25 Desember 2013

Alkalosis respiratorik

Salah satu gangguan keseimbangan asam basa respiratorik adalah alkalosis respiratorik. Gangguan ini terjadi akibat hiperventilasi alveolaer sehingga terjadi penurunan PaCO2 (hipokapnia) yang dapat menyebabkan peningkatan pH.

6 Desember 2013

GERD, definisi


Gastroesophageal Refluks Disease (GERD) didefinisikan sebagai gangguan berupa isi lambung mengalami refluks secara berulang ke dalam esofagus, menyebabkan terjadinya gejala dan/atau komplikasi yang menganggu. Gejala atau komplikasi pada sistem respirasi diantaranya adalah batuk kronik dan pencetus serangan asma

4 Desember 2013

Emfisema paru

Emfisema merupakan diagnosis patologis berupa pembesaran abnormal permanen saluran udara sebelah distal bronkiolus terminalis, disebabkan oleh destruksi dinding alveoli dan tanpa fibrosis. Keadaan ini menyebabkan penurunan drastis permukaan alveoli yang merupakan tempat pertukaran gas antara alveoli dengan pembuluh darah.

1 Desember 2013

Kolaborasi TB HIV

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap wabah AIDS di seluruh dunia akibat penyebaran virus HIV. Perkembangan epidemi HIV di Indonesia, termasuk yang tercepat di kawasan Asia. Epidemi HIV di Indonesia merupakan tantangan bagi keberhasilan penanggulangan tuberkulosis (TB) dan sebaliknya TB merupakan penyebab utama kematian pada seorang dengan HIV AIDS. 

26 November 2013

Asidosis respiratorik

Asidosis respiratorik terjadi apabila terjadi gangguan ventilasi yang mengganggu pengeluaran karbondioksida sehingga terjadi peningkatan PaCO2 (hiperkapnia). Pada tahap awal sistem bufer masih dapat mengatasi, namun bila gagal selanjutnya terjadi penurunan pH. Peningkatan PaCO2 akan merangsang kemoreseptor yang terdapat pada medula dan badan karotis. Respon kemoreseptor di medula berupa peningkatan ventilasi paru. 

21 November 2013

Patogenesis tuberkulosis

Lesi primer tuberkulosis (TB) awal hanya bisa dipelajari pada binatang percobaan, karena lesi awal pada manusia hampir tidak mungkin bisa didapatkan. Namun demikian urutan patogenesis TB pada manusia juga terjadi pada kelinci.

13 November 2013

Pengaturan pH tubuh oleh ginjal

Untuk mempertahankan keseimbangan asam basa, ginjal harus mengeluarkan anion asam nonvolatil dan mengganti HCO3-. Ginjal mengatur keseimbangan asam basa dengan sekresi dan reasorbsi ion hidrogen dan ion bikarbonat. Pada mekanisme pengaturan oleh ginjal ini berperan tiga sistem yaitu bufer asam karbonat-bikarbonat, bufer fosfat dan pembentukan amonia.

11 November 2013

Pengaturan pH tubuh oleh paru

Peran sistem respirasi dalam keseimbangan asam basa adalah mempertahankan agar PCO2 selalu konstan walaupun terdapat perubahan kadar CO2 akibat proses metabolisme dalam tubuh. Sistem pernapasan mengatur kadar karbon dioksida yaitu PCO2 darah arteri berkisar 40 mmHg. Ventilasi (masuk dan keluarnya udara) paru dikendalikan oleh pH dan PaCO2.

8 November 2013

Penanganan dispnea

Penanganan dispnea pada dasarnya mencakup tatalaksana yang tepat terhadap penyakit yang mendasarinya. Bila kondisi pasien memburuk sehingga mungkin terjadi gagal napas akut maka perhatian lebih baik ditujukan pada keadaan daruratnya dulu sebelum dicari penyebab yang melatarbelakanginya.

Pengukuran derajad sesak / dispnea

Dispnea adalah sensasi subjektif yang sulit diukur karena sangat bervariasi antara individu dan dapat dipengaruhi oleh keadaan mental seseorang. Dua alasan utama melakukan pengukuran terhadap dispnea adalah untuk membedakan beratnya gejala antar individu dan menilai perjalanan dispnea individu. Metode psikofisik dan skala klinis telah digunakan untuk menilai dispnea walaupun manfaat klinis pengukurannya masih dalam perdebatan. 

Pengaturan pH tubuh oleh sistem bufer

Cairan tubuh harus dilindungi dari perubahan pH karena sebagian besar enzim sangat peka terhadap perubahan pH. Pengaturan keseimbangan asam basa merupakan koordinasi tiga sistem, yaitu sistem bufer, sistem paru dan sistem ginjal. Sistem bufer disebut juga sebagai sistem penahan atau sistem penyangga, karena dapat menahan perubahan pH. 

7 November 2013

Kategori penyakit penyebab dispnea

Dispnea merupakan keluhan utama setiap gangguan atau penyakit yang melibatkan sistem pernapasan. Diagnosis banding dispnea meliputi penyakit paru, jantung, dinding dada, neuromuskuler, ginjal, reumatologi, hematologi dan penyakit psikiatri. Penyakit paru sendiri yang menyebabkan dispnea meliputi penyakit utama paru, dinding dada, pleura, diafragma dan saluran napas. Penyakit utama paru diantaranya emfisema, bronchitis, asma, PPOK, penyakit paru interstisial, fibrosis paru, hipertensi paru primer, dll. 

31 Oktober 2013

Pengaturan keseimbangan asam basa

Ion hidrogen
Keseimbangan asam basa adalah suatu keadaan kadar ion H+ (ion hidrogen) yang diproduksi setara dengan kadar ion H+ yang dikeluarkan oleh sel, jadi keseimbangan asam basa adalah keseimbangan ion H+. Walaupun produksi asam akan terus menghasilkan ion hidrogen dalam jumlah yang sangat banyak, ternyata kadar ion hidrogen tetap dipertahankan pada kadar rendah, 40 + 5 nM atau pH 7,4. 

NYERI DADA KARDIAK, akibat kelainan jantung non CAD

Beberapa kelainan jantung penyebab nyeri dada bisa memperlihatkan riwayat dan pemeriksaan fisik khas seperti penyakit jantung koroner (coronary arterial diseases/CAD). untuk menegakkan diagnosis dengan tepat mungkin perlu melakukan ekokardiografi, CT scan, angiografi dan biopsi. Pada beberapa kasus, diagnosis ditegakkan dengan menyingkirkan penyebab lain.

28 Oktober 2013

Latihan Jasmani pada PPOK

Berkurangnya aktivitas sehari-hari pasien PPOK menyebabkan penurunan fungsi otot skeletal. Imobilisasi selama 4-6 minggu menyebabkan penurunan kekuatan otot, diameter serat otot, penyimpangan energi , dan aktivitas enzim metabolik. Berbaring di tempat tidur dalam waktu lama menyebabkan penurunan ambilan oksigen dan kendali kardiovaskuler. 

21 Oktober 2013

Rehalilitasi paru pada PPOK

Rehabilitasi paru
Tujuan program rehabilitasi pada PPOK adalah untuk meningkatkan toleransi terhadap latihan dan memperbaiki kualitas hidup pasien PPOK. Pasien yang ikut dalam program rehabilitasi adalah mereka yang telah mendapatkan pengobatan optimal disertai:

10 Oktober 2013

NYERI DADA, akibat gangguan neuropsikiatri

Sejak abad sembilan belas, para klinisi telah mengakui bahwa kecemasan bisa berhubungan dengan gejala dan tanda seperti kelainan kardiovaskuler. Pasien dengan cemas yang berhubungan dengan nyeri dada sering dilakukan pemeriksaan untuk mencari apakah ada kelainan arteri koroner atau nyeri dada akibat sebab yang lain (nonkardiak). Bila evaluasi gagal menemukan penyebab fisik nyeri dada, pasien sering menghentikan layanan medis dengan masalah yang belum terselesaikan. Sayangnya nyeri dada neuropsikiatrik sering kambuh dan mengganggu pasien. Jika diagnosis bisa ditegakkan, nyeri dada hampir selalu bisa disembuhkan.

5 Oktober 2013

NYERI DADA, akibat kelainan gastrointestinal

Nyeri yang muncul dari kelainan gastrointestinal harus selalu dimasukkan dalam diagnosis banding nyeri dada. Yang paling penting adalah nyeri yang berasal dari esofagus, sering tidak bisa dibedakan dengan angina. diagnosis banding penyebab nyeri dada yang berasal dari kelainan gastrointestinal dikelompokkan menjadi penyebab esofagus dan nonesofagus.

30 September 2013

NYERI DADA, akibat kelainan muskuloskeletal

Diperkirakan 13 - 20% pasien dengan keluhan nyeri dada disebabkan oleh kelainan muskuloskeletal. Prevalensi kelainan muskuloskeletal mungkin lebih tinggi pada kelompok pasien dengan arteri koroner yang normal setelah dilakukan pemeriksaan angiografi, sehingga makin banyak penyebab nyeri dada yang bisa disingkirkan (nonkardiak).

29 September 2013

NYERI DADA, akibat kelainan paru

Hampir semua nyeri dada akibat kelainan paru disebabkan karena inflamasi atau traksi pada struktur sekitar paru, seperti pleura parietal atau mediastinum. Kelainan hanya pada parenkim paru tidak menyebabkan nyeri kecuali jika melibatkan struktur lainnya.

24 September 2013

NYERI DADA NONKARDIAK

Noncardiac chest pain
Nyeri dada atau chest pain merupakan keluhan yang sangat sering disampaikan oleh pasien, terjadi karena berbagai penyebab dan bisa sebagai gejala penyakit yang serius atau mengancam jiwa. Sebaliknya, nyeri dada bisa terjadi karena kelainan pada tubuh yang tidak mengancam jiwa, namun pasien tidak berani beraktifitas karena ketakutan dengan keluhan nyeri dadanya tersebut.

HEMOPTISIS, karena misetoma

Fungal balls
Pulmonary mycetoma atau misetoma paru adalah penyakit infeksi jamur saprofit dengan fibrin, lapisan mukous dan debris nekrotik. Misetoma paru terjadi pada pasien dengan

18 September 2013

HEMOPTISIS, karena kanker bronkogenik

Hemoptisis
Kanker bronkogenik atau bronchogenic carcinoma adalah keganasan dalam paru yang berasal dari epitel bronkus atau bronkiolus. Sekitar 7% pasien kanker bronkogenik berobat karena hemoptisis dan 20 % persen pasien pernah hemoptisis selama perjalanan penyakitnya.

16 September 2013

HEMOPTISIS, karena bronkolit

Foto toraks bronkolit
Bronkolit atau bronkolitiasis atau disebut juga bronchial calculus adalah massa keras dengan pusat anorganik yang terbentuk dalam lumen bronkus atau bronkiolus. Bisa juga terbentuk dari jaringan paru atau kelenjar getah bening yang mengalami kalsifikasi.

15 September 2013

NILAI NORMAL FAAL PARU INDONESIA

Grafik uji faal paru
Untuk penapisan atau menegakkan penyakit respirasi kadang perlu dilakukan uji faal paru. Interpretasi uji faal paru bukan berdasarkan nilai absolutnya tetapi dibandingkan dengan nilai normal klien pada saat itu. Besarnya penyimpangan nilai yang didapat dari pemeriksaan terhadap nilai normal bisa dipakai untuk menentukan apakah faal paru seseorang normal atau tidak. Apabila tidak normal, bisa diketahui juga derajatnya (ringan, sedang atau berat).

5 September 2013

4 September 2013

HEMOPTISIS, karena TB

Banyak faktor yang menyebabkan perdarahan intrapulmonal pada penderita TB paru. Perdarahan pada TB bisa disebabkan oleh nekrosis arteri pulmonal kecil atau akibat ruptur pembuluih darah yang berjalan sekitar kavitas akibat infeksi TB kronik.

2 September 2013

BATUK DARAH, klasifikasi dan etiologi

Berbagai penyebab batuk darah (hemoptisis) telah ditulis dalam kepustakaan. Penyebab bisa berkorelasi dengan volume darah yang dibatukkan dan keadaan klinis saat batuk darah. Anatomi dan patogenesis penyebab batuk darah bisa bervariasi, tergantung pada proses yang mendasari berikut ini.

30 Agustus 2013

ASMA DAN RHINITIS, mengapa bisa bersamaan?

Asma dan rinitis
Penelitian epidemiologis di banyak negara menunjukkan bahwa asma dan rinitis sering terjadi bersamaan. Prevalensi penderita asma tanpa rinitis kurang dari 2% sedangkan penderita asma dengan rinitis berkisar antara 10-40%. Penelitian lain menunjukkan pasien dengan rinitis persisten lebih banyak menderita asma. Anak dan dewasa yang menderita asma dan rinitis secara bersamaan  lebih banyak pergi ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan lebih lanjut dibanding menderita asma saja.

28 Agustus 2013

PPOK, bolehkah naik pesawat udara?

Hipoksemia kronis dan progresif pada PPOK bisa merusak sel dan jaringan tubuh, maka oksigen yang cukup bagi pasien sangat diperlukan. Pasien PPOK stabil yang telah terkompensasi dengan oksigen ruangan pada permukaan laut, bila melakukan perjalanan udara dapat mengalami hipoksemia. Dengan persiapan yang baik, perjalanan udara dapat dilakukan bahkan pada pasien PPOK dengan gagal napas kronik stabil.

27 Agustus 2013

SAKIT TB PARU, bolehkah merokok?

Bahaya asap rokok
WHO menyebutkan, 6 dari 8 penyebab kematian berhubungan dengan merokok. Empat dari enam penyebab kematian tersebut berhubungan dengan penyekit paru yaitu PPOK, kanker paru, tuberkulosis dan infeksi saluran pernapasan. Hampir 60% partikel yang terhisap dari asap utama (mainstream smoke) terdeposit pada paru yang mengakibatkan terjadinya perubahan struktur dan fungsi parenkim paru. Kali ini kita akan bahas hubungan rokok dengan penyakit TB paru.

26 Agustus 2013

INTERPRETASI GAS DALAM DARAH

Fisiologi: kadar gas dalam cairan.
PO2 dan PCO2 arteri adalah tekanan gas tersebut dalam darah. Hukum Henry menyatakan bahwa kadar (c) gas (x) yang terlarut dalam suatu larutan merupakan hasil perkalian tekanan parsial gas dengan koefisien kelarutan (α) gas tersebut, dirumuskan: c = α Px. Jika cairan dalam keseimbangan dengan udara pada permukaan, tekanan parsial gas pada permukaan sama dengan tekanan gas yang terlarut dalam larutan.

25 Agustus 2013

TERAPI OKSIGEN JANGKA PANJANG

Hipoksemia jangka lama bisa menyebabkan  berbagai efek merugikan, seperti hipertensi pulmonal, kor pulmonale, gangguan neuropsikiatrik, dan yang paling penting, penurunan daya tahan hidup (survival).

23 Agustus 2013

ASPEK KLINIK KAPASITAS RESIDU FUNGSIONAL: PEEP DAN CPAP

Kapasitas residu fungsional
Ventilasi mekanik bekerja dengan cara memberikan tekanan positif pada saluran napas untuk mengembangkan paru. Hal ini berlawanan dengan subjek yang bernapas spontan, otot respirasi mengembangkan paru dengan cara transmisi tekanan negatif dari pleura menuju saluran napas. Ekspirasi pada kedua model pernapasan di atas terjadi secara pasif berupa tekanan positif dalam saluran napas yang dikirim dari rekoil pasif dinding toraks dan paru. Subjek yang sedang menjalani ventilasi mekanik akan selalu mendapatkan tekanan positif dalam saluran napasnya selama siklus respirasi.

22 Agustus 2013

KAPASITAS RESIDU FUNGSIONAL

Functional residual capasity (FRC)
Kapasitas residu fungsional (KRF) atau Functional residual capacity (FRC) adalah volume gas yang tersisa dalam paru pada saat akhir expirasi normal tanpa paksaan. Volume relaksasi (Vr) adalah volume udara saat tendensi paru untuk kolaps atau menguncup melawan tendensi dinding dada untuk mengembang, saat otot dalam keadaan netral. Ini adalah volume setelah ekspirasi tidal secara alami /rileks, disebut kapasitas residu fungsional. 

21 Agustus 2013

RESIDUAL VOLUME (VOLUME RESIDU) PARU

Volume Residu = KPT dikurangi KV
Volume residu adalah volume gas dalam paru yang masih tertinggal saat akhir ekspirasi maksimal, dengan kata lain volume residu adalah kapasitas paru total dikurangi kapasitas vital. Pada subjek muda, ekspirasi bisa terjadi dengan bebas saat iga menyempit.

19 Agustus 2013

KAPASITAS PARU TOTAL (TOTAL LUNG CAPASITY / TLC)

Kapasitas paru total (KPT) atau Total Lung Capacity (TLC) adalah volume gas dalam paru pada akhir inspirasi maksimal. Pada saat mengembang, paru menjadi semakin kaku pada volume yang makin besar. Saat inspirasi, paru akan mencapai nilai KPT saat tenaga yang dihasilkan oleh otot respirasi kekuatannya seimbang dengan daya rekoil paru. 

16 Agustus 2013

DISFUNGSI DIAFRAGMA

Anatomi diafragma
Diafragma adalah struktur berbentuk kubah yang memisahkan rongga toraks dengan rongga abdomen. Diafragma merupakan otot respirasi utama, disyarafi oleh nervus frenikus, cabang nervus cervical C3-C5. Aktivitas mekanik diafragma paling baik diketahui dengan mempelajari anatomi dan kaitannya dengan dinding dada.

31 Juli 2013

MEKANIK PERNAPASAN (mechanics of breathing)

Udara, seperti cairan, berpindah dari daerah bertekanan tinggi menuju tekanan rendah. Karena itu, agar udara bisa berpindah masuk atau keluar dari paru, harus ada perbedaan tekanan antara atmosfer dan alveoli. Jika tidak terjadi perbedaan tekanan, tidak akan terjadi aliran udara. Pada keadaan normal, inspirasi akan menyebabkan tekanan dalam alveoli turun sampai di bawah tekanan atmosfer.

23 Juli 2013

STRUKTUR SISTEM RESPIRASI

Udara masuk ke dalam sistem respirasi melalui hidung atau mulut. Udara yang masuk melaui hidung akan disaring, dihangatkan sesuai suhu tubuh dan dilembabkan pada saat melalui hidung dan konka nasalis. Selain itu juga terjadi mekanisme proteksi, akan dibahas tersendiri. Udara yang dihirup melalui hidung akan masuk ke saluran napas melewati nasofaring, sedangkan yang melalui mulut akan melewati orofaring.

20 Juli 2013

ANALISIS CAIRAN PLEURA

Dalam keadaan normal, pembentukan lapisan tipis cairan antara pleura parietal dan pleura viseral (disebut cairan pleura) merupakan ultrafiltrasi plasma. Kedua pleura bekerja seperti membran semipermiabel, sehingga kadar molekul kecil (misalnya glukosa) sama dengan plasma, sedangkan kadar molekul besar (seperti albumin) kadarnya sangat rendah bila dibandingkan dengan kadar dalam plasma. 

18 Juli 2013

PLEURA, fungsi

Pleura terdiri atas pleura parietal dan pleura viseral. Pada keadaan normal, terdapat sedikit cairan diantara permukaan serosa kedua pleura, yang selalu mengalami pergantian. Selain berfungsi sebagai lapisan dalam rongga pleura agar tidak menimbulkan friksi, membran ini juga berhubungan dengan transportasi cairan. Komposisi normal cairan pleura sebagai berikut:

16 Juli 2013

PLEURA, anatomi dan histologi

Anatomi pleura
Pleura merupakan lapisan selubung permukaan rongga pleura dan isinya, terdiri atas pleura viseral dan pleura parietal. Pleura viseral menyelubungi paru sampai ke celah interlobus, sedang pleura parietal melapisi dinding toraks, sisi lateral mediastinum, membran suprapleura, thoracic inlet, dan diafragma sisi toraks.

14 Juli 2013

ASMA, dalam ibadah haji atau umroh

Penatalaksanaan asma bertujuan meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidup agar penyandang asma dapat hidup normal tanpa hambatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Pada beberapa keadaan tertentu, penatalaksanaan asma perlu perhatian khusus atau perubahan penatalaknaan dari yang sudah ditentukan dalam pedoman penatalaksanaan. Salah satu tantangan penatalaksanaan asma adalah perjalanan ibadah haji atau umroh.

8 Juli 2013

PENGAMBILAN SPESIMEN, pada kanker paru

Jenis histologis tumor merupakan syarat utama yang harus dipenuhi sebelum melakukan kemoterapi pada kanker paru. Pemeriksaan histologis tumor memerlukan sampel yang bisa diambil dari tumor itu sendiri ataupun di luar tumor dalam tubuh penderita. Berbagai metode bisa dilakukan untuk mendapatkan sampel, di antaranya adalah:

5 Juli 2013

PEMANTAUAN ARUS PUNCAK EKSPIRASI

peak flow meter
Pemantauan arus puncak ekspirasi (APE) atau peak expiratory flow (PEF) penting untuk menilai berat asma, derajat variasi diurnal, respons pengobatan saat serangan akut, deteksi perburukan asimptomatik sebelum menjadi serius, respons pengobatan jangka panjang, justifikasi obyektif dalam memberikan pengobatan dan identifikasi pencetus misalnya pajanan lingkungan kerja. 

4 Juli 2013

ARUS PUNCAK EKSPIRASI (PEF), cara pemeriksaan

Untuk mendapatkan nilai APE terbaik dan variabilitas harian yang minimum adalah saat penderita dalam pengobatan efektif dan kondisi asma terkontrol. Pengukuran APE dilakukan pada pagi dan malam setiap hari selama 2 minggu. Pada masing-masing pengukuran dilakukan manuver 3 kali dan diambil nilai tertinggi.

3 Juli 2013

VARIABILITAS APE HARIAN, untuk diagnosis asma

Salah satu riwayat penyakit atau gejala yang bisa mendukung diagnosis asma adalah gejala timbul atau memburuk terutama pada malam atau dini hari. Perburukan pada malam atau dinihari tersebut kemungkinan berhubungan dengan faal paru. Faal paru bisa dinilai dengan berbagai metode, namun yang sudah diterima secara luas

2 Juli 2013

ARUS PUNCAK EKSPIRASI atau Peak Expiratory Flow (PEF)

Arus Puncak Ekspirasi (APE) atau Peak Expiratory Flow atau ada juga yang menyebut Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) adalah kecepatan ekspirasi maksimal yang bisa dicapai oleh seseorang, dinyatakan dalam  liter per menit (L/menit) atau liter per detik (L/detik). Nilai APE didapatkan dengan pemeriksaan spirometri atau menggunakan alat yang lebih sederhana yaitu peak expiratory flow meter (PEF meter).

29 Juni 2013

MIKOSIS PARU, pemeriksaan laboratorium

Pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosis mikosis paru dilakukan dengan tiga metode yaitu mikroskopik, biakan dan serologi. Prosedur diagnostik berdasarkan deteksi deoxyribonucleic acid (DNA) jamur saat ini sedang dikembangkan, namun biakan spesimen dan hasil biopsi jaringan masih menjadi baku emas diagnosis mikosis paru.

28 Juni 2013

PENILAIAN PPOK

Penilaian beratnya PPOK sangat diperlukan untuk menentukan pengobatan  yang akan diberikan. Pengobatan yang tepat akan meningkatkan status kesehatan pasien dan menekan risiko eksaserbasi, perawatan rumah sakit dan kematian. Penilaian beratnya PPOK bisa dinilai berdasarkan beberapa aspek sebagai berikut:

27 Juni 2013

MIKOSIS PARU, diagnosis

Diagnosis mikosis paru memerlukan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang cermat. Dari anamnesis kita akan bisa menilai seberapa tinggi risiko pasien terhadap kemungkinan terinfeksi jamur. Bila ada kecurigaan mikosis paru, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium rutin, radiologi dam mikologi.

26 Juni 2013

TB LATEN, diagnosis

Infeksi TB laten adalah suatu keadaan seorang terinfeksi TB namun tidak didapatkan bukti klinis maupun mikrobiologis sakit TB. Diagnosis dan penatalaksanaan TB laten merupakan salah satu tantangan pemberantasan TB karena tidak ada bukti klinis dan mikrobiologis,

18 Juni 2013

ASTHMA CONTROL TEST (ACT), evaluasi mandiri asma

Asma yang terkontrol merupakan tujuan pengobatan asma. Asthma Control Test (ACT) merupakan salah satu cara untuk membantu petugas kesehatan yang melayani pasien asma bisa menentukan apakah asmanya sudah terkontrol atau belum. Anda hanya perlu menjawab 5 pertanyaan di bawah ini dengan cara memilih salah satu jawaban yang paling sesuai dengan kondisi anda.

16 Juni 2013

PPOK, perlukah edukasi?

Penatalaksanaan PPOK stabil meliputi edukasi, berhenti merokok, pengobatan, rehabilitasi, terapi oksigen, ventilasi mekanis dan nutrisi. Edukasi menempati urutan pertama, karena pasien harus tahu apa itu PPOK dan segala hal yang berhubungan dengannya. Karena PPOK adalah penyakit kronik yang ireversibel dan progresif, maka prinsip edukasi adalah menyesuakan keterbatasan aktivitas dan mencegah kecepatan perburukan faal paru.

13 Juni 2013

TB DAN DM, bagaimana bila menyerang bersamaan?

Penatalaksanaan diabetes melitus (DM) menjadi sulit bila disertai penyakit infeksi, termasuk tuberkulosis (TB). Seseorang dengan imun yang lemah, akibat penyakit kronis seperti diabetes melitus, akan berisiko tinggi untuk terjadi perubahan dari TB laten menjadi TB aktif. Penelitian membuktikan bahwa seorang penyandang diabetes akan mempunyai risiko 2-3 kali lebih tinggi terserang TB dibanding seseorang tanpa diabetes. Sekitar 10% kasus TB seluruh dunia juga menderita diabetes.

9 Juni 2013

KEMOTERAPI, obat mana yang bisa menyebabkan muntah?

Saat pemberian kemoterapi pada kanker paru,efek samping yang tidak diinginkan oleh dokter dan pasiennya, namun sangat sering terjadi, adalah mual dan muntah. Meskipun  obat sitostatika sering membuat pasiennya mual dan muntah, namun kita juga harus waspada terhadap kemungkinan disebabkan oleh hal lain.

7 Juni 2013

BATUK KRONIK, bisakah akibat GERD?

Gastro-oesophageal reflux disease (GERD) adalah salah satu kelainan yang sering terjadi di bidang gastrointestinal dan kadang berdampak buruk pada penderita. Penyakit ini merupakan suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks isi lambung ke dalam esofagus dan menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu esofagus maupun organ di luar esofagus, seperti saluran napas.

1 Juni 2013

ASMA, bolehkah hamil?

Tujuan pengobatan asma adalah mendapatkan asma yang terkontrol, yaitu keadaan yang optimal yang menyerupai orang sehat sehingga penderita dapat melakukan aktivitas seperti orang normal sehingga kualitas hidup penderita meningkat. Pada kondisi tertentu seperti kehamilan, puasa, infeksi saluran napas dll, pengobatan asma memerlukan perhatian khusus atau perubahan penatalaksanaan dari yang sudah ada dalam pedoman pengobatan.

31 Mei 2013

PEROKOK PASIF, asap tembakau lingkungan

Hari tanpa tembakau sedunia diperingati setiap tanggal 31 Mei, dicetuskan oleh WHO pada tahun 1987. Gerakan ini menyerukan agar para perokok berpuasa tidak merokok selama 24 jam di seluruh dunia, sehingga satu hari ini tidak ada asap rokok yang mengepul di sekitar kita. Bagi orang yang tidak merokok, asap tembakau selalu tidak menyenangkan.

29 Mei 2013

ASMA, bolehkan menjalani pembedahan?

Penatalaksanaan asma jangka panjang sebaiknya berpedoman pada guideline yang telah dipublikasikan seperti GINA atau pedoman yang dikeluarkan oleh PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia). Pada kondisi tertentu seperti kehamilan, puasa, atau menjalani tindakan bedah, perlu perhatian khusus atau bila perlu ada perubahan penatalaksanaan dari yang sudah digariskan dalam pedoman penatalaksanaan.

SVKS, penatalaksanaan

Penatalaksanaan pasien dengan sindroma vena kava superior sangat bervariasi antara pasien satu dengan lainnya. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
  • Ada atau tidak kegawatan pada SVKS tersebut, bila tidak dilakukan tindakan segera dapat menyebabkan kematian

25 Mei 2013

SVKS, diagnosis

Diagnosis sindrom vena kava superior (SVKS) didasarkan pada keadaan klinis dan gambaran radiologis yang menunjukkan koindisi vena kava superior dan vena-vena lain yang tergabung dalam kolateral aliran darah dari kepala dan leher.  Sekali SVKS ditemukan maka prosedur diagnosis untuk mencari penyakit penyebabnya harus segera dilakukan.

Sindrom Vena Kava Superior

Sindrom vena kava superior (SVKS) atau Superior vena cava syndrome (SVCS) terjadi bila ada ada gangguan aliran darah dari kepala dan leher menuju jantung akibat berbagai sebab. SVKS adalah salah satu gejala pada keganasan paru yang mengganggu aliran darah vena kava superior atau cabang-cabangnya.

15 Mei 2013

FLU BURUNG, terapi profilaksis

Pada dasarnya penatalaksanaan flu burung sama dengan influenza yang disebabkan oleh virus patogen  pada manusia. Tulisan kali ini akan membahas tentang terapi pencegahan menggunakan oseltamivir pada flu burung subtipe H5N1. Kemungkinan terjadinya penularan dari manusia ke manusia perlu diwaspadai, namun penggunaan profilaksis oseltamivir sebelum terpajan tidak dianjurkan.

12 Mei 2013

MUAL DAN MUNTAH, akibat kemoterapi

Efek samping yang sangat tidak diinginkan, baik oleh pasien maupun dokter yang merawatnya, setelah pemberian kemoterapi adalah gangguan pada sistem pencernaan. Meskipun sangat tidak diinginkan, ternyata efek samping inilah yang paling sering terjadi pada setiap pemberian kemoterapi. Gangguan yang sering muncul adalah mual dan muntah. Gangguan ini sebenarnya bisa dicegah, dengan pemberian premedikasi sebelum kemoterapi.

11 Mei 2013

KEMOTERAPI, efek samping pada sumsum tulang

Sebagai salah satu modalitas pengobatan, kemoterapi sering diberikan pada pasien kanker paru berbagai stadium. Di samping manfaatnya dalam pengobatan, kemoterapi juga memberikan efek samping pada beberapa organ tubuh. Salah satu organ yang sering mendapatkan efek samping obat anti kanker adalah sumsung tulang, berupa myelosupresi.

8 Mei 2013

KEMOTERAPI KANKER PARU

Pengobatan kanker paru adalah combined modality therapy atau terapi multimodalitas, meliputi pembedahan, radioterapi, kemoterapi, targted therapy, imunmoterapi, terapi hormon dan terapi gen. modalitas pengobatan yang dipilih ditentukan oleh jenis histologis, derajat kanker paru dan tampilan penderita. .Selain faktor-faktor tersebut, juga perlui dipertimbangkan

7 Mei 2013

MIKOSIS PARU, faktor risiko

Frekuensi mikosis paru semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya jumlah pasien yang mengalami gangguan sistem imun misalnya pasien keganasan, transplantasi organ, infeksi HIV/AIDS, penyakit kronik sistemik, maupun terdapatnya paktor risiko misalnya penggunaan jangka panjang antibiotika, kortikosteroid, serta alat medis invasif (ventilator mekanik, kateter vena sentral, dll).

2 Mei 2013

ANCAMAN GLOBAL, banyak orang tidak menyadarinya

Judul tulisan ini tidak mengada-ada. Jumlah orang yang meninggal karena mengkonsumsi produk ini di abad lalu  tidak  ada  yang  tahu  secara  pasti, diperkirakan sekitar ratusan juta orang.  Satu dari dua orang yang menikmati produk ini meninggal lebih dini karena penyakit yang ditimbulkan olehnya.

30 April 2013

FLU BURUNG subtipe H5N1, langkah diagnostik

GEJALA KLINIS
Umumnya gejala klinis flu burung yang sering ditemukan adalah demam > 38 oC, batuk dan nyeri tenggorok. Gejala lain yang mungkin ditemukan adalah pilek, sakit kepala, nyeri otot, infeksi selaput mata, diare dan gangguan saluran cerna. Bila ditemukan gejala sesak, merupakan tanda terdapat kelainan saluran napas bawah yang berisiko terjadi perburtukan.

STOP MEROKOK, adakah manfaatnya?

Berbagai manfaat akan didapat perokok bila mereka berhenti merokok. Manfaat tersebut bisa dilihat dari segi kesehatan, mental, sosial dan ekonomi. ari sisi kesehatan, berhenti merokok akan menurunkan risiko kematian jauh lebih besar dibandingkan dengan penurunan kolesterol atau penurunan tekanan darah. Semakin awal seseorang berhenti merokok akan meningkatkan usia harapan hidup menjadi lebih panjang.

28 April 2013

FLU BURUNG SUBTIPE H5N1, diagnosis

Masa inkubasi virus flu burung subtipe H5N1 kemungkinan lebih lama daripada massa inkubasi influenza pada manusia tipe lain yang selama ini dikenal. Sebagian besar kasus muncul pada 2-4 hari setelah pajanan dan diperkirakan 8-17 hari akan muncul gejala jika ada kemungkinan kpontak denghan binatang yang terinfeksi atau lingkungan yang berkaitan. 

FLU BURUNG SUBTIPE H5N1, patofisiologi

Flu burung atau Avian influenza (AI) jenis baru telah muncul di China yaitu H7N9. Meskipun belum cukup bukti bahwa virus ini bisa menular antar manusia, namun penularan virus ini dari unggas ke manusia lebih mudah dibandingkan virus tipe sebelumnya (H5N1). Belum banyak yang diketahui tentang virus ini, sehingga pedoman tatalaksana masih diragukan efektifitasnya. Meskipun kemungkinan akan banyak perbedaan, kali ini kita akan pelajari patofisiologi yang sudah jelas yaitu virus flu burungsubtipe H5N1

26 April 2013

FLU BURUNG, sejarah

Saat ini sedang berkembang virus flu burung jenis baru (H7N9) yang menulari lebih dari 100 orang dan menewaskan 22 orang diantaranya, terjadi di 7 propinsi dan kota di China. Saat ini belum cukup bukti bahwa virus tersebut bisa menular antar manusia dengan mudah. Virus ini lebih mudah menular dari unggas ke manusia dibandingkan tipe H5N1 (WHO).

23 April 2013

SIDEROSIS, inhalasi debu besi

Debu besi adalah debu anorganik sehingga penyakit paru kerja yang berhubungan dengan debu besi termasuk pneumokoniosis debu anorganik, antara lain: siderosis, Welder's siderosis dan siderosilikosis. Siderosis adalah penyakit paru kerja akibat pengumpulan debu besi yang mengandung persenyawaan zat besi  (Fe2O3) di paru.

20 April 2013

NIKOTIN, withdrawal effect

Withdrawal effect atau efek putus nikotin salah satu kendala yang penting. Reward fisiologis berupa produksi dopamin yang tinggi dan tidak tahan terhadap gejala putus nikotin membuat perokok terus merokok. Pada saat seorang berhenti merokok, maka jumlah nikotin yang mencapai reseptor di otak menurun dan hal ini menyebabkan penurunan pelepasan dopamin dan neurotransmiter lainnya sehingga

18 April 2013

NIKOTIN, adiksi dan dampak fisiologis

Adiksi nikotin merupakan salah satu faktor kendala berhenti merokok dari aspek biologis dan fisiologis. Dibandingkan dengan 4 zat lain penyebab adiksi seperti kokain, morfin, kafein, dan alkohol, ternyata nikotin menempati urutan pertama penyebab kematian, adiksi dan tingkat kesulitan untuk tidak menggunakannya lagi. Adiksi nkotin dapat membuat pasien kembali merokok meskipun telah mengalami berbagai penyakit,

16 April 2013

ASAP ROKOK, karakteristik

Semula, rokok yang dijual secara komersial tersusun atas tembakau (nicotiana tabacum), kertas dan penyaring atau sering dikenal dengan filter. Rokok yang beredar sekarang, tidak hanya terdiri atas tembakau saja, namun juga dutambah zat lain (zat adiktif). Zat adiktif tersebut antara lain gliserol, sorbitol, propilen glikol, kalium sorbat, asam benzoat, natrium benzoat, cengkeh, menthol, cokelat, vanila dan zat-zat lainnya. 

11 April 2013

PPOK, sel inflamasi

Inflamasi saluran napas pasien PPOK merupakan amplifikasi respons inflamasi normal akibat iritasi kronik, misalnya asap rokok atau polusi rumah tangga. sel inflamasi pada PPOK ditandai dengan peradangan pola tertentu yang melibatkan neutrofil, makrofag dan limfosit. sel-sel tersebut melepaskan mediator inflamasi dan berinteraksi dengan sel-sel struktural dalam saluran napas dan parenkim paru.

7 April 2013

SESAK NAPAS, identifikasi dan macamnya

Sesak napas diartikan sebagai sensasi atau rasa tidak nyaman dalam bernapas, berbeda dengan sensasi-sensasi yang lain karena jalan saraf yang mendasarinya belum diketahui dengan pasti. Ujung saraf bebas mentransmisikan sinyal nyeri ke sistem saraf pusat, tapi tidak ada reseptor khusus untuk sesak napas. Demikian pula untuk identifikasi lokasi, walaupun daerah auditori, visual, olfaktori, somatosensori telah diketahui lokasinya di korteks serebri, akan tetapi daerah yang memproses informasi berkaitan dengan sesa napas pada korteks serebri masih belum dapat diidentifikasi.

4 April 2013

EFUSI PLEURA GANAS, patofisiologi

Ada berbagai mekanisme timbulnya efusi pleura pada keganasan, secara garis besar dibagi menjadi langsung dan tidak langsung sebagai berikut:
  • Secara langsung
    • Metastasis ke pleura dengan peningkatan permeabilitas permukaan pleura
    • Metastasis dengan obstruksi pembuluh limfe di pleura
    • Pembesaran kelenjar getah bening mediastinum yang mengakibatkan penurunan kemampuan drainase pleura melalui sistem limfatik

3 April 2013

EFUSI PLEURA GANAS, etiologi

Efusi pleura ganas (EPG) adalah efusi pleura yang disebabkan oleh proses keganasan, baik primer atau sekunder atau metastasis. Cairan efusi biasanya berupa eksudat, namun sebagian kecil dapat bersifat transudat. EPG biasanya unilateral sesuai letak proses keganasan meskipun dapat pula bilateral.Ciri lain efusi pleura ini adalah banyaknya jumlah cairan dan cepatnya cairan terakumulasi kembali di rongga pleura meskipun telah dilakukan torakosentesis berkali-kali.

2 April 2013

PLEURA, bisakah terganggu?

Pleura adalah membran tipis yang terdiri dari dua lapisan pleura yaitu pleura viseralis (lapisan dalam) dan pleura parietalis (lapisan luar). Kedua lapisan tersebut bersatu di daerah hilus dan mengadakan penetrasi dengan cabang utama bronkus, arteri dan vena bronkialis, serabut saraf serta pembuluh limfe. Secara histologis kedua lapisan tersebut terdiri atas sel mesotelial, jaringan ikat, pembuluh darah kapiler dan pembuluh getah bening.

31 Maret 2013

OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA, berbahayakah?

Obstructive sleep apnea (OSA) adalah salah satu tipe gangguan tidur atau sleep apnea. Prinsip utama OSA adalah terdorongnya lidah dan palatum ke belakang hingga menempel pada dinding faring posterior, menyebabkan oklusi nasofaring dan orofaring. Kolaps saluran napas atas terjadi bila tekanan negatif orofaring saat inspirasi melampaui batas batas stabilisasi otot dilator dan abduktor saluran napas atas. Baik faktor struktural maupun fungsional memegang peran dalam menentukan tekanan kritis kolaps saluran napas.

SLEEP APNEA, berbahayakah terhadap kardiovaskular?

Sleep apnea adalah terhentinya aliran udara melalui hidung dan mulut secara berulang yang berhubungan dengan terbangun dari tidur dan desaturasi oksigen. Sleep apnea terbagi atas

27 Maret 2013

TIDUR, pengaruhnya terhadap pernapasan

Tidur dibedakan atas nonrapid eye movement (nREM) atau tidur tenang dan rapid eye movement (REM) atau tidur aktif. Tidur nREM mencakup 4 tingkat kedalaman, tingkat 3 dan 4 merupakan tidur gelombang pendek. Saat tidur REM, terjadi saat bermimpi, aktivitas metabolisme otak meningkat dan sistem saraf pusat tereksitasi.

23 Maret 2013

PPOK, adakah penyakit lain yang mirip?


Banyak yang belum tahu apa itu PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), termasuk sebagian tenaga kesehatan. Gejala dan tanda PPOK sering didiagnosis sebagai penyakit lain, sehingga pengobatannya tidak benar dan penyakit makin memberat dengan cepat. Apalagi banyak penyakit yang gejala dan tandanya menyerupai PPOK. Karena itu diagnosis PPOK harus berdasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemriksaan penunjang.

18 Maret 2013

TEMBAKAU TAK BERASAP, lebih ramah daripada tembakau berasap?

WHO memperkirakan di seluruh dunia tembakau tanpa asap (tembakau oral) dikonsumsi oleh hampir 400 juta orang dan menyebabkan sekitar 100.000 kematian per tahun pada laki-laki dan 50.000 pada perempuan. Tembakau tanpa asap mengandung lebih dari 2.000 zat kimia, suatu jumlah yang dapat menyebabkan kanker.

16 Maret 2013

UJI TUBERKULIN, efek samping

Bula
Reaksi merugikan (adverse reaction) yang terjadi akibat uji tuberkulin bisa bersifat lokal dan sistemik namun jarang terjadi. Reaksi lokal terjadi di tempat suntikan pada subjek yang sangat sensitif berupa eritema, vesikel, bula, ulkus atau nekrosis. Reaksi merugikan lain adalah rasa nyeri, tidak nyaman dan pruritus yang bisa diobati dengan steroid topikal.

UJI TUBERKULIN, spesifisitas dan pedoman penilaian

Spesifisitas uji adalah proporsi subjek sehat yang memberikan hasil uji diagnostik negatif dibandingkan seluruh subjek yang tidak sakit. Hasil positif semu akan menurunkan spesifisitas uji. Uji tuberkulin positif semu terjadi pada seseorang yang telah terinfeksi oleh Mycobacterium selain Mycobancterium tuberculosis, termasuk vaksinasi BCG. 

12 Maret 2013

PENYAKIT PARU BAWAH AIR, pada penyelam


Menyelam merupakan salah satu olahraga yang populer dan banyak digemari namun jarang yang menjadikan menyelam sebagai suatu pekerjaan yang rutin dilakukan. Penyelaman dapat dilakukan dengan menahan napas atau menggunakan peralatan di bawah air yang dinamakan self-contained underwater breathing apparatus (SCUBA).

11 Maret 2013

PENYAKIT PARU KETINGGIAN, pada pendaki gunung

Setiap tahun jutaan orang berada di ketinggian karena berbagai keperluan misalnya mendaki gunung, ski, hiking atau dalam pesawat udara. Penurunan tekanan barometer pada ketinggian menyebabkan penurunan tekanan partial oksigen (pO2) inspirasi, bisa menjadi masalah pada sebagian orang. Namun sulit untuk mengetahui pada ketinggian berapa seseorang dapat mengalami gangguan akibat ketinggian.

10 Maret 2013

BRONCHOALVEOLAR LAVAGE (BAL)

Bronchoalveolar lavage (BAL) adalah teknik pengambilan spesimen saluran napas bagian bawah dengan cara memasukkan cairan fisiologis dan kemudian mengambilnya kembali.  Konsep dasarnya adalah bahwa komponen selular dan nonselular permukaan epitel alveoli merupakan manifestasi proses inflamasi saluran napas bawah, komponen tersebut bisa diambil dengan BAL.

9 Maret 2013

UJI TUBERKULIN, interptretasi

Pemeriksaan uji tuberkulin dilakukan untuk menentukan apakah seseorang pernah terinfeksi oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (M.tb). Interpretasi uji tuberkulin ditentukan oleh sensitivitas dan spesifisitas ujin selain itu perlu dipertimbangkan juga nilai prediksi positif dan nilai prediksi negatif uji.

UJI TUBERKULIN, pengertian

Reaksi tuberkulin merupakan reaksi hipersensitivitas tipe lambat atau delayed-type hipersensitivity (DTH) berupa indurasi di tempat suntikan pada pejamu yang tersensitisasi. DTH, disebut juga hipersensitivitas tipe IV, merupakan sistem imun yang bekerja berdasarkan imunitas selular. Sesuai dengan namanya DTH merupakan reaksi selular tipe lambat terhadap antigen yang terlokalisisr, biasanya kulit. Individu yang pernah terpajan kuman Mycobacterium tuberculosis (M.tb) atau pernah menerima vaksinasi BCG

6 Maret 2013

dots (kalau diputar jadi stop)

Kata DOTS sering disebut hampir di semua negara, bila sedang membicarakan pemberantasan penyakit TB. Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyetakan bahwa kunci sukses penanggulangan TB adalah menerapkan strategi DOTS. Sebagai negara kelima (sebelumnya negara ketiga) dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia, Indonesia juga menerapkan strategi DOTS. Agar strategi ini dapat berjalan dengan baik maka pemahaman tentang DOTS sangat diperlukan.

5 Maret 2013

KOR PULMONALE, mana duluan yang sakit?


Pada tahun 1963 WHO mendefinisikan cor pulmonale sebagai hipertrofi ventrikel kanan akibat penyakit paru yang mempengaruhi fungsi dan atau struktur paru kecuali bila gangguan paru terjadi akibat penyakit yang secara primer mengenai sisi kiri jantung atau pada penyakit jantung kongenital. Berkembangnya pemahaman terhadap patofisiologi kor pulmonale menyebabkan pergeseran paradigma sehingga alterasi struktur dan fungsi ventrikel kanan lebih menjadi titik tolak dibandingkan terjadinya hipertrofi.

4 Maret 2013

HIPERTENSI PULMONER, bedakah dengan hipertensi yang selama ini dikenal?


Sirkulasi pulmoner mempunyai ciri khas bertekanan dan bertahanan rendah maka pada keadaan normal tekanan sistolik dan diastolik sirkulasi pulmoner lebih rendah dibandingkan sirkulasi sistemik. Pada permukaan laut, tekanan arteri pulmoner berkisar 18-25 mmHg pada puncak sistolik dan 6-10 mmHg pada akhir diastolik, tekanan rata-rata 12-16 mmHg. Jika rerata tekanan arteri pulmoner ≥ 35 mmHg saat aktivitas atau ≥ 25 mmHg saat istirahat disebut hipertensi pulmoner (HP). 

3 Maret 2013

PENYAKIT ABDOMEN, bisakah menyebabkan kelainan paru?


Proses kehidupan dalam tubuh manusia bisa berlangsung karena dukungan berbagai sistem yang bertanggung jawab terhadap fungsi tertentu, misalnya sistem kardiovaskuler, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem neuromuskuler dll. Meskipun setiap sistem bertanggung jawab terhadap fungsi tertentu, namun antara sistem yang satu dengan lainnya saling mempengaruhi. Gangguan fungsi salah satu organ penyusun suatu sistem, selain bisa mempengaruhi fungsi sistem tersebut, bisa juga mempengaruhi organ pada sistem yang lain.

27 Februari 2013

EDEMA PARU NONKARDIOGENIK

Edema paru adalah keadaan terdapatnya cairan ekstravaskuler yang berlebihan dalam paru. Edema paru nonkardiogenik disebabkan oleh perubahan permeabilitas membran kapiler pulmonal sebagai akibat langsung maupun tidak langsung proses patologi. Penyakit ini merupakan kumpulan penyakit dari yang paling ringan (cedera paru akut/acute lung injury) sampai berat (acute respiratory distress syndrome /ARDS).

EDEMA PARU, kelainan akut atau kronik?


Edema paru adalah keadaan terdapatnya cairan ekstravaskuler yang berlebihan dalam paru. Berbagai macam etiologi dapat menimbulkan edema paru, namun pada dasarnya disebabkan oleh tekanan yang tinggi pada mikrosirkulasi paru dan akibat sekunder pompa jantung yang tidak baik (edema paru hemodinamik/kardiogenik), karena peningkatan permeabilitas membrane alveolar kapiler  (edema paru permeabilitas/nonkardiogenik) atau karena kombinasi kedua penyebab tersebut.

25 Februari 2013

OBAT TBC, amankah pada kehamilan, menyusui dan pengguna KB?

Obat Anti Tuberkulosis (OAT)
Karena materi tulisan lebih cocok ke masyarakat umum maka tulisan saya pindahkan ke site: Dokter Paruku. Informasi tentang OAT pada ibu menyusui dan pengguna kontrasepsi tetap di sini.

23 Februari 2013

TERAPI OKSIGEN

Oksigen pertama kali ditemukan oleh Yoseph Prietsley di Bristol Inggris tahun 1775 dan dipakai dalam bidang kedokteran oleh Thomas Beddoes sejak awal tahun 1800. Tujuan terapi oksigen adalah untuk memperbaiki dan mencegah keadaan hipoksemia, sehingga hipoksia jaringan dapat dicegah dan dihindari. Hipoksemia dapat diatasi dengan meningkatkan fraksi oksigen inspirasi.

21 Februari 2013

EMBOLI PARU

Sampai saat ini emboli paru masih merupakan masalah kesehatan penting, kekerapannya menempati urutan ketiga dalam penyakit kardiovaskuler setelah penyakit jantung koroner dan stroke. Bila tidak diobati angka kematiannya mencapai 30%, namun dengan pengobatan yang tepat angka tersebut bisa ditekan sampai 2-8%.

20 Februari 2013

UJI LATIH JANTUNG PARU


Uji latih jantung paru atau uji latih kardiopulmoner memberikan penilaian secara lengkap tentang respons latihan yang melibatkan paru, kardiovaskuler, hematopoetik, neuropsikologis dan sistem musculoskeletal yang tidak cukup tercermin melalui pengukuran masing-masing fungsi sistem organ. Dengan pemeriksaan yang relatif noninvasif ini, gambaran fisiologis dinamis melalui penilaian respons latihan baik submaksimal maupun puncak akan memberikan informasi yang relevan bagi dokter untuk membuat keputusan klinis.

18 Februari 2013

COPD Assessment Test (CAT)


Penyakit Paru Obstruktif Kronik/PPOK (Chronic Obstructive Pulmonary Disease/COPD) adalah salah sati penyakit paru yang menyebabkan sesak napas. Penyakit ini ditandai dengan batuk, napas dangkal, mengi dan dada terasa berat. Penyandang PPOK berat akan mengalami keterbatasan saat aktifitas  ringan seperti mandi atau berganti pakaian.

16 Februari 2013

JAMUR PARU


Penyakit paru yang disebabkan oleh infeksi jamur semakin banyak ditemukan seiring dengan meningkatnya keperdulian terhadap jamur paru dan teknik pemeriksaan yang semakin baik. Pemakaian antibiotik dalam pengobatan di satu sisi bermanfaat dalam terapi namun juga menimbulkan pertumbuhan jamur saprofit dalam tubuh manusia. Faktor predisposisi yang lain adalah pemakaian kortikosteroid lama,

13 Februari 2013

PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO)

Pengobatan TB memerlukan jumlah obat yang cukup banyak (minimal 4 obat/hari pada fase awal dan 2 obat/hari pada fase lanjutan) dan lama pengobatan yang panjang (minimal 6 bulan). Bila ada penyakit lain maka jumlah obat menjadi lebih banyak lagi dan pada beberapa jenis TB memerlukan masa pengobatan yang lebih panjang. Masalah lain adalah masyarakat sering menghindari kontak dengan penderita TB, mengisolasi, memisahkan peralatan makan, kebersihan, pakaian dan lain-lain.

9 Februari 2013

PNEUMOKONIOSIS PEKERJA BATUBARA


Pneumonitis pekerja batubara, disebut juga Coal worker pneumokoniosis (CWP) dikenal sebagai penyakit penambang batu bara, penyakit paru hitam, antrakosis, dan asma penambang, merupakan penyakit pulmoner nodular progresif yang bisa berbentuk sederhana (ditandai dengan opasitas paru kecil) atau disertai komplikasi (fibrosis raksasa progresif yang ditandai gumpalan jaringan fibrosa dalam paru).

Seseorang berisiko menderita  CWP tergantung pada:

8 Februari 2013

FOTO TORAKS, dasar-dasar pembacaan


Salah satu pemeriksaan radiologi yang sering dilakukan untuk mendukung tegaknya diagnosis penyakit paru adalah foto Rontgen dada atau foto toraks. Foto toraks standar terdiri atas pemeriksaan proyeksi postero-anterior (PA) dan lateral, dengan posisi pasien berdiri tegak dan inspirasi dalam. Bila pengambilan foto saat pasien sedang ekspirasi maka akan tampak bayangan kesuraman pada bagian bawah paru dan bayangan jantung akan tampak lebih besar.

4 Februari 2013

PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK)

PPOK merupakan salah satu gangguan pernapasan yang akan semakin sering dijumpai di masa mendatang di Indonesia, mengingat makin bertambahnya rerata umur orang Indonesia, bertambahnya jumlah perokok dan bertambahnya polusi udara.

1 Februari 2013

SILIKOSIS


Silikosis adalah suatu penyakit saluran pernafasan akibat menghirup debu silika, yang menyebabkan peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru.

Terdapat 3 jenis silikosis:
  1. Silikosis kronis simplek, terjadi akibat pemaparan sejumlah kecil debu silika dalam jangka panjang (lebih dari 20 tahun).Nodul-nodul peradangan kronis dan jaringan parut akibat silika terbentuk di paru-paru dan kelenjar getah bening dada.

BISINOSIS


Bisinosis, disebut juga brown lung disease atau Monday fever, merupakan penyakit paru kerja yang disebabkan oleh paparan debu kapas darti suatu lingkungan kerja dengan ventilasi yang tidak adekuat. Bisinosis telah dikenal lebih dari 100 tahun namun bahan spesifik yang menyebabkan bisinosis sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Teori tentang mekanisme debu kapas dapat menimbulkan gangguan saluran napas

PENYAKIT PARU KERJA



Penyakit paru kerja adalah penyakit atau kerusakan paru disebabkan oleh debu, uap atau gas berbahaya yang terhirup pekerja di tempat kerja.  Berbagai penyakit paru  dapat terjadi akibat pajanan zat seperti serat, debu, dan gas yang timbul pada proses industrialisasi. Jenis penyakit paru yang timbul tergantung pada jenis zat pajanan, tetapi manifestasi klinis penyakit paru kerja mirip dengan penyakit paru lain yang tidak berhubungan dengan kerja. Penyakit paru kerja ternyata merupakan penyebab utama ketidakmampuan, kecacatan, kehilangan hari kerja dan kematian pada pekerja.

31 Januari 2013

GANGGUAN FAAL PARU


Spirometri dapat digunakan untuk menilai gangguan faal paru yang dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu gangguan restriksi dan gangguan obstruksi.

Restriksi
Restriksi adalah gangguan pengembangan paru oleh sebab apapun. Paru menjadi kaku, daya tarik ke dalam lebih kuat sehingga dinding dada mengecil, iga menyempit dan volume paru mengecil. Volume statis paru mengecil yaitu KV (kapasitas vital), KPT (kapasitas paru total), VR (volume residu), VCE (volume cadangan ekspirasi) dan KRF (kapasitas residu fungsional).

SPIROMETRI

Spirometri merupakan suatu alat sederhana yang digunakan untuk mengukur volume udara dalam paru. Alat ini juga dapat digunakan untuk mengukur volume statik dan volume dinamik paru. Volume statik terdiri atas volume tidal (VT), volume cadangan inspirasi (VCI), volume cadangan ekspirasi (VCE), volume residu (VR), kapasitas  vital (KV), kapasitas vital paksa (KVP), kapasitas residu fungsional (KRF) dan kapasitas paru total (KPT). Contoh volume dinamik adalah volume ekspirasi paksa detik pertama (VEP1) dan maximum voluntary ventilation (MVV). Nilai normal setiap volume atau kapasitas paru dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, ras dan bentuk tubuh.

SENAM ASMA, perlukah?

Senam Asma Indonesia merupakan salah satu penunjang pengobatan asma

Tujuan:
  1. Melatih cara bernapas yang benar
  2. Melenturkan dan memperkuat otot pernapasan
  3. Melatih ekspektorasi yang efektif

30 Januari 2013

ANALISIS GAS DARAH (AGD)


Blood gas analysis
Pemeriksaan AGD (Astrup) adalah pemeriksaan beberapa gas yang terlarut dalam darah arteri, bertujuan untuk mengetahui keseimbangan asam basa, kadar oksigen, kadar karbondioksida dan sebagainya dalam tubuh. Darah arteri biasanya diambil dari arteri radialis, brachialis atau femoralis.

29 Januari 2013

ASMA, tinjauan umum

Asma adalah gangguan inflamasi saluran napas yang melibatkan banyak sel dan elemennya. Inflamasi kronik menyebabkan peningkatan hiperesponsif saluran napas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat dan batuk terutama malam dan atau dini hari. Episode tersebut berhubungan dengan obstruksi saluran napas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversibel dengan atau tanpa pengobatan.

PNEUMOTORAKS SPONTAN PRIMER (PSP)

PSP adalah pneumotoraks yang terjadi tanpa riwayat penyakit paru sebelumnya ataupun trauma, kecelakaan dan dapat terjadi pada individu yang sehat. Postur tubuh yang tinggi, astenik dan kebiasaan merokok maupun bekas perokok merupakan faktor predisposisi PSP. Pada perokok atau bekas perokok mudah terjadi pengumpulan sekret atau mukus sehingga terjadi obstruksi atau atelektasis.

28 Januari 2013

PNEUMOTORAKS


Pneumotoraks adalah keadaan terdapat udara bebas di dalam rongga pleura. Pneumotoraks merupakan keadaan kegawatan yang bisa menyebabkan kematian. Penanggulangannya sangat sederhana dan hasilnya sangat memuaskan. Ada beberapa macam pneumotoraks, yaitu: