17 Maret 2014

Penyakit paru akibat debu besi

Karena debu besi adalah debu anorganik, maka penyakit paru kerja yang berhubungan dengan debu besi termasuk pneumokoniosis debu anorganik. Penyakit paru kerja yang berhubungan dengan debu besi antara lain siderosis, welder's siderosis dan siderosilikosis. Selain itu debu besi dapat pula menyebabkan bronkitis industri pada pekerja. Pembahasan tentang siderosis bisa anda lihat di sini.

Welder's siderois
Welder's siderosis adalah siderosis yang terjadi pada pengelas besi. Gejala klinis yang muncul pada
penderita siderosis berhubungan dengan kelainan saluan napas besar, peningkatan infeksi pada saluran napas atas dan bronkitis kronik terutama pada pekerja yang merokok. Gejala tersebut disebabkan inhalasi substansi selain besi yang sering ada pada uap pengelas, yaituikarbon, mangan, aluminium dan silika. Asap rokok dan uap las memberi efek kumulatif terhadap fungsi paru pekerja.

Penelitian Hunnicut pada 100 pengelas dan 100 pekerja lain sebagai kontrol, ternyata insidens gangguan fungsi paru pada pengelas lebih tinggi (37%) dibandingkan kelompok kontrol sebesar 10%. Pengelas yang merokok didapatkan gangguan obstruksi 2 kali lebih banyak dibandingkan pengelas yang tidak merokok. Pada pemeriksaan radiologis didapatkan 34% pekerja terdapat kelainan pada foto toraks dengan karakteristik siderosis, sebagian besar minimal. Tidak ada korelasi antara derajat kelainan fungsi paru dengan luasnya kelainan radiologi toraks pada Welder's siderosis. 

Diagnosis Welder's siderosis ditegakkan berdasarkan riwayat pekerja sebagaio pengelas besi, kelainan fungsi paru dan gambaran kelainan radiologis toraks. Pengobatan khusus belum ada. Pencegahan terutama menggunakan APD yang efektif, bila mungkin menghindarkan pekerjaan mengelas besi. Pekerja pengelas besi sebaiknya tidak merokok. 

Siderosilikosis
Siderosilikosis adalah penyakit paru kerja akibat inhalasi debu campuran besi dan silika bebas. Kelainan ini silikosis. Tidakspesifik, penderita bisa mengeluh batuk, sesak napas, dan sputum kemerahan. Pemeriksaan fungsi paru pada awalnya normal, setelah terpajan lama dapat timbul gangguan restriksi atau obstruksi. Gambaran radiologis torak dapat berupa fibrosis difus dengan pola retikular. Pada jenis nodular terlihat nodul yang mirip dengan silkosis.

Biasanya terjadi pada pekerja bagian pengecoran logam, pengelas, pembakaran dan ketel uap. Gejala klinis penderita siderosilikosis mirip dengan gedjala klinis penderita silikosis.

Diagnosis siderosilikosis ditegakkan atas riwayat pekerjaan terpajan debu campuran besi dan silika, kelainan fungsi paru dan radiologis toraks. Pengobatan dan pencegahan sama seperti siderosis.

Tidak ada komentar: