5 Juli 2014

Transport karbondioksida

Metabolisme intraselular menghasilkan produk (metabolit) yang membentuk asam dalam cairan tubuh. Seorang dewasa normal memproduksi sekitar 12.000 mmol ion hidrogen setiap harinya. Sekitar 98% asam tersebut berupa karbondioksida (CO2), yang bereaksi dengan air membentuk asam karbonat ( H2CO3).
Asam karbonat adalah substansi yang mudah menguap dan mudah berubah dari bentuk cairan ke gas dan sebaliknya. Reaksi seimbang antara karbondioksida dan asam karbonat menyebabkan metabolit CO2 bisa ditransport dalam darah dan dibuang melalui paru, suatu proses yang biasanya dikenal sebagai keseimbangan asam-basa respirasi.

Sekitar 5% karbondioksida yang masuk ke aliran darah berada dalam plasma sebagai karbondioksida terlarut (dissolved carbon dioxide/dCO2), sesuai reaksi keseimbangan berikut:

   H2O + dCO2 → H2CO3 « H+ + HCO3-
   
Pada hakekatnya 99,9% CO2 plasma dalam keadaan terlarut sedang 0,1% bereaksi dengan air membentuk  H2CO3. Dengan kata lain, perbandingan volume antara COdengan  H2COmendekati 1000:1. Sedikitnya  H2CO3 dalam plasma (sebagai asam lemah) bisa segera berubah dalam keseimbangan dengan ion yang terdisosiasi (H+ dan HCO3-). Jadi, kadar H2CO3 sangat rendah sehingga bisa diabaikan, dan total CO2 yang terlarut dalam plasma sama dengan hasil perkalian koefisien kelarutan dan tekanan parsial karbondioksida.

Sekitar 95% karbondioksida dalam darah diangkut dalam sel darah merah yang mengandung enzin karbonik anhidrase (CA). Karbonik anhidrase mempercepat pembentukan H2CO3 sehingga hanya sedikit karbondioksida terlarut dalam sel darah merah, sesuai reaksi berikut:

       H2O + dCO2 + CA → H2CO3 « H+ + HCO3-

Keseimbangan asam basa respitasi tergantung pada kemampuan sistem homeostatis untuk mempertahankan keseimbangan antara produksi dengan ekskresi CO2.  

Sumber: Respiratory acid-base balance. In: Shapiro BA, Peruzzi WT, Templin RK. Clinical application of blood gases 4ed. Mosby 1994. p. 25-32

Tidak ada komentar: