Tampilkan postingan dengan label Infeksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infeksi. Tampilkan semua postingan
15 April 2020
11 April 2020
Informatorium Obat Covid-19 di Indonesia
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penyakit ini dikenal pertama kali pada akhir tahun 2019 di kota Wuhan China, dan kemudian menyebar dengan cepat ke hampir seluruh negara di dunia. Sampai saat ini belum ada vaksin atau obat yang spesifik untuk Covid-19.
10 April 2020
7 April 2020
COVID-19, jangan lupakan tuberkulosis
Ketika seluruh komponen bangsa bersatu untuk mengatasi pandemi Covid-19, sangat penting untuk diingat bahwa masih ada layanan kesehatan jangka panjang yang tetap harus kita pastikan tetap berlangsung sesuai dengan tujuan atau target yang telah ditetapkan. Salah satunya adalah menjaga para pasien TB tetap minum obat sampai sembuh selama pandemi Covid-19.31 Maret 2020
Info yang benar tentang Covid-19
Coronavirus Disease 2019 (COVID-2019) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini adalah SARS-CoV-2. Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Penelitian menyebutkan bahwa SARS ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS dari unta ke manusia. Adapun hewan yang menjadi sumber sumber penularan COVID-19 ini masih belum diketahui.
29 Maret 2020
Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19
Pada tanggal 31 Desember 2019 WHO menyebutkan ada kasus kluster Pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di kota Wuhan, Propinsi Hubei, China. Kasusnya makin banyak dan bisa menimbulakan kematian serta menjalar ke negara-negara lainnya. Pada tanggal 30 Januari 2020, WHO menetapkan Pneumonia ini sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) / Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia (KKMMD). Pada tanggal 12 Februari 2020, WHO resmi menetapkan penyakit novel coronavirus pada manusia ini dengan sebutan Coronavirus Disease (COVID-19), dan menetapkan sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020.
17 Maret 2020
Covid-19, isolasi diri
Isolasi rumah atau perawatan di rumah dilakukan terhadap orang yang
bergejala ringan, seperti ODP (orang dalam pemantauan) dan kontak erat
berisiko tinggi yang bergejala dengan tetap memperhatikan kemungkinan
terjadinya perburukan. Apa dan bagaimana perawatan diri di rumah, bisa
dilihat pada gambar berikut ini.
15 Maret 2020
Mencegah virus Corona, bisakah dengan cuci tangan?
Tanggal 15 Maret 2020 sudah ada 117 pasien terkonfirmasi Covid 19 di Indonesia, 5 dari mereka telah meninggal dunia. Pada tanngal 26 Februari 2020, WHO menyatakan Covid-19 menjadi masalah kesehatan dunia dan dinyatakan Pandemi pada 11 Maret 2020. Pemerintah Indonesia menyatakan status wabah Coronavirus sebagai bencana Nasional, dan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
13 Maret 2020
Tips menyikapi Coronavirus Covid-19
Covid-19 adalah penyakit infeksi karena Coronavirus SARS-Cov 2. Pertama kali diketahui pada akhir 2019, dan sampai sekarang penyakit virus ini telah menyebar dengan cepat di daratan Cina dan juga ke banyak negara lain. Obat dan vaksin sedang dalam penelitian, karena itu langkah pencegahan menjadi sangat penting agar tidak tertular dan tidak sakit.
8 Maret 2020
Virus Corona, biskah dicegah dengan masker?
Corona virus berawal dari laporan kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya pada puluhan pasien di kota Wuhan, China, maka awalnya disebut sebagai Pneumonia Wuhan. Setelah diteliti, akhirnya diketahui virus penyebabnya adalah Coronavirus SARS-2 atau SARS-CoV-2 dan nama penyakit yang disebabkan virus tersebut adalah Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Penyakit ini menyebar sangat cepat baik di China maupun di negara-negara lainnya.
24 Januari 2020
19 Januari 2020
13 Maret 2018
PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO)
Pengobatan penyakit Tuberkulosis, sering disingkat TBC atau TB memerlukan jumlah
obat yang cukup banyak (minimal 4 obat per hari pada fase awal dan 2 obat per hari pada fase
lanjutan) dan lama pengobatan yang panjang (minimal 6 bulan minum obat setiap hari). Bila ada penyakit
lain yang menyertai, maka jumlah obat yang diminum menjadi lebih banyak lagi dan pada beberapa jenis TB
memerlukan masa pengobatan yang lebih panjang. Masalah lain adalah masyarakat
sering menghindari kontak dengan penderita TB, mengisolasi, memisahkan peralatan
makan, kebersihan, pakaian dan lain-lain.
14 Juli 2017
5 September 2013
HEMOPTISIS, karena bronkiektasis
Bronkiektasis terjadi karena destruksi tulang rawan, yang mendukung dinding bronkial, akibat infeksi atau fibrosis alveolar.
27 Agustus 2013
SAKIT TB PARU, bolehkah merokok?
![]() |
| Bahaya asap rokok |
29 Juni 2013
MIKOSIS PARU, pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosis mikosis paru dilakukan dengan tiga metode yaitu mikroskopik, biakan dan serologi. Prosedur diagnostik berdasarkan deteksi deoxyribonucleic acid (DNA) jamur saat ini sedang dikembangkan, namun biakan spesimen dan hasil biopsi jaringan masih menjadi baku emas diagnosis mikosis paru.
27 Juni 2013
MIKOSIS PARU, diagnosis
Diagnosis mikosis paru memerlukan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang cermat. Dari anamnesis kita akan bisa menilai seberapa tinggi risiko pasien terhadap kemungkinan terinfeksi jamur. Bila ada kecurigaan mikosis paru, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium rutin, radiologi dam mikologi.
15 Mei 2013
FLU BURUNG, terapi profilaksis
Pada dasarnya penatalaksanaan flu burung sama dengan influenza yang disebabkan oleh virus patogen pada manusia. Tulisan kali ini akan membahas tentang terapi pencegahan menggunakan oseltamivir pada flu burung subtipe H5N1. Kemungkinan terjadinya penularan dari manusia ke manusia perlu diwaspadai, namun penggunaan profilaksis oseltamivir sebelum terpajan tidak dianjurkan.
7 Mei 2013
MIKOSIS PARU, faktor risiko
Frekuensi mikosis paru semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya jumlah pasien yang mengalami gangguan sistem imun misalnya pasien keganasan, transplantasi organ, infeksi HIV/AIDS, penyakit kronik sistemik, maupun terdapatnya paktor risiko misalnya penggunaan jangka panjang antibiotika, kortikosteroid, serta alat medis invasif (ventilator mekanik, kateter vena sentral, dll).
Langganan:
Postingan (Atom)













