Tampilkan postingan dengan label Pemeriksaan penunjang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemeriksaan penunjang. Tampilkan semua postingan
14 Juli 2017
2 September 2014
Prosedur bronkoskopi
Bronkoskopi merupakan salah satu jenis pemeriksaan endoskopi, berguna untuk memeriksa trakea, bronkus dan cabang-cabangnya secara visual. Alat untuk memeriksa bronkoskopi (disebut bronkoskop), secara teknis mirip dengan alat endoskopi lainnya seperti gastroskopi, kolonoskopi, laringoskopi dan lain-lain. Bronkoskopi bisa digunakan untuk diagnosis, terapi, dan kadang untuk keduanya.
19 Agustus 2014
Animasi: Spirogram
Diagnosis penyakit paru sebaiknya tidak hanya menilai kondisi organ paru saja, tetapi juga ditentukan kondisi fungsinya. Dengan mengetahui keadaan fungsi paru, maka beberapa tindakan medis yang akan dilakukan pada penderita tersebut dapat diramalkan keberhasilannya. Pada beberapa penyakit, progresifitasnya dapat diketahui dengan menilai faal paru secara periodik. Salah satu alat untuk menilai fungsi paru adalah spirometri, dan hasil pemeriksaan spirometri disebut spirogram seperti terlihat pada gambar berikut
28 Januari 2014
AGD, yang perlu kita ketahui (2)
Tulisan ini merupakan sambungan dari tulisan: AGD, yang perlu kita ketahui (1)
Kapan dilakukan AGD?
Analisis gas dalam darah (AGD) arteri dilakukan untuk evaluasi oksigenasi, ventilasi dan status asam basa. Biasanya hasil pemeriksaan AGD diperlukan jika penampilan klinis pasien memberi kesan ada gangguan pada oksigenasi, ventilasi atau status asam basa.
22 Januari 2014
AGD, yang perlu kita ketahui (1)
Apa komplikasi pengambilan darah arteri?
Pengambilan sampel darah arteri, untuk pemeriksaan AGD, relatif tanpa risiko dan sering dilakukan di rumah sakit terutama UGD dan ICU. Komplikasi pengambilan darah arteri adalah:
17 Januari 2014
Bronkoskopi, indikasi dan kontra indikasi
Dari berbagai prosedur invasif yang dilakukan pada respirasi, bronkoskopi bisa memberikan hasil pemeriksaan visual percabangan trakeobronkial, termasuk melihat percabangan bronkus ke-4 sampai ke-7 pada subjek dewasa. Dengan pemeriksaan bronkoskopi, bisa melakukan pemeriksaan bilasan bronkus, broncho-alveolar lavage (BAL), dan pengambilan spesimen jaringan dari saluran napas dan paru.
8 November 2013
Pengaturan pH tubuh oleh sistem bufer
Cairan tubuh harus dilindungi dari perubahan pH karena sebagian besar enzim sangat peka terhadap perubahan pH. Pengaturan keseimbangan asam basa merupakan koordinasi tiga sistem, yaitu sistem bufer, sistem paru dan sistem ginjal. Sistem bufer disebut juga sebagai sistem penahan atau sistem penyangga, karena dapat menahan perubahan pH.
15 September 2013
NILAI NORMAL FAAL PARU INDONESIA
![]() |
| Grafik uji faal paru |
26 Agustus 2013
INTERPRETASI GAS DALAM DARAH
Fisiologi: kadar gas dalam cairan.
PO2 dan PCO2 arteri adalah tekanan gas tersebut dalam darah. Hukum Henry menyatakan bahwa kadar (c) gas (x) yang terlarut dalam suatu larutan merupakan hasil perkalian tekanan parsial gas dengan koefisien kelarutan (α) gas tersebut, dirumuskan: c = α Px. Jika cairan dalam keseimbangan dengan udara pada permukaan, tekanan parsial gas pada permukaan sama dengan tekanan gas yang terlarut dalam larutan.
23 Agustus 2013
ASPEK KLINIK KAPASITAS RESIDU FUNGSIONAL: PEEP DAN CPAP
![]() |
| Kapasitas residu fungsional |
22 Agustus 2013
KAPASITAS RESIDU FUNGSIONAL
![]() |
| Functional residual capasity (FRC) |
Kapasitas residu fungsional (KRF) atau Functional residual capacity (FRC) adalah volume gas yang tersisa dalam paru pada saat akhir expirasi normal tanpa paksaan. Volume relaksasi (Vr) adalah volume udara saat tendensi paru untuk kolaps atau menguncup melawan tendensi dinding dada untuk mengembang, saat otot dalam keadaan netral. Ini adalah volume setelah ekspirasi tidal secara alami /rileks, disebut kapasitas residu fungsional.
21 Agustus 2013
19 Agustus 2013
KAPASITAS PARU TOTAL (TOTAL LUNG CAPASITY / TLC)
Kapasitas paru total (KPT) atau Total Lung Capacity (TLC) adalah volume gas dalam paru pada akhir inspirasi maksimal. Pada saat mengembang, paru menjadi semakin kaku pada volume yang makin besar. Saat inspirasi, paru akan mencapai nilai KPT saat tenaga yang dihasilkan oleh otot respirasi kekuatannya seimbang dengan daya rekoil paru.
20 Juli 2013
ANALISIS CAIRAN PLEURA
Dalam keadaan normal, pembentukan lapisan tipis cairan antara pleura parietal dan pleura viseral (disebut cairan pleura) merupakan ultrafiltrasi plasma. Kedua pleura bekerja seperti membran semipermiabel, sehingga kadar molekul kecil (misalnya glukosa) sama dengan plasma, sedangkan kadar molekul besar (seperti albumin) kadarnya sangat rendah bila dibandingkan dengan kadar dalam plasma.
8 Juli 2013
PENGAMBILAN SPESIMEN, pada kanker paru
Jenis histologis tumor merupakan syarat utama yang harus dipenuhi sebelum melakukan kemoterapi pada kanker paru. Pemeriksaan histologis tumor memerlukan sampel yang bisa diambil dari tumor itu sendiri ataupun di luar tumor dalam tubuh penderita. Berbagai metode bisa dilakukan untuk mendapatkan sampel, di antaranya adalah:
5 Juli 2013
PEMANTAUAN ARUS PUNCAK EKSPIRASI
![]() |
| peak flow meter |
4 Juli 2013
ARUS PUNCAK EKSPIRASI (PEF), cara pemeriksaan
Untuk mendapatkan nilai APE terbaik dan variabilitas harian yang minimum adalah saat penderita dalam pengobatan efektif dan kondisi asma terkontrol. Pengukuran APE dilakukan pada pagi dan malam setiap hari selama 2 minggu. Pada masing-masing pengukuran dilakukan manuver 3 kali dan diambil nilai tertinggi.
3 Juli 2013
VARIABILITAS APE HARIAN, untuk diagnosis asma
Salah satu riwayat penyakit atau gejala yang bisa mendukung diagnosis asma adalah gejala timbul atau memburuk terutama pada malam atau dini hari. Perburukan pada malam atau dinihari tersebut kemungkinan berhubungan dengan faal paru. Faal paru bisa dinilai dengan berbagai metode, namun yang sudah diterima secara luas
2 Juli 2013
ARUS PUNCAK EKSPIRASI atau Peak Expiratory Flow (PEF)
16 Maret 2013
UJI TUBERKULIN, efek samping
![]() |
| Bula |
Reaksi merugikan (adverse reaction) yang terjadi akibat uji tuberkulin bisa bersifat lokal dan sistemik namun jarang terjadi. Reaksi lokal terjadi di tempat suntikan pada subjek yang sangat sensitif berupa eritema, vesikel, bula, ulkus atau nekrosis. Reaksi merugikan lain adalah rasa nyeri, tidak nyaman dan pruritus yang bisa diobati dengan steroid topikal.
Langganan:
Postingan (Atom)









