Tampilkan postingan dengan label Penyakit luar paru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit luar paru. Tampilkan semua postingan
14 Juli 2017
23 Agustus 2014
Animasi: Sistem konduksi jantung
Ada jaringan khusus dalam otot jantung yang mengantarkan aliran listrik. Jaringan tersebut mempunyai sifat khusus yaitu otomatisasi (kemampuan untuk menimbulkan impuls secara spontan), irama (kemampuan membentuk impuls yang teratur), daya konduksi (kemampuan untuk menyalirkan impuls), dan daya rangsang (kemampuan untuk beraksi terhadap rangsang).
30 Juni 2014
Efek samping bronkodilator adrenergik
Efek samping obat adalah berbagai efek yang terjadi selain efek terapi obat. Bronkodilator adrenergik bekerja dengan cara mengaktivasi reseptor adrenergik alfa, beta1, atau beta2. Selain efek yang diharapkan, obat ini juga bisa menyebabkan efek yang tidak diharapkan sebagai akibat stimulasi reseptor-reseptor tersebut. Efek samping yang sering terjadi bisa dilihat pada daftar berikut. Jumlah dan beratnya efek samping sangat bervariasi dari pasien satu dengan pasien lain, dan tidak setiap efek samping selalu terjadi pada setiap pasien.
16 April 2014
Hepatitis imbas obat
Hati terletak di antara saluran pencernaan dan sirkulasi sistemik, berfungsi memaksimalkan penyerapan makanan, meminimalkan toksin dan zat-zat kimia lainnya. Sistem sirkulasi splanchnic membawa langsung kandungan obat yang ditelan menuju hati, dikenal sebagai fenomena first pass. Hepatitis imbas obat (HIO) atau drug-induced hepatitis (DIH) atau disebut juga drug-induced liver injury (DILI) adalah gangguan fungsi hatri yang disebabkan oleh pajanan obat atau zat kimia lainnya, merupakan diagnosis akhir setelah diagnosis lain disingkirkan dan bila spesimen jaringan hati untuk histologi sulit diperoleh.
14 April 2014
Pneumotoraks katamenial
![]() |
| Endometriosis diafragma |
Pneumotoraks katamenial adalah pneumotoraks yang terjadi berhubungan dengan siklus menstruasi, timbul 48-72 jam dari awal menstruasi. Pneumotoraks katamenial telah dilaporkan pada tahun 1958 (Maurer dkk) dan 1972 (Lilington). Pneumoraks ini cenderung berulang mengikuti siklus menstruasi dan lebih sering terjadi pada paru kanan.
28 Februari 2014
Efusi pleura pada penyakit jantung
Dalam 50 tahun terakhir, penyakit jantung menempati urutan ke tiga sebagai penyebab efusi pleura setelah keganasan dan tuberkulosis. Di negara industri, penyakit jantung biasanya menempati urutan pertama. Penelitian Light di Amerika Serikat mendapatkan penyakit jantung kongestif berjumlah 500.000 dari 1.337.000 kasus efusi pleura dengan berbagai penyebab setiap tahunnya.
6 Desember 2013
GERD, definisi
Gastroesophageal Refluks Disease (GERD) didefinisikan sebagai gangguan berupa isi lambung mengalami refluks secara berulang ke dalam esofagus, menyebabkan terjadinya gejala dan/atau komplikasi yang menganggu. Gejala atau komplikasi pada sistem respirasi diantaranya adalah batuk kronik dan pencetus serangan asma.
1 Desember 2013
Kolaborasi TB HIV
Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap wabah AIDS di seluruh dunia akibat penyebaran virus HIV. Perkembangan epidemi HIV di Indonesia, termasuk yang tercepat di kawasan Asia. Epidemi HIV di Indonesia merupakan tantangan bagi keberhasilan penanggulangan tuberkulosis (TB) dan sebaliknya TB merupakan penyebab utama kematian pada seorang dengan HIV AIDS.
7 November 2013
Kategori penyakit penyebab dispnea
Dispnea merupakan keluhan utama setiap gangguan atau penyakit yang
melibatkan sistem pernapasan. Diagnosis banding dispnea meliputi penyakit paru,
jantung, dinding dada, neuromuskuler, ginjal, reumatologi, hematologi dan
penyakit psikiatri. Penyakit paru sendiri yang menyebabkan dispnea meliputi
penyakit utama paru, dinding dada, pleura, diafragma dan saluran napas.
Penyakit utama paru diantaranya emfisema, bronchitis, asma, PPOK, penyakit paru
interstisial, fibrosis paru, hipertensi paru primer, dll.
31 Oktober 2013
NYERI DADA KARDIAK, akibat kelainan jantung non CAD
Beberapa kelainan jantung penyebab nyeri dada bisa memperlihatkan riwayat dan pemeriksaan fisik khas seperti penyakit jantung koroner (coronary arterial diseases/CAD). untuk menegakkan diagnosis dengan tepat mungkin perlu melakukan ekokardiografi, CT scan, angiografi dan biopsi. Pada beberapa kasus, diagnosis ditegakkan dengan menyingkirkan penyebab lain.
10 Oktober 2013
NYERI DADA, akibat gangguan neuropsikiatri
Sejak abad sembilan belas, para klinisi telah mengakui bahwa kecemasan bisa berhubungan dengan gejala dan tanda seperti kelainan kardiovaskuler. Pasien dengan cemas yang berhubungan dengan nyeri dada sering dilakukan pemeriksaan untuk mencari apakah ada kelainan arteri koroner atau nyeri dada akibat sebab yang lain (nonkardiak). Bila evaluasi gagal menemukan penyebab fisik nyeri dada, pasien sering menghentikan layanan medis dengan masalah yang belum terselesaikan. Sayangnya nyeri dada neuropsikiatrik sering kambuh dan mengganggu pasien. Jika diagnosis bisa ditegakkan, nyeri dada hampir selalu bisa disembuhkan.
5 Oktober 2013
NYERI DADA, akibat kelainan gastrointestinal
Nyeri yang muncul dari kelainan gastrointestinal harus selalu dimasukkan dalam diagnosis banding nyeri dada. Yang paling penting adalah nyeri yang berasal dari esofagus, sering tidak bisa dibedakan dengan angina. diagnosis banding penyebab nyeri dada yang berasal dari kelainan gastrointestinal dikelompokkan menjadi penyebab esofagus dan nonesofagus.
30 September 2013
NYERI DADA, akibat kelainan muskuloskeletal
Diperkirakan 13 - 20% pasien dengan keluhan nyeri dada disebabkan oleh kelainan muskuloskeletal. Prevalensi kelainan muskuloskeletal mungkin lebih tinggi pada kelompok pasien dengan arteri koroner yang normal setelah dilakukan pemeriksaan angiografi, sehingga makin banyak penyebab nyeri dada yang bisa disingkirkan (nonkardiak).
24 September 2013
NYERI DADA NONKARDIAK
![]() |
| Noncardiac chest pain |
30 Agustus 2013
ASMA DAN RHINITIS, mengapa bisa bersamaan?
![]() |
| Asma dan rinitis |
13 Juni 2013
TB DAN DM, bagaimana bila menyerang bersamaan?
Penatalaksanaan diabetes melitus (DM) menjadi sulit bila disertai penyakit infeksi, termasuk tuberkulosis (TB). Seseorang dengan imun yang lemah, akibat penyakit kronis seperti diabetes melitus, akan berisiko tinggi untuk terjadi perubahan dari TB laten menjadi TB aktif. Penelitian membuktikan bahwa seorang penyandang diabetes akan mempunyai risiko 2-3 kali lebih tinggi terserang TB dibanding seseorang tanpa diabetes. Sekitar 10% kasus TB seluruh dunia juga menderita diabetes.
9 Juni 2013
KEMOTERAPI, obat mana yang bisa menyebabkan muntah?
Saat pemberian kemoterapi pada kanker paru,efek samping yang tidak diinginkan oleh dokter dan pasiennya, namun sangat sering terjadi, adalah mual dan muntah. Meskipun obat sitostatika sering membuat pasiennya mual dan muntah, namun kita juga harus waspada terhadap kemungkinan disebabkan oleh hal lain.
7 Juni 2013
BATUK KRONIK, bisakah akibat GERD?
Gastro-oesophageal reflux disease (GERD) adalah salah satu kelainan yang sering terjadi di bidang gastrointestinal dan kadang berdampak buruk pada penderita. Penyakit ini merupakan suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks isi lambung ke dalam esofagus dan menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu esofagus maupun organ di luar esofagus, seperti saluran napas.
1 Juni 2013
ASMA, bolehkah hamil?
Tujuan pengobatan asma adalah mendapatkan asma yang terkontrol, yaitu keadaan yang optimal yang menyerupai orang sehat sehingga penderita dapat melakukan aktivitas seperti orang normal sehingga kualitas hidup penderita meningkat. Pada kondisi tertentu seperti kehamilan, puasa, infeksi saluran napas dll, pengobatan asma memerlukan perhatian khusus atau perubahan penatalaksanaan dari yang sudah ada dalam pedoman pengobatan.
12 Mei 2013
MUAL DAN MUNTAH, akibat kemoterapi
Efek samping yang sangat tidak diinginkan, baik oleh pasien maupun dokter yang merawatnya, setelah pemberian kemoterapi adalah gangguan pada sistem pencernaan. Meskipun sangat tidak diinginkan, ternyata efek samping inilah yang paling sering terjadi pada setiap pemberian kemoterapi. Gangguan yang sering muncul adalah mual dan muntah. Gangguan ini sebenarnya bisa dicegah, dengan pemberian premedikasi sebelum kemoterapi.
Langganan:
Postingan (Atom)











