27 Februari 2013

EDEMA PARU NONKARDIOGENIK

Edema paru adalah keadaan terdapatnya cairan ekstravaskuler yang berlebihan dalam paru. Edema paru nonkardiogenik disebabkan oleh perubahan permeabilitas membran kapiler pulmonal sebagai akibat langsung maupun tidak langsung proses patologi. Penyakit ini merupakan kumpulan penyakit dari yang paling ringan (cedera paru akut/acute lung injury) sampai berat (acute respiratory distress syndrome /ARDS).

EDEMA PARU, kelainan akut atau kronik?


Edema paru adalah keadaan terdapatnya cairan ekstravaskuler yang berlebihan dalam paru. Berbagai macam etiologi dapat menimbulkan edema paru, namun pada dasarnya disebabkan oleh tekanan yang tinggi pada mikrosirkulasi paru dan akibat sekunder pompa jantung yang tidak baik (edema paru hemodinamik/kardiogenik), karena peningkatan permeabilitas membrane alveolar kapiler  (edema paru permeabilitas/nonkardiogenik) atau karena kombinasi kedua penyebab tersebut.

25 Februari 2013

OBAT TBC, amankah pada kehamilan, menyusui dan pengguna KB?

Obat Anti Tuberkulosis (OAT)
Karena materi tulisan lebih cocok ke masyarakat umum maka tulisan saya pindahkan ke site: Dokter Paruku. Informasi tentang OAT pada ibu menyusui dan pengguna kontrasepsi tetap di sini.

23 Februari 2013

TERAPI OKSIGEN

Oksigen pertama kali ditemukan oleh Yoseph Prietsley di Bristol Inggris tahun 1775 dan dipakai dalam bidang kedokteran oleh Thomas Beddoes sejak awal tahun 1800. Tujuan terapi oksigen adalah untuk memperbaiki dan mencegah keadaan hipoksemia, sehingga hipoksia jaringan dapat dicegah dan dihindari. Hipoksemia dapat diatasi dengan meningkatkan fraksi oksigen inspirasi.

21 Februari 2013

EMBOLI PARU

Sampai saat ini emboli paru masih merupakan masalah kesehatan penting, kekerapannya menempati urutan ketiga dalam penyakit kardiovaskuler setelah penyakit jantung koroner dan stroke. Bila tidak diobati angka kematiannya mencapai 30%, namun dengan pengobatan yang tepat angka tersebut bisa ditekan sampai 2-8%.

20 Februari 2013

UJI LATIH JANTUNG PARU


Uji latih jantung paru atau uji latih kardiopulmoner memberikan penilaian secara lengkap tentang respons latihan yang melibatkan paru, kardiovaskuler, hematopoetik, neuropsikologis dan sistem musculoskeletal yang tidak cukup tercermin melalui pengukuran masing-masing fungsi sistem organ. Dengan pemeriksaan yang relatif noninvasif ini, gambaran fisiologis dinamis melalui penilaian respons latihan baik submaksimal maupun puncak akan memberikan informasi yang relevan bagi dokter untuk membuat keputusan klinis.

18 Februari 2013

COPD Assessment Test (CAT)


Penyakit Paru Obstruktif Kronik/PPOK (Chronic Obstructive Pulmonary Disease/COPD) adalah salah sati penyakit paru yang menyebabkan sesak napas. Penyakit ini ditandai dengan batuk, napas dangkal, mengi dan dada terasa berat. Penyandang PPOK berat akan mengalami keterbatasan saat aktifitas  ringan seperti mandi atau berganti pakaian.

16 Februari 2013

JAMUR PARU


Penyakit paru yang disebabkan oleh infeksi jamur semakin banyak ditemukan seiring dengan meningkatnya keperdulian terhadap jamur paru dan teknik pemeriksaan yang semakin baik. Pemakaian antibiotik dalam pengobatan di satu sisi bermanfaat dalam terapi namun juga menimbulkan pertumbuhan jamur saprofit dalam tubuh manusia. Faktor predisposisi yang lain adalah pemakaian kortikosteroid lama,

13 Februari 2013

PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO)

Pengobatan TB memerlukan jumlah obat yang cukup banyak (minimal 4 obat/hari pada fase awal dan 2 obat/hari pada fase lanjutan) dan lama pengobatan yang panjang (minimal 6 bulan). Bila ada penyakit lain maka jumlah obat menjadi lebih banyak lagi dan pada beberapa jenis TB memerlukan masa pengobatan yang lebih panjang. Masalah lain adalah masyarakat sering menghindari kontak dengan penderita TB, mengisolasi, memisahkan peralatan makan, kebersihan, pakaian dan lain-lain.

9 Februari 2013

PNEUMOKONIOSIS PEKERJA BATUBARA


Pneumonitis pekerja batubara, disebut juga Coal worker pneumokoniosis (CWP) dikenal sebagai penyakit penambang batu bara, penyakit paru hitam, antrakosis, dan asma penambang, merupakan penyakit pulmoner nodular progresif yang bisa berbentuk sederhana (ditandai dengan opasitas paru kecil) atau disertai komplikasi (fibrosis raksasa progresif yang ditandai gumpalan jaringan fibrosa dalam paru).

Seseorang berisiko menderita  CWP tergantung pada:

8 Februari 2013

FOTO TORAKS, dasar-dasar pembacaan


Salah satu pemeriksaan radiologi yang sering dilakukan untuk mendukung tegaknya diagnosis penyakit paru adalah foto Rontgen dada atau foto toraks. Foto toraks standar terdiri atas pemeriksaan proyeksi postero-anterior (PA) dan lateral, dengan posisi pasien berdiri tegak dan inspirasi dalam. Bila pengambilan foto saat pasien sedang ekspirasi maka akan tampak bayangan kesuraman pada bagian bawah paru dan bayangan jantung akan tampak lebih besar.

4 Februari 2013

PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK)

PPOK merupakan salah satu gangguan pernapasan yang akan semakin sering dijumpai di masa mendatang di Indonesia, mengingat makin bertambahnya rerata umur orang Indonesia, bertambahnya jumlah perokok dan bertambahnya polusi udara.

1 Februari 2013

SILIKOSIS


Silikosis adalah suatu penyakit saluran pernafasan akibat menghirup debu silika, yang menyebabkan peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru.

Terdapat 3 jenis silikosis:
  1. Silikosis kronis simplek, terjadi akibat pemaparan sejumlah kecil debu silika dalam jangka panjang (lebih dari 20 tahun).Nodul-nodul peradangan kronis dan jaringan parut akibat silika terbentuk di paru-paru dan kelenjar getah bening dada.

BISINOSIS


Bisinosis, disebut juga brown lung disease atau Monday fever, merupakan penyakit paru kerja yang disebabkan oleh paparan debu kapas darti suatu lingkungan kerja dengan ventilasi yang tidak adekuat. Bisinosis telah dikenal lebih dari 100 tahun namun bahan spesifik yang menyebabkan bisinosis sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Teori tentang mekanisme debu kapas dapat menimbulkan gangguan saluran napas

PENYAKIT PARU KERJA



Penyakit paru kerja adalah penyakit atau kerusakan paru disebabkan oleh debu, uap atau gas berbahaya yang terhirup pekerja di tempat kerja.  Berbagai penyakit paru  dapat terjadi akibat pajanan zat seperti serat, debu, dan gas yang timbul pada proses industrialisasi. Jenis penyakit paru yang timbul tergantung pada jenis zat pajanan, tetapi manifestasi klinis penyakit paru kerja mirip dengan penyakit paru lain yang tidak berhubungan dengan kerja. Penyakit paru kerja ternyata merupakan penyebab utama ketidakmampuan, kecacatan, kehilangan hari kerja dan kematian pada pekerja.