Dispnea
adalah sensasi subjektif yang sulit diukur karena sangat bervariasi antara
individu dan dapat dipengaruhi oleh keadaan mental seseorang. Dua alasan utama
melakukan pengukuran terhadap dispnea adalah untuk membedakan beratnya gejala
antar individu dan menilai perjalanan dispnea individu. Metode psikofisik dan skala
klinis telah digunakan untuk menilai dispnea walaupun manfaat klinis
pengukurannya masih dalam perdebatan.
Tampilkan postingan dengan label Gejala penyakit respirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gejala penyakit respirasi. Tampilkan semua postingan
30 April 2018
14 Juli 2017
3 Juni 2014
Gagal napas hiperkapnia
Gagal napas hiperkapnia adalah suatu keadaan peningkatan kadar CO2 dalam darah, terjadi akibat ketidakmampuan ventilasi untuk mempertahankan PaCO2 dalam nilai normal agar aktivitas metabolisme berjalan normal. Gagal napas ini umumnya disebabkan oleh PPOK, serangan asma berat, penurunan fungsi pengendali napas (seperti tumor atau infeksi di sistem saraf pusat, terapi, dan obat), penyakit neuromuskular-skeletal (seperti myastenia gravis, SGB, dan trauma) dan obstruksi saluran napas atas.
30 Maret 2014
Penyebab hipoksemia
Kebutuhan jaringan akan oksigen bergantung pada interaksi antara sistem pernapasan, sistem kardiovaskuler dan hematologi. Ketiga sistem tersebut berperan dalam memelihara oksigenasi jaringan. Sistem pernapasan menentukan tekanan parsial oksigen dalam arteri (PaO2), sistem kardiovaskuler menentukan curah jantung dan distribusi aliran darah, dan sistem hematologi menentukan konsentrasi hemoglobin.
12 Februari 2014
Hipoksemia
Hipoksemia adalah kondisi penurunan tekanan parsial oksigen dalam darah (PaO2). Nilai normal PaO2 adalah 80-100 mmHg, sedang nilai normal saturasi oksigen (SaO2) adalah > 95%. Dengan bertambahnya umur PaO2 akan menurun, setiap penambahan umur satu tahun pada usia di atas 60 tahun terjadi penurunan PaO2 sebesar 1 mmHg.
11 Januari 2014
Penyebab asidosis respiratorik
Tekanan parsial CO2 dalam arteri dalam keadaan normal dipertahankan tepat atau mendekati nilai 40 torr (kisaran normal disepakati 35 sampai 45 torr) dengan mekanisme yang mengatur pernapasan. Sensor yang menerima rangsang dari aliran darah arteri dan cairan serebrospinal akan mempengaruhi pusat pengaturan napas untuk menjaga agar PCO2 arteri berada di kisaran 40 torr.
8 November 2013
Penanganan dispnea
Penanganan dispnea pada
dasarnya mencakup tatalaksana yang tepat terhadap penyakit yang mendasarinya.
Bila kondisi pasien memburuk sehingga mungkin terjadi gagal napas akut maka
perhatian lebih baik ditujukan pada keadaan daruratnya dulu sebelum dicari penyebab
yang melatarbelakanginya.
7 November 2013
Kategori penyakit penyebab dispnea
Dispnea merupakan keluhan utama setiap gangguan atau penyakit yang
melibatkan sistem pernapasan. Diagnosis banding dispnea meliputi penyakit paru,
jantung, dinding dada, neuromuskuler, ginjal, reumatologi, hematologi dan
penyakit psikiatri. Penyakit paru sendiri yang menyebabkan dispnea meliputi
penyakit utama paru, dinding dada, pleura, diafragma dan saluran napas.
Penyakit utama paru diantaranya emfisema, bronchitis, asma, PPOK, penyakit paru
interstisial, fibrosis paru, hipertensi paru primer, dll.
31 Oktober 2013
NYERI DADA KARDIAK, akibat kelainan jantung non CAD
Beberapa kelainan jantung penyebab nyeri dada bisa memperlihatkan riwayat dan pemeriksaan fisik khas seperti penyakit jantung koroner (coronary arterial diseases/CAD). untuk menegakkan diagnosis dengan tepat mungkin perlu melakukan ekokardiografi, CT scan, angiografi dan biopsi. Pada beberapa kasus, diagnosis ditegakkan dengan menyingkirkan penyebab lain.
10 Oktober 2013
NYERI DADA, akibat gangguan neuropsikiatri
Sejak abad sembilan belas, para klinisi telah mengakui bahwa kecemasan bisa berhubungan dengan gejala dan tanda seperti kelainan kardiovaskuler. Pasien dengan cemas yang berhubungan dengan nyeri dada sering dilakukan pemeriksaan untuk mencari apakah ada kelainan arteri koroner atau nyeri dada akibat sebab yang lain (nonkardiak). Bila evaluasi gagal menemukan penyebab fisik nyeri dada, pasien sering menghentikan layanan medis dengan masalah yang belum terselesaikan. Sayangnya nyeri dada neuropsikiatrik sering kambuh dan mengganggu pasien. Jika diagnosis bisa ditegakkan, nyeri dada hampir selalu bisa disembuhkan.
5 Oktober 2013
NYERI DADA, akibat kelainan gastrointestinal
Nyeri yang muncul dari kelainan gastrointestinal harus selalu dimasukkan dalam diagnosis banding nyeri dada. Yang paling penting adalah nyeri yang berasal dari esofagus, sering tidak bisa dibedakan dengan angina. diagnosis banding penyebab nyeri dada yang berasal dari kelainan gastrointestinal dikelompokkan menjadi penyebab esofagus dan nonesofagus.
30 September 2013
NYERI DADA, akibat kelainan muskuloskeletal
Diperkirakan 13 - 20% pasien dengan keluhan nyeri dada disebabkan oleh kelainan muskuloskeletal. Prevalensi kelainan muskuloskeletal mungkin lebih tinggi pada kelompok pasien dengan arteri koroner yang normal setelah dilakukan pemeriksaan angiografi, sehingga makin banyak penyebab nyeri dada yang bisa disingkirkan (nonkardiak).
29 September 2013
NYERI DADA, akibat kelainan paru
Hampir semua nyeri dada akibat kelainan paru disebabkan karena inflamasi atau traksi pada struktur sekitar paru, seperti pleura parietal atau mediastinum. Kelainan hanya pada parenkim paru tidak menyebabkan nyeri kecuali jika melibatkan struktur lainnya.
24 September 2013
NYERI DADA NONKARDIAK
![]() |
| Noncardiac chest pain |
2 September 2013
BATUK DARAH, klasifikasi dan etiologi
Berbagai penyebab batuk darah (hemoptisis) telah ditulis dalam kepustakaan. Penyebab bisa berkorelasi dengan volume darah yang dibatukkan dan keadaan klinis saat batuk darah. Anatomi dan patogenesis penyebab batuk darah bisa bervariasi, tergantung pada proses yang mendasari berikut ini.
18 Juni 2013
ASTHMA CONTROL TEST (ACT), evaluasi mandiri asma
Asma yang terkontrol merupakan tujuan pengobatan asma. Asthma Control Test (ACT) merupakan salah satu cara untuk membantu petugas kesehatan yang melayani pasien asma bisa menentukan apakah asmanya sudah terkontrol atau belum. Anda hanya perlu menjawab 5 pertanyaan di bawah ini dengan cara memilih salah satu jawaban yang paling sesuai dengan kondisi anda.
7 Juni 2013
BATUK KRONIK, bisakah akibat GERD?
Gastro-oesophageal reflux disease (GERD) adalah salah satu kelainan yang sering terjadi di bidang gastrointestinal dan kadang berdampak buruk pada penderita. Penyakit ini merupakan suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks isi lambung ke dalam esofagus dan menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu esofagus maupun organ di luar esofagus, seperti saluran napas.
29 Mei 2013
SVKS, penatalaksanaan
Penatalaksanaan pasien dengan sindroma vena kava superior sangat bervariasi antara pasien satu dengan lainnya. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
- Ada atau tidak kegawatan pada SVKS tersebut, bila tidak dilakukan tindakan segera dapat menyebabkan kematian
25 Mei 2013
SVKS, diagnosis
Diagnosis sindrom vena kava superior (SVKS) didasarkan pada keadaan klinis dan gambaran radiologis yang menunjukkan koindisi vena kava superior dan vena-vena lain yang tergabung dalam kolateral aliran darah dari kepala dan leher. Sekali SVKS ditemukan maka prosedur diagnosis untuk mencari penyakit penyebabnya harus segera dilakukan.
Langganan:
Postingan (Atom)






