3 April 2013

EFUSI PLEURA GANAS, etiologi

Efusi pleura ganas (EPG) adalah efusi pleura yang disebabkan oleh proses keganasan, baik primer atau sekunder atau metastasis. Cairan efusi biasanya berupa eksudat, namun sebagian kecil dapat bersifat transudat. EPG biasanya unilateral sesuai letak proses keganasan meskipun dapat pula bilateral.Ciri lain efusi pleura ini adalah banyaknya jumlah cairan dan cepatnya cairan terakumulasi kembali di rongga pleura meskipun telah dilakukan torakosentesis berkali-kali.

Etiologi
Proses keganasan yang melibatkan pleura merupakan penyebab terbanyak kedua efusi pleura dengan cairan eksudat setelah penyakit infeksi, dan sebuah penelitian di Baltimore, dari 102 kasus efusi pleura bersifat eksudat, 42% disebabkan oleh keganasan.

Dari seluruh keganasan yang dapat menyebabkan efusi pleura, yang terbanyak adalah kanker paru (43%), kemudian metastasis karsinoma mammae (25%), disusul limfoma dan leukemia (8%)

  1. Kanker paru. Jenis tumor ini paling banyak menimbulkan efusi pleura ganas. Sedikitnya 40% pasien dengan kanker paru yang telah menyebar luas mengalami efusi pleura. Hampir semua jenis kanker paru dapat menyebabkan efusi pleura, namun yang paling sering ditemukan adalah dari jenis adenokarsinoma, sebaliknya insidens efusi pleura pada karsinoma sel kecil hanya sekitar 10%.
  2. Metastasis karsinoma mammae. Penelitian yang dilakukan Fracchia, dari 601 pasien karsinoma mammae stadium akhir, 48% diantaranya mengalami efusi pleura yang cukup berat hingga memerlukan penanganan terapeutik. Efusi pleura lebih sering muncul pada karsinoma mammae dengan  penyebaran limfatik (63%). Pada penelitian ini, 58% pasien mengalami efusi pleura pada sisi ipsilateral dari letak tumor primernya, 26% pada sisi kontralateral dan 16% bilateral. Waktu rata-rata antara tumbuhnya tumor primer dengan munculnya efusi pleura adalah 2 tahun, meskipun interval tersebut dapat memanjang hingga 20 tahun.
  3. Limfoma malignum dan Leukemia. Dari berbagai kasus limfoma malignum (baik Hodgkin maupun non Hodgkin) ternyata 30% bermetastasis ke pleura dan menimbulkan efusi pleura. Pada pasien dengan leukemia limfositik dan mieloblastikjuga dapat terjadi efusi pleura meskipun dalam prosentase yang lebih kecil, berturut-turut 12% dan 4%. Saat pertama didiagnosis limfoma atau leukemia, kebanyakan belum ditemukan efusi pleura namun rata-rata tidak sampai 2 tahun setelah itu akan terjadi efusi pleura. Dalam cairan efusi, tidak selalu ditemukan sel ganas seperti pada proses keganasan lain. Efusi pleura yang biasa terjadi pada limfoma berupa kilotoraks.
  4. Mesotelioma. Ini adalah tumor primer yang berasal dari pleura, jarang ditemukan. Bila tumor masih terlokalisasi, tidak akan menimbulkan efusi pleura, sehingga dikelompokkan sebagai tumor jinak. Sebaliknya, bila tersebar (difus), dapat menimbulkan efusi pleura ganas. Kemungkinan mesotelioma ganas harus dipertimbangkan bila hasil sitologi PA atau biopsi menyatakan adenokarsinoma metastasis, karena bentuk epitelial mesotelioma ganas sering salah interpretasi sebagai adenokarsinoma. Jika tidak tampak tumor primer, sebaikknya dilakukan CT scan toraks. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar