10 Januari 2013

TB PARU, jenis TB yang paling sering

Tuberkulosis (TB) paru adalah tuberkulosis yang menyerang jaringan paru, tidak termasuk pleura. Pembagian TB paru bisa berdasarkan hasil pemeriksaan basil tahan asam (BTA) dalam dahak atau berdasarkan tipe pasien.


Berdasarkan pemeriksaan BTA dahak, TB paru dibagi atas
1.      Tuberkulosis paru BTA positif, apabila memenuhi minimal 1 kriteria:
 a, Sekurang-kurangnya 2 dari 3 spesimen dahak menunjukkan hasil BTA positif
 b. Hasil pemeriksaan 1 spesimen dahak menunjukkan BTA positif dan kelainan radiologi  menunjukkan gambaran tuberkulosis aktif
 c.   Hasil pemeriksaan satu spesimen dahak menunjukkan BTA positif dan biakan positif
2.      Tuberkulosis paru BTA negatif
a.   Hasil pemeriksaan dahak 3 kali menunjukkan BTA negatif, gambaran klinik dan kelainan radiologik  menunjukkan tuberkulosis aktif
b.   Hasil pemeriksaan dahak 3 kali menunjukkan BTA negatif dan biakan M. tuberculosis positif

Berdasarkan tipe pasien, dengan memperhatikan riwayat pengobatan sebelumnya, terbagi menjadi:
1.      Kasus baru, yaitu pasien yang belum pernah mendapat pengobatan dengan obat anti TB (OAT) atau sudah pernah menelan OAT kurang dari satu bulan.
2.    Kasus kambuh (relaps), adalah pasien tuberkulosis yang sebelumnya pernah mendapat pengobatan tuberkulosis dan telah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap, kemudian kembali lagi berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BTA positif atau biakan positif. Bila BTA negatif atau biakan negatif tetapi gambaran radiologik dicurigai lesi aktif / perburukan dan terdapat gejala klinis maka harus dipikirkan beberapa kemungkinan:
-   Infeksi non TB (pneumonia, bronkiektasis dll) Dalam hal ini berikan dahulu antibiotik selama 2 minggu, kemudian dievaluasi.
-     Infeksi jamur
-     TB paru kambuh
3.      Kasus defaulted atau drop out. Adalah pasien yang tidak mengambil obat 2 bulan berturut-turut atau lebih sebelum masa pengobatannya selesai.
4.      Kasus gagal, yaitu:
a.   Adalah pasien BTA positif yang masih tetap positif atau kembali menjadi positif pada akhir bulan ke-5 (satu bulan sebelum akhir pengobatan)
b. Adalah pasien dengan hasil BTA negatif gambaran radiologik positif menjadi BTA positif pada akhir bulan ke-2 pengobatan
5.   Kasus kronik / persisten adalah pasien dengan hasil pemeriksaan BTA masih positif setelah selesai pengobatan ulang kategori 2 dengan pengawasan yang baik
6.      Kasus Bekas TB, yaitu:
a.   Hasil pemeriksaan BTA negatif (biakan juga negatif bila ada) dan gambaran radiologik paru menunjukkan lesi TB yang tidak aktif, atau foto serial menunjukkan gambaran yang menetap. Riwayat pengobatan OAT adekuat akan lebih mendukung
b.   Pada kasus dengan gambaran radiologik meragukan dan telah mendapat pengobatan OAT 2 bulan serta pada foto toraks ulang tidak ada perubahan gambaran radiologik

DIAGNOSIS
Diagnosis tuberkulosis dapat ditegakkan berdasarkan gejala klinik, pemeriksaan fisik/jasmani, pemeriksaan bakteriologik, radiologik dan pemeriksaan penunjang lainnya.

Gejala klinik tuberkulosis dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu gejala lokal dan gejala sistemik, bila organ yang terkena adalah paru maka gejala lokal ialah gejala respiratorik (gejala lokal sesuai organ yang terlibat).
1.      Gejala respiratorik berupa batuk lebih dari 2 minggu, batuk darah, sesak napas dan nyeri dada. Gejala respiratorik ini sangat bervariasi, dari mulai tidak ada gejala sampai gejala yang cukup berat tergantung dari luas lesi. Kadang pasien terdiagnosis pada saat medical check up. Bila bronkus belum terlibat dalam proses penyakit, maka pasien mungkin tidak ada gejala batuk. Batuk yang pertama terjadi karena iritasi bronkus, dan selanjutnya batuk diperlukan untuk membuang dahak ke luar.
2.  Gejala sistemik berupa demam ,alaise, keringat malam, anoreksia dan berat badan menurun.

Pemeriksaan jasmani
Pada pemeriksaan jasmani kelainan yang akan dijumpai tergantung dari organ yang terlibat. Pada tuberkulosis paru, kelainan yang didapat tergantung luas kelainan struktur paru. Pada permulaan (awal) perkembangan penyakit umumnya tidak (atau sulit sekali) menemukan kelainan. Kelainan paru pada umumnya terletak di daerah lobus superior terutama daerah apeks dan segmen posterior (S1 & S2), serta daerah apeks lobus inferior (S6). Pada pemeriksaan jasmani dapat ditemukan antara lain suara napas bronkial, amforik, suara napas melemah, ronki basah, tanda-tanda penarikan paru, diafragma & mediastinum. Pada pleuritis tuberkulosa, kelainan pemeriksaan fisik tergantung dari banyaknya cairan di rongga pleura. Pada perkusi ditemukan pekak, pada auskultasi suara napas yang melemah sampai tidak terdengar pada sisi yang terdapat cairan.

Pemeriksaan Bakteriologik
Bahan pemeriksasan. Pemeriksaan bakteriologik untuk menemukan kuman tuberkulosis mempunyai arti yang sangat penting dalam menegakkan diagnosis. Bahan untuk pemeriksaan bakteriologik ini dapat berasal dari dahak, cairan pleura,  liquorcerebrospinal, bilasan bronkus, bilasan lambung, kurasan bronkoalveolar (bronchoalveolarlavage/BAL), urin, faeces dan jaringan biopsi (termasuk biopsi jarum halus/BJH).

Cara pengumpulan dan pengiriman bahan. Cara pengambilan dahak 3 kali (SPS):
-       Sewaktu / spot (dahak sewaktu saat kunjungan)
-       Pagi (keesokan harinya)
-       Sewaktu / spot (pada saat mengantarkan dahak pagi) atau setiap pagi 3 hari berturut-turut.
Bahan pemeriksaan/spesimen yang berbentuk cairan dikumpulkan/ditampung dalam pot yang bermulut lebar, berpenampang 6 cm atau lebih dengan tutup berulir, tidak mudah pecah dan tidak bocor. Apabila ada fasiliti, spesimen tersebut dapat dibuat sediaan apus pada gelas objek (difiksasi) sebelum dikirim ke laboratorium.
Bahan pemeriksaan hasil BJH, dapat dibuat sediaan apus kering di gelas objek, atau untuk kepentingan biakan dan uji resistensi dapat ditambahkan NaCl 0,9% 3-5 ml sebelum dikirim ke laboratorium.
Spesimen dahak yang ada dalam pot (jika pada gelas objek dimasukkan ke dalam kotak sediaan) yang akan dikirim ke laboratorium, harus dipastikan telah tertulis identitas pasien yang sesuai dengan formulir permohonan pemeriksaan laboratorium.

Cara pemeriksaan dahak dan bahan lain.
Pemeriksaan bakteriologik dari spesimen dahak dan bahan lain (cairan pleura, liquor cerebrospinal, bilasan bronkus, bilasan lambung, kurasan bronkoalveolar /BAL, urin, faeces dan jaringan biopsi, termasuk BJH) dapat dilakukan dengan cara mikroskopik dan biakan.
Pemeriksaan mikroskopik:
Mikroskopik biasa : pewarnaan Ziehl-Nielsen
Mikroskopik fluoresens: pewarnaan auramin-rhodamin (khususnya untuk screening)
lnterpretasi hasil pemeriksaan dahak dari 3 kali pemeriksaan ialah bila :
-       3 kali positif atau 2 kali positif, 1 kali negatif, kesimpulan: BTA positif
-       1 kali positif, 2 kali negatif maka: ulang BTA 3 kali kecuali bila ada fasiliti foto toraks, kemudian
-       bila 1 kali positif, 2 kali negatif, kesimpulan: BTA positif
-       bila 3 kali negatif, kesimpulan: BTA negatif

Interpretasi pemeriksaan mikroskopik dibaca dengan skala IUATLD (rekomendasi WHO).
Skala IUATLD (International Union Against Tuberculosis and Lung Disease) :
- Tidak ditemukan BTA dalam 100 lapang pandang, disebut negatif
- Ditemukan 1-9 BTA dalam 100 lapang pandang, ditulis jumlah kuman yang ditemukan
- Ditemukan 10-99 BTA dalam 100 lapang pandang disebut + (1+)
- Ditemukan 1-10 BTA dalam 1 lapang pandang, disebut ++ (2+)
- Ditemukan >10 BTA dalam 1 lapang pandang, disebut +++ (3+)

Interpretasi hasil dapat juga dengan cara Bronkhorst
Skala Bronkhorst (BR) :
- BR I : ditemukan 3-40 batang selama 15 menit pemeriksaan
- BR II : ditemukan sampai 20 batang per 10 lapang pandang
- BR III : ditemukan 20-60 batang per 10 lapang pandang
- BR IV : ditemukan 60-120 batang per 10 lapang pandang
- BR V : ditemukan > 120 batang per 10 lapang pandang

Pemeriksaan biakan kuman
Pemeriksaan biakan M.tuberculosis dengan metode konvensional ialah dengan cara :
- Egg base media: Lowenstein-Jensen (dianjurkan), Ogawa, Kudoh
- Agar base media : Middle brook
Melakukan biakan dimaksudkan untuk mendapatkan diagnosis pasti, dan dapat mendeteksi Mycobacterium tuberculosis dan juga Mycobacterium other than tuberculosis (MOTT). Untuk mendeteksi MOTT dapat digunakan beberapa cara, baik dengan melihat cepatnya pertumbuhan, menggunakan uji nikotinamid, uji niasin maupun pencampuran dengan cyanogen bromide serta melihat pigmen yang timbul.

Pemeriksaan Radiologik
Pemeriksaan standar ialah foto toraks PA. Pemeriksaan lain atas indikasi diantaranya foto lateral, top lordotik, oblik, lateral dekubitus, USG toraks dan CT-Scan. Pada pemeriksaan foto toraks, tuberkulosis dapat memberi gambaran bermacam-macam bentuk (multiform). Gambaran radiologik yang dicurigai sebagai lesi TB aktif :
-     Bayangan berawan / nodular di segmen apikal dan posterior lobus atas paru dan segmen superior lobus bawah
-       Kaviti, terutama lebih dari satu, dikelilingi oleh bayangan opak berawan atau nodular
-       Bayangan bercak milier
-       Efusi pleura unilateral (umumnya) atau bilateral (jarang)

Gambaran radiologik yang dicurigai lesi TB inaktif
-       Fibrotik
-       Kalsifikasi
-       Schwarte atau penebalan pleura
-       Luluh paru (destroyed Lung ) :
Gambaran radiologik yang menunjukkan kerusakan jaringan paru yang berat, biasanya secara klinis disebut luluh paru. Gambaran radiologik luluh paru terdiri dari atelektasis, ektasis/ multikaviti dan fibrosis parenkim paru. Sulit untuk menilai aktiviti lesi atau penyakit hanya berdasarkan gambaran radiologik tersebut. Perlu dilakukan pemeriksaan bakteriologik untuk memastikan aktiviti proses penyakit.
Luas lesi yang tampak pada foto toraks untuk kepentingan pengobatan dapat dinyatakan sbb (terutama pada kasus BTA negatif):
-       Lesi minimal, bila proses mengenai sebagian dari satu atau dua paru dengan luas tidak lebih dari sela iga 2 depan (volume paru yang terletak di atas chondrostemal junction dari iga kedua depan dan prosesus spinosus dari vertebra torakalis 4 atau korpus vertebra torakalis 5), serta tidak dijumpai kaviti
-       Lesi luas, bila proses lebih luas dari lesi minimal.

Pemeriksaan khusus
Salah satu masalah dalam mendiagnosis pasti tuberkulosis adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk pembiakan kuman tuberkulosis secara konvensional. Dalam perkembangan kini ada beberapa teknik yang lebih baru yang dapat mengidentifikasi kuman tuberkulosis secara lebih cepat.
  1. Pemeriksaan BACTEC
  2. Polymerase chain reaction (PCR)
  3. Pemeriksaan serologi, antara lain:
    1. Enzym linked immunosorbent assay (ELISA)
    2. Immunochromatographic tuberculosis (ICT tuberculosis)
    3. Mycodot
    4. Uji peroksidase anti peroksidase (PAP)
    5. Imunoglobulin anti TB
Pemeriksaan lain
  1. Analisis cairan pleura
  2. Histopatologi jaringan
  3. Pemeriksaan darah
  4. Uji tuberkulin

306 komentar:

1 – 200 dari 306   Lebih baru›   Terbaru»
Anonim mengatakan...

Terimakasih postingannya.
Maaf saya baru-baru ini sudah periksa ke dokter tentang paru-paru saya. Hasilnya kata dokternya rontgennya positif tapi dari hasil pemeriksaan dahaknya sebanyak 3 kali negatif. Sebenarnya saya tidak pernah batuk, cuman sering, maaf, ada lendir di tenggorokan. Meski begitu saya tetap disuruh berobat selama 6 bulan. Saya kemudian diberi pilihan untuk berobat di RS atau Puskesmas, saya pilih di Puskesmas dengan alasan mobilitas.
Pertanyaan saya:
1. Apakah obat yang diberikan di RS sama dengan yg di puskesmas?
2. Saya diberi satu macam obat yang bungkusnya warna merah, katanya obat tersebut satu paket mengobati gejala2 TB. Pertanyaan saya, apakah itu aman dikonsumsi mengingat saya tidak mengalami gejala batuk sama sekali.

Terimakasih atas jawabannya.

Klik Paru mengatakan...

TB paru yang awal, atau letak kelainannya jauh dari saluran napas biasanya tanpa keluhan batuk. Apabila gambaran foto dada khas ke arah TB (apalagi bila didukung keluhan dan data laboratorium) dokter akan memutuskan untuk mengobati, meskipun hasil pemeriksaan dahak negatif. Obat TB di semua layanan kesehatan isinya sama (meskipun kemasan kadang berbeda) Obat yang anda minum masuk kelompok FDC (fix dose combination) artinya setiap satu tablet berisi beberapa obat.

Anonim mengatakan...

Terima kasih atas informasinya.
Saya baru saja menyelesaikan pengobatan TB dan telah dinyatakan sembuh (terakhir kontrol adalah sepekan yang lalu). Namun sejak dua hari lalu saya mengalami gejala flu (agak demam, batuk-tapi tidak begitu parah- dan tanpa disertai bersin-bersin). Yang ingin saya tanyakan adalah:
1. Apakah pasien TB memungkinkan terserang flu selama masa pengobatan? Karena selama menjalani pengobatan saya sama sekali tidak pernah terserang flu.
2. Apa ada kemungkinan saya mengalami kambuh padahal baru saja menyelesaikan pengobatan?
Terima kasih atas jawabannya.

Klik Paru mengatakan...

Karena kuman TB yang unik, maka pengobatan TB minimal 4 macam antibiotik pada fase awal (2 atau 3 bulan) dan minimal 2 antibiotik pada fase lanjutan selama minimal 4 bulan. Pasien juga dianjurkan untuk berpola hidup sehat dan makan cukup. Hasilnya, pasien biasanya menjadi lebih fit dan jarang terkena infeksi nonTB termasuki flu. Bila dinyatakan sembuh oleh dokter, tentunya berdasarkan hasil pemeriksaan yang meyakinkan dokter, jadi kecil kemungkinan kambuh lagi.

zahid nurul mengatakan...

mbak saya dulu pernah punya TB paru dengan rongten positif namun dahak yang negatif setelah 6 bulan dia berobat ke puskesmas dia rongten lagi tau tau nya.hasil rongtennya tetep saja positif.lalu pihak puskesmas sudah tidak bisa memberi pengobatan untuk mbk saya...lalu mbak saya mau pengobatan kemana?apakah TB paru itu sangat membahayakan?

Klik Paru mengatakan...

Sebagian besar TB paru yang diderita pertama kali akan sembuh setelah pengobatan yang benar selama 6 bulan. Sebagian kecil (bahkan jarang) yang ternyata belum sembuh, biasanya karena awal pengobatan terlambat, sering lupa minum obat, dosis obat kurang, dll. Foto Rontgen dada yang masih ada kelainan setelah berobat 6 bulan bisa berarti SEMBUH namun ada cacat/bekas pada paru, bisa juga belum sembuh sehingga harus meneruskan pengobatan. Bila belum sembuh tentunya berbahaya bagi dirinya (makin berat) dan bagi lingkungannya (sumber penularan).

azhari rahmat mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
azhari rahmat mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
azhari rahmat mengatakan...

Assalamualaikum dokter, saya ingin bertanya. Saya sudah 1 minggu yang lalu di diagnosa tbc oleh dokter. Saya seorang atlit dengan pola hidup dan nutrisi yang cukup baik. Saya latihan pagi sore setiap hari. Saya tidak merokok dan tidak ada riwayat tbc. Orang2 bertanya2 kenapa saya bisa terkena tbc karena setau saya ini merupakan penyakit kurang gizi dan pola hidup yg tidak baik. Saya juga ingin bertamya, apakah orang tbc tidak boleh berolahraga? Jika boleh kapan dalam vase 6 bulan ini saya dapat kembali beraktifitas sperti biasa. Dan saat pengobatan ini olahraga apa yg dapat saya lakukan untuk menjaga fisik saya. Saya juga seseorang yang hobi makan. Kmarin berat bada saya turun 7 kg selama 10 hari saya sakit. Dari 82 ke 75 tiggi saya 185. Sekarang berat badan saya sudah naik ke 79. Saya makan 6 smpai 7 kali shari. Apakah ada pantangan makan untuk saya? Dan apakah karir saya di dunia atlit sudaj berakir karena penyakit ini? Banyak pertanyaan di otak saya tentang kelanjutan saya kedepanya. Maaf terlau banyak pertanyaan dok. Terimakasih

Klik Paru mengatakan...

Semua orang bisa tertular TB(C) karena penularannya melalui udara, bisa di tempat kumuh maupun hotel mewah, bisa di bus kota maupun di pesawat. Biasanya TB memang lebih mudah berkembang pada seorang dengan gizi kurang, namun bisa juga terjadi pada orang dengan gizi bagus, namun tertular oleh kuman yang sangat banyak, atau daya tahan tubuh lagi menurun (kecapaian, sakit, sedikit makan, dll).
Tidak ada pantangan makan, kecuali ada penyakit lain yang menyertai.
Bila kelainan paru pada foto Rontgen dada minimal, biasanya bisa langsung olah raga lagi, tentunya bertahap sesuai kemampuan. Namun yang paling tahu adalah dokter yang merawat anda, termasuk masa depan anda.
Bila pasien TB minum obat dengan dosis tepat, rutin sampai selesai, biasanya bisa sembuh optimal dan bisa meneruskan karir seperti sebelum sakit. Tetap semangat ya!!

Anonim mengatakan...

Saya pernah kena flek paru. Minum obat 6 bulan selesai namun kambuh lagi, berobat lagi ke puskesmas dan minim obat 6 bulan dinyatakan sembuh..tapi sekarang gejala batuk, sangat sering saya slami..(batuknya gak sembuh2) ssya belum periksa ke dokter. Pertanyaan saya apakah paru2 kambuh masih bisa diobati dengsn konsumsi pil??

Klik Paru mengatakan...

TB paru yang diobati dengan benar sampai sembuh sebagian besar tidak akan kambuh lagi. Bila kambuh lagi masih bisa diobati, biasanya dengan kombinasi obat yang sedikit berbeda, ditentukan oleh dokter setelah mempertimbangkan semua hasil pemeriksaan.

Anonim mengatakan...

di keluarga saya ada yang di fonis TB drop out,,, apakh msh dpt sembh dan melanjtkan pengbtan kembali?? termksh

Anonim mengatakan...

Slmt siang,sy sdg mengalami kegalauan,sy pernah TB thn 2011 dan dinyatakan sembuh setelah pengobatan rutin 8 bulanan. Pd maret 2013 sy MCU dan hasil foto rontgen positif TB,sy konsul dgn dr paru rs tpt MCU ktnya mmg TB,krn sy tdk merasakan gejala apapun,sy berobat ke rs lain,dirontgen ulang dab BTA,hasil radiologi dan pemeriksaan dr paru menyatakan negatif. Utk meyakinkan sy ke rs ketiga dgn membawa hasil rontgen dari rs pertama,menurut dr parunya itu bekas TB. Sebelumnya sambil mencari opini lain,sy sambil makan OAT plus ofloxacyn atas anjuran dr paru di rs pertama selqma 2 bln dan bulan ketiga sy hentikan. Setelah lewat 6 bln dari rontgen di rs pertama,sy kembali MCU dan hasil rontgen positif dgn LED tinggi 42. Bagaimana seharusnya langkah saya sdgkan tdk ada 1 gejalapun yg saya rasakan.trm ksh

klik Paru mengatakan...

Semua kasus TB drop out harus dievaluasi untuk kemudian ditentukan langkah selanjutnya, apakah obatnya sudah cukup, pengobatan diteruskan atau pengobatan diulang dengan kombinsi obat yang berbeda.

klik Paru mengatakan...

Saat seorang dinyatakan sembuh dari TB paru, gambaran foto rontgen dada bisa normal atau masih ada gambaran kelainan di paru, dengan syarat pemeriksaan lain tidak ada yang mendukung TB masih aktif. Bila tidak ada keluhan yang mendukung TB dan foto berikutnya gambarannya persis sama atau lebih baik dari foto saat selesai pengobatan TB, maka tidak perlu dilakukan pengobatan ulang. Sebaiknya foto rutin setisap tahun (MCU) dan pemeriksaan dahak bila batuk sampai > 2 minggu. LED tinggi bisa disebabkan oleh banyak kelainan, tidak hanya TB. Nilai LED lebih berarti bila diperiksa serial lalu dibandingkan, meningkat atau menurun.

Anonim mengatakan...

Dok apa maksudnya hasil rontgen mcu kesan = tb minimal? dari hasil tsb saya gugur di tes kesehatan. Padahal saya merasa sehat dan tdk ada keluhan sakit. Memang sekitar 7th yang lalu saya pernah sakit tb dan berobat 6 bulan dinyatakan sembuh. Sempat saya berpikir mungkin itu hanya kesan bekas luka tb yang lalu, tapi perusahaan tdk mau tau. Saya disuruh periksa dahak, tapi tentu sulit krn tdk bs mengeluarkan dahak, saya juga disuruh cek darah igra untuk kepastian penyakit tersebut.. mohon penjelasannya dok.. terimakasih

Klik Paru mengatakan...

TB minimal artinya pada foto dada ada gambaran yang mencurigakan atau khas TB, berdasarkan luasnya dibedakan menjadi lesi minimal dan lesi luas. Seorang yang dinyatakan sembuh TB, apabila difoto dada gambarannya bisa bersih bisa juga masih ada kelainan. Bila saat dinyatakan sembuh TB 7 tahun yll dilakukan foto dada, ada gambaran kelainan di paru yang bentuk dan luasnya menetap sampai sekarang, maka kemungkinan hanya bekas TB dan tak perlu pengobatan (FIT). Namun bila saat dinyatakan sembuh, foto dada bersih dan kemudian sekarang ada kelainan foto, maka kemungkinan ada infeksi baru (salah satunya TB). IGRA adalah pemeriksaan untuk menilai apakah ada respons tubuh terhadap infeksi TB, serupa dengan uji tuberkulin (Mantoux test) namun lebih spesifik. Hasil positif artinya ybs pernah terinfeksi kuman TB dan memberikan respons imun seluler, bisa tetap sehat bisa juga jatuh sakit.

iman opik mengatakan...

slmt siang dok. saya baru menjalani hari pertama pengobatan dg OAT stlh divonis sbg pasien Tb baru pasca diagnosa rontgen dan BTA 3+.yg ingin saya tanyakan,dlm kesan yg ada pd lampiran rontgen torax tertulis : susp spesifik proses dg caverne perihiler kiri dd/ kista paru,apakah tindakan pengobatan yg disarankan sudah tepat? apakah yg dimaksud dg kista paru adalah Tb? terimakasih

Klik Paru mengatakan...

bila hasil BTA dalam sputum positif maka diagnosisnya sudah jelas TB. Gambaran kaverne dalam foto toraks memang khas untuk TB paru (meskipun bisa juga karena kelainan lain). Kista paru bisa akibat TB, bisa juga oleh sebab lain.
Dari data yang mas Iman sampaikan, saya mendukung ke arah TB. Setelah 1 atau 2 bulan biasanya dievaluasi ulang, bila ada perbaikan foto dan BTA berarti benar TB dan obat diteruskan sampai minimal 6 bulan. Bila tidak ada respons pengobatan atau malah memburuk, bisa dicari kemungkinan sebab yang lain. Tks.

rosy haryadi mengatakan...

Selamat malam dok .. seminggu lalu saya di rawat karena tipes tapi dokter mencurigai saya kena tb melihat fisik saya yang menyusut drastis dari 53kg menjadi 39 kg .. hasil foto torax normal BTA negatif hanya LED selalu tinggi .. dokter memberika terapi OAT untuk satu bulan dulu .. yang jadi pertanyaan saya apakah jika hasil negatif TB kemudian tetap terapi OAT tidak berbahaya bagi tubuh saya?

Klik Paru mengatakan...

Setiap obat yang harus dikeluarkan dengan resep (bukan obat bebas) biasanya ada efek samping, meskipun kejadiannya sangat jarang. Karena itu obat kelompok resep akan diberikan bila aspek manfaat lebih banyak dibanding kerugiannya. Hasil LED yang tinggi biasanya disebabkan oleh penyakit kronik (berlangsung lama) termasuk TB. Selama penyebab selain TB tidak bisa ditegakkan, kadang kita berikan OAT dan dievaluasi sebulan. Bila LED membaik dan/atau BB meningkat maka kecenderungan TB makin kuat dan OAT diteruskan.

Anonim mengatakan...

Saya batuk sdh 2 bulan, tapi seminggu ini disertai nyeri otot dada, panas dingin malam hari, bb tidak turun. Periksa ke internist , ro thorax negatif, doktr bilang saya batuk alwrgi, dandiberi obat alergi. Tapi tenggorokan masih gatal dan masih batuk, apakah foto ro bisa salah? Petlukah sy tes BTA, oh ya sebelum k dr sppd sy sdh minum obat pkm, ada anti biotiknya. Mohon penjelasan....

Klik Paru mengatakan...

Ciri-ciri batuk alergi adalah: batuk hilang timbul, derajat batuknya relatif sama (tidak makin berat), cenderung muncul di malam/dini hari dan foto rontgen dada normal. Kecenderungan alergi makin kuat bila keluhan tersebut berulang-ulang, ada riwayat asma atau rhinitis (pilek) alergi, kulit mudah gatal dan ada riwayat yg serupa pada keluarga. Bila batuknya mengeluarkan dahak, silahkan diperiksa BTA 3 kali, karena bisa saja kelainan paru terletak di lokasi yang tak tampak dgn foto dada (misalnya di balik jantung, dll)

umi kiptida'iyah mengatakan...

malam dok, saya minta saran dn penjelasannya, tahun 2014 kemarin, ibu saya terkena tbc pumor bilateral aktif, itu maksudnya gmna yah? kemudian msalahnya lagi, ibu tidak kuat untuk minum obat yang dianjurkan untuk 6 bln tersebut, solusinya gmn dok?

Klik Paru mengatakan...

Rasanya tidak ada istilah "pumor", mungkin primer (?). Bilateral aktif, berarti pada foto toraks tampak gambaran TB pada paru kanan dan kiri dan perlu segera pengobatan. Tidak kuat, maksudnya apa ya? Kalau gatal berarti perlu dipastikan mana obat yang menyebabkan gatal. Kalau mual bisa dibantu dengan obat anti mual atau jadwal minum disesuaikan. Kalau jumlah tabletnya terlalu banyak, sekarang sudah ada regimen obat yang digabung menjadi satu tablet. Kalau 6 bulan terlalu lama, perlu motivasi dan dukungan keluarga.

Anonim mengatakan...

Dok kalau dikasih obat TB awalnya cuma 3 buah karna adakeluhan maag kronis..gmasalah dalam pengobatannya dok?

Klik Paru mengatakan...

Pengobatan TB fase awal (intensif) minimal menggunakan 4 macam obat anti TB (OAT), namun karena sesuatu hal terpaksa menggunakan kurang dari 4 OAT. Penyelesaian kasus sepereti ini bersifat unik pada setiap orang, tergantung jumlah dan macam obat yang masih bisa diminum dan faktor-faktor lainnya. Biasanya kalau kualitas obat terpaksa turun, maka lama pengobatan akan diperpanjang. Dokter Anda akan memberikan solusi yang paling tepat, karena beliau yang paling tahu kondisi Anda.

Anonim mengatakan...

selamat siang, saya mau tanya soal TB.
saya mengalami batuk udah lbh dari setahun. batuk kering kadang berdahak, lebih sering batuk kering. tidak ada penurunan badan dan gejala TB lain, hanya batuk saja.

tahun lalu sempat melakukan tes TB lewat suntikan, hasilnya positif.
tetapi setelah melakukan 3x rontgen paru dan tes dahak di rumah sakit dan puskesmas, hasilnya saya negatif. untuk hasil rontgen katanya saya hanya bronkitis.

tapi tetap saja saya khawatir krna pernah mendapat hasil positif lewat tes suntik itu.

pertanyaannya

dilihat dari batuk yg saya alami, dan hasil tes yg saya jalani, apakah saya terinfeksi TB atau tidak?
untuk tingkat ke akuratan tes TB, biasanya mana yg dipake yaa?

Klik Paru mengatakan...

Tes suntik pada kulit (uji tuberkulin/Mantoux test) adalah uji untuk menilai apakah seseorang pernah terinfeksi kuman TB atau tidak, hasil positif berarti pernah terinfeksi (bisa selanjutnya sakit TB, bisa juga tetap sehat). Uji ini bukan menilai ada tidaknya kuman, tapi menilai ada tidaknya respons tubuh terhadap infeksi TB.
Pada orang dewasa bila foto dada normal atau bronkitis dan pemeriksaan dahak 3 kali negatif, tidak perlu pengobatan meskipun hasil uji kulit positif.
Batuk karena TB paru biasanya makin lama makin berat dan kalau lebih dari setahun harusnya sudah ada kelainan yang cukup parah pada foto paru. Kemungkinan batuk lama Anda karena faktor alergi atau penyebab dari luar paru. Anda bisa baca tulisan di http://www.klikparu.com/2012/12/batuk-kroniktidak-selalu-karena-tb.html.
Secara umum tes yang akurat dan bisa dilakukan di banyak tempat untuk memastikan TB adalah pemeriksaan dahak, meskipun pada beberapa kasus perlu pemeriksaan lain bila hasil dahak negatif.

deni mengatakan...

selamat siang, sy mau tnya. beberapa hari lalu anak sy di rontgen. kesannya adalah KP bilateral dd/bp cor ta tampak kelainan. maksudnya apa ya dok dan seberapa parah penyakit anak saya? tks

deni mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Klik Paru mengatakan...

Cor maksudnya jantung. KP bilateral maksudnya TB paru kanan dan kiri, DD/ bp maksudnya masih ada kemungkinan foto tersebut gambaran infeksi paru. Memastikan TB paru HANYA berdasarkan foto rontgen tidak pernah dilakukan dokter, apalagi pada anak, karena gambaran TB paru sering mirip dengan kelainan paru lain. Dokter yang melayani anak Anda yang paling tahu, karena informasinya lebih lengkap.

arsitek.art21 mengatakan...

saya punya orang tua riwayat tb berobat rutin di rs persahabatan dinyatakan sembuh...itu 10 th yg laulu bulan desember 2014 terserang gagal pernafasan akut di masukin alat bantu nafas...berobat selama 1bln dinyatakan sembuh sekarang batuk 2x..diagnosa banyak lendir...dan lendir berkurang tb akut kembali....apa bisa dak?

Klik Paru mengatakan...

Seorang penderita TB yang menjalani pengobatan dengan kombinasi obat tertentu selama periode waktu tertentu, biasanya dinyatakan SEMBUH oleh dokter (setelah dipastikan dengan pemeriksaan tentunya). Dari yang dinyatakan sembuh tersebut (meskipun sangat jarang) ada yang ternyata belum sembuh. Karena itu dokter akan tetap memantau mereka selama beberapa bulan.
Pada orang tua Anda, kemungkinan terinfeksi lagi oleh kuman TB yang baru (bukan kuman yg dulu kambuh), karena sudah sembuh selama 10 tahun.

ria mengatakan...

Dok, saya pernah di vonis tb 2 tahun yang lalu. Sekarang saya batuk-batuk lagi, dan sudah berlangsung 3 bulan. Semakin lama, di dada kanan saya mkin sakit sat batuk spertiii urat-uratnya terkikis mau putus. Sudah 3 x periksa ke dokter hasilnya sama, foto rontgen positif, bta (-). Bulan 2 kemaren ke dokter pertama rontgen & tes dahak, hsilnya foto positif, dahak negatif di beri anti antibiotik & obat maag. Berat badan saya 45 kg saat di nyatakan sembuh 2 tahun yg lalu jg segitu. Karna 2 minggu gk sembuh dtg lg kesana, akhirnya di rujuk ke ruangan DOTS dr rumah sakit ini. Dokter yg di ruangan DOTS ini karna hasilnya sperti itu, jd di suruh pito ulang & tes dahak krna dokternya gk berani mengfonis kambuh. Hasilnya tetap saja, foto pisitif bta negatif tp batuk blum hilang-hilang tp berat badan naik jd 47 kg, saya d kasih vitamin Becom C. Saat minum tu badan saya mkin membaik tp batuknya gak ilang-ilang, 2 minggu stlh minum obat itu tba2 saya batuk darah pdhl saya gk ngrsain nyeri di dada. Saya ke rumah sakit yg dkat rumah krna ketepatan hr sabtu mlam dokter parunya gk da, jd dokter jaganya mengasumsi saya alergiii krna mank saat itu dada ku gk sakit. Seninnya karna batuk berdarah tu, saya prgi ke balai pengobatan paru dgn membawa hasil foto dr rumah sakit yg kmren tu. Dokternya mengasumsi tu hy bekas tb, tp masalahnya kan dok...knp batuknya itu gak hilang-hilang, bhkn badanku sekarang sakit trutama di dada kanan bawah ketiak, bhkn skrg qlo kenak angin sering batuk-batuk, asap rokok, debu.

Klik Paru mengatakan...

Seorang penderita TB yang menjalani pengobatan sesuai pedoman, hampir semuanya sembuh. Sebagian kecil yang belum sembuh akan dievaluasi kondisinya, penyebabnya dll, lalu ditetapkan regimen pengobatan selanjutnya sehingga pasien diharapkan sembuh.
Pasien yang sembuh dari TB paru, hasil foto rontgen setelah pengobatan biasanya bersih tanpa bercak, namun ada juga yang meninggalkan bercak. Bercak tersebut pada sebagian pasien berangsur menipis dan menghilang setelah beberapa tahun, namun ada juga yang tetap bertahan seumur hidupnya. Analogi yang mungkin mirip adalah belang keputihan, jaringan parut atau keloid pada bekas luka di kulit yang sudah sembuh.
Apabila pada foto dada serial (bulan / tahun) gambaran bercak sama atau makin menipis/mengecil, dan pemeriksaan lain tidak mendukung ke arah TB aktif, maka pengobatan TB tidak perlu diberikan. Dokter Anda akan mengevaluasi penyebab batuk, nyeri dada dan batuk darah yang Anda alami, dan kemudian mendapatkan pengobatan yang tepat.
Faktor alergi patut dipertimbangkan, mengingat Anda cenderung batuk bila terpajan angin, asap rokok dan debu (meskipun mungkin bukan faktor utama).

Anonim mengatakan...

Siang dok..saya penderita TB 2 tahun yg lalu,setalah berobat slama 6 bln dg OAT saya pun di nyatakan sembuh dg ''STOP OAT".
Apakah dg sering begadang(nonton bola dll) dpat menyebabkan TB kambuh lagi ..? Thks

Anonim mengatakan...

Siang dok....saya september 2014 terkena efusi pleura di kiri....lalu di sedot dan di beri obat tb 4FDC. Saya minum hingga februari 2015. Dan di beri obat pulna. Selama 3 bln terakhir dada kiri terasa tdk enak...dan di bawah ketiak kadang kadang nyeri..lalu pinggang kiri juga terasa nyeri dan kadang kembung. Jika di pakai banyak gerak atau olah raga ..nyeri tsb hilang April saya kontrol dan kata nya ada kemungkinan bakteri nya datang lagi. Lalu saya cari second opinion. Dan di suruh stop obat nya karena sudah tdk apa apa..
pertanyaanya.apakah memang saya sudah sembuh atau memang blm? Rasa tdk enak ini timbul tenggelam...terutama narik nafas dalam maka spt oto tertarik di bahu dan bawah ketiak..
thanks

ria mengatakan...

Berarti tb saya gk kambuh dok, tp knp sampai skrg batuk saya mkin kumat??? Bhkn dahak sering kluar walau spertinya tidak batuk. Dokter yg 3 tu mengatakan itu hanya bekas tb, tp apa mungkin bekas tb efeknya sebegitu parah sperti saya alami sekarang. Saya pun sekarang binggung pa kah mau ke dokter atau tidak, dan andai saya ke dokter apa yg harus sy priksa, dokter saja tidak ada mengatakan apa-apa sperti kemungkinan-kemungkinan sehingga mengusulkan cek ini, cek itu utk memastikan. Mnrt dokter apakah lbh saya konsul ke dokter lagi mengenai batuk & nyeri dada ini karna jujur dok sakit kali rasanya badan kayak gini terus. Uda obat ini, obat itu tetap aja karna mank rencananya senin saya mau ke rumah sakit, tp saya binggung mau ke dokter mana. Thx dok utk info sbelumnyaa

Klik Paru mengatakan...

Anonim 1: tidak ada hubungan langsung begadang dengan kekambuhan TB.

Anonim 2: Pasca efusi pleura (setelah pengobatan sesuai pedoman) dan foto dada normal kembali biasanya tanpa keluhan. Bila foto dada masih ada masalah,kadang ada keluhan nyeri dada (bisa sudah sembuh, bisa juga belum). Sebaiknya konsultasi ke dokter untuk memastikan efusi pleura TB sudah sembuh (berarti batuk dan nyeri sekarang karena seba lain) atau belum sembuh. Kemungkinan dokter akan foto ulang untuk dibandingkan dengan foto saat dinyatakan sembuh.

Ria: Tetap semangat ya, dan konsultasi ke dokter. Bila Anda tinggal di Jakarta, salah satu pilihannya adalah RS Persahabatan, Rawamangun, sebagai RS rujukan nasional untuk penyakit respirasi.

Anonim mengatakan...

Malam dok...saya yg anonim 2
saya di foto hingga 4 kali selama 6 bln dan yg terakhir februari 2015 dan di nyatakan bersih. Dan sewaktu terkena efusi pleura saya tidak batuk hingga sekarang. Dan akhir april saya kontrol karena obat pulna yg hampir habis. Dan saya di suruh foto lagi. Dan di beri obat antibiotik dan obat batuk serta obat sesak. Padahal saya tdk sesak dan tdk batuk. Saya tdk foto krn takut efek radiasinya. Karena tdk yakin saya ke dokter lain dg membawa semua dokumen. Dan dokter yg ke dua mengatakan sudah tidak ada masalah. Dan di suruh habiskan aja obat nya.serta test darah LED. Hasil LED menunjukkan nilai 2
sebagai info saya meminum rimstar selama 6 bln dan pulna forte selama 2 bulan ini. Dan 3 bulan terakhir itu saya merasakan otot tertarik tsb, terutama saya minum pulna forte. Berhubung obat pulan forte sudah habis minggu lalu maka saya tdk meminum nya lagi sesuai dg saran dokter kedua. Dan memang agak berkurang sedikit.
Apakah memang otot tertarik tsb dari efek obat obatan tsb? Atau memang blm sembuh total.
dan apa bahaya jika foto 4 kali dalam waktu berdekatan..sept 2 kali nov 1 kali dan feb 1kali
maaf terlalu banyak pertanyaan.

Anonim mengatakan...

malam dok mau tanya apakah sesak napas pada penderita tb susah hilangnya dan walaupun sudah dinyatakan sembuh apakah sesak napasnya ini masih bisa ada terima kasih sebelumnya....

Anton el- Ningrat mengatakan...

Maaf dok
Saya mau tanya, ini adalah hasil dari rontgen thoraks saya :
1. Apeks kanan suram, kiri tenang
2. Garis2 fibrosis positif
3. Kalsifikasi negatif
4. Kavitas positif
5. Tb paru lama aktif
Apa maksudnya ya dok?

Anonim mengatakan...

selamat pagi dok, adek saya umur nya 2 tahun, sering batuk batuk bahkan sampai muntah, lalu di tes igra hasilnya negatif, tapi wktu di cek darah LED nya tinggi dan di rontgen ada flek pada pada daerah dada . . jadi doktr anak memfonis TB . . jadi yang ingin saya tanyakan, apakah bisa positif tb kalau tes igra nya negatif? terimaksh dok . .

Klik Paru mengatakan...

Anonim 2: Dengan kemajuan teknologi, sekarang radiasi yang didapat setelah foto tidak setinggi jaman dulu, jadi aman2 aja foto berkali-kali dalam setahun. Meskipun tidak spesifik,
Hasil LED 2 menunjukkan pengobatan TB berhasil (apalagi bila LED pra pengobatan sangat tinggi).
Sebagian pasien efusi pleura kadang muncul nyeri dada pasca pengobatan (meskipun sudah sembuh). Bisa dicoba obat penghilang rasa sakit dikombinasi dengan fisioterapi dan olah raga rutin.

Anonim 3: setelah pengobatan TB, sebagian pasien (jarang) ada keluhan sesak. Penyebabnya bisa SOPT (sindroma obstruksi pasca TB), asma (teraktivasi saat pengobatan TB), atau sebab lain (paru atau luar paru). Sebaiknya konsultasi ke dokter paru untuk memastikan apa penyebabnya, sehinga pengobatannya tepat.

Anton: saya tidak bisa menyimpulkan dengan pasti karena tidak melihat fotonya. Garis fibrosis bisa pernah sakit TB, bisa juga sedang sakit TB. Kavitas biasanya sedang sakit TB. Bila belum pernah sakit TB sebaiknya segera konsultasi untuk mendapatkan pengobatan. Bila sudah pernah sakit TB, foto sekarang perlu dibandingkan dengan foto sebelumnya, bisa aja kambuh lagi. Namun dokter yang merawat anda akan menyimpulkan lebih akurat, karena bisa periksa fisik dan penunjang lain yang diperlukan.

Anonim 4: IGRA adalah pemeriksaan serupa dengan Mantoux test namun hasilnya lebih spesifik. Pemeriksaan ini menilai respons imunitas seluler pasien. hasil positif berarti pasien tersebut pernah tertular kuman TB dan tubuh memberikan respons imun, bisa sakit bisa juga sehat. Sebaliknya hasil IGRA negatif artinya ybs belum pernah tertular kuman TB, atau sudah tertular TB tapi tubuh tidak mampu memberikan respon imunitas (karena gizi kurang, penyakit berat, dll).
Keluhan batuk, LED meningkat dan gambatan foto ada kelainan, cukup kuat mendukung segera dimulai pengobatan TB (meskipun IGRA negatif)

Anonim mengatakan...

slamat siang dok.., saya baru saja menjalani MCU utk test kerja di salah satu perusahaan.
dan di hasil pemeriksaan radiologi tertulis :
Hasil : Cor dalam batas normal
Pulmo : Tampak bercak suram paru kanan atas.
Hilus normal, infiltrat (-)
parenkrim paru kiri bersih
sinus dan diafragma normal
Kesan : TB paru kanan

Oleh karena itu saya disarankan utk konsul ke dokter spesialis paru dan dites mantoux hasilnya dinyatakan positif, tapi dokternya melihat hasil mantoux hanya dengan foto dikarenakan dia sedang berada di luar kota.
yg saya bingung tidak ada gejala2 khas TB yg saya rasakan,
Mohon penjelasan dokter apa yg harus saya lakukan selanjutnya.

NB : Saat ini saya diterima bekerja di perusahaan tersebut..

sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Klik Paru mengatakan...

TB paru yang masih awal (biasanya didapatkan saat MCU) sebagian besar tanpa keluhan. Bila foto dada ada kecurigaan TB (dan MCU sebelumnya normal), biasanya dokter akan melakukan satu atau beberapa pemeriksaan lain untuk mendukung atau menolak gambaran foto tersebut.
TB adalah penyakit yang bisa disembuhkan, jadi tidak ada alasan untuk menolak calon karyawan yang sakit TB.

Anonim mengatakan...

Dok saya mungkin terkena TB krna hasil foto menunjukan positif terkena TB.. Sekarang saya masih menunggu hasil tes dahak saya.. Yang mau saya tanyaka..
1. Apakah aman bagi anak saya kalau saya memberikan ASI buat anak saya pada masa pengobatan nanti..
2. Apakah anak saya bisa terkena TB kalau saya terkena TB.. Tks sblumnya.

Klik Paru mengatakan...

Hasil foto TB paru, perlu didukung pemeriksaan lain untuk memastikan sakit TB atau bukan, sebaiknya oleh seorang dokter yang ahli di bidangnya. Penularan kuman TB dari ibu ke bayinya bukan melalui ASI, tapi saat batuk/bersin sehingga kuman yang tersebar di udara dihirup oleh bayi. Penularan TB dari ibu ke bayi bisa terjadi saat kehamilan dan bisa juga setelah lahir (saat menyusui tak pake masker)

Novttheo x-f mengatakan...

slmat siang dokter..suami saya biasanya jarang demam.hari tu suami saya demam,badannya panas dan dia menggigil disertai keringat yg bercucuran pd malam hari.keringatnya tk pernah berhenti,klu berjalan dikit nafas dia sesak dan muka memucat.sya membawa dia pergi ke rumah sakit.dokter menyatakan suami sya terkena TB paru.padahal suami saya tk pernah batuk2.suami saya dianjurkan minum obat paket OAT slma 6 bulan.saya hrus mengambil obat paket dipukesmas dikampung saya.
pertanyaan saya dokter:
slma suami saya keluar dr rumah sakit.dia tk pnah bisa tdur,tdk nafsu mkan,dan keringat dingin dibadan nya msih bercucuran siang n malam.badan n kaki dia lemah.dan sekarang audah 2 hari dia merasa sakit dibawah rusuk kanan.apakah sya harus tetap berikan obat paket pd suami sya?tlong beri pencerahan dokter.

Anonim mengatakan...

Dok.. Saya punya saudara yang pernah sakit TB,dy jga sudah berobat 6 bulan sampai2 badannya kurus skli.. Selama terkena pnyakit TB kondisinya naik trun berobat kesana kesini dah di lakukan sampai akhirnya Allah mengambil nyawanya... Apakah TB termasuk penyakit yang sngat mematikan..

siti nurul mengatakan...

pagi dok. saya penderita tb sudah 2bulan menjalani obat rutin. dan sekarang di2bulan ini saya disuruh tes dahak lagi agar bisa mendapatkan hasil dan untuk ganti obat. tapi akhir2 ini saya tidak batuk. saya sudah mengeluarkan dahak dok. apa yang harus saya lakukan? trimakasih.

Klik Paru mengatakan...

Nofftheo x-f: Hanya sedikit info yang saya dapatkan dari ibu, bisa saja kesimpulan saya salah. Banyak kemungkinan yang terjadi, diantaranya (1) penyakit TB suami cukup berat, sehingga perlu waktu untuk membuat stabil, (2) ada penyakit lain selain TB paru, bisa di paru atau luar paru, (3) sistem pencernaan suami belum atau tidak siap menerima obat TB, (4) terjadi komplikasi penyakit atau efek dari obat (5) dll. Mohon segera konsultasi lagi ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut, bila perlu dilakukan pemeriksaan penunjang lain, modifikasi pengobatan atau dikonsultasikan ke dokter ahli terkait.

Anonim: TB adalah pembunuh nomor satu untuk kelompok penyakit infeksi di Indonesia. Namun bila bisa dideteksi dini, segera minum obat dengan dosis yang cukup, cara minumnya benar sampai dinyatakan sembuh oleh dokter, biasanya sembuh tanpa timbul komplikasi.
Setiap ditemukan kasus TB baru, sebaiknya orang-orang di sekitarnya (rumah, kantor dll) segera dievaluasi apakah juga tertular TB atau tidak. karena TB menular melalui udara, TB yang masih dini biasanya tanpa keluhan, namun bisa dideteksi dengan pemeriksaan penunjang. Bila segera diobati akan lebih mudah sembuh dan terhindar dari komplikasi.

Siti Nurul: sebagian besar pasien TB paru yang menjalani pengobatan akan terjadi proses penyembuhan, salah satunya batuk makin jarang dan dahak makin berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Informasikan ke dokter yang merawat bahwa Anda sudah tidak batuk sama sekali, ada metode lain untuk menilai respons pengobatan. Kalau dipaksakan air liur yang diperiksa, tidak berguna. Yang mau diperiksa adalah dahak yang berasal dari paru.

Djoiz mengatakan...

Saya tidak merokok sejak kemarin menderita batu dan mengeluarkan sedikit darah apa ini gejala Brongkitis, sekarang masih dalam proses pemeriksaan dokter Paru dan nunggu hasila ronsen, dan pemeriksaan Lab: darah lengkap, LED, SGOT, SGPT, gula darah sewaktu, BTA SPS, apa saran dokter

Pengobatan Herbal TBC (Tuberculosis) mengatakan...

thanks atas informasinya gan :)

Anonim mengatakan...

Saat ini saya mengalami sesak napas setelah 2 minggu minum obat TBC..apa ada yang salah dari obatnya?sekedar info..saya dinyatakan TBC dari hasil Rongent, belum pernah cek lewat dahak dan tidak batuk..terima kasih

Klik Paru mengatakan...

Djoiz: maaf terlambat menjawab. Merokok (apapun jenisnya) akan menggangu struktur dan fungsi paru. Sangat banyak penelitian sudah membuktikannya. Saran saya: tunggu hasil pemeriksaan penunjang (tentunya saat ini sudah ada hasilnya), sehingga pengobatan yang tepat bisa segera dilaksanankan.

Ada beberapa obat herbal yang digunakan untuk MEMBANTU pengobatan TB, bukang MENGGANTIKAN obat anti tuberkulosis (OAT). Beberapa obat herbal dikatakan bisa menggantikan OAT namun masih berupa TESTIMONI, bukan penelitian imiah dengan jumlah sampel besar dan metode penelitian RCT.

Hasil TBC pada foto Rontgen dada, perlu didukung oleh data lain (klinis dan/atau pemeriksaan penunjang lain) untuk memastikan gambaran foto tersebut bukan karena sebab lain. Bila datanya minimal atau meragukan, kesimpulan TBC sebaiknya oleh dokter yang ahli di bidangnya.

Ainur Rachmad mengatakan...

Dokter yang terhormar perkenalkan nana saya Ainur, Saya mahasiswa umur 20 tahun,
Kemarin rabu 1 juli saya melakukan MCU, dan hasil MCU.nya sebagai berikut :
Cor : bentuk dan ukuran normal
Sinus dan diapraghma : kedua sinus phrenico costalis tajam
Pulmo : Fibro Infiltrat supra hillar kanan dan kiri
Kesan : Gambaran KP,
Saya disarankan ke dokter spesialis paru, sebenarnya apa yang terjadi pada paru-paru saya dokter? Soalnya saya tidak pernah demam dan batuk, terima kasih banyak dokter.

Ainur Rachmad mengatakan...

Dokter yang terhormar perkenalkan nana saya Ainur, Saya mahasiswa umur 20 tahun,
Kemarin rabu 1 juli saya melakukan MCU, dan hasil MCU.nya sebagai berikut :
Cor : bentuk dan ukuran normal
Sinus dan diapraghma : kedua sinus phrenico costalis tajam
Pulmo : Fibro Infiltrat supra hillar kanan dan kiri
Kesan : Gambaran KP,
Saya disarankan ke dokter spesialis paru, sebenarnya apa yang terjadi pada paru-paru saya dokter? Soalnya saya tidak pernah demam dan batuk, terima kasih banyak dokter.

Sansa mengatakan...

Mlm dokter, mba saya batuk untuk waktu yg lama, dikasi antibiotic tetap saja batuk Dan akhrnya suaranya pun mulai hilang, stlh itu dia dironsen hasilnya positif tbc tetapi hasil dahaknya negatif,gejalanya emank dia jd ga napsu makan n brt badan turun drastis tetapi tidak pnh batuk berdarah atopun deman, akhrnya diapun jlnin perawatan oat selama 2 bln, stlh pengobatan itu emank napsu makannya nae, brt bdn nae, suara makin jernih Dan tdk batuk dahak lg, tetapi dia mulai ngalamin susah napas, seperti asma pada pagi ato mlm hari klo siang ktnya normal. Stlh 2bln pengobatan hasil rongsen sama sekali tidak ada perubahan....yg jd pertanyaan saya apakah dokternya overvonis pdhal bukan tbc? Mungkinkan mba saya tidak tbc makanya obt tbcnya tidak memberikan perubahan pada rongsen parunya? Dia disuruh tes HIV juga..hasilnya blm keluar..tetapi apakah ada kemungkinan seperti itu? Maaf pertanyaan saya bnyk..kasian mba saya dok..tq

Klik Paru mengatakan...

Mas Ainur: Seorang dokter Spesialis Radiollogi mengambil kesimpulan berdasarkan foto yang dilihatnya dan keterangan yang diberikan oleh dokter yang mengirim foto (sering informasinya terbatas atau tidak ada sama sekali). Karena itu kalau gambarannya tidak khas atau kemungkinan bisa akibat berbagai penyakit, maka biasanya beliau akan menuliskan kemungkinan paling berat atau disertai diagnosis banding. Infiltrat suprahiler kanan kiribisa disebabkan oleh beberapa penyakit (salah satunya KP). Benar, beliau menyarankan ke dokter spesialis paru untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam sehingga diagnosisnya lebih akurat dan pengobatannya tepat. Penyakit paru dini (termasuk TB) biasanya tanpa keluhan, sering didapatkan saat MCU.

Sansa: Pemeriksaan dahak negatif tidak berarti bukan TB, kalau hasil pemeriksaan lain meyakinkan TB. Kesan saya kakak menderita TB karena setelah mendapatkan OAT 2 bulan memperlihatkan perbaikan (nafsu makan & BB naik, perbaikan suara dan batuk berkurang. Sebagian besar pasien, setelah OAT 2 bulan memperlihatkan perubahan foto yang bermakna, namun pada sebagian kecil perubahan minimal atau belum ada. Ada 2 kemungkinan: diagnosisnya salah atau perlu waktu untuk melihat perubahan gambaran foto (4 atau 6 bulan). Pada kasus kakak, saya cenderung yang kedua.
Kelainan paru yang cukup luas kadang menyebabkan sesak selama/setelah pengobatan, atau ada penyakit asma.
TB dan HIV menyerang sistem imunitas yang serupa dalam tubuh, karena itu di negara endemis TB (seperti Indonesia), bila ada TB sebaiknya dipastikan adakah HIV dan sebaliknya. Bila ada keduanya dan hanya diobati salah satu hasilnya buruk.

Ade Bakri mengatakan...

Dokter, bapak saya didiagnosis tbc pada tgl 15 juli dng didukung hasil ronsen paru2 kiri beliau sudah rusak dan dipenuhi cairan. Cek pertama tgl 10 krn batuj berdarah. Dan hari ini 18 juli, hasil lab tes dahak bertuliskan SPUTUM BTA Negatif. Apa artinya itu dok? Bagaimana korelasinya dgn penyakit tbc?

fhiank peeamm mengatakan...

dok,beberapa waktu yg lalu sya menderita batuk disertai darah dan hasil ronsen TB aktif namun hasil dahak lab negatif,yg jd masalah dr hasil ini dokter dipuskesmas tidak memberikan sya obat untuk pencegahan TB tetapi cuma memberi obat penurun batuk sja,apa yg harus sya lakukan sekarang dok?

Anonim mengatakan...

Dok, dua bulan lalu saya didiagnosa sakit TB dari hasil rontgen, namun BTA saya negatif. Dokter tetap memberikan OAT kepada saya selama 2 bulan dan saya tidak ada bolong minum obat. Ini minggu ke 8 saya, saya dites BTA lagi dan kultur. Apakah BTA dan kultur pada bulan kedua sudah menunjukkan hasil negatif dok, ataukah menunggu 6 bulan dulu? Terimakasih

Anonim mengatakan...

Dokter sy pernah rontgen dg hasil efusi pleura kiri namun yes dahak dan darah negatif. Sy juga seorang ibu menyusui. Ketika skit bayi saya usia 4 bulan. Selama ini sy tdk batuk hanya demam Dan nyeri Dada. Dokter mmberikan obat anti TB. Pertanyaan sy:
1. Selama lebaran kmrn sy sempat lupa 1x minum obat apakah pengobatan hrs diulang dari awal atau dosis sy tambah jd 2x sehari?
2. Kata teman jika TB negatif pengobatnya hny 3 bln tp dokter sy blg ttp 6bln. Bagaimna yg bnr?
3. Apakah anak sy bs tertular? Meskipun sy tdk ada batuk\dahak? Selama ini dia tdk ada keluhan apakah perlu sy periksakan mgingat dia bayi 7 bln sy tdk tega dia minum obat
4. Dokter bilang sy TB negatif Dan bukan pembawa. Apakah artinya sy tdk akan bisa menularkan virus TB?
Terima ksh sblmnya..

Klik Paru mengatakan...

Ade Bakri: Hasil sputum BTA negatif, bisa diobati TB paru bila ada keluhan dan gejala yang mengarah TB paru disertai pemeriksaan penunjang yang mendukung TB paru.

Fhiank peeamm: hasil rontgen TB sering menyerupai penyakit paru yang lain, maka bila hasil foto meragukan perlu didukung oleh pemeriksaan lain. Bila dengan pengobatan tersebut Anda sembuh, kemungkinan bukan TB namun sebaiknya perlu foto ulang satu bulan lagi. Bila setelah minum obat beberapa hari tidak ada perbaikan segera konsultasi ke dokter spesialis paru

Anonim 1: Idealnya pemereiksaan kultur dahak untuk TB diperiksa seawal mungkin, untuk memastikan ada tidaknya kuman dan kemungkinan resisten terhadap obat anti TB (OAT). Hasil kultur perlu waktu 6-8 minggu.

Anonim 2: [1] Lupa minum OAT satu hari aman2 aja, tapi "lupa minum 1 hari" yang berulang ulang berbahaya, karena mempengaruhi penyembuhan dan ada risiko resistensi obat. Anda tak perlu mengulang pengobatan. [2] Semua penyakit TB minum obat minimal 6 bulan. [3] TB awal biasanya tidak ada keluhan, apalagi pada bayi. Pengobatan TB pada anak/bayi ada petode khusus yang aman dan nyaman, jadi tak perlu takut. [4]TB paru bisa menulari lingkungannya saat batuk atau bersin, maka orang2 sekitar pasien TB seharusnya diperiksa untuk memastikan sudah tertular atau tidak

Firman Firdaus mengatakan...

Dengan Hormat,

Dokter, saya pada tahun 2012 saya pernah terkena TB, dan telah selesai menjalani pengobatan dengan tuntas selama 7bulan dan dinyatakan sembuh oleh dokter Paru yang menangani saya.. dan 6 bulan yang lalu ini istri saya mengalami gejala yang pernah saya alami (penurunan berat badan, mudah letih, merasa seperti demam pada sore hari, ada batuk namun tidak sering) setelah di periksa rongent dan IGRA hasilnya positif terdapat KP aktif .. dan saat ini tengah menjalani pengobatan sudah hampir 7 bulan,.. hasil pemeriksaan dokter terakhir hasil rongent menunjukan peningkatan dan dinyatakan sembuh sembuh sampai obat terakhir habis, namun berat badannya masih belum memperlihatkan peningkatan.

satu bulan terakhir ini saya mengalami gejala yang pernah saya alami dulu, seperti penurunan berat badan(tapi makan saya banyak), merasa tidak enak badan kalau sore hari, sempat mengalami batuk namun tidak sering.. saya merasa ada indikasi saya terkena TB lagi..

Yang saya tanyakan apakah bisa jadi gejala saya ini bisa karena kambuhan dari TB saya dulu atau kemungkinan tertular dari Istri saya ya dok?.. dan apakah pasien yang sedang dalam pengobatan (masa 6 bulan) masih bisa tertular kuman TB kembali meskipun sedang dalam masa meminum obat.. mohon pencerahannya dok.. terima kasih.

Regards

Klik Paru mengatakan...

Seorang yang dinyatakan sembuh dari TB apabila sakit lagi, bisa penyakit yang dulu belum sembuh (biasanya kurang dari setahun) bisa juga terinfeksi oleh kuman baru (bisa kapan saja). sumber penularan bisa orang serumah bisa juga orang lain di luar rumah.
Seorang yang sedang dalam pengobatan TB bisa mendapat kuman baru apabila dekat dengan sumber penular yang sama atau orang lain. Pada kondisi seperti ini apakah masa pengobatan jadi lebih panjang? Saya belum pernah baca penelitiannya. (atau nggak mungkin ada penelitian seperti ini, karena tidak etis, sengaja menulari seseorang dengan kuman TB). Untuk mengantisipasi hal tersebut semua pasien yang sudah minum obat 6 bulan, harus dipastikan (bila perlu dengan pemeriksaan penunjang) apakah sudah sembuh atau obat perlu diteruskan beberapa bulan.
Seorang yang sudah sembuh dari TB, hasil pemeriksaan IGRA akan tetap positif selama beberapa tahun. Karena itu gunakan metode pemeriksaan lain untuk memastikan kekambuhan.

Anonim mengatakan...

dok saya punya teman ,dia barusan di vonis positif TB ,keluhannya batuk berdahak tapi tidak berdarah ,napas berat,sering capek(anemia),kalau malam kadang berkeringat tanpa sebab tapi jarang kayak ginigini dok temen saya awal2nya batuknya gara2 tersedak air minum awal april dok , dia 2 minggu batuk kering tanpa dahak dan muntah2 terus muntahnya muntah makanan dok terus makin lama batuknya berdahak dahaknya warna ijo dok terus napasnya berat,pas awal pemeriksaan 2 bulan yg lalu (juni) dia rontgen dan dokternya bingung lalu ada tes biakkan dahak setelah 2 bulan(28juli) di panggil dan dinyatakan positif TB dan seteleh minum obat 2hari kakinya bengkak dok kencingnya warna merah rambutnya rontok dok,dokter mohon saran kedepannya bagaimana dok, temen saya baru ke dokter lagi setelah 2 minggu (11 agustus2015)

Anonim mengatakan...

Siang dok, saya mau nanyak, apakah beda penyakit tb paru dgn tbc? Dan apakah tb paru itu menular? Saya punya teman yg menderita tb paru dan dekat dgn saya. Terima kasih atas penjelasannya dok

Mamet 88 mengatakan...

Dok, nama saya Waluyo usia 41 th .Saya pernah menderita TB paru th 1992 dan dinyatakan sembuh setelah 6 bln berobat. Saat kadang suka batuk dan saat periksa ke dokter, kata dokter itu hanya bekasnya aja setelah saya bbrp kali rontgen. Pada Januari 2015 saya mengalami batuk berdarah kemudian berobat ke dokter dikasih antibiotik dan obat batuk.Seminggu kemudian kondisi tidak berubah bahkan semakin parah sehingga saya ke dokter lagi dan diharuskan rawat inap. Dari hasil pemeriksaan rontgen dan tes dahak 3 X , tidak ditemukan kuman TB tetapi ditemukan jamur. Sehingga dilakukan pengobatan infeksi jamurnya.Setelah berobat sekitar 1 bln , saya di foto rontgen lagi dan tes dahak lagi dan dinyatakan tidak ada kuman TB serta jamur. Akhir Juni kemarin saya mengalami batuk dan terdapat bercak darah. Oleh dokter disuruh tes darah lengkap dan rontgen lagi. Hasil tes lekosit saya scorenya 11 , diatas normal ( nilai normal 5-10) dan LED scorenya 40 ( nilai normal 1-10). Hasil rontgen, masih sama persis dengan foto rontgen terakhir. Oleh dokter dianggap hanya bekas TB yang dulu.Kemudian saya di beri antibiotik dan obat anti pendarahan. Sebulan kemudian saya batuk lagi dan ada bercak darahnya. Oleh dokter saya diminta tes darah lagi. Hasil tes darah saya, Leukosit masih diatas normal yaitu 11,36 dan LED malah naik menjadi 90. Kemudian saya diminta untuk tes dahak (BTA) tapi saya belum lakukan. Yang saya tanyakan :
1. Apakah bekas TB saya kambuh lagi atau ada infeksi disebabkan hal lain seperti kanker paru?
2. Jaringan parut bekas TB tersebut apa benar bisa menyebabkan kanker paru?
Terima kasih atas jawabannya.
3. Apa yang harus saya lakukan supaya penyakit saya tidak kambuh lagi.
Terima kasih banyak atas tanggapannya.
Salam

Anonim mengatakan...

Malam dok saya niar umur 25 thn. Saya pernah divonis TB pada umur 20 thn dan sudah menjalani pengobatan selama 6 bulan. 2 bulan terakhir saya melakukan medical checkup. Keseluruhan hasil menyatakan normal kecuali hasil THORAX PA berupa kedua sinus normal, bentuk dan besar COR normal, fbrosis lapangan atas kiri, infiltrat lapangan atas paru kanan dengan kesan KP duplex lama aktif. Saya tidak mengalami gejala batuk, tidak berkeringat dimalam hari, nafsu makan dan berat badan normal. Dokter menyarankan untuk tes IGRA dan CRP kuantitatif. Yang ingin saya tanyakan :
1. Seberapa akurat dari hasil tes IGRA dan CRP kuantitatif untuk diagnosa bahwa saya masih mengidap TB atau sudah sembuh dan hanya bekas dari yang terdahulu?
2. Apakah hasil tes IGRA dapat dipengaruhi oleh faktor lain? Dikarenakan saya ada riwayat penyakit payudara dari ibu. Berdasarkan dari hasil USG mamae dinyatakan berupa FAM.

Klik Paru mengatakan...

Anonim 1: Biakan dahak untuk kuman TB sangat akurat, lebih akurat daripada pemeriksaan BTA dahak. Sayangnya pemeriksaan ini perlu waktu lama (6-8 minggu). Karena pemeriksaan biakan positif, berarti sakit TB dan harus segera diobati. Salah satu obat TB (rifampisin) berwarna merah, setelah minum obat warna kencing akan jadi kemerahan, itu normal dan tak berbahaya. Kaki bengkak setelah minum obat TB 2 hari, kemungkinan bukan efek samping obat TB, bisa akibat komplikasi penyakit TB atau penyakit lain yang bersamaan waktunya.

TB sama dengan TBC. TB yang bisa menulari orang lain adalah TB paru dan TB laring, saat yang bersangkutan batuk atau bersin (kuman tersebar di udara dan dihirup oleh orang sekitar). Begitu seorang dinyatakan sakit TB, seharusnya orang2 di sekitarnya segera diperiksa untuk memastikan (sehat atau sakit TB). TB awal biasanya tanpa keluhan.

Pak Waluyo, pasca pengobatan TB yang benar (dosis tepat dan waktunya cukup), sebagian besar pasien akan sembuh. Sebagian kecil ada kelainan di foto dadanya, kondisinya tetap pada beberapa foto serIal, kondisi ini disebut sebagai BEKAS TB. [1] bisa TB nya kambuh lagi atau oleh penyebab lain (Kuman, parasit atau jamur). [2] Tidak. [3] Konsultasi ke dokter spesialis paru, mungkin akan diperiksa biakan kuman & jamur ulang serta biakan TB.

mb Niar: Bila pasca pengobatan TB 5 tahun yll foto toraks PA selalu normal pada setiap MCU dan MCU 2 bulan lalu fotonya seperti itu, maka perlu dipastikan gambaran foto tersebut karena infeksi TB (baru) atau infeksi kuman lain. Tapi bila foto MCU selama 4 tahun pasca pengobatan TB hasilnya sama terus (fibrosis & infiltrat), maka kemungkinan bekas TB saja. [1] Pemeriksaan IGRA lebih cocok untuk mendukung (bukan memastikan) TB baru. Seorang yang baru sembuh dari TB, hasil pemeriksaan IGRA akan tetap positif selama beberapa bulan/tahun. Peningkatan nilai CRP bisa terjadi pada banyak penyakit, jadi bila hasilnya meningkat bisa oleh TB namun bisa juga karena penyakit lain. [2] Beberapa hal bisa mempengaruhi hasil IGRA, namun tidak berhubungan dengan FAM

Anonim mengatakan...

Selamat malam dok,singkat cerita bulan maret lalu saya di diagnosa oleh dr. Terkena tb paru dengan hasil rontgen "tampak fibroinfiltrat di lapangan atas paru dan parakadial kiri" dan hasil sputum negatif,sebelumnya saya kaget karna tidak merasakan gejala tb yg khas,seperti batuk berdarah,meriang dsb,yg saya rasakan sebelumnya hanya batuk berdahak terus menerus,terkadang sesak,dada suka sakit tp badan fit,tapi saya tetap mengikuti saran dokter dan Setelah 2 bln pengobatan alhamdulillah ada perkembangan yg lebih baik dari sebelumnya,sudah tidak batuk lagi dan di test rontgen kembali dan hasilnya alhamdulillah sudah lebih baik dari sebelumnya menurut dokter,dan dosis saya dikurangi untuk bulan selanjutnya sampai sekarang ,saat ini pengobatan sudah di bulan ke 5 tetapi sudah 1 minggu ini saya merasakan berbeda dengan hari2 biasanya,lendir di tenggorokan lebih banyak dari hari2 biasanya (sebelumnya memang masih terus mengeluarkan dahak),,di pangkal hidung terasa mampet seperti flu,terkadang dada sebelah kiri sakit,dan terkadang batuk.yang saya mau tanyakan
1. Meskipun pengobatan sudah dibulan ke 5 tetapi dahak atau lendir masih ada apakah hal wajar dok???
3. Dengan kondisi terakhir yg sedang saya rasakan apakah hal yg wajar juga dok,mungkin karna cuaca,atau dr faktor makanan??
2. Apakah Ada kemungkinan saya gagal dalam pengobatan karena tiba2 saya merasa. Dahak lebih banyak dari biasanya,pangkal hidung terasa mampet,terkadang batuk ??
4.saya harus bagaimana dok??saya takut sekali

Ahmad Subagyo mengatakan...

Terima kasih atas kunjungannya
1. Seorang yang sedang dalam pengobatan TB tetap ada risiko sakit oleh penyebab lain (non TB). Pada kasus anda ada masalah lain di luar paru, kemungkinan THT. Kemungkinan perlu ditambah obat lain untuk mengatasinya.
2. kelihatannya pengobatan TB anda tidak gagal, hanya ada penyakit baru (tentunya perlu tambahan obat baru)
3. bisa saja
4.konsultasi ke dokter, bila perlu dokter spesialis THT

HilmaAwalina mengatakan...

Siang dok, saya mau tanyakan. Pada Juni lalu saya melakukan MCU dg Hasil Thorax PA (CR): sinus lancip, diafragma baik. Jantung dgn bentuk dan besar dalam batas normal. Mediastinum tidak melebar. Tampak fibro infiltrat di paru kanan atas. Kesan: TB paru lama aspek aktif (lab?). Kemudian untuk meyakinkan hasilnya lagi saya dianjurkan untuk melakukan rontgent foto top lordotik seminggu kemudian. Hasilnya Thorax PA sama, Top Lordotik: tampak infiltrat pada aspex kanan. Kesan: TB dextra aktif. kenapa pada hasil yg dicantumkan terdapat tanda tanya dalam kurung? apakah dokter yg menyimpulkan hasil tsb juga masih meragukan? kemudian saya dianjurkan melakukan pengobatan dn pemeriksaan lbh lanjut. Saya memilih pemeriksaan di puskesmas. Saya menjelaskan memang 13 tahun lalu saya menjalani pengobatan flek paru selama 9 bulan dan telah dinyatakan sembuh.Lalu, dokter di puskesmas mengatakan dikhawatirkan ini hanya bekas luka, dan menyarankan saya harus melakukan pemeriksaan dahak. tetapi, kesulitannya saya tidak sedang batuk, dan kalau saya sdng muncul batuk pun lebih sering batuk kering, jarang sekali bahkan hampir tidak pernah batuk berdahak. saya sudah diberi obat pengencer batuk dan disuruh minum minuman manis sekali dan terapi uap agar muncul dahak. tapi sampai saat ini (sebulan kemudian) belum juga batuk berdahak. lalu saya harus bagaimana dok? baru"ini saya sering merasa nyeri di dada sebelah kiri seperti ada angin, apakah itu masih ada hubungannya?

Anonim mengatakan...

Selamat malam, dok. Saya pria usia 25 tahun. Minggu lalu saya melakukan MCU. Hasil foto thorax ditulis tampak infiltrat di kedua paru terutama lapangan atas kedua paru disertai fibrosis. Tampak perselubungan laterobasal kedua hemithorax menutupi diafraghma dan kedua sinus kostoprenikus. Cor normal, mediastinum tidak melebar. Kesan: TB paru duplex dengan efusi bilateral. Artinya apa ya, dok? Selama ini saya tidak ada keluhan seperti batuk.
Terima kasih.

Klik Paru mengatakan...

Hilma Awalina:Seorang yang pernah sakit TB, setelah pengobatan 6 bulan atau lebih dan dinyatakan sembuh, ada dua kemungkinan pada gambaran foto dadanya. Pertama, foto paru normal, tanpa kelainan. Kedua, ada bercak pada paru, dan bila dilakukan foto serial (tiap 3 bulan atau tahun) ternyata gambaran kelainan tetap sama. . Pada kasus Anda, bila foto MCU tahun2 sebelumnya sama dan tidak ada keluhan respirasi, maka kecil kemungkinan Anda sakit TB. Seorang ahli radiologi kada ada keterbatasan saat membaca foto, karena hanya bisa MEMBACA foto tidak pernah (jarang) bertemu pasien atau rekam medik pasien. Jadi wajar kalau kadang kesimpulannya kurang "pasti". Bila masih ragu, silahkan segera konsultasi dengan dokter spesialis PAru.

Anonim: Gambaran foto tersebut kemungkinan besar sakit TB paru disertai komplikasi pengumpulan cairan pada rongga sekitar paru. Sebagian penyakit kalau masih awal, kadang tanpa keluhan. Segera konsultasi ke dokter, bila perlu spesialis paru, untuk segera mendapatkan penanganan.

Chandra Eddison mengatakan...

Selamat malam Dokter,saya mohon pendapat Dokter..
Januari 2015 saya terkena efusi pleura dan di lakukan wsd tepatnya tgl 14 kemudian dari hasil rontgen saya di vonis tb dan di beri terapi obat tb 4acam srandard who,sampai bulan ke 3 pleura terisi ait lagi sampai penuh lagi dan saya harus rawat inap lagi dan di masukan obat byocilin( obat kemo).
Sampai sekarang saya sudah di wsd 2x dan di pungsi 4x...dan masih di tangani rs persahabatan sudah tes jamur dan biopsi dan kultur...semua bagus dan tidak ada kelainan atau virus apapun dan tidak ada hiv
Saya ada diabetes sejak 3 tahun yang lalu..tapi sekarang selalu saya usahakan di bawah 200..dan bb saya januari 59kg sekarang 71kg..tb 171.
Kenapa efusi pleura saya tidak sembuh2 ya Dok? Dan adakah obat penyerap cairan?
Terima kasih.

Anonim mengatakan...

Siang dok saya niar 25 thn. Saya sudah melakukan tes IGRA (positif) dan CRP kuantitaif (18). Saya juga melakukan poto thorax PA dengan hasil fibrosis dan infiltrat pada paru ka/ki. Hasil ini lebih buruk dari poto thorax PA 3 bulan yang lalu. Padahal dari awal saya sudah mengkonsumsi obat yang disarankan dokter saya. Yang ingin saya tanyakan apa yang terjadi dok? Kemungkinan2 apa yang menyebabkan hasilnya memburuk?

Klik Paru mengatakan...

Chandra Eddison: Diabetes Melitus kadang memperberat penyakit lain apalagi bila kadar gula sering tidak terkontrol, hasil kerja obat menjadi tidak optimal. Nutrisi juga perlu perhatian khusus, karena kedua penyakit ini seolah2 berlawanan, DM perlu menjaga porsi makanan agar gula darah tidak naik sedangkan TB mengharuskan penderitanya "cukup" makan agar obat bekerja dengan baik. Kolaborasi yang baik antara ahli paru dan ahli DM sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Salah satu konsep (dari banyak konsep) adalah mengusahakan porsi makan yang cukup agar obat TB bekerja optimal, kenaikan gula darah yang terjadi diturunkan dengan insulin.

Niar: respons pengobatan TB bisa dilihat dari banyak aspek, seperti keluhan berkurang, berat badan meningkat, perbaikan hasil laboratorium dan perbaikan foto toraks. Bila SEMUA aspek tersebut terjadi perburukan, bisa jadi ada kesalahan yang perlu dievaluasi ulang. bisa kesalahan pada dokter, obat atau pasiennya. Namun bila hanya foto yang memburuk sedang aspek lainnya perbaikan, kemungkinan besar memang TB. Ini hanya praduga saya saja, karena data yang anda sampaikan sangat minimal. Karena dokter yang merawat anda punya data yang lebih banyak, tentunya punya kesimpulan yang lebih akurat.

Ardi Yusuf mengatakan...

Assalamualaikum, sy mau tanya mbak selama ini saya tidak pernah batuk parah sampe murah darah, cuma sy lagi sakit di bagian punggung ada fraktur dan spondilitys, dan sudah di suruh cek darah memang led sy tinggi mencapai 48, yg saya tanyakan apakah sy terkena tbc tulang ?

Ardi Yusuf mengatakan...

Assalamualaikum, sy mau tanya mbak selama ini saya tidak pernah batuk parah sampe murah darah, cuma sy lagi sakit di bagian punggung ada fraktur dan spondilitys, dan sudah di suruh cek darah memang led sy tinggi mencapai 48, yg saya tanyakan apakah sy terkena tbc tulang ?

Ardi Yusuf mengatakan...

Assalamualaikum, sy mau tanya mbak selama ini saya tidak pernah batuk parah sampe murah darah, cuma sy lagi sakit di bagian punggung ada fraktur dan spondilitys, dan sudah di suruh cek darah memang led sy tinggi mencapai 48, yg saya tanyakan apakah sy terkena tbc tulang ?

sevto.saputra mengatakan...

assalamualaikum,sy mau nanya dari hasil rontgen positif suspek bronchopneumoni duplex tapi dalam masa pemeriksaan TBA yang ketiga belum keluar...adakah penanganan pertama atau obat untuk penyembuhanya..terima kasih mohon bantuanya rekan-rekan dokter

Adimas A. mengatakan...

Met sore dok.. ayah sya didiagnosa tb dah sdh sembuh pda thn 2000. Lalu di thn 2012 beliau batuk" dan lalui MCU.. didiagnosa ada cairan di paru kanan.. ath cairan dikeluarkan dan mnjalani pengobtan rutin.. beliai kmbali sehat.. ttpi pda awal 2015 beliau didiagnosa oleh dokyer bhwa paru" kanan tlh menebal dan trdpt cairan kmbali. Stlh dokter mncoba mngambil cairannya. Info dri dokter bahwa paru" kanan sdh mngeras dan cairan sulit keluar.. dan keluhan beliau skrng jikabernafas paru kanan trasa kencang skali dan gampang lelah.. saat ini msh dlm pngobatan. Mohon info solusi trbaik.. apakah paru kanan yg mngeras itu dpt diobati dan kembali normal??

Klik Paru mengatakan...

Ardi Yusuf: Wa alaikum salam Wr Wb mas Ardi: Kelainan spondilitis di Indosesia kebanyakan memang disebabkan oleh TB (karena Indonesia adalah negara endemis TB). Idealnya memang diambil sampel pada tulang tersebut dan dilakukan pemeriksaan histopatologi. Namun bila tidak (mungkin) dilakukan operasi, maka perlu segera dilakukan upaya lain untuk memastikan penyebab spondilitis tersebut, karena LED anda cukup tinggi. Saran: segera konsultasi ke dokter spesialis Paru untuk dilakukan pemeriksaan penunjang lain untuk memastikan penyebab spondilitis.

Sevto Saputra: Wa alaikum salam Wr wb. Gambaran foto rontgent TB kadang mirip dengan penyakit paru lain (salah satunya bronkopneumonia). pemeriksaan penunjang lain perlu dilakukan untuk membedakan keduanya (salah satunya sputum BTA). Pada kasus Anda, bila hasil BTA sputum negatif maka biasanya diberikan pengobatan antibiotik selama periode tertentu (tergantung beratnya kelainan dan macam antibiotik), selanjutnya di foto rontgent ulang. Bila perbaikan foto SEMPURNA maka kemungkinan TB sangat kecil. Bila tidak ada (sedikit) perbaikan, maka kedua kemungkinan tsb masih bisa terjadi. Dokter yang menangani Anda (karena mempunyai informasi yang lebih banyak) bisa saja berbeda dengan saya.

Adimas: kemungkinan pleura (selaput tipis yang menyelubungi paru) kanan ayah Anda mengalami penebalan, bisa disebabkan oleh TB atau lainnya. Bila penebalan selaput tersebut cukup tebal sehingga menyebabkan gangguan fungsi paru atau muncul komplikasi, dan bila dengan obat-obatan kecil kemungkinan atau tidak mungkin menghilangkan penebalan tersebut, maka pilihannya adalah operasi dekortikasi (pengambilan lapisan tebal yang mengganggu gerakan & pengembangan paru)

sevto.saputra mengatakan...

Assalamualiakum
hasil sputum BTA alhamdulilah hasilya Negative tetapi badan terasa lemas ,muntah muntah dok makanan tidak masuk,dan berat badan saya menurun,untuk LED 45 mohon penjelasanya dok?

nenden mengatakan...

Selamat pagi..
Saya menderita tb paru sejak juni 2014..sudah menjalani pengobatan kurang lebih 14 bulan karena saya mengalami alergi 3 kandungan zat dalam obat tb paru yang biasa digunakan.. Sehingga dokter memberikan saya obat dengan dosis rendah dengan waktu pengobatan yang lebih panjang..
Minggu depan saya akan mengikuti diklatpim yang tentunya berisi latihan fisik meskipun kadarnya sedikit..
Menurut jadwal, akan ada outbond, senam pagi dan latihan baris berbaris..
Kira-kira, latihan fisik apa yang harus saya hindari??
Terima kasih atas jawabannya..

Michael Adolf Ngui mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Klik Paru mengatakan...

Sevto Saputra: Hasil LED yang meningkat sampai 45 artinya ada gangguan dalam tubuh yang sudah berlangsung lama, bisa proses dalam paru (TB atau non TB) bisa juga proses di luar paru. Hasil sputum BTA positif "pasti" TB, sedang hasil negatif bisa juga sakit TB bila keluhan dan pemeriksaan penunjang lain mendukung ke TB.
Membaca keluhan yang anda sampaikan, bisa jadi ada masalah di saluran pencernaan Anda.

Nenden: Mungkin jawaban saya kurang tepat karena sedikit info yang saya dapat. Bila kelainan paru Anda tidak luas, atau pada foto dada serial memperlihatkan perbaikan yang nyata, dan Anda mampu melakukan aktifitas fisik (misalnya naik ke lantai 3) tanpa sesak, rasanya aman-aman saja anda ikut Diklatpim. Saya sarankan Anda konsultasi ke dokter spesialis paru, untuk menilai kebugaran paru anda dalam menghadapi "stress" fisik. Sehingga bisa ditentukan aktifitas fisik seberat apa yang bisa Anda jalani.

Anonim mengatakan...

Saya mau tanya dok, untuk bb 55kg, berapa dosis oat yg dianjurkan untuk tahap lanjutan kategori 2? Selama dlm masa pengobatan kategori pertama, bta negatif 1bulan sebelum akhir pengobatan, bila terkena pilek batuk, daya tahan tubuh jadi menurun, apakah bisa bta menjadi positif lagi? Makasih sebelumnya..

Anonim mengatakan...

Saya baca di internet kl untuk bb 55kg, dosisnya adalah 4 tablet 2HR & 4 tablet etambutol, tapi suster puskesmas bilang tunggu udh 56kg, baru dosisnya adalah 4 tablet 2HR & 4 tablet etambutol, apakah tidak apa2 kl bb 55kg, dosisnya adalah masih 3 tablet 2HR & 3 tablet etambutol?

Unknown mengatakan...

Slmat malam dok.. saya baru saja mengikuti MCU.. hasil rontgen thorax nya: TB aktif. Saran dr prodia: konsultasi ke dokter paru. Maksud dr TB aktif apa ya dok? Sya belum mengerti... apakah itu berbHaya dok?

Ira mengatakan...

Slmat malam dok.. saya baru saja mengikuti MCU.. hasil rontgen thorax nya: TB aktif. Saran dr prodia: konsultasi ke dokter paru. Maksud dr TB aktif apa ya dok? Sya belum mengerti... apakah itu berbHaya dok?

Klik Paru mengatakan...

Anonim 1 & 2: Regimen (kombinasi obat) dan dosis obat anti TB yang diminum pasien dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya luasnya kelainan paru atau beratnya kelainan TB ekstra paru, usia (anak atau dewasa), penyakit lain yang menyertai, obat-obat lain yang juga harus diminum bersama obat anti TB dan lain-lain. Karena itu sulit bagi saya untuk menentukan jenis dan dosis obat yang tepat bagi Anda, dokter Anda lebih tahu karena mempunyai data yang lebih lengkap.
Selama pengobatan TB bisa saja terserang penyakit lainnya, apabila berat dan berlangsung lama bisa menurunkan kualitas pengobatan TB. maka bila ada penyakit lain sebaiknya segera disembuhkan.

Ira: TB aktif artrinyaseorang terinfeksi kuman TB dan sistem pertahanan tubuh ternyata kalah dalam melawan agrasi kuman. Bila tidak dibantu obat, bisa terjadi kerusakan paru dan di luar paru, bahkan bisa membahayakan kehidupan. Gambaran foto toraks TB aktif sebaiknya didukung oleh pemeriksaan lain untuk mendukung diagnosis. Dokter spesialis paru nanti akan menentukan pemeriksaan penunjang apa yang paling tepat untuk Anda.

Anonim mengatakan...

Sesama penderita tb, yukk join grup bbm khusus penderita tb atau mantan penderita tb, kita bisa saling share dan sebagainya. Invite pin bbm ini ya 7E8DE9B6

Anonim mengatakan...

Dear Klikparu, saya adalah penderita TB paru dengan BTA negatif. Apakah ada kemungkinan untuk penderita TB paru seperti saya dengan BTA negatif untuk bekerja? Karena saat ini, saya sedang menunggu hasil keputusan perusahaan baru saya untuk bisa bekerja atau tidak.

Saya sudah konsultasi dengan dokter spesialis paru dan dokter spesialis penyakit dalam, kedua-duanya saya temui secara terpisah dan serempak bilang bahwa saya diperbolehkan bekerja dengan pertimbangan penyakit saya tidak berpotensi menularkan kepada orang lain (karena BTA Negatif) dan asalkan saya minum secara rutin obat OAT-nya. Mohon sarannya juga dari, Klikparu. :)

Terima kasih.

Anonim mengatakan...

Mengapa hampir semua pembukaan penjelasan terkait dengan TB Paru selalu dideskripsikan bahwa TB Paru adalah penyakit infeksi pembunuh nomor 1/2/3 (beda sumber, bisa jadi beda nomor). Hal ini bertolak belakang dengan penjelasan bahwa beberapa artikel yang mengatakan bahwa 90-99% TB Paru bisa disembuhkan asal berobat dengan teratur dan rutin. Mohon tanggapannya yah, Klikparu. Walaupun saya mempercayai ke-dua kalimat tersebut benar adanya.

Anonim mengatakan...

Blognya sepertinya tidak se-aktif dulu, belum ada tanggapan sama sekali dari pengurusnya untuk pertanyaanku. Ditunggu yah, Mas Dokter.

Klik Paru mengatakan...

Anonim 1: silahkan bergabung dalam grup BBM, bila ada hal yang meragukan bisa ditanyakan ke kami.

Anonim 2: Semua pasien TB paru (BTA positif atau negatif) ada risiko menulari lingkungannya selama minimal 2 minggu sejak minum obat anti TB (bila kelainan foto parunya minimal), atau sampai pemeriksaan BTA menjadi negatif. Karena itu seharusnya penderita TB tidak bekerja selama periode waktu tersebut.

Anonim 3: Kedua pernyataan tersebut benar. Kalau diobati dengan benar dan tidak terlambat awal pengobatannya, TB paru harusnya sembuh. namun sayangnya masih banyak saudara kita di Indonesia yang belum tahu, sehingga menganggap batuk biasa dan berobat setelah kondisinya parah. Angka kematian TB memang sedikit dibanding jumlah penderitanya, namun karena penderita TB di Indonesia sangat banyak (urutan ke 5 se dunia) maka jumlah kematiannya menjadi tiga besar dibanding penyakit lainnya.

All: mohon maaf terlambat merespons, lagi ada KLB (kesibukan luar biasa) urusan lain.

Airan Mustofa mengatakan...

Halo, Dok. Ini saya anonim 2 di atas, sebelumnya, saya sedang menunggu keputusan dari perusahaan baru saya terkait hasil MCU dan akhirnya, mereka memutuskan untuk tidak menerima saya si penderita TB.

Profil saya adalah penderita dengan BTA (-) kasus baru dan baru menjalani 2 bulan pengobatan.

Dok, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan ke dokter, antara lain:

1. Dok, saya sempat scroll ke atas (saya tidak tahu pengurus blog ini satu atau lebih orang dan bagaimana latar belakangnya), tapi ada kalimat yang menyatakan bahwa:

"TB adalah penyakit yang bisa disembuhkan, jadi tidak ada alasan untuk menolak calon karyawan yang sakit TB" - 23 Mei 2015 21.49

Apakah ini berlaku secara general untuk semua penderita TB atau hanya untuk si penanya pertanyaan saja yah?

2. Jadi, setelah 2 minggu kita meminum obat OAT, penderita TB paru tidak akan memiliki risiko menulari lingkungan, jika saya konklusikan dari pernyataan dokter di atas. Mohon penjelasan yang lebih mendetil, Dok.

3. Apakah benar penderita BTA (-) masih memiliki risiko menularkan kepada orang lain? padahal dijelaskan dalam hampir semua artikel bahwa sumber penularan hanyalah penderita BTA (+). Saya bertanya seperti ini karena perusahaan baru saya menolak saya karena saya (si TB BTA (-)) masih tetap beresiko menularkan TB kepada karyawan lain. Saya sudah jelaskan bahwa pernyataan "sumber penularan penyakit TB adalah penderita TB (+)" karena saya membaca dari literatur Kemenkes. Bahkan, dalam buku saku kader TB dalam salah satu tips-nya menyarankan penderita TB untuk bekerja. Mohon tanggapannya, Dok.

4. Bagaimana cara efektif menghilangkan bekas TB paru? dan apakah ada efeknya jika bekas (scar) itu masih ada di jaringan parut kita?

Terima kasih atas perhatian.
Ditunggu jawabannya.

Mudah-mudahan KLB bisa teratasi dengan lancar dan bisa menjawab pertanyaan ini. :)

Klik Paru mengatakan...

Bp. Airan Mustofa:
1. Dari tinjauan medis memang demikian, namun tinjauan perusahaan bisa sama bisa berbeda, tergantung banyak faktor (misalnya: pengetahuan HRD atau pemilik perusahaan tentang penyakit TB). Karena mereka yang punya perusahaan, ya tergantung mereka disain penerimaan pegawai baru. Biasanya makin besar perusahaan makin sesuai dengan medis.
2. Penderita TB paru dengan hasil BTA 3x negatif dan kelainan paru minimal, biasanya setelah minum obat 2 minggu sudah tidak menulari lingkungannya, namun tetap harus minum obat sampai minimal 6 bulan agar sembuh.
3. BTA negatif biasanya tidak ada kuman dalam sputumnya, namun tidak menjamin demikian. Bisa jadi saat diperiksa tak ketemu kuman, padahal dahak sebelum/setelah pemeriksaan ada kumannya. Banyak faktor BTA yang seharusnya positif ternyata hasinya negatif. Karena itu muncul jawaban saya no 2 di atas.
4. Bekas TB bila kecil dan tidak mengganggu, dipantau secara periodik.

Mohon maaf, jawaban di atas adalah jawaban umum (karena informasi yang saya dapat terbatas dan saya tidak periksa langsung), kadang tidak berlaku pada pasien tertentu.

Anonim mengatakan...

Dok 2 mggu lalu saya didiagnosa infeksi tb paru, tp knp smpai hr ini klo mlm mau jam 11 mlm, ada perasaan capek, ngos2an, mual, muntah, apa itu pengaruh obat tb yg dikasih dokter atau virusnya lg ganas2nya jam segitu dok? Trims

KIikparu mengatakan...

Bila keluhan tersebut Anda rasakan sejak minum obat anti TB (OAT) dan makin hari makin berat, sebaiknya segera konsultasi dokter untuk memastikan keluhan tersebut disebabkan penyakit atau efek samping obat. Bila sudah jelas penyebabnya, pengobatan jadi lebih tepat.

Anonim mengatakan...

Selamat sore dokter. Saya perempuan 30 tahun. Keluhan batuk berdahak selama setahun. Kemudian cek bta hasil +++ dan ro paru ada caverne. Sejak 31 desember 2014 minum obat rimstar 3 tablet per hari selama 2,5 bulan. Kemudian cek bta hasil + 1. Melanjutkan pengobatan rimstar selama satu bulan. Cek lagi di prodia selalu dikatakan kurang bahan. Memang dahak yang dihasilkan sudah sangat sedikit. Setelah itu disarankan minum rimactacid 1 x sehari dengan ethambutol selama satu bulan. Dilanjutkan dengan rimactacid 1 x sehari sampai saat ini (total pengobatan sudah lebih dari 9 bulan). Kemudian beberapa hari lalu cek IGRA hasil positif dan rontgen masih ada caverne. Apa saya termasuk MDR TB dok?

Ahmad Subagyo mengatakan...

IGRA adalah pemeriksaan untuk menilai respons tubuh terhadap infeksi TB, bukan menilai apakah masih ada kuman atau tidak dalam darah. Seorang yang sakit TB, hasil pemeriksaan IGRA biasanya akan tetap positif selama beberapa tahun (meskipun sudah sembuh atau selesai minum obat). Bila hasil pemeriksaan IGRA kualitatif (positif atau negatif) maka hanya digunakan untuk mendukung diagnosis. Bila hasilnya kuantitatif (angka) atau semikuantitatif (+1, +2 dst) mungkin bisa juga untuk menilai respons pengobatan. Untuk memastikan MDR TB dengan cara pemeriksaan kultur/biakan dahak.

Dian Mayasari mengatakan...

Akhir bulan Juni lalu, hasil CXR saya: infiltrate is seen on the upper lobe of the left lung -> suspicious for active lung tuberculosis. Saya tidak memiliki gejala khas tb apapun dan saya bukan perokok. Hasil tes sputum saya (baik BTA dan kultur) adalah negatif.
Saya lalu diberi resep obat RIMSTAR 4 FDC selama 2 bulan. Kemudian setelah 2 bulan tsb saya ronsen ulang dan hasilnya mengatakan bahwa infiltrate telah berkurang. Dan saya harus melanjutkan pengobatan selama 4 bulan selanjutnya (hanya INH dan rifampicin). Sekarang saya sudah memasuki bulan ke 3 pengobatan.
Pertanyaan saya, jika saya menyelesaikan 6 bulan total pengobatan tb tetapi hasil CRX ulang saya ternyata masih ada "cacat"nya, bisakah saya mendapat pernyataan bahwa saya sembuh tb ? Mengingat bahwa hasil sputum saya negatif dan saya tidak memiliki gejala apapun. Bagaimana sebenarnya pertimbangan dokter untuk menyimpulkan bahwa pasien telah sembuh dari tb?
Terima kasih.

Klik Paru mengatakan...

Seorang dinyatakan sembuh dari TB (setelah waktu pengobatan minimal) biasanya berdasarkan hasil pemeriksaan dahak yang barubah dari BTA positif menjadi negatif. Namun pedoman ini menjadi sulit pada TB paru BTA negatif (seperti Anda) dan pada pasien setelah pengobatan tidak batuk sehingga tidak mungkin mendapatkan sampel dahak.
Bila setelah 6 bulan masih ada gambaran infiltrat dan hasil pemeriksaan lain belum normal, maka biasanya pengobatan diteruskan dan dilakukan foto dada ulang setiap 1-2 bulan, sampai "cacat" nya hilang atau menetap (tidak ada perbaikan). Yang perlu diingat, ini adalah pedoman umum yang kadang tidak berlaku pada beberapa pasien unik. Dokter yang merawat Anda lah yang bisa memutuskan paling tepat, karena punya informasi yang lebih banyak

Vidi Karel mengatakan...

Selamat malam Dok, sy mau tanya : 1. Tahun kemarin sy menderita TB, trus di kasi obat program yg warna merah & obat warna kuning..februari 2015 sy sdh selesai minum smua obatx tp sampai skarang blum tes apa masih ada sisa flek or tidak...karna profesi sebagai pelaut..setelah minum smua obat sy tidak lagi batuk.
2. Setelah sy minum obat program, di dada sy sering terasa seperti dipegang erat sampai skarang tetapi tidak ada rasa sakit
3. Januari 2016 nanti sy harus kembali kerja di kapal n sy harus MCU untuk kerja pd januari 2016, yg mau sy tanya apakah aman kl sy bulan november ini trus januari 2016 MCU(rontgen).terimakasih

Sugeng Wahyudi mengatakan...

Selamat malam dok,
ibu saya menderita batuk, sesak sudah sebulan ini, lalu diperiksakan dan hasil rontgen,
Cor : normal,
Pulmo : Fibroinfiltratif kedia suprahiler kedau prahiler
Fibrotik paracardial sinistra
Kesimpulan: KP lama saat ini masih tampak proses aktif dengan pleural effusion sinistra

Dari hasil ini apakah ibu saya terkena TB, seberapa parah penyakitnya bila melihat hasil rontgen tersebut?
terima kasih

Klik Paru mengatakan...

Vidi Karel: Setelah pengobatan TB diselesaikan (sesuai waktu yang telah ditentukan) dan tidak ada keluhan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan penunjang (dahak, foto dada, darah, dll) untuk memastikan apakah pengobatan sudah tuntas atau masih perlu diteruskan. Apalagi masih ada keluhan setelah masa pengobatan selesai. Dengan teknologi yang semakin baik, saat ini foto rontgen beberapa kali setahun tidak ada masalah.

Sugeng Wahyudi: Apabila Ibunda dulu pernah menderita TB paru, maka perbandingan foto saat dinyatakan sembuh dulu dengan foto sekarang sangat banyak artinya untuk menentukan diagnosis. Perlu pemeriksaan penunjang lain untuk mendukung diagnosis apakah ini bekas TB, atau TB aktif. Bila efusi pleura memungkinkan untuk diambil cairan, akan sangat membantu.

edwardsimatupang mengatakan...

Ayah saya sedang menjalani perawatan di rumh sakit karena batuk2. Setelah menjalani tes rontgen mempunyai hasil dengan kesan " Pneumonia basal paru dextra". Ayah saya harus menjalani pengobatan TBC selama 6 bulan. HAsil tes dahak selama 3 x dengan hasil 2 negatif dan 1 belum ada hasil. Pertanyaan saya apakah ayah saya bisa diindikasikan mengidap TBC dan harus menjalani pengobatan 6 bulan. Terima kasih.

Damianus Febri mengatakan...

Boleh ikutan tanya dok?
3 tahun yg lalu saya positif tb paru,sudah menjalani pengobatan selama 6 bulan dan sdh dinyatakan sembuh,tp beberapa hari ini saya sesak safas saat pertengahan tidur menggunakan AC ataupun saat bekerja terlalu berat tapi tidak disertai batuk.yang ingin saya tanyakan..apa sesak nafas ini masih ada hubungannya dengan tb paru yg dulu saya derita?
Dan apa nama penyakit saya ini

Damianus Febri mengatakan...

Boleh ikutan tanya dok?
3 tahun yg lalu saya positif tb paru,sudah menjalani pengobatan selama 6 bulan dan sdh dinyatakan sembuh,tp beberapa hari ini saya sesak safas saat pertengahan tidur menggunakan AC ataupun saat bekerja terlalu berat tapi tidak disertai batuk.yang ingin saya tanyakan..apa sesak nafas ini masih ada hubungannya dengan tb paru yg dulu saya derita?
Dan apa nama penyakit saya ini

Klik Paru mengatakan...

Pak Febri: bisa berhubungan, bisa juga tidak. Kalau berhubungan,namanya SOPT (sindrom obstruksi pasca TB). Sebaiknya segera konsultasi ke spesialis paru untuk memastikan masalahnya, Kemungkinan akan dilakukan foto rontgen ulang, pemeriksaan spirometri dan pemeriksaan penunjang lain.

Klik Paru mengatakan...

Pak Edward: gambaran TB pada foto dada biasanya kelainan di puncak paru, namun pada beberapa keadaan (misalnya DM, HIV, dll) kelainan bisa bergeser ke paru bagian tengan atau bawah. Jadi bula kelainan foto ada di bawah (basal) dan ada keluhan atau pemeriksan lain yang mendukung ke arah TB, maka diagnosis TB bisa saja ditegakkan.
Hasil tes dahak positif "pasti" TB, namun hasil negatif tidak selalu bukan TB, seperti telah saya uraikan pada penenya sebelumnya di atas.

Unknown mengatakan...

slmt siang dok...sya mau brtnya..sya di fonis kena TB KP awal katanya.tp sya jarang batuk..dan pernh sktr 4 bulan yg lalu batuk berdarah dan ke apotik berobat.dan sembuh dari batuk berdarah..namun stlh 5 bulan sya kembali batuk berdrh..dan sya rontgen katanya KP..dan di beri srankan untk berobat 6 bulan...apa sya bsa sembh dok..

Klik Paru mengatakan...

Bila dokter menyatakan Anda menderita TB paru, sebagknya segera minum obat. TB paru bila dosisnya tepat dan minum sampai minimal 6 bulan, biasanya sembuh.

Anonim mengatakan...

Kalau ada benjolan di paru2 penyakit apakah itu, apakah itu cancer atau bukan dan bgmana memastikannya serta pengobatannya, terimakasih dokter

Ps. Putri mengatakan...

Selamat sore, saya mau tanya, sekitar 2 minggu lalu suami saya tiba2 batuk darah, saya bawa ke ugd dan disuruh mondok, ditangani oleh dokter paru, hasil rontgen dikatakan suspect tb aktif, lesi sinistra minimal, tp tdk disuruh cek dahak, dirumah sakit 5 hari ketika akan pulang tiba2 batuk darah lagi, dan akhirnya nambah mondok 4 hari, di rumah sakit 9 hari kemudian diijinkan pulang, kata dokter rs umum ini dikata suami saya terkena tbc diberi obat rimpaficin, sanitibi, baquinor, dan codein. di rumah 5 hari kok masi batuk darah lagi saya bawa ke rs paru, di rs paru dilakukan tes dahak, 3x dan semuanya negatif, yang mau saya tanyakan sesungguhnya suami saya sakit apa?karna dr penjelasan dokter di rs paru harus menunggu 2 bulan untuk mengetahui hasil biakan dahak, dan obat yang diberi hanya codein dan pereda pendarahan, pdhl yg saya tau jika tbc pengobatan harus 6 bulan tanpa henti, lha ini kan bearti berhenti 2 bulan jika seblmnya sdh mengkonsumsi rimpaficin dan sanitibi krg lbh 2 mingguan...bagaimana jika kasusnya spt suami saya ini dok?terimakasih

Laila Nutritionis 09 mengatakan...

Mama saya baru didiagnosis tb +++ dg DM tipe 2 dan hipertensi. Tolong berikan saya penjelasan detail ttg ini semua karan membuat saya sangat khawatir dg kondisi mama saya yg semakin terlihat lemah.
Terima kasih

Klik Paru mengatakan...

Anonim: benjolan di paru (dari foto rontgen?) bisa banyak kemungkinan. Untuk memastikannya konsutasi ke dokter spesialis paru. Biasanya akan dilakukan CT scan toraks, Bila diperlukan akan diteruskan biopsi melalui dinding dada atau bronkoskopi. Sampel biopsi akan diperiksa laborartorium untuk memastikan penyebabnya. Pengobatan tentunya sesuai dengan diagnosisnya.

Ps Putri: semua penyakit paru (termasuk TB) bisa menyebabkan batuk darah. Dokter di RS Paru tampaknya berkesimpulan batuk darah suami Anda tidak disebabkan oleh TB, karena itu obat anti TB ditunda/stop. Pemeriksaan biakan kuman TB hasilnya lebih akurat, namun perlu waktu lebih lama (6-8 minggu).

Laila N: kelihatannya mama Anda menderita TB paru BTA (+) ditambah DM dan hipertensi. Pengobatan yang optimal perlu kerjasama antara dokter paru dengan dokter penyakit dalam dan dokter jantung. Karena ada DM, maka pengobatan TB elama minimal 9 bulan. Selama pengobatan TB, kadar gula darah dan tekanan darah diusahakan terkontrol

Unknown mengatakan...

Dok kenapa pemeriksaan BTA bisa negatif tetapi gejala dan foto rontgen dada menunjukkan khas tb?

Unknown mengatakan...

Saya ingin brtanya.. Saudara saya gejala dan rontgen tb paru aktif tapi pemeriksaan dahak negatif.. Sudah menjalani pengobatan selama 4 bln tetapi foto rontgen masih sama, itu bagaimana ya dok..? Trimakasih

Silvia diah kartika ayu mengatakan...

Maaf dok mau tanya, apakah TB paru itu penyakit menular?
Kalo menular apa penyegahnya agar tidak menular ?
Dan TB paru menularnya dari mana?

Klik Paru mengatakan...

Anonim 1: hasil pemeriksaan BTA dalam sputum bisa negatif pada pasien TB paru, penyebabnya banyak, dintaranya:
1. pasiennya tidak batuk atau batuk tapi tidak ada dahak, kalau dipaksa untuk periksa dahak biasanya yang diperiksa air liur dari mulut.
2. ada kuman TB dalam paru tapi belum sampai ke saluran napas, jadi dahaknya tidak mengandung kuman
3. Dakah yang dikeluarkan pasien TB tidak selalu berasal dari bagian paru yang ada kumannya, karena itu sebaiknya pemeriksan dahak dilakukan sebanyak 3 kali
4. dan lain-lain

Anonim 2: Apabila dosis obat tepat dan diminum dengan teratur, setelah pengobatan TB paru 4 bulan biasanya ada perbaikan pada gambaran foto rontgent. Bila foto tetap, dievaluasi apakah laboratorium atau keluhan ada perbaikan. Bila semuanya tidak ada perbaikan, mungkin perlu dievaluasi ulang apakah bukan TB, TB MDR atau ada penyakit paru lain yang menyertai TB, dll. Pada sebagian kecil pasien pada foto rontgen masih ada kelainan saat dinyatakan sembuh, disebut sebagai bekas TB.

TB paru adalah penyakit menular dengan media penularan udara. Penderita TB paru dan laring bisa menulari orang lain saat batuk dan bersin. Kuman yang tersebar di udara apabila terhirup orang lain bisa menulari. Cara paling efektif agar kita tidak tertular adalah membantu penderita TB agar segera berobat sampai sembuh.

Nyai Badriyah mengatakan...

selamat siang dok?
saya nyai Badriyah, begini dok saya mau bertanya beberapa hari yang lalu saya di rontgen dan hasilnya sebagai berikut:
1. jantung ukuran tak membesar
2. pulmo
3. patchi infiltrat dipara hiler paracardial kanan kiri sinus phrenicocostalis
4. kanan kiri tajam
5. bronchopnemonia
6. dd tb paru

bolehlah minta dijelasin maksud tulisan di atas itu apa ya?
terima kasih banyak, mohon maaf sebelumnya :)

Klik Paru mengatakan...

Badriah: Dari gambaran foto tampaknya mengarah ke infeksi paru yang disebabkan oleh kuman nonTB dan masih mungkin oleh kuman TB. Tentunya hasil foto tersebut dikombinasi dengan hasil pemeriksaan pasien dan hasil pemeriksaan penunjang lainnya.

Anonim mengatakan...

Apakah pemeriksaan akan adanya CA pada benjolan paru-paru sudah optimal dengan Bronkoskopi dan TBLB atau masih ada tindakan lain ?

Silvia diah kartika ayu mengatakan...

Dok mau tanya kalo ini apa yah maksud hasilnya , TBnya ada ? Akut apa baru gejala?

I TBpa BTA (-) kat I
II meningo encepkalim TB
III immuncompromised -> B2O

Anonim mengatakan...

Saya diberi obat TB oleh dktr Paru, namun pemeriksaan Mikrobiologi Sputum BTA 3 x hasilnya negatip, pemeriksaan sputum Kultur BTA negatip. Apakah sudah pasti saya mengidap TBC ? dan apaha dengan data ini penyakit tersebut menular ?
Pada pemeriksaan mikrobiologi / PRC Mycobaterium TB, hasil nya tidak ditemukan BNA M Tuberculosis, apa maksdunya dokter ?
Klu tuberkuloma itu apa Dokter ? terimakasih penjelasanya

Anonim mengatakan...

Dok ..ibu mertua saya baru di diagnosa tb paru aktif 4 hari lalu. batuk sdh 2 bln bb turun 7kg. Yang saya mau tanyakan selama belum terdeteksi os menjaga anak saya yg msh batita (tanpa masker). Apa yg hrs saya perlu lakukan terhadap anak saya?. terimakasih.

Klik Paru mengatakan...

Anonim 1: Gambaran massa paru pada pemeriksaan radiologi, perlu diteruskan dengan pengambilan sampel untuk memastikan massa tersebut karena keganasan (CA) atau penyebab lainnya. Selain bronkoskopi dan TBLB, masih banyak pemeriksaan lain, misalnya pemeriksaan PET CT scan dan biopsi terbuka.

Silvia: ya, ada TB di paru dan otak, sebaiknya segera minum OAT sampai tuntas.

Anonim 2: Secara umum TB paru ditegakkan bila ada kuman BTA dalam dahak, namun pada sebagian kecil pasien, TB paru tetap tegak meskipun hasil pemeriksaan dahak negatif, namun pemeriksaan lainnya mendukung TB.

Anonim 3: Karena kuman TB menular melalui udara, maka setiap ada penderita TB baru, segera diperiksa orang2 yang ada di sekitarnya untuk memastikan ikut sakit atau tidak. Sebaiknya anaknya diperiksa oleh dokter spesialis anak.

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum dokter
Bbrapa waktu lalu saya tontgen hasil nya adalah
Cor : normal
Aorta normal, trakhea di tengah
Pulmo : hill normal
Tidak tampak infiltrat pada kedua paru
Sinus costofrenicus dan diafragma baik.
Jaringan lunak dan tulang2 dinding baik.
Kesan : gambaran bronkhitis

Sblmnya 3 mnggu lalu saya meriang/demam, kemudian d sertai batuk berdahak.. Namun sampai saat ini saya masih batuk., batuk klw lagi beraktivitas (kerja) namun jika istrahat kerja ataw tidur mlm g batuk... Batuk berdahak... Saat ini saya blom cek dahak rencana besok baru tes dahak.,
Dri hasil rontgen d atas apakah saya emank bronkhotis apa TB paru dok.????

kang dany mengatakan...

Assalamualaikum dokter
Bbrapa waktu lalu saya tontgen hasil nya adalah
Cor : normal
Aorta normal, trakhea di tengah
Pulmo : hill normal
Corakan bronkhovascular ramai dan menebal.
Tidak tampak infiltrat pada kedua paru.
Sinus costofrenicus dan tulang diafragma baik.
Jaringan lunak dan tulang2 dinding dada baik.
Kesan : gambaran bronkhitis.

Sblmnya 3 mnggu lalu saya meriang/demam, kemudian d sertai batuk berdahak.. Namun sampai saat ini saya masih batuk., batuk klw lagi beraktivitas (kerja) namun jika istrahat kerja ataw tidur mlm g batuk... Batuk berdahak... Saat ini saya blom cek dahak rencana besok baru tes dahak.,
Dri hasil rontgen d atas apakah saya emank bronkhotis apa TB paru dok.????

Klik Paru mengatakan...

melihat penjelasan foto, saya setuju ke arah bronkitis. Namun bisa saja berubah menjadi TB bila hasil BTA positif

Anonim mengatakan...

kalau TB Paru Lesi luas lama aktif itu punya dampak yang besar gak buat penderitanya? seberapa parah?

terima kasih

Anonim mengatakan...

Dok mau tanya. Saya waktu itu sempat lupa minum obat. Saya biasa minum jam 6 pagi. Lalu sekitar jam 12 saya merasa lupa dan langsung minum obat. Tapi setelah saya tanya orang tua saya saya ternyata sudah minum obat di pagi hari. Jadi saya minum 2x pada hari itu. Apakah akan bermasalah? Terima kasih.

Klik Paru mengatakan...

Anonim 1: TB paru lesi luas lama aktif, artinya dari gambaran radiologi memberi kesan dulu pernah sakit TB dan belum sembuh atau sudah sembuh namun sakit lagi (TB atau infeksi nonTB). Namun bila tidak sesuai dengan keadan pasien, perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan lainnya. Radiologi adalah salah satu pemeriksaan penunjang (bukan pemeriksaan UTAMA).

Anonim 2: Biasanya tidak bermasalah, semoga tidak trerulang lagi.

Kuro mengatakan...

Dok, anak saya 3thn 9bln didiagnosa tb. Batuk 1 bulan (batuk-membaik-batuk-membaik-dst), keringat malam (sejak kecil jika tidur selalu berkerigat), berat badan sukar naik (naik turun, jika naik hanya sedikit +/- 100-200grm), tes manthoux 10mm, tes IGRA negatif, TB antigen : reaktif, monosit tinggi, LED normal. Secara hasil rekam medis, apakah anak saya tb?

Kuro mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Klik Paru mengatakan...

Meskipun penyebabnya sama (Mycobacterium tuberculosis) Tb pada anak sedikit berbeda dalam metode menegakkan diagnosis dan pengobatannya. Dari informasi yang disampaikan tampaknya memang TB, namun dokter anak lebih kompeten.

Anonim mengatakan...

Sore Dok,
Usia saya 26 th, awal tahun saya MCU untuk tes kesehatan, dan hasil Foto Ronsennya efusi pleura di paru sebelah kiri, namun saya tidak merasakan sakit ataupun batuk, demam, dll.
namun dari Hasil MCU saya disarankan untuk konsul ke dokter spesialist Paru.
dan dokter tersebut menyarankan untuk ronsen kembali namun di thorax top, dan dari hasil foto ronsennya Suspen TB,
lalu dokter memberikan saya obat TB selama 1 Bulan, untuk dapat melihat perkembangannya.
pertanyaannya adalah:
-apakah berbahaya untuk kondisi saya selama mengkonsumsi obat tersebut jika ternyata itu bukan TB? karena selama ini saya merasa sehat (FIT), saya tidak ada riwayat sakit TB
-dan apakah berpotensi untuk menular ke orang lain? karena dokter tersebut blg tidak menular. apakah ada golongannya TB menular atau tidak?

bulan depan saya konsul lagi dengan dokter spesialist Paru.

Mohon sarannya Dokter, terima kasih.

Onnie mengatakan...

Dok, mama saya pernah divonis TB paru lama 2x. Tahun 2007 dan berulang lagi pada tahun 2012. Dan keduanya dinyatakan sembuh oleh dokter yang menangani. Namun yang jadi bahan pemikiran saya, pada hasil rontgen terakhir pada tahun 2012 terdapat kesan "perbaikan". Yang saya tanyakan, apa maksudnya itu dok? Saya sudah tanyakan ke petugas kesehatan setempat, katanya yang dimaksud dengan perbaikan disitu adalah sipenderita harus mengkonsumsi makanan bergizi.
Kemudian, apabila ternyata perbaikan itu berarti mama saya belum sembuh, apakah TB paru tersebut bisa menular kepada saya dan anak2 saya? Mengingat beliau sudah tidak batuk lagi meskipun masih sering ada gumpalan ludah yang terkadang mengganggu tenggorokan dan sering merasa sesak ketika berjalan di area yang menanjak?

Klik Paru mengatakan...

Anonim: MCU adalah memeriksa "orang sehat" siapa tau ada masalah kesehatan yang masih dini. Penyakit yang masih dini biasanya belum ada keluhan dan akan tertangkap saat MCU. Tidak mengapa minum obat anti TB selama sebulan, meskipun dihentikan karena ternyata bukan TB. TB paru berpotensi menular bila yang bersangkutan batuk atau bersin. Potensi penularan akan semakin menurun selama minum obat.

Onnie: Perbaikan artinya dibanding foto sebelumnya ada kemajuan. Bisa berarti sudah sembuh, bisa juga artinya ada respons pengobatan dan obatnya diteruskan sampai sembuh. TB paru menular melalui batuk atau bersin. Pedoman: bila seorang dinyatakan sakit TB maka orang@ sekitarnya harus diperiksa untuk memastikan sehat atau tertular.

Anonim mengatakan...

Salam kenal dokter, saya irwan,
Sekitar tahun 2008 saya pernah batuk berdarah setelah di cek dahak hasilny bta ++ terus saya terapi obat selama hampir 2 tahun kemudian dokter menyatakan saya sembuh, terus tiap tahun saya rutin cek up rontgen dada dan cek sputum yang hasilnya negatif, pada tahun 2016 ini saya merasa berat badan saya ada menurun dari 56 kg menjadi 52 kg, sendi2 saya sering bunyi2 dan tulang kadang ngilu2, batuk sangat jarang, tiap hari ada buang dahak, dahakny berwarna putih, lbh sering wkt pagi, saya sudah rontgen hasilnya tidak ada apa2, sebaiknya saran dokter gimana y, chekup pa yg perlu saya lakukan, karena saya takut tbc ada kambuh, terima kasih

Marlina mengatakan...

Halo dokter, saya Marlina. Saya desember lalu dirawat di rumah sakit, keluhan saya panas seminggu dan sakit dada kiri kalau tarik napas dalam. Setelah rontgen, katanya kena infeksi paru dan ada TB, terus saya diambil cairan paru lewat punggung. Saya dikasih obat yang merah buat pengobatan selama 6 bulan. Tadinya saya bulak balik rumah sakit untuk ambil obat, tapi skrg saya pindah ke klinik dekat rumah. Nah setelah 2 bulan berobat ini, dokter di klinik bilang untuk tes dahak, padahal saya gak batuk-batuk sama sekali. Apakah memang begitu prosedurnya dok? Saya kesulitan untuk mengeluarkan dahak sudah 2 minggu ini selalu minum teh manis dan sudah diberi obat perangsang dahak juga namun dahaknya ga muncul2. Mohon bantuannya dok. Terima kasih.

Klik Paru mengatakan...

Irwan: Produksi dahak yang lebih banyak dari biasanya terutama pada pagi hari kemingkinan bisa faktor alergi atau infeksi. Bisa diperiksa kultur sputum dan bila ada keluhan sesak diperiksa spirometry. Keluhan pada sendi dan tulang bisa konsultasi dengan ahli Penyakit Dalam.

Marlina: Pemeriksaan dahak setelah pengobatan 2 bulan bertujuan untuk mengevaluasi hasil pengobatan fase intensif, untuk menentukan regimen pengobatan selanjutnya. bila sudah tidak ada batuk, tentunya akan sulit mendapatkan sampel dahak. Salah satu cara lain untuk evaluasi perkembangan pengobatan adalah foto rontgen ulang dan dibandingkan dengan foto sebelumnya.

Anonim mengatakan...

Setiap orang yang pernah mengidap TBC, jika test IGRA apakah selalu positif?walopun sudah dinyatakan sembuh?makasih

Klik Paru mengatakan...

IGRA adalah pemeriksaan untuk menilai respons tubuh yang timbul setelah sesorang terinfeksi kuman TB. Hasil IGRA positif artinya telah terjadi penularan kuman TB dan tubuh memberikan respons imun, bisa tetap sehat, bisa menjadi sakit. Hasil IGRA negatif bisa berarti tidak pernah terinfeksi kuman, bisa juga telah terjadi infeksi namun tubuh tidak mampu memberikan respons imun. Hasil IGRA bisa bertahan (positif) cukup lama meskipun sudah sembuh. Karena itu IGRA tidak dipakai untuk menentukan apakah seorang sudah atau belum sembuh dari TB.

PutroJogja mengatakan...

Selamat siang dok...mohon infonya.
Kemarin saya sempat Rogent Thorax untuk syarat tes masuk kerja. Dari hasil rogent tersebut tertulis :
- Kedua sinus costophrenicus dan diahr : Normal.
- Cor : bentuk dan ukuran normal.
Pulmones : leasie fibrotik terbatas kabur pasa kedua lapangan atas / puncak paru. Infiltrat pd kedua para cardial.
-Kesan : Suspek Proses spesifikasi lama duplex aktif ; klinis/Lap/BTA/IGRA?./Serologie anti TB?

Maksudnya apa saya terkena TB ?
Saya belum sempat membawa hasil Rogent ke Dr.Paru karena hasilnya langsung diserahkan ke HRD.

Riwat kesehatan saya: Saya pecandu rokok dan kopi. Saya memang sering batuk sudah lbh dr 1th tetapi saya tidak pernah memeriksakan ke dokter. Batuk saya kadang kering kadang berdahak. Batuk paling sering muncul dipagi/siang hari /saat naik motor, kl malam terkadang saja. Saya tinggal didepok, tetapi kl sewaktu saya pulang ke kampung / jawa tengah saya jarang sekali batuk. Kalau saat berkebun/macul (maklum belakang rumah masih ada tnh kosong) atau benerin rumah /beraktifitas yg berkeringat sambil merokok itu tidak batuk. Selama ini batuk tidak semakin parah (seperti itu2 saja),dahak tidak berdarah,dada tdk sakit, nafas normal,tidak demam,tdk berkeringat dimalam hari,berat badan Normal, nafsu makan normal.

Itu bagaimana ya dok,
Apa saya terkena TB/ Batuk alergi / batuk apa ya ?

Ida Wahyuni mengatakan...

Salam hangat dokter,

Saya wanita 28 tahun, dua tahun ini bekerja di proyek pembangunan apartement. Hampir setahun ini saya batuk tak kunjung sembuh.musim kemarau kemarin adalah puncak saya terpapar debu dengan intens yang sangat parah.saya tidak menyadari jika itu berpengaruh terhadap saluran pernafasan saya.karena batuk yg tak kunjung reda dan keluar lendir yang sangat berlebihan di tenggorokan, saya berobat ke dokter. awal diberi obat batuk biasa, vitamin dan antibiotik. 3 hari batuk tak kunjung reda, akhirnya saya diminta tes dahak/sputum...sampe di 2 tempat yang berbeda, saya negatif TBC, namun ada 2 bakteri yakni coccus berderet dan basil menyebar.Hasil Tes torax dinyatakan TBC di paru kanan. Hasil tes darah katanya masih meragukan.

Saya diberikan obat Ambrocol ( obat batuk ), Enerbex ( multivitamin) dan trozin 500 azithromycin. saya konsumsi obat itu selama 1 bulan. Lendir sudah sangat berkurang , dan ada benda bercampur lendir berwarna hitam keluar selama kurang lebih 2-3 hari, sekali keluar memang tidak banyak tapi continue.
Tanyakan ke dokter, katanya itu adalah debu2 yang mengendap yang saluran pernafasan saya.
Saat itu saya sudah merasakan lebih nyaman di tenggorokan dan dada.

Karena harga trozin lumayan mahal, saya meghentikan pengobatan 1 minggu. Tepat seminggu saya merakan batuk tanpa dahak yang sangat nyeri di dada. akhirnya saya kembali berobat. Saya diminta tes sputum lagi, hasil test masih ada 1 bakteri, yakni coccus berderet. saya diminta minum trozin 500 azithromycin, ambrocol di ganti poncosolvon, scanidin , enerbex multivitamin.
Kata dokternya jika dalam 1 bulan batuk saya tidak sembuh...saya akan di berikan obat TBC,

Yang ingin saya tanyakan :
1. Bahayakah meminum obat2 di atas terutama trozin 500 azithromycin, mengingat reaksinya yang cukup keras ?
2. Kenapa dokter tidak langsung memberikan obat TBC ?
3. Apakah saya benar mengidap TBC, mengingat hasil torax posistif di paru sebelah kanan, namun lab sputum negatif , hanya saja ada bakteri basil dan coccus

terima kasih dokter

Klik Paru mengatakan...

PutroJogja: Disadari atau tidak, anda pernah terinfeksi TB pada paru. Infeksi tersebut bisa sudah sembuh dengan meninggalkan bekas (lesi fibrotik), bisa juga proses penyakit TB sedang berlangsung dan cenderung makin berat. Saran: segera konsultasi ke dokter spesilis paru untuk memastikan, bila memang sakit bisa segera diobati. Sekedar info: asap rokok dapat menurunkan daya tahan paru terhadap serangan penyakit.


Ida Wahyuni: Perjalanan penyakit kadang pada titik perbatasan atara sehat dan sakit, membuat dokter berpikir lebih panjang untuk mengambil keputusan: segera mengobati TB atau mencari kemungkinan penyakit lain. Tampaknya dokter yang melayani Anda mengambil pilihan kedua, berdasarkan minimal data kiman BTA negatif dan ditemukan bakteri coccus. Biasanya setelah diberikan pengobatan selama waktu tertentu, akan difoto ulang dan dibandingkan dengan foto sebelumnya.

Wida24 Wida mengatakan...

selamat siang dok,saya mau tanya kalo anak usia 5th lebih sering batuk apakah ada kmungkinan tb/flek paru dibawa ke dr berkali kali blm sembuh juga dan kambuh terus.cara ngetes harus ke rs atau bisa ke puskesmas biar ketauan kena flek atau tidak dalam kondisi batuk apa pas lg sehat ya ?makan gampang tp sangat pemilih dan bb naik tp sedikit2..

Hery Napitupulu mengatakan...

Slmat mlm dok, sya sdh 3 kali foto rongsen dan 3 kali hasil dr foto itu disebelah kiri atas dituliskan tampak infiltrat, selebihnya normal dan 2 dokter mngatakan kalau saya trmasuk tb paru aktif. Akan tetapi 1 dokter mngtakan kalau sy negatif dan paru dalam batas normal,
Yg sy bingungkan adlah knpa dr ke3 test led dan sputum smua dinyatakan negatif..
Dan 2 dkter yg mnyatakan tb paru aktif mmberikan sy obat.. ttapi smpai skrg blum sy mnum..
Apakah sy trmsuk tb paru aktif atau ap dok ?
Terimakasih dok.

aldo aledro mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

selamat siang dok.. sy mw bertanya.. sy batuk kurang lebih 3 bulan awalnya kering kemudian berdahak aplgi klo malam hari ato beraktifitas lebih sy lebih gmpang terkena batuk jg flu akhirnya sy memutuskan tes rongent dan hasil rongent sy postif. k.p ato mngkin imdikasi TB kmudian sy di sarankan ke puskesmas, dan di puskesmas sy melakukan pemeriksaan dahak sebanyak 2 kali tp hasil pemeriksahan dahak hasilnya negatif.. dan kata dr puskesmasnya kemungkinan sy masuk angin karna kerja d ruangan berpendingin udara. hal ini membuat sy bingung seakan tidak puas karna batuk sy belum berhenti pikirnya sy positif biar bisa berobat. info jg dok sy juga bbrpa tahun yg lalu sempat terkena bronkhitis kronis. dan yg ingin sy tanyakan.!! kenapa hasil rongent dan dahak bisa berbeda..? kira2 apa betul batuk sy karna masuk angin..? ap langkah yg harus sy lakukan dok soalnya hasil negatif tp sy msi sering batuk.. mohon saran dan penjelasanya. terima kasih.

Anonim mengatakan...

Selamat malam, saya konita. sy baru MCU td siang.sy syok dh hasil rontgen sy dan sempat menangis.
Thorax PA:
tampak bercak infiltrat minimal di apex paru
sinus dan diafragma dalam batas normal
besar cor normal
mediastinum normal
systema tulang intax
kesan: TB paru minimum lesi.
apakah sy sdh pasti menularkan tb ke org2 terdekat? sy sgt takut org2 terdekat sy tertular.
dari berbagai jawaban dokter diatas, sy paham bahwa hsl rontgen harus didukung dg berbagai pemeriksaan lain, tp pemeriksaan dahak juga bisa tdk akurat karena sy sama sekali tidak batuk (susah mengeluarkan dahak). cara apakah utk memastikan sy TB krn sy tidak batuk? apakah penderita TB hanya menularkan melalui batuk? bagaimana penularan TB oleh penderita TB yang tidak batuk? apakah dikemudian hari sy akan mengalami "fase" batuk dan tanda2 TB yang blm saya alami sekarang?
thanks.

Klik Paru mengatakan...

Wida: batuk kronik dan berulang-ulang pada balitabisa disaebabkan oleh banyak kemungkinan, Anda bisa baca di http://www.klikparu.com/2012/12/batuk-kroniktidak-selalu-karena-tb.html. Bila karena TB biasanya anak cenderung lemah, badan panas, batuk sepanjang hari makin lama makin berat.

Hery N: sayangnya info Anda masih kurang: apakah ada riwayat sakit TB sebelumnya? foto 3 kali tersebut jaraknya setahun atau seminggu? Adakah keluhan yang mengarah ke kecurigaan TB? ketiga pertanyaan tersebut sangat membantu dokter dalam menegakkan penyakit.

Anonim 1: Batuk lebih dari 2 minggu dan tidak respons dengan pengobatan, jangan dilupakan kemungkinan akibat TB. Apalagi hasil foto paru kesimpulannya TB. Silahkan konsultasi ke dokter spesialis paru dengan membawa hasil foto, untuk memastikan masalah yang terjadi

Konita: Bila Anda MCU rutin tahunan dan tahun lalu hasil foto normal, maka kemungkinan diagnosis TB sangat tinggi. kenaikan laju endap darah (LED) akan meningkatkan kecurigaan sakit TB. Yang bisa menulari lingkungannya hanya penyandang TB paru dan laring dengan cara batuk atau bersin. Silahkan konsultasi ke dokter spesialis paru.

Ida Wahyuni mengatakan...

Dokter, sebelumnya saya sudah pernah menulis komentar ( bertanya ) di blog ini.
Saya ulas sedikit keluhan saya, hasil rongten saya positif TB paru di sebelah kanan, sedang tes dahak negatif. Sebelumnya saya berobat jalan selama 2 bulan yang berupa antibiotik trozin 500 azithromycin dan obat batuk poncosolvon + scanidin. Karena masih batuk, dokter memberi saya obat anti Tbdan saat ini sudah 1 minggu ikut saran dokter untuk minum obat anti TBC ( OAT) dan fortibi ( obat pendukung).
Yang ingin saya tanyakan "
1. Wajarkah pemakaian obat OAT dalam jangka 1 minggu masih batuk?
2. Umumnya setelah pemakaian berapa lama batuk bisa hilang
3. Benarnkah yang berpotensi menularkan TB adalah yang mempunyai hasil tes dahak BTA positif?
4.Adakah kemungkinan lain selain TB dari gejala batuk yang berkepanjangan yang saya alami?
Terima kasih dokter..

klikparu mengatakan...

Ida Wahyuni: 1 & 2). Kapan batuk hilang setelah seorang minum obat TB? Banyak faktorn yang mempengaruhi, diantaranya luasnya kelainan paru, lokasi kelainan, awal mulai minum obat, adakah penyakit lain yang menyertai, jenis obat, doisi obat, kondisi kuman (jumlah, resistensi) dan lain-lain. Anda tak perlu pusing memikirkan banyak faktor tersebut, biar dokter yang mempertimbangkannya. Jadi, sulit menentukan kapan batuk berhenti. Namun bila ada perbaikan, kemungkinan besar obatnya cocok.
3). Biasanya begitu, dan BTA negatif tidak berarti tidak menular
4). Ada, silahkan klik di sini http://www.klikparu.com/2012/12/batuk-kroniktidak-selalu-karena-tb.html

Anonim mengatakan...

Dok,

saya mengalami banyak dahak setiap subuh selama 3 minggu an karena itu ke dokter di suruh tes igra dan rontgen, hasil rontgen semua normal,laju endap darah dan semua hasil normal, tapi igra positif, saya tidak mengalami batuk-batuk, tidak sesak, bahkan masih olahraga lari dan sepeda statis setiap hari, di kasih obat disuruh minum selama 1 bulan kemudian cek igra lagi, menurut dokter apakah hasil positif igra itu apakah sudah akurat? langkah apa yang harus saya ambil?

terima kasih

Anonim mengatakan...

malam dok,
mohon penjelasannya ya
saya habis ronsen namun saya masih rancu dengan maksudnya.
ctr krng dr 50%
aorta & mediastinum tdk melebar
trachea di tngah
kedua hilus tampak baik
tampak infiltrat di peruhiler kanan & paracardia kanan kiri
diagfragma kanan kiri licin
kedua sinus costrophrenicus lancip
tulang & jringan lunak dinding dada baik
kesan: infiltrat paru --> suspek bronchopneumia, dd/ proses spesifik baru
maksudnya apa ya dok? mohon penjelasan lengkapnya.. terima kasih banyak sudah mau mrluangkan waktu menjawab :)

Chris mengatakan...

Dok,

saya mengalami banyak dahak setiap subuh selama 3 minggu an karena itu ke dokter di suruh tes igra dan rontgen, hasil rontgen semua normal,laju endap darah dan semua hasil normal, tapi igra positif, saya tidak mengalami batuk-batuk, tidak sesak, bahkan masih olahraga lari dan sepeda statis setiap hari, di kasih obat sanazet 1x sehari selama 30 hari kemudian disuruh cek igra lagi, menurut dokter apakah hasil positif igra itu apakah sudah akurat? langkah apa yang harus saya ambil? apakah pengobatan dengan sanazet sudah tepat? apakah ini yang dinamakan TB laten?

terima kasih

Ida Wahyuni mengatakan...

Dok,

2 minggu minum obat OAT, dahak yang keluar berkurang namun dada saya sakit..nyeri...apa memang reaksinya reaksinya dada sakit apa lagi jika sedikit di tekan ...
Terima kasih

Anonim mengatakan...

Dok sewaktu kecil 17tahun yang lalu saya pernah terkena flek paru paru dan sudah menjalani pengobatan jangka panjang,dan dinyatakan sembuh & tidak ada keluhan sampai sekarang. Namun Kemarin saya menjalani MCU untuk pekerjaan, apakah riwayat kesehatan saya tersebut dapat memberatkan hasil MCU saya / tidak ya dok ? Mohon infonya :)

agus adnan mengatakan...

selamat malam dok , , ,

saya memiliki kaka yg juga menderita tbc, sy mengalami gejala begini dok,,,
1. batuk sudah 6 minggu
2. berdahak tapi jarang , berdarah pernah beberapa kali(klo ga salah 3 kali)
3. tenggorokan kadang gatal
4. kalo batuk dada panas,
5. kalo batuknya lama dan ndak berhenti semisal 1-2 menit itu dada sesak dan dada kanan sakit seperti ada yg menekan dengan benda tajam
6. tulang beberapa kali ngilu
7. sering lemes, dan lesu dan sedikit pusing
8. ketika malam saya tidak demam namn hanya merasa pusing, dada sesak dan terkadang sakit, sama produksi keringat lebih banyak, dok, kalo suhu tubuh tidak terlalu panas dok, tp ada hangatnya , , ,

sejauh ini sy sudah melakukakn tes rontgen hasinya potensi tb atau bronkitis kata dokter yg sy datangi di puskesmas, karena ada bercak2 awan namun tidak terlalu tebal, tapi agak banyak, selain itu saya juga sudah melakukan tes sputum 1 kali saja, dan hasilnya negative,
yg menjadi pertanyaan saya adalah, dengan hasil dahak negative apakah sya bisa di katakan bebas tb dengan asumsi hanya 1 kali tes dahaknya dok ???

mohon bantuanya dok , , ,
terima kasih , , ,

Klik Paru mengatakan...

Maaaaaaf teman-teman baru bisa menjawab.....

Anonim 1: IGRA (Interferon gamma release assay) adalah pemeriksaan untuk menilai apakah ada sistem pertahanan tubuh yang khusus melawan TB sudah atau sedang teraktivasi. Hasil positif artinya orang tsb pernah tertular kuman TB dan selanjutnya menjadi sakit ATAU tetap sehat. Kondisi pertama perlu pengobatan, kondisi kedua tidak perlu pengobatan.

Anonim 2: Foto tsb artinya anda dicurigai menderita bronkopneumonia dan masih mungkin TB paru (kemungkinannya lebih kecil). Sebaiknya segera konsultasi ke dokter paru untuk pemeriksaan penunjang lain untuk memastikan masalahnya dan bila memang ada bisa segera dilakukan pengobatan.

Christ: Benar, Anda menderita TB laten. Perlu pengobatan atau tidak, lihat jawaban anonim 1 di atas. Dahak hanya pagi hari kemungkinan besar alergi, bukan infeksi (TB). Untuk memastikan, silahkan konsultasi ke dokter spesialis Paru.

Ida Wahyuni: Pada awal pengobatan TB, sebagian pasien kadang mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mual, nyeri ulu hati, nyeri punggung, gatal dll. Bila muncul masalah, konsultasi ke dokter, jangan ambil keputusan sendiri. Pengalaman,banyak keputusan yang diambil sendiri ternyata salah, bahkan sebagian berakibat fatal.

Anonim 3: Pernah sakit TB dan sembuh tanpa komplikasi berat biasanya FIT saat MCU. Bila setelah pengobatan TB Anda difoto dada dan hasilnya normal, maka saat MCU hasilnya normal (dengan catatan tidak sakit TB lagi)

Agus Adnan: tes dahak untuk menilai TB harusnya 3 kali. Hasil positif "pasti" TB sedang hasil negatif belum tentu bukan TB. Membaca uraian Anda, kemungkinan TB sangat kuat. Saran, segera konsultasi ke spesialis paru untuk memastikan masalahnya dan segera diobati.

Chris mengatakan...

Jadi kalau igra positif tapi ga sakit saya ga perlu meneruskan sanazetnya dok? saya disuruh habiskan selama 1 bulan setiap hari 1 butir, kemudian disuruh tes IGRA lagi bulan depan, apakah dengan begitu bisa jadi negatif IGRA nya? atau IGRA tetap akan deteksi positif karena pernah tertular saja? apakah boleh langsung dihentikan sanazetnya?

terima kasih

fhay Abrar's mengatakan...

Selamat malam dok, saya ingin bertanya
Saya memiliki tante yang suaminya diadiagnosa MDR-TB, krena takut tertular tante sya berkonsultasi, dan melakukan pemeriksaan,dri hasil pemeriksaa IGRA positif tapi dr tidak memberikan pengobatan krn tante sy tdak memeliki gejala knilis ke arah Tb dan jga krena hasil rontgen negatif, sya ingin menanyakan;
-Apa kemungkinan tante sya terkena TB dok?
-Apa masih perlu tambahan pemerisaan lainnya dengan IGRA positif & rontgen thorak negatif?
-dan apa tante sy jga perlu diberi pengobatan?, dan jika diterapi, pemeriksaan apa yg paling tepat untuk pemantaunya dok?

Terima kasih

klikparu mengatakan...

Chris: IGRA digunakan untuk memperkuat diagnosis TB paru bila ada hasil pemeriksaan lain yang mencurigakan TB paru. Bila pemeriksaan lain sudah jelas TB paru, tidak perlu pemeriksaan IGRA lagi. Respons tubuh terhadap infeksi TB biasanya berlangsung cukup lama, kemungkinan bulan depan masih positif. Untuk memastikan apakah Sanazet diteruskan atau di stop, silahkan konsultasi dokter spesialis paru untuk memastikan kondisi Anda.

Fhay Abrar: hasil IGRA positif artinya pernah tertular (bisa dari suaminya atau dari orang lain). Karena pemeriksaan lain tidak ada yang mendukung sakit TB, maka tidak ada alasan untuk memberikan obat TB. Kalau ada batuk dan keluar dahak, bisa diperiksa Sputum BTA 3 kali dan biakan (kultur) kuman TB. sebaiknya dipantau foto dada secara rutin.

kesy listianawati mengatakan...

Sore dok, aku mau tanya nih klo tb paru yang di sertai batuk dan berdahak darah terus dia menjalani pengobtan selama 6 bulan
Setelah pengobatan berjalan 2 minggu lebih apakah batuk berdahaknya itu bisa hilang? Terimakasih

amanda mengatakan...

selamat siang dok. saya gagal dites kesehatan krna hasil rongten saya terdapat infiltrat paru kanan atas. saya juga didiagnosa kp dextra aktif. saya tidak merasakan gejala apapun, tidak ada riwayat dan masih merasa tidak sakit. jd saya konsultasi ke dkter spesialis paru. saya dianjurkan cek lab. tes bta, mantoux test. dan hasilnya negatif. kmudian dokter mnyuruh saya utk gene expert. dan hasilnya juga negatif. dokter tidak mmberikan saya pngobatan krna hasil lab negatif smua. jd apakah penyakit saya sbenernya? knapa bisa ada infiltrat? apakah infiltrat itu bisa hilang dan apa pengobatannya?

klikparu mengatakan...

Kesy: Banyak faktor yang mempengaruhi. Bila kelainan paru minimal dan tidak ada masalah lain yang memperberat, sebagian besar pasien setelah minum obat 2 minggu, dahaknya sudah sangat jauh berkurang.

Amanda: Infiltrat pada paru bagian atas kemungkinan besar karena kuman TB meskipun bisa juga disebabkan oleh kuman selain TB. Tampaknya Anda pernah terinfeksi paru (bisa dengan keluhan berat atau ringan), kemudian paru memberikan respons dan berhasil sembuh. Sayangnya kuman tersebut sempat membuat kelainan berupa infiltrat. Saran: jaga kesehatan respirasi dengan menghindari polusi udara (terutama asap rokok, segera berobat bila ada masalah respirasi dan jaga kesehatan umum (gizi dan olah raga). Foto ulang 1 atau 2 bulan lagi, semoga membaik.

oden mengatakan...

Dok mau nanya kalo hasil BTA&Kulture 3bulan Negative tapi foto rotgen bermasalah bisa dikategorikan TBC tdk ya?

klikparu mengatakan...

Oden:Bila sebelumnya pernah sakit TB dan sudah diobati sampai sembuh, foto sekarang dibandingkan dengan foto dulu saat dinayatkan sembuh. Bila sama atau membaik, kemungkinan bekas TB dan tidak perlu pengobatan. Bila ini foto pertama kali yang bermasalah dan tidak ada keluhan mungkin tidak masalah, namun perlu foto ulang setelah 1 atau 2 bulan. Sebaiknya konsultasi dengan dokter spesialis paru.

Unknown mengatakan...

Dok sy ingin bertanya,sy berobat TB SD masuk 35 hari dan rutin minum obat. Yg ingin sy tanyakan knp saat sy baring atau lagi istrahat sering ada suara dari paru paru saya yg sy rasakan sampai di tenggorokan,hal itu terjadi dari awal sy berobat sampai hari ini. TKS dok

Foto Sendiri mengatakan...

Dok brp biaya untuk cek TB ?
Apakah obat2 buat penderita Tb mahal? Denger2 obat TB gratis karena di subsidi pemerintah..

Ida Wahyuni mengatakan...

Dokter,

Saya sudah post di forum ini 2 x, setelah 2 bulan pengobatan dengan OAT warna merah, kesehatan saya membaik. Saya tes dahak dan rongten. sebelumnya ditemukan ada bakteri basil menyebar, kini sudah negatif, hasil rongten dinyatakan membaik setelah dicompare dengan rongten sebelumnya. Setelah 2 bulan obat OAT diganti, ukuran lebih kecil dan bulat. Dokter tempat saya berobat menawarkan, mau ikut program puskesmas atau program dokter. Pengalaman dokter pengobatan metode Senin -Kamis versi puskesmas hasilnya kurang maksimal ( karena program obat gratis TBC pemerintah bahwa obat diminum 2 x dalam seminggu ).Dokter menganjurkan minum obat full satu minggu dan kekurangannya beli sendiri. Karena takut MDR, saya ikut program dokter untuk minum obat warna kuning setiap hari sebanyak 3 butir.

Yang ingin saya tanyakan :
1. Bahayakah minum obat TB lanjutan warna kuning dengan aturan minum 1x3, ?
2. Dimanakah obat tersebut bisa dibeli ( jika jatah obat gratis habis), apakah jual umum?bagaimana harganya?
Terima kasih

klikparu mengatakan...

Unknown: dari deskripsi singkat Anda, sulit untuk memastikan apa yang terjadi. Perlu pemeriksaan langsung oleh dokter dan bila perlu pemeriksaan penunjang.

Foto sendiri: Berapa biaya memastikan sakit TB? Sangat bervariasi, tergantung pemeriksaan apa yang dilakukan, yang dipengaruhi oleh keluhan yang dirasa pasien. Bila didukung asuransi bisa gratis. Obat TB disediakan gratis oleh Pemerintah pada fasilitas kesehatan yang menjalankan program DOTS.

Ida Wahyuni: Setelah minum obat TB fase intensif selama 2 bulan menunjukkan perbaikan, diteruskan dengan fase lanjutan yang bisa diminum setiap hari atau seminggu 3 kali, keduanya bisa sembuh. Untuk kelainan paru berat saya cenderung memilih pengobatan setiap hari. Sayangnya Anda tidak sebut nama obatnya, sulit saya berkomentar.

Kris mengatakan...

Dok,

saya sedang minum OAT setelah test dahak 2 positif 1 negatif, sudah jalan hampir sebulan dikasih rimstar sekali minum 4 butir setiap hari, nah apakah ada pantangan selama minum obat ini? saya baca tidak boleh minum kopi, coklat yang ber kafein, tape, natrium, apakah betul? apakah bisa mengganggu jalannya pengobatan? nah karena saya punya anak umur 5 tahun sama dokter juga dikasi profilaksis inh sirup pyravit selama 2 bulan, untuk istri sudah dicek juga rontgen semua bagus. berapa lama biasanya masih menular?


terima kasih

Anonim mengatakan...

Halo Dokter,
Perkenalkan saya Septiadi
Saya didiagnosa TB Aktif.
Hasil radiologi saya:
Pulmo, corakan bronkovaskuler sedikit ramai, tampak infiltrat di lapangan atas paru bilateral dan apex paru kanan.
Pleura tidak menebal, sinus lancip, diafragma jelas.
Tulang dinding dada kesan intak.
Kesan:
Cor ukuran dalam batas normal
Pulmo suspek gambaran proses spesifik paru kesan aktif.

Yang ingin saya tanyakan:
1. Dari gambaran tersebut, kira-kira sudah berapa lama kah saya mengidap TB? Gejala yang tampak di saya hanya sesekali keringat dingin pada sore/malam.
2. Apakah setelah pengobatan intensif 1-2 bulan, hasil foto thorax saya sudah dapat menembus pemeriksaan medical check up perusahaan?

Terimakasih Dokter

klikparu mengatakan...

Kris: selama minum obat TB tidak ada makanan yang dipantang, kecuali memang alergi dengan makanan tersebut dari dulu. Bila kelainan parunya minimal (dari foto dada) biasanya sudah tidak menular setelah minum obat selama minimal 2 minggu, namun belum sembuh, jaditetap minum obat sampai minimal 6 bulan.

Septiadi: Sulit memperkirakan berapa lama seorang sakit TB berdasarkan foto dada, karena banyak faktor yang mempengaruhi. Sulit ditentukan apakah bisa hilang atau hanya perbaikan saja, karena banyak faktor yang mempengaruhi

Wibowo Chandra mengatakan...

Dear Dokter,

Saya sudah berobat hampir 9 bulan penyakit TB saya..
pertama saya divonis TB sekitar bulan September 2015

saya mau jelaskan sedikit ttg riwayat pengobatan saya :
pada sekitar bulan september saya divonis kena TB paru dengan indikasi berat badan yg merosot drastis yg dr 87kg hingga 71kg..

lalu saya diberi obat rutin etambutol, rhiphamicin, INH, 1 macem lg sy lupa namanya
pewarnaan BTA saya positif 3 dan melakukan test biakan

selama pengobatan bulan oktober, november, desember kondisi fisik sudah sangat baik, sudah berkurang batuknya, berat badan sudah berangsur meningkat hingga 78kg..

pas bulan desember hasil biakkan saya keluar dengan sangat mengejutkan.. 4 macam obat yg saya minum kumannya dinyatakan Resistant terhadap semua obat tsb..

karena itu dokter saya menganjurkan saya utk berobat di RS Persahabatan dikarenakan disanalah obat TB MDR bisa didapat,

saya ke sana dan kontrol.. dan melakukan rontegen kembali.. hasil rontegen menunjukkan adanya pemulihan paru meski blom sempurna karena baru berobat 3 bulan..

lalu saya dirujuk ke klinik MDR utk mendapatkan test cepat dan test biakkan ulang..

seminggu kemudian saya datang mengambil hasil ini sekitar januari dan hasil LAB menunjukkan saya masih positif dan kuman yg Resistant..

dokter menyarankan saya tetap berobat spt biasa dikarenakan konfisi fisik saya yg berangsur membaik dan berat badan sudah 80kg..

sekitar bulan maret hasil biakkan saya sudah keluar.. namun sungguh membingungkan dikarenakan hasil biakkan menunjukkan "biakkan tidak tumbuh"

ini malah menjadi tanda tanya besar buat saya.. menurut dokter RSP itu baik dikarenakan kumannya sudah mati.. dan saya disarankan utk rontegen ulang dan kontrol kembali bulan depan dan lanjut obat..

sekitar bulan maret sy rontegen kembali dan hasil foto menunjukkan ada lagi perbaikkan paru saya meski blom 100%..

saya mencoba mencari 2nd opinion dokter ke RS Medistra.. dan kondisi membingungkan dokter rancu dan menyuruh saya test biakkan ulang..

namun beberapa hari setelah itu saya berusaha mencoba utk mengeluarkan dahak tidak berhasil.. dan akhirnya saya melakukan test IGRA..

makin membingungkan hasil test IGRA saya positif..

Pertanyaan saya :
1. Apakah hasil test cepat itu bisa berbeda hasilnya dengan hasil biakkan?
karena itu dilakukan dengan spuctum yg sama.. hasilnya test cepatnya positif namun biakkan negatif..

2. apakah test igra ini positif itu berarti baik atau buruk ?
3. saya sampai sekarang masih lanjut minum obat yg tahap pertama dan blom kontrol lg ke dokter paru saya.. dengan kondisi yg rancu spt ini mohon masukkannya apakah lebih baik sy lanjut obat sekarang? atau saya meningkatkan ke obat tahap 2? atau sy justru sebenarnya sudah sembuh? dan boleh stop obat.. mohon masukkannya..

thanks
WB

joiner sagay mengatakan...

hallo dok sya pasien tb umur 21 saya baru selesi terapi oat skrg sudah jalan 1 bln lebih sya tdk mnum obat sudah 6 bulan, skrg sya batuk sudah 2 minggu tengorokan sya sngat gatal kllau ada dhak wrnya putih bkn seperti dahak sprti air liur kliatanya,stlh slsai sya mrokok slma krg lbih 1 minggu dan sya tdk priksa kta prwat klau nga ada batuk berarti sdh smbuh,yang sya mau tanyakan apa sya hrus priksa ke dikter lagi atau tb sya kmbuh lagi???

Nur Hamidah mengatakan...

Dear dokter,
Saya dirujuk utk melakukan foto rontgen thorax,dan hasilnya
Pemeriksaan radiografi toraks proyeksi Pa:
Trakea ditengah
Jantung tidak membesar(ctr<50%)
Aorta dan mediastinum superior tidak melebar
Kedua hillus tdk menebal/melebar
Corakan bronkovaskular kedua paru baik
Tampak fibroinfiltrat dikedua lapangan paru terutama lapangan atas kanan
Diafragma licin. Sinus kostofrenikus lancip.


Termasuk penyakit apakah saya dok...terima kasih

Unknown mengatakan...

dok,mnurut hasil rontgen dr rs sy terkena tb,lalu sy drujuk utk OAT dpuskesmas. Dpuskesmas saya tes dahak dan katanya bnyk kuman. Sya sejak rontgen bilng ke dokter paru kalau sy tdk ada tanda2 khilngan nafsu mkn,berat badan tdk turun,dan sejak minum obat racikan sementra utk batuk,batuk berkurng.tetapi mmang satu bulan sblum batuk terus menerus sy demam tiba2,dan nyeri dibadan. Jika tdk ada tanda2 tb benarkah sy tb?tetapi dr hasl rontgen mengatakn sy tb. Terima kasih

Klik Paru mengatakan...

Wibowo Chandra:1) hasil sputum BTA bisa berbeda dengan biakan TB, karena berbagai penyebab, sehingga hasil yang harusnya positif menjadi negatif dan sebaliknya.
2) Uji IGRA untuk menilai seberapa besar respons tubuh terhadap infeksi kuman TB, validitasnya kalah jauh dengan pemeriksaan kuman (sputum BTA dan kultur). IGRA digunakan untuk MEMBANTU menegakkan penyakit TB, bukan untuk menilai apakah penyakitnya sudah sembuh/belum.3)Saya tidak memeriksa Anda secara langsung, jadi pendapat saya sangat mungkin salah. Saran saya: teruskan pengobatan (yang sudah terbukti cocok) tersebut, lakukan foto dada secara rutin sampai kelainannya hilang atau sudah tidak ada kemajuan dibanding foto sebelumnya. Sekali lagi, ikuti dokter spesialis paru yang membantu Anda karena beliau mempunyai data yang lebih lengkap.

Joiner Sagay:salah satu kemungkinan karena asap rokok Anda. Stop merokok, bila sembuh SELESAI. Bila belum, baru dicari penyebab lainnya.

Nur Hamidah: yang anda uraikan itu deskripsi pembacaan foto, di bawahnya harusnya ada kesimpulan, silahkan dibaca. bila belum ada bisa ditanyakan lagi ke tempat foto.

Anonim: Sebagian besar penyakit (termasuk TB) biasanya tanpa keluhan bila masih dini. Sering didapatkan pada orang-orang yang rajin medikal cek up.

Bunga Purba mengatakan...

Selamat siang dokter,

Ibu saya berusia 60 tahun dn dia pernah menderita TB, selain itu dia juga terkena diabetes. Ibu saya telah mengikuti pengobatan TB selama 6 bulan dan dinyatakan sembuh stelah dirontgen dan periksa dahak hasil negatif. sekarang sudah 3 bulan berlalu setelah masa pengobatan dan pada bulan Mei ibu saya kembali sering batuk, nafas sesak, dan berbunyi. Dua minggu lalu kami bawa ibu saya untuk kontrol lagi dan dilakukan pemeriksaan kembali dengan dahak dan rontgen kembali, dari hasil pemeriksaan TB tidak ada lagi tetapi ada bekas yang diakibatkan TB. Di paru-paru ibu saya terlihat bekas berupa garis-garis. Dokter memberikan obat untuk 1 minggu, dan supaya kontrol ulang setelah 1 minggu. Kemarin sore kami membawa ibu untuk kontrol kembali karena memang tidak ada perubahan dan ibu saya masih batuk, sesak dan nafasnya berbunyi. Dokter tersebut menyarankan kami supaya ibu di rawat inap di RS, tapi ibu saya tidak mau untk dirawat. Akhirnya dokter menyarankan supaya ibu di uab dengan nebulazer dirumah pagi, siang dan malam, per 8 jam. Memang setelah diuap ibu saya merasa lega dan saya tidak mendengar dia batuk lagi.

Saya mau bertanya dokter apakah bekas TB tersebut yang membuat ibu saya jadi batuk?
Dan apakah bekas tersebut bisa disembuhkan?
Bagaimana kalau tidak ada perubahan, kemungkinan terburuknya apa dokter?
Tindakan apa yang harus kami lakukan dokter?

Terima kasih dokter.

Bunga Purba mengatakan...

Selamat siang dokter,

Ibu saya berusia 60 tahun dn dia pernah menderita TB, selain itu dia juga terkena diabetes. Ibu saya telah mengikuti pengobatan TB selama 6 bulan dan dinyatakan sembuh stelah dirontgen dan periksa dahak hasil negatif. sekarang sudah 3 bulan berlalu setelah masa pengobatan dan pada bulan Mei ibu saya kembali sering batuk, nafas sesak, dan berbunyi. Dua minggu lalu kami bawa ibu saya untuk kontrol lagi dan dilakukan pemeriksaan kembali dengan dahak dan rontgen kembali, dari hasil pemeriksaan TB tidak ada lagi tetapi ada bekas yang diakibatkan TB. Di paru-paru ibu saya terlihat bekas berupa garis-garis. Dokter memberikan obat untuk 1 minggu, dan supaya kontrol ulang setelah 1 minggu. Kemarin sore kami membawa ibu untuk kontrol kembali karena memang tidak ada perubahan dan ibu saya masih batuk, sesak dan nafasnya berbunyi. Dokter tersebut menyarankan kami supaya ibu di rawat inap di RS, tapi ibu saya tidak mau untk dirawat. Akhirnya dokter menyarankan supaya ibu di uab dengan nebulazer dirumah pagi, siang dan malam, per 8 jam. Memang setelah diuap ibu saya merasa lega dan saya tidak mendengar dia batuk lagi.

Saya mau bertanya dokter apakah bekas TB tersebut yang membuat ibu saya jadi batuk?
Dan apakah bekas tersebut bisa disembuhkan?
Bagaimana kalau tidak ada perubahan, kemungkinan terburuknya apa dokter?
Tindakan apa yang harus kami lakukan dokter?

Terima kasih dokter.

Erik Yd8rik mengatakan...

Selamat sore dokter,

Mohon pencerahanya soal kasus penderita TB, pada bulan Desember salah satu anggota keluarga saya divonis oleh dokter menderita TB, sehingga sempat di rawat di RS selama 2 minggu, semenjak di vonis oleh dokter menderita TB, maka di anjurkan untuk menggunakan obat paket OAT yang di peroleh di rumah sakit secara gratis. Obat tersebut pun di gunakan selama 5 bulan pada tahapan 3 x seminggu, saat memasuki bulan ke 6 ketika obat bulan ke 5 hampir habis, dokter memerintahkan obat tersebut di stop dan di ganti dengan obat yang lain, menurut dokter obat pengganti tersebut dosisnya lebih tinggi, anjuran dokter pun kami laksanakan, yang menjadi pertanyaan saya, apakah tidak ada efek lain/masalah apabila obat paket OAT tersebut diganti/dihentikan sebelum 6 bulan sesuai dengan jadwal??? kemudian pertanyaan selanjutnya, apakah wajar jika penderita TB mengeluarkan uap busuk dri dalam paru paru sehingga napsu makan menjadi hilang??? penderita pun sering m engeluh sakit di bagian dada sebelah kanan. terimah kasih dokter.

Klik Paru mengatakan...

Bunga Purba: Kemungkinan ibu Anda terkena SOPT (sindroma obstruksi pasca TB). Kadang terjadi pada pasien pasca pengobatan TB dan muncul bekas berupa fibrosis. Pengobatan dengan obat pelonggar napas, sangat disarankan obat yang bekerja lokal misalnya nebulizer atau inhaler (MDI atau DPI). Sebagian besar pasien memberikan respons baik dengan pengobatan tersebut.

Erik Y: Pedoman pengobatan TB adalah minum obat setiap hari selama minimal 6 bulan atau minum obat setiap hari selama 2 bulan selanjutnya 3 kali seminggu sampai minimal 6 bulan. Pada beberapa pasien (karena pertimbangan tertentu) obat diberikan tidak sesuai pedoman, namun sebaiknya modifikasi pengobatan tersebut ditetapkan oleh dokter ahli (misalnya spesialis paru atau spesialis anak konsultan paru)

kesy listianawati mengatakan...

Sore dok, saya mau tanya
Saya seorang penderita tb & sudah menjalani pengobatan selama 2 bulan ini
Awalnya setelah minum OAT selama 2 minggu saya sudah tidak batuk sama sekali
Tapi sudah 2 minggu ini batuk saya kok kambuh lagi & disertai darah segar
Itu karena apa y dok, apakah tb saya makin parah?
Terimakasih

Anonim mengatakan...

malam dok,

mohon petunjuk dok, tadi saya menemani adik saya untuk mengambil obat dan ada obat merah besar yang di minum 3 butir dalam 1 kali minum, tapi di plastiknya tidak di tulis berapa kali dalam satu hari meminum obat merah tersebut.


pertanyaan saya berapa kali dalam satu hari meminum obat merah yang besar itu dok??

mohon pencerahannya
terimakasih.

Anonim mengatakan...

Siang dok,
Mau nanya kalo obat merah yg di minum itu di waktu malam, jika hari ini diminum 1 jam setelah makan besok diminum 2 jam setelah makan, tp waktu minum obatnya tetap sama cuman waktu makan malamnya aja yg beda. Itu boleh ga, dok? Soalnya klo minum 1 jam setelah makan perut rasanya masih agak kenyang. Mohon penjelasannya dok, terimakasih :)

Anonim mengatakan...

Siang dok,
Mau nanya kalo obat merah yg di minum itu di waktu malam, jika kemarin diminum 1 jam setelah makan dan hari ini diminum 2 jam setelah makan, tp waktu minum obatnya tetap sama cuman waktu makan malamnya aja yg beda. Itu boleh ga, dok? Soalnya klo minum 1 jam setelah makan perut rasanya masih agak kenyang. Mohon penjelasannya dok, terimakasih :)

Anonim mengatakan...

Malam dok,
Mau tanya saya batuk sudah hampir satu bulan, terkadang sesak napas dan nyeri dada. Kemudian saya konsultasi ke dokter paru dan disuruh rontgen. Dan hasil rongentnya seperti ini bronkhopnemoni, DD/ proses spesifik. Itu maksudnya apa ya dok? Apakah ada indikasi ke arah TB?

Klik Paru mengatakan...

Kesy L: banyak kemungkinan yang menyebabkan Anda batuk darah lagi, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter yang merawat anda. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab batuk darah tersebut.

Anonim 1: informasi yang Anda sampaikan sangat minim. Apabila adik Anda sakit TB dengan berat badan antara 40-53 kg, maka obat tersebut kemungkinan besar adalah obat anti TB kombinasi (FDC). Minumnya sekali sehari 3 tablet sekaligus.

Anonim 2: Silahkan diminum 2 jam setelah makan. waktunya tidak harus sama persis, yang penting setiap malam minum

Anonim 3: Bronkopneumoni dan TB (proses spesifik) kadang gambaran fotonya mirip. Ahli radiologi yang membaca foto Anda berkesimpulan cenderung sakit bronkopneumonia, meskipun kemungkinan TB belum bisa disingkirkan.

«Paling tua ‹Lebih tua   1 – 200 dari 306   Lebih baru› Terbaru»