Tampilkan postingan dengan label Tuberkulosis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuberkulosis. Tampilkan semua postingan

7 April 2020

COVID-19, jangan lupakan tuberkulosis


Ketika seluruh komponen bangsa bersatu untuk mengatasi pandemi Covid-19, sangat penting untuk diingat bahwa masih ada layanan kesehatan jangka panjang yang tetap harus kita pastikan tetap berlangsung sesuai dengan tujuan atau target yang telah ditetapkan. Salah satunya adalah menjaga para pasien TB tetap minum obat sampai sembuh selama pandemi Covid-19.

29 Maret 2019

Eliminasi TB, dimulai dari saya

Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) diperingati pada 24 Maret setiap tahun, dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa Tuberkulosis atau TB sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia. Penyakit ini merupakan penyebab kematian pertama di antara penyakit menular lainnya di Indonesia. Dalam dekade terakhir Indonesia selalu menempati urutan 5 besar dalam jumlah penderita TB.

13 Maret 2018

PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO)

Pengobatan penyakit  Tuberkulosis, sering disingkat TBC atau TB memerlukan jumlah obat yang cukup banyak (minimal 4 obat per hari pada fase awal dan 2 obat per hari pada fase lanjutan) dan lama pengobatan yang panjang (minimal 6 bulan minum obat setiap hari). Bila ada penyakit lain yang menyertai, maka jumlah obat yang diminum menjadi lebih banyak lagi dan pada beberapa jenis TB memerlukan masa pengobatan yang lebih panjang. Masalah lain adalah masyarakat sering menghindari kontak dengan penderita TB, mengisolasi, memisahkan peralatan makan, kebersihan, pakaian dan lain-lain.

21 November 2017

Saya lagi hamil, amankah minum obat TBC..?

Pertanyaan di atas sering saya dapatkan, saat di ruang praktek, penyuluhan atau diskusi di media elektronik. Meskipun informasi keamanan obat TB sudah diketahui, namun masih ada keraguan menggunakan obat ini saat hamil dan menyusui, termasuk pada sebagian petugas kesehatan.
Secara umum, beberapa obat memang tidak boleh diminum atau perlu pengawasan apabila diberikan pada penyakit tertentu seperti  penyakit gula (diabetes melitus), lambung, stroke, darah tinggi, jantung, dan lain-lain.

8 Mei 2015

Aminoglikosid, obat anti tuberkulosis

Antibiotik aminoglikosid merupakan obat yang efektif untuk melawan berbagai bakteri meliputi enterokokus, bakteri gram negatif dan mikobakterium. Penelitian Waksman pada tahu 1940 an membuktikan manfaat streptomisin untuk melawan kuman TB. Sejak itu beberapa aminoglikosida baru ditemukan dengan aktifitas antimikroba yang luas. Aminoglikosida yang terbukti mampu melawan kuman TB adalah streptomisin, kanamisin dan amikasin.

15 April 2015

Etambutol, obat antituberkulosis (OAT)

Struktur etambutol
Etambutol ditemukan pertama kali 1961 dan dianjurkan penggunaannya sebagai OAT pada 1966. Diberikan secara oral, 70-80% obat diabsorbsi. Makanan tidak mengganggu uptake obat, namun absorbsi akan berkurang bila diminum bersamaan dengan antasida. Obat ini terdistribusi dengan cepat ke seluruh tubuh kecuali sistem saraf pusat, hanya 10-50% dibandingkan kadar obat dalam plasma.

26 Mei 2014

Pengendalian infeksi TB di klinik

Banyak terjadi kasus outbreak TB di fasilitas pelayanan kesehatan pada akhir 1980-1n dan awal 1990-an. Sebagai respons, dibuat panduan dan peraturan yang membantu memastikan keamanan petugas pelayanan dan pengendalian TB. Penelitian terhadap kasus outbreak tersebut mendapatkan kesalahan pada administrasi, pengendalian lingkungan dan penilaian proteksi respirasi. 

13 Mei 2014

Perbedaan infeksi laten TB dan sakit TB

Infeksi laten TB, disebut juga latent TB infection (LTBI) adalah suatu keadaan seorang terinfeksi kuman TB namun tidak didapatkan bukti klinis maupun mikrobiologis sakit TB. Untuk menegakkan diagnosis TB laten dilakukan pemeriksaan uji kulit tuberkulin  (Mantoux test) atau pemeriksaan interferon gamma dalam darah.

21 April 2014

Pirazinamid, obat antituberkulosis (OAT)

Pirazinamid (PZA)
Pirazinamid (PZA) adalah derivat amide dari pyrazine-2-carboxylic acid dan analog nicotinamide. PZA merupakan obat antituberkulosis (OAT) ketiga terpenting setelah INH dan rifampisin. Obat ini diabsorbsi dan didistribusi dengan baik bila diberikan secara oral. Kadar puncak dalam plasma sekitar 50 ug/mL dengan waktu paruh 10 jam, sehingga bisa diberikan sekali sehari. 

Isoniazid, obat antituberkulosis (OAT)

Riwayat pengobatan tuberkulosis (TB) telah dimulai sebelum ditemukan kuman penyebab TB pada tahun 1882. Awalnya pengobatan hanya di sanatorium sebagai tempat pengobatan penderita TB, setelah itu usaha pembedahan dilakukan untuk menangani kavitas, dan pada tahun 1944 ditemukan obat streptomisin, kemudian isoniazid, pirazinamid, etambutol dan akhirnya pada tahun 1970-an ditemukan rifampisin.

18 April 2014

Rifampisin, obat antituberkulosis (OAT)

Rifampisin adalah salah satu obat antituberkulosis yang paling kuat. Penemuan Rifampisin dan penggunaan secara luas menyebabkan revolusi pengobatan tuberkulosis (TB), menjadi sangat efektif sehingga pengobatan TB bisa diperpendek menjadi hanya 6 bulan. Jika resistensi Rifampisin terjadi secara luas akan mengancam keberhasilan pengobatan TB.

16 April 2014

Hepatitis imbas obat

Hati terletak di antara saluran pencernaan dan sirkulasi sistemik, berfungsi memaksimalkan penyerapan makanan, meminimalkan toksin dan zat-zat kimia lainnya. Sistem sirkulasi splanchnic membawa langsung kandungan obat yang ditelan menuju hati, dikenal sebagai fenomena first pass.  Hepatitis imbas obat (HIO) atau drug-induced hepatitis (DIH) atau disebut juga drug-induced liver injury (DILI) adalah gangguan fungsi hatri yang disebabkan oleh pajanan obat atau zat kimia lainnya, merupakan diagnosis akhir setelah diagnosis lain disingkirkan dan bila spesimen jaringan hati untuk histologi sulit diperoleh. 

1 Desember 2013

Kolaborasi TB HIV

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap wabah AIDS di seluruh dunia akibat penyebaran virus HIV. Perkembangan epidemi HIV di Indonesia, termasuk yang tercepat di kawasan Asia. Epidemi HIV di Indonesia merupakan tantangan bagi keberhasilan penanggulangan tuberkulosis (TB) dan sebaliknya TB merupakan penyebab utama kematian pada seorang dengan HIV AIDS. 

21 November 2013

Patogenesis tuberkulosis

Lesi primer tuberkulosis (TB) awal hanya bisa dipelajari pada binatang percobaan, karena lesi awal pada manusia hampir tidak mungkin bisa didapatkan. Namun demikian urutan patogenesis TB pada manusia juga terjadi pada kelinci.

4 September 2013

HEMOPTISIS, karena TB

Banyak faktor yang menyebabkan perdarahan intrapulmonal pada penderita TB paru. Perdarahan pada TB bisa disebabkan oleh nekrosis arteri pulmonal kecil atau akibat ruptur pembuluih darah yang berjalan sekitar kavitas akibat infeksi TB kronik.

26 Juni 2013

TB LATEN, diagnosis

Infeksi TB laten adalah suatu keadaan seorang terinfeksi TB namun tidak didapatkan bukti klinis maupun mikrobiologis sakit TB. Diagnosis dan penatalaksanaan TB laten merupakan salah satu tantangan pemberantasan TB karena tidak ada bukti klinis dan mikrobiologis,

13 Juni 2013

TB DAN DM, bagaimana bila menyerang bersamaan?

Penatalaksanaan diabetes melitus (DM) menjadi sulit bila disertai penyakit infeksi, termasuk tuberkulosis (TB). Seseorang dengan imun yang lemah, akibat penyakit kronis seperti diabetes melitus, akan berisiko tinggi untuk terjadi perubahan dari TB laten menjadi TB aktif. Penelitian membuktikan bahwa seorang penyandang diabetes akan mempunyai risiko 2-3 kali lebih tinggi terserang TB dibanding seseorang tanpa diabetes. Sekitar 10% kasus TB seluruh dunia juga menderita diabetes.