Tampilkan postingan dengan label Infeksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infeksi. Tampilkan semua postingan

11 April 2020

Informatorium Obat Covid-19 di Indonesia

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penyakit ini dikenal pertama kali pada akhir tahun 2019 di kota Wuhan China, dan kemudian menyebar dengan cepat ke hampir seluruh negara di dunia. Sampai saat ini belum ada vaksin atau obat yang spesifik untuk Covid-19.

7 April 2020

COVID-19, jangan lupakan tuberkulosis


Ketika seluruh komponen bangsa bersatu untuk mengatasi pandemi Covid-19, sangat penting untuk diingat bahwa masih ada layanan kesehatan jangka panjang yang tetap harus kita pastikan tetap berlangsung sesuai dengan tujuan atau target yang telah ditetapkan. Salah satunya adalah menjaga para pasien TB tetap minum obat sampai sembuh selama pandemi Covid-19.

31 Maret 2020

Info yang benar tentang Covid-19

Coronavirus Disease 2019 (COVID-2019) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini adalah SARS-CoV-2. Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Penelitian menyebutkan bahwa SARS ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS dari unta ke manusia. Adapun hewan yang menjadi sumber sumber penularan COVID-19 ini masih belum diketahui.

29 Maret 2020

Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19

Pada tanggal 31 Desember 2019 WHO menyebutkan ada kasus kluster Pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di kota Wuhan, Propinsi Hubei, China. Kasusnya makin banyak dan bisa menimbulakan kematian serta menjalar ke negara-negara lainnya. Pada tanggal 30 Januari 2020, WHO menetapkan Pneumonia ini sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) / Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia (KKMMD). Pada tanggal 12 Februari 2020, WHO resmi menetapkan penyakit novel coronavirus pada manusia ini dengan sebutan Coronavirus Disease (COVID-19), dan menetapkan sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020.

17 Maret 2020

Covid-19, isolasi diri

Isolasi rumah atau perawatan di rumah dilakukan terhadap orang yang bergejala ringan, seperti ODP (orang dalam pemantauan) dan kontak erat berisiko tinggi yang bergejala dengan tetap memperhatikan kemungkinan terjadinya perburukan. Apa dan bagaimana perawatan diri di rumah, bisa dilihat pada gambar berikut ini.

15 Maret 2020

Mencegah virus Corona, bisakah dengan cuci tangan?

Tanggal 15 Maret 2020 sudah ada 117 pasien terkonfirmasi Covid 19 di Indonesia, 5 dari mereka telah meninggal dunia. Pada tanngal 26 Februari 2020, WHO menyatakan Covid-19 menjadi masalah kesehatan dunia dan dinyatakan Pandemi pada 11 Maret 2020. Pemerintah Indonesia menyatakan status wabah Coronavirus sebagai bencana Nasional, dan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. 

13 Maret 2020

Tips menyikapi Coronavirus Covid-19


Covid-19 adalah penyakit infeksi karena Coronavirus SARS-Cov 2. Pertama kali diketahui pada akhir 2019, dan sampai sekarang penyakit virus ini telah menyebar dengan cepat di daratan Cina dan juga ke banyak negara lain. Obat dan vaksin sedang dalam penelitian, karena itu langkah pencegahan menjadi sangat penting agar tidak tertular dan tidak sakit. 

8 Maret 2020

Virus Corona, biskah dicegah dengan masker?

Corona virus berawal dari laporan kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya pada puluhan pasien di kota Wuhan, China, maka awalnya disebut sebagai Pneumonia Wuhan. Setelah diteliti, akhirnya diketahui virus penyebabnya adalah Coronavirus SARS-2 atau SARS-CoV-2 dan nama penyakit yang disebabkan virus tersebut adalah Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Penyakit ini menyebar sangat cepat baik di China maupun di negara-negara lainnya. 

13 Maret 2018

PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO)

Pengobatan penyakit  Tuberkulosis, sering disingkat TBC atau TB memerlukan jumlah obat yang cukup banyak (minimal 4 obat per hari pada fase awal dan 2 obat per hari pada fase lanjutan) dan lama pengobatan yang panjang (minimal 6 bulan minum obat setiap hari). Bila ada penyakit lain yang menyertai, maka jumlah obat yang diminum menjadi lebih banyak lagi dan pada beberapa jenis TB memerlukan masa pengobatan yang lebih panjang. Masalah lain adalah masyarakat sering menghindari kontak dengan penderita TB, mengisolasi, memisahkan peralatan makan, kebersihan, pakaian dan lain-lain.

5 September 2013

HEMOPTISIS, karena bronkiektasis

Bronkiektasis terjadi karena destruksi tulang rawan, yang mendukung dinding bronkial, akibat infeksi atau fibrosis alveolar.

27 Agustus 2013

SAKIT TB PARU, bolehkah merokok?

Bahaya asap rokok
WHO menyebutkan, 6 dari 8 penyebab kematian berhubungan dengan merokok. Empat dari enam penyebab kematian tersebut berhubungan dengan penyekit paru yaitu PPOK, kanker paru, tuberkulosis dan infeksi saluran pernapasan. Hampir 60% partikel yang terhisap dari asap utama (mainstream smoke) terdeposit pada paru yang mengakibatkan terjadinya perubahan struktur dan fungsi parenkim paru. Kali ini kita akan bahas hubungan rokok dengan penyakit TB paru.

29 Juni 2013

MIKOSIS PARU, pemeriksaan laboratorium

Pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosis mikosis paru dilakukan dengan tiga metode yaitu mikroskopik, biakan dan serologi. Prosedur diagnostik berdasarkan deteksi deoxyribonucleic acid (DNA) jamur saat ini sedang dikembangkan, namun biakan spesimen dan hasil biopsi jaringan masih menjadi baku emas diagnosis mikosis paru.

27 Juni 2013

MIKOSIS PARU, diagnosis

Diagnosis mikosis paru memerlukan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang cermat. Dari anamnesis kita akan bisa menilai seberapa tinggi risiko pasien terhadap kemungkinan terinfeksi jamur. Bila ada kecurigaan mikosis paru, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium rutin, radiologi dam mikologi.

15 Mei 2013

FLU BURUNG, terapi profilaksis

Pada dasarnya penatalaksanaan flu burung sama dengan influenza yang disebabkan oleh virus patogen  pada manusia. Tulisan kali ini akan membahas tentang terapi pencegahan menggunakan oseltamivir pada flu burung subtipe H5N1. Kemungkinan terjadinya penularan dari manusia ke manusia perlu diwaspadai, namun penggunaan profilaksis oseltamivir sebelum terpajan tidak dianjurkan.

7 Mei 2013

MIKOSIS PARU, faktor risiko

Frekuensi mikosis paru semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya jumlah pasien yang mengalami gangguan sistem imun misalnya pasien keganasan, transplantasi organ, infeksi HIV/AIDS, penyakit kronik sistemik, maupun terdapatnya paktor risiko misalnya penggunaan jangka panjang antibiotika, kortikosteroid, serta alat medis invasif (ventilator mekanik, kateter vena sentral, dll).