuk dan tidak ada rasa sesak, demam, pusing, hanya gatal saja di tenggorokan. Malam ini saya coba batuk kan dengan keras dan msh ada sedikit darah dlm dahak. Kira2 kenapa ya dok, mohon pencerahannya. Terima kasih.

klikparu mengatakan...

Semua keluhan batuk darah harus dianggap serius sampai terbukti tidak. Saran segera konsultasi ke dokter spesialis Paru atau THT, kemungkinan besar akan difoto dada. Terima kasih

mirda fanindi mengatakan...

dok, saya batuk sudah 3 mingguan, memanng tidak parah, tapi saya takut tb, saya periksakan ke dokter ahli dalam, dkasih obat batuk edotin, setelah saya minum besoknya saya batuk berdarah, daah keluar ckup banyak, berhenti setelah dada saya terasa tidak ada lendir lagi,
saya periksakan lgi ke dokter, tp hanya dengan hasil rontgen dokter bilang saya positif tb, saya minum obt tb, saya mau tanya setiap hari saat saya baring mlm, saya selalu batuk dan mengeluarkan darah yg ckup banyak, apakah itu berbahaya? atau pengaruh obat? apakah darah itu akah sembuh dgn obt tb yg saya minum? sampai kapan saya harus batuk berdarah terus dok? atau saya harus periksakan lagi ke dokter? trima kasih

Anonim mengatakan...

Halo dok klik paru, saya mengalami batuk pada awalnya semingguan lalu menurut saya mgkn karena sering terpapar oleh AC baik di kantor maupun di rumah serta kondisi rumah sebelah sedang ada renovasi besar jadi partikel debu dll bnyk, ys saya tanyakan beberapa hari setelah batuk awal tsb pas saya mengeluarkan dahak seperti ada bercak darah merah gt bentuknya berupa titik2 bukan yg merata gitu dok,saya memutuskan ke dokter bpjs kata beliau saya di kasih antibiotik ama obat batuk, setelah beberapa hari batuk mereda hanya saja untuk dahak setiap pagi hari selalu mengeluarkan ada bercak darah yang mana lambat laun semakin siang n sore tidak ada darah alias hanya terjadi pada pagi hari saja saat mengeluarkan dahak pertama, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke dokter faskes saya untuk minta dirujuk ke poli paru buat pemeriksaan lanjutan tapi beliau tetap bersikeras kalau coba dl dihabiskan obatnya sama ditambah onat untuk ngluarkan dahak, maksud saya itu agar dokter faskes saya ngluarkan rujukan ke poli paru biar sy tidak khawatir lagi dengan kondisi saya ini. Perlu diketahui selama ini sy tidak menderita demam, mual, tidak nafsu makan, dll hanya batuk di awal seteoah reda tetap ada dahak bercampur beberapa titik darah merah.. mohon bantuannya dok, tks bnyk..

ancha marginal mengatakan...


Dok, saya laki2 umur 26 tahun, mantan perokok berat, aktif berolahraga.
3 Minggu lalu sy tiba2 batuk darah (lumayan banyak), sebelumnya sy sering merasakan sakit di area dada, tanpa ada gejala lainnya seperti batuk, demam, dll
Setelah konsultasi ke dokter dan melakukan Poto thorax terdapat kesan : tb paru lesi luas aktif.
Hasil pemeriksaan LED 20/jam (yg lainnya normal). Pemeriksaan dahak hasilnya negatif, Krn saya mmng sebelumnya tidak pernah batuk.
Skrng saya sudah minum rifastar (OAT)selama 3 minggu, sy Sdh Tdk pernah batuk darah lagi.
Yg ingin saya tanyakan apakah penyakit TB seperti yg saya alami sudah wajar, karena sebelumnya saya tidak pernah batuk, demam, penurunan berat badan, bahkan berat badan saya saat ini semakin bertambah karena jarang beraktifitas??

Klik Paru mengatakan...

Mirda Fanindi: Semua kasus batuk darah harus dianggap serius sampai perdarahan berhenti. Biasanya setelah minum obat anti TB, dengan dosis yang tepat dan rutin, keluhan akan hilang atau berkurang dalam beberapa hari. Bila tidak, perlu pemeriksaan penunjang lain untuk memperkuat diagnosis TB atau ada kelainan/penyakit lain yang menyertai TB (dan belum diobati)

Anonim: Dahak yang muncul di setiap pagi hari biasanya karena faktor alergi, pada kasus Anda kemungkinan karena alergi bahan bangunan dari renovasi tetanga Anda. Namun bila disertai bercak (titik-titik) darah di setiap pagi hari, penyebabnya kemungkinan bukan hanya faktor alergi. Perlu pemeriksaan penunjang lain untuk memastikannya (foto, pemeriksaan darah, dahak dll).

Ancha Marginal: Membaca hasil foto thoraks rasanya kecil kemungkinan anda bukan TB, apalagi didukung data: setelah minum OAT Anda tidak batuk darah lagi dan ada perbaikan berat badan. TB tahap awal biasanya tanpa keluhan (sering didapatkan pada karyawan sehat yang menjalani MCU.Saran: OAT diteruskan sampai dinyatakan sembuh oleh dokter, minimal 6 bulan.

bang bhow al'batawi mengatakan...

Malam dok, saya mantan perokok usia 26, setelah saya minum kopi hitam saya merasa mual dan ingin batuk, setelah saya batuk terlalu keras dan meludah ada darah segarnya dok kumayan sih darahya yg membuat saya khawatir.. Tapisebelumnya saya tidak merasakan gejala apa apa.. Apa munhkin sya kelelahan atau sering begadang. Tks

Klik Paru mengatakan...

Bang Bhow: Karena darah yang keluar berwarna merah segar maka kemungkinan besar berasal dari paru, tenggorokan, atau kerongkongan (saluran cerna sebelum lambung), bila berasal dari lambung biasanya berwarna kehitaman. Sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk memastikan darimana darah tersebut berasal sehingga pengobatannya lebih tepat.

Budi zarkasi mengatakan...

salam sejahtra Dok.
dok saya diaknosis dokter terkena TB 4 bulan yang lalu,dan sekarang dalam masa pemberian obat,selama pengobtan TB saya jarang batuk,tapi terkadang sesekali jika saya batuk kadang2 batuk saya bedahak dan bercampur beberapa gumpalan darah dan itu pun sedikit tidak banyak seperti waktu pertama kali terkena TB,kata dokter yang menangani saya batuksaya itu proses dari massa penyembuhan oat,pertanyaan saya apakah selama dalam masa penyumbuhan masih adakah kemungkinan penderita batuk berdahak bercampur gumpalan darah,dan jika saya mejalankan ibadah puasa apakah berpengaruh pada saya karna jadwal pemberian OAT berubah jam...mohon dijelaskan dan terimakasi dok.

Klik Paru mengatakan...

Budi Zarkasi: Selama masa pengobatan TB keluhan biasanya berkurang, ada yang terjadi dengan cepat ada pula yang lambat. Bila progresnya lambat, kondisinya tetap atau makin memberat, perlu dievaluasi. Hal tersebut bisa terjadi karena penyakitnya memang berat, pengobatan terlambat, dosis tidak tepat, jadwal minum salah, ada penyakit lain yang menyertai (dan belum diobati) serta masih banyak faktor2 lainya. Bila anda ragu, silahkan konsultasi ke ahlinya (misal: spesialis paru).
Pada sebagian pasien yang menjalani puasa, jadwal minum obat biasanya kita sesuaikan agar nyaman buat pasien namun tetap efektif.

rere mengatakan...

assalamualaikum.. dok saya mau bertanya.. dua tahun lalu suami saya batuk darah yg lumayan banyak dan berwarna merah segar lalu saya bawa ke dokter dan harus dirawat.. stelah cek sputum dan rongten ternyata bersih.. dan dimantoks jg negatif tb.. lalu membaik.. 2 bulan lalu suami saya batuk darah lagi dan luamayan banyak padahal batuknya tdk keras. lalu diperiksa dan harus dirawat.. slh rongten trnyata ada bulatan tebal pada paru atas bagian kanan.. setelah diperikasa dokter blm berani mnyatakan terindikasi tb lalu suami saya lakukan bronkoskopi hasil dari foto ada pembengkakan di paru kanan bagian atas. kata dokter klo bagian atas paru yg kena.. apabila batuk kemungkinan akan selalu mngeluarkan darah.. stlh smpel diambil trnyata radang pada paru dan tak ada sel ganas.. dokter memberikan obat rifastar 4 x sehari satu kali minum.. selama 2 bulan tapi batuk darah masih terjadi meskipun berkurang.. dan tubuh suami saya juga lebih fit dari sblmnya.. dokter mnyarankan melakukan rogtsen lagi.. hasilnya ada prubahan pada bulatan diparu (bulatan sdh terlihat menipis) ke arah lbh baik meskipun tidak banyak.. dokter jg memeriksa bagian leher suami saya apakah ada benjolan.. alhamdulillah tdk ada tapi saya baru ingat bahwa ada benjolan pada bagian punggung hmpir dekat pinggang dan itu muncul kira kira 2 thun lalu dok.. apakah ada hub dgn batuk darah atau bengkak pada paru suami saya yah dok.. bingung jg ko hasil dari rogten kedua stlh minum obt 2 bulan hsilnya blm signifikan.. suami saya naik sdh naik berat bdannya dok ketika dirawat 56 skrg 58 trmksh dok.. mohon sarannya..

Klik Paru mengatakan...

Rere: Wa alaikum salam. Tampaknya suami Anda sakit TB dan memberikan respons setelah minum obat 2 bulan (gambaran foto menipis, BB meningkat, penampilan lebih fit). Setelah minum obat 2 bulan sebagian besar pasien fotonya ada perbaikan, jarang yang hilang total, setelah 6 bulan sebagian besar baru hilang. Saran: teruskan obat sampai minimal 6 bulan, jangan sampai lupa minum. Benjolan di punggung dekat pinggang biasanya tidak ada hubungannya dengan TB paru. Namun bila memang karena TB kelenjar maka akan sembuh juga dengan obat yang sama (meskipun perlu waktu minimal 9 bulan). Bila mau memastikan, silahkan dilakukan biopsi dan sampelnya diperiksa PA.

Unknown mengatakan...

Dok, saya penderita tb kelenjar dan sudah mengkonsumsi obat tb 5 bulan. Ketika saya ke dokter puskesmas untuk pengobatan setelah 2 bulan diberi obat strip kuning dengan jadwal 3 kali seminggu, tetapi ketika konsul ke dokter spesialis paru, dia menyuruh konsumsi obatnya setiap hari. Saya bingung dok? Mana yg benar ya? Dan apa yg membuat berbeda? Dan dampaknya apa ya dok jika konsumsi obatnya 3x seminggu atau setiap hari?

Klik Paru mengatakan...

Pengobatan TB ada 2 tahapan. Pertama fase intensif selama 2 atau 3 bulan, diteruskan fase lanjutan selama total pengobatan 6 atau 9 bulan. Untuk fase intensif, semua sepakat obat diminum setiap hari. Untuk fase lanjutan, ada 2 pilihan yaitu setiap hari atau selang sehari. Berdasarkan penelitian kedua pilihan tersebut bisa menyembuhkan TB. Pilihan sehari tentunya sangat tepat untuk program pemberantasan TB nasional karena sangat menghemat beaya. Namun karena pertimbangan tertentu (penyakitnya berat, pasien sering lupa minum obat, dll), maka lebih tepat memilih minum obat setiap hari.

Anonim mengatakan...

Terima kasih bnyk dok penjelasannya, ada yg mau saya tanyakan lagi, jikalau penderita tb kelenjar sudah konsumsi obat fase intensif (strip merah) slma 2 bulan setiap hari, dilanjutkan obat fase lanjutan (strip kuning) 4 bulan dengan jadwal selang sehari (dua hari sekali) apakah aman dok, karena ada yg bilang klo selang sehari pola makan obat tb fase lanjutan (strip kuning) bisa buat kuman tb jadi kebal (MDR)? dan detail sprti apa ya penyebab tb jadi MDR? Oya,dok berat badan saya sudah naik dari 51 kg ke 57 kg dalam 6 bulan, pertanyaannya apa ya dok tanda klo penyakit tb kelenjarnya telah sembuh selain tanda benjolan di leher yg sudah hilang/mengecil?

Klik Paru mengatakan...

Pada tahap awal obat anti tuberkulosis diberikan setiap hari selama 2 bulan. Pada tahap lanjutan ada dua pilihan,obat ditelan setiap hari dengan dosis standar atau obat ditelan seminggu 3 kali dengan dosis yang lebih tinggi. Kedua metode sama efektifnya dalam menyembuhkan TB. Yang salah adalah minum obat selang sehari tapi dosisnya untuk minum setiap hari. Tanda lain penyembuhan TB kelanjar tidak khas, biasanya terjadi perbaikan keadaan umum, nafsu makan nornmal, BB kembali normal, bisa aktifitas wajar, tanpa panas dll.

Andre Yanuar Yanuar mengatakan...

Dok intnesitas batuk yg saya alami tdk sering tapi kalau batuk mgeluarkan darah cukup banyak dan darah nya segar,,sudah kedokter cmn dksih obt batuk biasa dan anti biotik..kira2 saya batuk apaa ya dok

Ahmad Subagyo mengatakan...

Semua batuk darah harus dianggap serius, sampai terbukti aman. Saran Segera foto dada untuk memastikan apa masalahnya dan seberapa berat.

Malta Lesmana mengatakan...

Dok saya Mw tanya,, Istri saya skrg memasuki bulan ke 3 pengobatan TBC,, Tiba badannya panas ga turun2 selama satu minggu dan batuk dengan mengeluarkan dahak berisi darah, dengan vol yg sangat kecil.... itu kira2 sebanya Apa dok???

Ahmad Subagyo mengatakan...

Malta Lesmana: selama pengobatan TB biasanya keluhan makin berkurang. Apabila ada masalah saat pengobatan, sebaiknya segera dipastikan masalah tersebut karena obat (salah obat, salah dosis atau salah jadwal minum), karena kuman (kuman sangat virulen/kuat, kuman resisten terhadap obat, dll), atau masalah lainnya (gangguan gizi, stress fisik stress psikis, penyakit lain yang menyertai, dll). Karena banyak faktor tersebut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk memastikan apa masalahnya dan bagaimana mengatasinya.

Anonim mengatakan...

Dok saya mau bertanya....suami saya di vonis tb paru aktiv oleh dokter penyakit dalam sebuah rs..suami saya di opname selama 7 hari di rs...kemudian suami saya diberi OAT yg diminum selama 6 bln...untuk awal pengobatan suami saya diberi OAT 3 dlam sekali makan perhari...dihari ke 9 tepatnya malam jam 00.30 suami saya batuk2....serasa gatal tengorokan..kemudian batuk bedarah berulang2 sampe cairan darah nya berhenti kira2 -+100cc...bagaimana itu dok apakah batuk darah tersebut biasa terjadi pada pasien tb paru...ataukah ada indikasi lain...ataupun kesalahan pada makanan?dan makanan apa saja yg perlu dihidari oleh pasien TB paru.?terima kasih

Ahmad Subagyo mengatakan...

Anonim: batuk darah bisa berasal dari saluran napas bagian bawah (paru) atau saluran napas bagian atas (THT) atau dari rongga mulut. Yang terakhir biasanya tidak ada batuk. Kelainan bisa pada saluran napas, bisa juga pada kualitas darahnya (memang mudah terjadi perdarahan). Pada suami Anda kemungkinan akibat komplikasi penyakit TB paru. Saran: segera konsultasi ke dokter yang merawat suami Anda atau ke dokter spesialis Paru.

Berlian Simanjuntak mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Ahmad Subagyo mengatakan...

Berlian: Sebagian besar TB paru setelah minum obat anti TB (OAT) selama 2 bulan dengan regimen yang benar dan minum sesuai pedoman yang ditetapkan, akan memperlihatkan perbaikan. Perbaikan bisa tampak pada luas kelainan foto yang berkurang, keluhan berkurang, berat badan meningkat, batuk/sesak berkurang dll. Namun ada sebagian kecil yang tidak menunjukkan perbaikan yang diharapkan. Pada kondisi demikian perlu dievaluasi berbagai hal oleh ahlinya. Apabila pengobatan sudah dilakukan sesuai pedoman, maka perlu dilihat beratnya penyakit sebelum diobati, umur, adakah penyakit lain yang menyertai (dan sudah diobati?), bagaimana gizi, adakah polusi lingkungan dan lain-lain. Jangan dilupakan: 'semangat untuk sembuh' ternyata membantu penyembuhan.

Anonim mengatakan...

Salam..2 hari ni saya telah batuk dan kahak ada bercampur darah. Setiap kali batuk darah pasti akan ada. Saya telah check up di klinik dan x-ray menunjukkan paru-paru saya ok dan tiada sebarang komplikasi, oksigen dlm badan pun ok. Tiada seksa nafas atau demam . Namun saya masih batuk berdarah lagi walaupun ubat dan antibiotik tlh dimakan. Apakah punca sebenar dan ini menjuruskan gejala sakit apa dok?

Ahmad Subagyo mengatakan...

Anonim: Jika foto dada hasilnya normal namun ada keluhan di dada (sesak napas atau nyeri dada) maka perlu pemeriksaan dada yang lebih akurat misalnya CT scan. Darah bisa juga berasal dari luar paru, misalnya THT, saluran cerna atau dari gigi dan mulut. Penyebab yang lain bisa karena ada kelainan darah (faktor pembekuan). Dan masih banyak penyebab yang lain. Silahkan konsultasi ke dokter ahli (paru, THT atau Penyakit dalam)

Anonim mengatakan...

Dok, saya masi umur 16 tahun. minggu lalu saya demam dan tiba tiba bisa keluar darah saat batuk. tapi itu cuma 1x dalam sehari. besoknya, kalau batuk keluar darah lagi dengan volume lebih banyak. hari ketiga sudah ga ad darahnya lagi. tapi setelah 1 minggu, kalau habis olahraga, batuk jadi ada darahnya lagi tapi lebih sedikit. itu kira kira kenapa ya?

Ahmad Subagyo mengatakan...

Anonim: batuk darah bisa disebabkan oleh banyak kemungkinan, semua batuk darah harus dianggap serius sampai terbukti tidak. Saran: segera konsultasi ke dokter spesialis paru atau THT untuk memastikan apa penyebabnya sehingga obat yang diberikan bisa tepat.

Nanda Novitasari mengatakan...

Dok saya wanita umr 21 tahun 2hari yang lalu saya demam sakit kepala tapi tidak batuk, alhamdulillah sekarang sidah mendingan tetapi dada saya masih saja terasa sakit,paginya saya batuk dan dahaknya berwarna hijau disertai gumpalan darah tapi cuma sedikit dok, tapi dengan gejala sakit ditenggorokan ,susah menelan sebelumnya waktu sya umur 18 thn sya jiga pernah mengalami hal yang sma dok tapi dulu disertai dengan sakit maag. Tapi sekrng muncul lagi dong, terus it termasuk sakit ap ya dok dan saya harus melakukan apa .
Terimakasih

Nanda Novitasari mengatakan...

Dok saya wanita umr 21 tahun 2hari yang lalu saya demam sakit kepala tapi tidak batuk, alhamdulillah sekarang sidah mendingan tetapi dada saya masih saja terasa sakit,paginya saya batuk dan dahaknya berwarna hijau disertai gumpalan darah tapi cuma sedikit dok, tapi dengan gejala sakit ditenggorokan ,susah menelan sebelumnya waktu sya umur 18 thn sya jiga pernah mengalami hal yang sma dok tapi dulu disertai dengan sakit maag. Tapi sekrng muncul lagi dong, terus it termasuk sakit ap ya dok dan saya harus melakukan apa .
Terimakasih

Ahmad Subagyo mengatakan...

Nanda: Kemungkinan ada infeksi di saluran napas (bisa saluran napas atas atau bawah)dengan komplikasi perdarahan ringan. Saran: sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis THT atau paru untuk memastikan masalahnya, sehingga pengobatannya lebih tepat.

Tino Basri mengatakan...

Dok istri saya kena Tb paru tp sudah menjalani pengobatan selama 3 bulan ini, obatnya pun sudah ganti,dari hasil pemeriksaan kemarin air liurnya sudah negatif apakah pengobatannya sudah bisa dihentikan ? Karena efek obatnya kadang membuat dia lemes,sakit kepala dan gatal2 ? Apalagi dia juga hamil 4 bulan.

Ahmad Subagyo mengatakan...

Tino Basri: Pengobatan TB minimal 6 bulan baru sembuh. Bila selama pengobatan ada masalah, sebaiknya konsultasi ke dokter, selalu ada solusi untuk mengatasi masalah. menghentikan pengobatan adalah pilihan terakhir bila solusi lain tidak berhasil. Obat TB lini pertama aman untuk kehamilan.

Lina mengatakan...

Selamat pagi dok, saya batuk agak lama sebelumnya diagnisa dokter alergi tapi tidak kunjung sembuh, sampai akhirnya ada dokter yg mendiaknosa tb dari hasil rontgen. Saya sudah minum obat tb hampir 2 bulan ini, masih batuk tapi relatif jauh membaik dari sebelumnya. Hanya saja sudah 2 minggu ini dahak saya warnanya kemerahan, sebelumnya normal. Apakah dahak yang kemerahan itu efek dari obat tb (spt pada urin yang juga memerah) atau justru darah. Tp saya tidak merasakan bau darah setiap mengeluarkan dahak. Apa ini normal dok, terimakasih

Evi Trisna mengatakan...

Dok saya sudah bulan ke 4 mnum obat tb..yg wrna kuning 3kapsul 2hri skali...tpi skrg sya batuk flu dab sesak nafas lagi.kenapa ya dok.apa saya harus periksa lagi..atau boleh kah saya beli obat flu dengan batuk berdahak dan minum obat sesak nfas.pdhal saya rutin minumnya 2hri skali 3kapsul

Ahmad Subagyo mengatakan...

Lina: Biasanya cukup mudah membedakan warna merah pada dahak itu darah atau bukan, namun bila masih ragu bisa dipastikan dengan pemeriksaan laboratorium. Bila ternyata darah, perlu di periksa lebih lanjut asalnya dari mana (mulut, hidung, tenggorokan atau paru) dan penyebabnya apa (trauma, infeksi, alergi dll)

Evi Trisna: Selama minum obat TB, seseorang bisa saja sakit yang lain. Pada kondisi seperti itu, penyakit lainnya harus diobati juga. Beberapa obat ada interaksi dengan obat TB, karena itu minumnya dibuat jarak waktu dengan saat minum obat TB

Unknown mengatakan...

saya batuk hampir 1 bulan,dan 2 mnggu terakhie saya sering batuk darah dengan jumlah yg lumayan bnyk warnanya hitam kental,kemudian saya periksa ke rs,disana saya di rontgen,dan hasilnya tb aktif dengan bta negatif,saya opnam 1 mnggu dngn pengobatan suntikan antibiotik dan pemberhentiaan pendarahan di selang infus,batuk berdarah saya hilang,kemudian seminggu stlh opnam saya diberikan obat oat,dengan aturan minum 2 obat dimalam hari jam 10 mlm awalnya ketika minum obat Oat saya tidak ditimbang berat badanya oleh pihak rs,,kemudian ketika jadwal saya kontrol saya disuruh menimbang bb saya 40 tiba2 saya disuruh menambah dosis obat mnjdi 3 obat pdhl saya minum obat oat dengan dosis 2 obat baru 3 hari kmudian disuruh lngsung mnum 3 dosis obat,saya sudah jln 1 mnggu minum obatnya,kmudian tiba2 saya batuk berdarah lagi pdhl sblmnya batuk berdarah saya smnjk kluar dri opnam di rs sudah berhenti,,penyebabnya apa ya?apa gara2 saya minum obatnya dosisnya berbeda atau krna saya minum obatnya selalu terkadang berbeda jamnya,harusnya minum di jam 10 mlm,jm set 10 saya sudah minum

Ahmad Subagyo mengatakan...

Bukan karena perubahan dosis atau perubahan jadwal minum obat. Banyak kemungkinan penyebabnya, salah satunya "luka" di paru cukup luas sehingga perlu waktu pengobatan agar luka tersebut benar-benar "kering". Pasien dengan batuk darah biasanya perlu istirahat "total" selama minimal 2 minggu agar lukanya stabil dan tidak batuk darah lagi.

abduL aLi mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
abduL aLi mengatakan...

Maaf sebelumnya saudara saya batuk terus sampai keluar darah terus periksa ke Puskesmas dan Cek darah sama di Rontgen katanya positif lg kena tbc terus sudah periksa ke Puskesmas katanya suruh nunggu 3 hari baru dapat obat namun karena ibunya khawatir jadi dibelikan obat diklinik tp malah sering muntah darah bagaimana ya sebaiknya
Makasih