22 Agustus 2013

KAPASITAS RESIDU FUNGSIONAL

Functional residual capasity (FRC)
Kapasitas residu fungsional (KRF) atau Functional residual capacity (FRC) adalah volume gas yang tersisa dalam paru pada saat akhir expirasi normal tanpa paksaan. Volume relaksasi (Vr) adalah volume udara saat tendensi paru untuk kolaps atau menguncup melawan tendensi dinding dada untuk mengembang, saat otot dalam keadaan netral. Ini adalah volume setelah ekspirasi tidal secara alami /rileks, disebut kapasitas residu fungsional. 


Jika paru dipisahkan dengan dinding toraks, seperti saat torakotomi, paru akan kolaps sampai volume minimum (MV), ditentukan oleh elastisitas paru. Volumenya lebih kecil dari volume residu dan normalnya sekitar 10% KPT. 

KRF membentuk cadangan oksigen. pada saat pasien tidak sadar dengan apnea, transfer oksigen tetap berlangsung dari udara dalam kapasitas residu. Mekanisme ini akan mempertahankan saturasi oksigen sampai sekitar 1 menit. Jika tidak ada udara yang tersisa di paru saat akhir ekspirasi, desaturasi akan segera terjadi. Jika subjek bernapas dengan oksigen 100% sebelum hilang kesadaran (seperti saat induksi anestesi), saturasi akan bertahan jauh lebih lama, karena kadar oksigen yang 5 kali lebih tinggi dalam KRF. 

Volume KRF normal 50% kapasitas paru total (KPT) dan sedikit meningkat dengan bertambahnya usia, karenya berkurangnya rekoil dan elastisitas paru. Volume tidal normal saat istirahat sekitar 500 ml. Pada ventilasi mekanik biasanya volume tidal sebesar 7-10 ml/kg BB.

Beberapa faktor yang mempengaruhi KRF:
a. Faktor fisiologis
  1. Pengerahan tenaga (exertion). Pada pernapasan tidal biasa, ekspirasi adalah proses pasif saat otot ekspirasi relaksasi. dengan meningkatnya kebutuhan ventilasi, seperti saat latihan, otot ekspirasi mulai bekerja. KRF selanjutnya berkurang mendekati volume residu.
  2. Posisi tubuh. KRF akan berkurang 25% (rata-rata berkurang dari 3,0 liter menjadi 2,2 liter) pada posisi supine (terlentang), didorong oleh diafragma akibat organ intra abdomonal yang bergeser ke kranial. 
  3. Anestesi. Induksi anestesi akan mengurangi volume KRF 15-20% pada subjek dengan posisi supine. Reduksi tetap terjadi baik obat pelumpuh otot digunakan atau tidak, dan terjadi pada semua obat anestesi. 
b. Faktor patologis
  1. Penyakit paru fibrotik. Paru menjadi lebih kecil dan kaku, dan KRF juga mengecil.
  2. Penyakit saluran napas obstruktif. KRF meningkat pada emfisema, disebabkan oleh udara terperangkap dan penurunan rekoil (akibat compliance yang lebih besar) paru.
  3. Obesitas sangat mengurangi volume KRF.
Sumber: Dakin J, Kourteli E, Winter R. Making sense of lung function test

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar