Tampilkan postingan dengan label Penyakit luar paru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit luar paru. Tampilkan semua postingan

23 Agustus 2014

Animasi: Sistem konduksi jantung

Ada jaringan khusus dalam otot jantung yang mengantarkan aliran listrik. Jaringan tersebut mempunyai sifat khusus yaitu otomatisasi (kemampuan untuk menimbulkan impuls secara spontan), irama (kemampuan membentuk impuls yang teratur), daya konduksi (kemampuan untuk menyalirkan impuls), dan daya rangsang (kemampuan untuk beraksi terhadap rangsang). 

30 Juni 2014

Efek samping bronkodilator adrenergik

Efek samping obat adalah berbagai efek yang terjadi selain efek terapi obat. Bronkodilator adrenergik bekerja dengan cara mengaktivasi reseptor adrenergik alfa, beta1, atau beta2. Selain efek yang diharapkan, obat ini juga bisa menyebabkan efek yang tidak diharapkan sebagai akibat stimulasi reseptor-reseptor tersebut. Efek samping yang sering terjadi bisa dilihat pada daftar berikut. Jumlah dan beratnya efek samping sangat bervariasi dari pasien satu dengan pasien lain, dan tidak setiap efek samping selalu terjadi pada setiap pasien. 

16 April 2014

Hepatitis imbas obat

Hati terletak di antara saluran pencernaan dan sirkulasi sistemik, berfungsi memaksimalkan penyerapan makanan, meminimalkan toksin dan zat-zat kimia lainnya. Sistem sirkulasi splanchnic membawa langsung kandungan obat yang ditelan menuju hati, dikenal sebagai fenomena first pass.  Hepatitis imbas obat (HIO) atau drug-induced hepatitis (DIH) atau disebut juga drug-induced liver injury (DILI) adalah gangguan fungsi hatri yang disebabkan oleh pajanan obat atau zat kimia lainnya, merupakan diagnosis akhir setelah diagnosis lain disingkirkan dan bila spesimen jaringan hati untuk histologi sulit diperoleh. 

14 April 2014

Pneumotoraks katamenial

Endometriosis diafragma
Pneumotoraks katamenial adalah pneumotoraks yang terjadi berhubungan dengan siklus menstruasi, timbul 48-72 jam dari awal menstruasi. Pneumotoraks katamenial telah dilaporkan pada tahun 1958 (Maurer dkk) dan 1972 (Lilington). Pneumoraks ini cenderung berulang mengikuti siklus menstruasi dan lebih sering terjadi pada paru kanan.

28 Februari 2014

Efusi pleura pada penyakit jantung

Dalam 50 tahun terakhir, penyakit jantung menempati urutan ke tiga sebagai penyebab efusi pleura setelah keganasan dan tuberkulosis. Di negara industri, penyakit jantung biasanya menempati urutan pertama. Penelitian Light di Amerika Serikat mendapatkan penyakit jantung kongestif berjumlah 500.000 dari 1.337.000 kasus efusi pleura dengan berbagai penyebab setiap tahunnya.

6 Desember 2013

GERD, definisi


Gastroesophageal Refluks Disease (GERD) didefinisikan sebagai gangguan berupa isi lambung mengalami refluks secara berulang ke dalam esofagus, menyebabkan terjadinya gejala dan/atau komplikasi yang menganggu. Gejala atau komplikasi pada sistem respirasi diantaranya adalah batuk kronik dan pencetus serangan asma

1 Desember 2013

Kolaborasi TB HIV

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap wabah AIDS di seluruh dunia akibat penyebaran virus HIV. Perkembangan epidemi HIV di Indonesia, termasuk yang tercepat di kawasan Asia. Epidemi HIV di Indonesia merupakan tantangan bagi keberhasilan penanggulangan tuberkulosis (TB) dan sebaliknya TB merupakan penyebab utama kematian pada seorang dengan HIV AIDS. 

7 November 2013

Kategori penyakit penyebab dispnea

Dispnea merupakan keluhan utama setiap gangguan atau penyakit yang melibatkan sistem pernapasan. Diagnosis banding dispnea meliputi penyakit paru, jantung, dinding dada, neuromuskuler, ginjal, reumatologi, hematologi dan penyakit psikiatri. Penyakit paru sendiri yang menyebabkan dispnea meliputi penyakit utama paru, dinding dada, pleura, diafragma dan saluran napas. Penyakit utama paru diantaranya emfisema, bronchitis, asma, PPOK, penyakit paru interstisial, fibrosis paru, hipertensi paru primer, dll. 

31 Oktober 2013

NYERI DADA KARDIAK, akibat kelainan jantung non CAD

Beberapa kelainan jantung penyebab nyeri dada bisa memperlihatkan riwayat dan pemeriksaan fisik khas seperti penyakit jantung koroner (coronary arterial diseases/CAD). untuk menegakkan diagnosis dengan tepat mungkin perlu melakukan ekokardiografi, CT scan, angiografi dan biopsi. Pada beberapa kasus, diagnosis ditegakkan dengan menyingkirkan penyebab lain.

10 Oktober 2013

NYERI DADA, akibat gangguan neuropsikiatri

Sejak abad sembilan belas, para klinisi telah mengakui bahwa kecemasan bisa berhubungan dengan gejala dan tanda seperti kelainan kardiovaskuler. Pasien dengan cemas yang berhubungan dengan nyeri dada sering dilakukan pemeriksaan untuk mencari apakah ada kelainan arteri koroner atau nyeri dada akibat sebab yang lain (nonkardiak). Bila evaluasi gagal menemukan penyebab fisik nyeri dada, pasien sering menghentikan layanan medis dengan masalah yang belum terselesaikan. Sayangnya nyeri dada neuropsikiatrik sering kambuh dan mengganggu pasien. Jika diagnosis bisa ditegakkan, nyeri dada hampir selalu bisa disembuhkan.

5 Oktober 2013

NYERI DADA, akibat kelainan gastrointestinal

Nyeri yang muncul dari kelainan gastrointestinal harus selalu dimasukkan dalam diagnosis banding nyeri dada. Yang paling penting adalah nyeri yang berasal dari esofagus, sering tidak bisa dibedakan dengan angina. diagnosis banding penyebab nyeri dada yang berasal dari kelainan gastrointestinal dikelompokkan menjadi penyebab esofagus dan nonesofagus.

30 September 2013

NYERI DADA, akibat kelainan muskuloskeletal

Diperkirakan 13 - 20% pasien dengan keluhan nyeri dada disebabkan oleh kelainan muskuloskeletal. Prevalensi kelainan muskuloskeletal mungkin lebih tinggi pada kelompok pasien dengan arteri koroner yang normal setelah dilakukan pemeriksaan angiografi, sehingga makin banyak penyebab nyeri dada yang bisa disingkirkan (nonkardiak).

24 September 2013

NYERI DADA NONKARDIAK

Noncardiac chest pain
Nyeri dada atau chest pain merupakan keluhan yang sangat sering disampaikan oleh pasien, terjadi karena berbagai penyebab dan bisa sebagai gejala penyakit yang serius atau mengancam jiwa. Sebaliknya, nyeri dada bisa terjadi karena kelainan pada tubuh yang tidak mengancam jiwa, namun pasien tidak berani beraktifitas karena ketakutan dengan keluhan nyeri dadanya tersebut.

30 Agustus 2013

ASMA DAN RHINITIS, mengapa bisa bersamaan?

Asma dan rinitis
Penelitian epidemiologis di banyak negara menunjukkan bahwa asma dan rinitis sering terjadi bersamaan. Prevalensi penderita asma tanpa rinitis kurang dari 2% sedangkan penderita asma dengan rinitis berkisar antara 10-40%. Penelitian lain menunjukkan pasien dengan rinitis persisten lebih banyak menderita asma. Anak dan dewasa yang menderita asma dan rinitis secara bersamaan  lebih banyak pergi ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan lebih lanjut dibanding menderita asma saja.

13 Juni 2013

TB DAN DM, bagaimana bila menyerang bersamaan?

Penatalaksanaan diabetes melitus (DM) menjadi sulit bila disertai penyakit infeksi, termasuk tuberkulosis (TB). Seseorang dengan imun yang lemah, akibat penyakit kronis seperti diabetes melitus, akan berisiko tinggi untuk terjadi perubahan dari TB laten menjadi TB aktif. Penelitian membuktikan bahwa seorang penyandang diabetes akan mempunyai risiko 2-3 kali lebih tinggi terserang TB dibanding seseorang tanpa diabetes. Sekitar 10% kasus TB seluruh dunia juga menderita diabetes.

9 Juni 2013

KEMOTERAPI, obat mana yang bisa menyebabkan muntah?

Saat pemberian kemoterapi pada kanker paru,efek samping yang tidak diinginkan oleh dokter dan pasiennya, namun sangat sering terjadi, adalah mual dan muntah. Meskipun  obat sitostatika sering membuat pasiennya mual dan muntah, namun kita juga harus waspada terhadap kemungkinan disebabkan oleh hal lain.

7 Juni 2013

BATUK KRONIK, bisakah akibat GERD?

Gastro-oesophageal reflux disease (GERD) adalah salah satu kelainan yang sering terjadi di bidang gastrointestinal dan kadang berdampak buruk pada penderita. Penyakit ini merupakan suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks isi lambung ke dalam esofagus dan menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu esofagus maupun organ di luar esofagus, seperti saluran napas.

1 Juni 2013

ASMA, bolehkah hamil?

Tujuan pengobatan asma adalah mendapatkan asma yang terkontrol, yaitu keadaan yang optimal yang menyerupai orang sehat sehingga penderita dapat melakukan aktivitas seperti orang normal sehingga kualitas hidup penderita meningkat. Pada kondisi tertentu seperti kehamilan, puasa, infeksi saluran napas dll, pengobatan asma memerlukan perhatian khusus atau perubahan penatalaksanaan dari yang sudah ada dalam pedoman pengobatan.

12 Mei 2013

MUAL DAN MUNTAH, akibat kemoterapi

Efek samping yang sangat tidak diinginkan, baik oleh pasien maupun dokter yang merawatnya, setelah pemberian kemoterapi adalah gangguan pada sistem pencernaan. Meskipun sangat tidak diinginkan, ternyata efek samping inilah yang paling sering terjadi pada setiap pemberian kemoterapi. Gangguan yang sering muncul adalah mual dan muntah. Gangguan ini sebenarnya bisa dicegah, dengan pemberian premedikasi sebelum kemoterapi.