26 November 2013

Asidosis respiratorik

Asidosis respiratorik terjadi apabila terjadi gangguan ventilasi yang mengganggu pengeluaran karbondioksida sehingga terjadi peningkatan PaCO2 (hiperkapnia). Pada tahap awal sistem bufer masih dapat mengatasi, namun bila gagal selanjutnya terjadi penurunan pH. Peningkatan PaCO2 akan merangsang kemoreseptor yang terdapat pada medula dan badan karotis. Respon kemoreseptor di medula berupa peningkatan ventilasi paru. 

21 November 2013

Patogenesis tuberkulosis

Lesi primer tuberkulosis (TB) awal hanya bisa dipelajari pada binatang percobaan, karena lesi awal pada manusia hampir tidak mungkin bisa didapatkan. Namun demikian urutan patogenesis TB pada manusia juga terjadi pada kelinci.

13 November 2013

Pengaturan pH tubuh oleh ginjal

Untuk mempertahankan keseimbangan asam basa, ginjal harus mengeluarkan anion asam nonvolatil dan mengganti HCO3-. Ginjal mengatur keseimbangan asam basa dengan sekresi dan reasorbsi ion hidrogen dan ion bikarbonat. Pada mekanisme pengaturan oleh ginjal ini berperan tiga sistem yaitu bufer asam karbonat-bikarbonat, bufer fosfat dan pembentukan amonia.

11 November 2013

Pengaturan pH tubuh oleh paru

Peran sistem respirasi dalam keseimbangan asam basa adalah mempertahankan agar PCO2 selalu konstan walaupun terdapat perubahan kadar CO2 akibat proses metabolisme dalam tubuh. Sistem pernapasan mengatur kadar karbon dioksida yaitu PCO2 darah arteri berkisar 40 mmHg. Ventilasi (masuk dan keluarnya udara) paru dikendalikan oleh pH dan PaCO2.

8 November 2013

Penanganan dispnea

Penanganan dispnea pada dasarnya mencakup tatalaksana yang tepat terhadap penyakit yang mendasarinya. Bila kondisi pasien memburuk sehingga mungkin terjadi gagal napas akut maka perhatian lebih baik ditujukan pada keadaan daruratnya dulu sebelum dicari penyebab yang melatarbelakanginya.

Pengukuran derajad sesak / dispnea

Dispnea adalah sensasi subjektif yang sulit diukur karena sangat bervariasi antara individu dan dapat dipengaruhi oleh keadaan mental seseorang. Dua alasan utama melakukan pengukuran terhadap dispnea adalah untuk membedakan beratnya gejala antar individu dan menilai perjalanan dispnea individu. Metode psikofisik dan skala klinis telah digunakan untuk menilai dispnea walaupun manfaat klinis pengukurannya masih dalam perdebatan. 

Pengaturan pH tubuh oleh sistem bufer

Cairan tubuh harus dilindungi dari perubahan pH karena sebagian besar enzim sangat peka terhadap perubahan pH. Pengaturan keseimbangan asam basa merupakan koordinasi tiga sistem, yaitu sistem bufer, sistem paru dan sistem ginjal. Sistem bufer disebut juga sebagai sistem penahan atau sistem penyangga, karena dapat menahan perubahan pH. 

7 November 2013

Kategori penyakit penyebab dispnea

Dispnea merupakan keluhan utama setiap gangguan atau penyakit yang melibatkan sistem pernapasan. Diagnosis banding dispnea meliputi penyakit paru, jantung, dinding dada, neuromuskuler, ginjal, reumatologi, hematologi dan penyakit psikiatri. Penyakit paru sendiri yang menyebabkan dispnea meliputi penyakit utama paru, dinding dada, pleura, diafragma dan saluran napas. Penyakit utama paru diantaranya emfisema, bronchitis, asma, PPOK, penyakit paru interstisial, fibrosis paru, hipertensi paru primer, dll.