Asma eksaserbasi akut berat berpotensi
mengancam jiwa pasien karena itu penatalaksanaannya
perlu penilaian yang tepat dan pemantauan ketat. Pemberian bronkodilator dengan inhalasi
short acting beta-2 agonis (SABA) beberapa
kali akan segera membuka saluran napas, sambil menunggu penyebab perburukan asma
dikendalikan atau peningkatkan dosis obat pengontrol mulai bekerja. Selain SABA, pada asma
eksaserbasi akut berat, perlu ditambahkan kortikosteroid, antikolinergik,
aminofilin/teofilin, dan megnesium.
Tampilkan postingan dengan label Obat respirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat respirasi. Tampilkan semua postingan
28 Mei 2015
8 Mei 2015
Aminoglikosid, obat anti tuberkulosis
Antibiotik aminoglikosid merupakan obat yang efektif untuk melawan berbagai bakteri meliputi enterokokus, bakteri gram negatif dan mikobakterium. Penelitian Waksman pada tahu 1940 an membuktikan manfaat streptomisin untuk melawan kuman TB. Sejak itu beberapa aminoglikosida baru ditemukan dengan aktifitas antimikroba yang luas. Aminoglikosida yang terbukti mampu melawan kuman TB adalah streptomisin, kanamisin dan amikasin.
15 April 2015
Etambutol, obat antituberkulosis (OAT)
![]() |
| Struktur etambutol |
Etambutol ditemukan pertama kali 1961 dan dianjurkan penggunaannya sebagai OAT pada 1966. Diberikan secara oral, 70-80% obat diabsorbsi. Makanan tidak mengganggu uptake obat, namun absorbsi akan berkurang bila diminum bersamaan dengan antasida. Obat ini terdistribusi dengan cepat ke seluruh tubuh kecuali sistem saraf pusat, hanya 10-50% dibandingkan kadar obat dalam plasma.
30 November 2014
Senam Asma, mengapa penting?
Senam Asma Indonesia (SAI) merupakan bentuk latihan pendukung terapi bagi penderita asma karena pola gerakannya sangat cocok bagi penderita asma, sehingga akan mengoptimalkan program pengobatan asma. Senam ini mudah dipahami, mudah dikerjakan, mudah diajarkan, tepat guna dan tepat sasaran. Selain itu SAI sangat bermanfaat baik dari segi fisik maupun psikis. Kali ini kita akan bahas beberapa alasan mengapa SAI sangat di perlukan penderita asma.
5 Oktober 2014
Venturi Mask, sistem pemberian oksigen aliran cepat
Sistem pemberian oksigen tambahan terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu sistem pemberian oksigen dengan aliran lambat (nasal kanula, simple face mask, partial rebreathing mask dan nonrebreathing mask), dan sistem aliran cepat. Sistem aliran cepat meliputi venturi mask dan large-volume aerosol system, yaitu: high-humidity face mask, high-humidity face tent, high-humidity tracheostomy mask/collar dan high-humidity T piece. Penggunaan ventilasi mekanis sesuai dengan definisi sistem aliran udara cepat, namun ia ditempatkan dalam kelas tersendiri.
27 September 2014
Nonrebreathing mask
Terapi oksigen tambahan secara umum dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu pemberian oksigen dengan aliran cepat dan lambat. Beberapa metode pemberian oksigen dengan aliran lambat yaitu kanula nasal, simple facemask, partial rebreating mask dan nonrebreathing mask. Kali ini akan kita bahas tentang nonrebreathing mask.
22 September 2014
Partial rebreathing mask
Pemberian oksigen tambahan
bisa diberikan dengan berbagai alat. Secara umum alat-alat tersebut
bisa dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu sistem pemberian oksigen
dengan aliran lambat dan sistem aliran cepat. Pemberian oksigen dengan aliran
lambat bisa dilakukan dengan beberapa metode yaitu kanula nasal, simple facemask, partial rebreating mask dan nonrebreathingmask. Kali ini akan membahas tentang partial rebreathing mask.
11 September 2014
Tip penggunaan simple face mask
Sistem pemberian oksigen dengan aliran lambat bisa dilakukan dengan beberapa metode yaitu kanula nasal, simple face mask, partial rebreating mask dan nonrebreathing mask. Tulisan kali ini akan membahas tentang simple face mask. Simple face mask adalah pemberian oksigen dengan cara menempatkan masker pada muka pasien, hasilnya akan meningkatkan volume tampungan oksigen yang lebih besar daripada ukuran tampungan anatomis saluran napas yang terbatas.
9 September 2014
Kanula nasal, terapi oksigen aliran lambat
Terapi oksigen dengan aliran lambat, secara definisi, berarti tidak memberikan semua gas yang diperlukan untuk memenuhi total ventilasi semenit pasien. Dengan sistem ini, FiO2 yang disampaikan ke pasien hanya bisa diperkirakan, karena dipengaruhi kelembaban dan suhu, sehingga FiO2 yang sebenarnya tidak dapat ditentukan dengan tepat. Sistem pemberian oksigen dengan aliran lambat meliputi kanula nasal, simple face mask, partial rebreathing mask dan nonrebreathing mask.
9 Juli 2014
Nutrisi pada penyakit respirasi
Bernapas dan
makan merupakan dua proses dasar kehidupan yang saling berhubungan erat dalam
mekanisme, asosiasi emosi dan fisiologi. Udara dan makanan kadang masuk bersama saat menelan, lalu sementara mengalami proses yang terpisah, kemudian bergabung lagi dalam aliran darah dan didistribusikan ke seluruh tubuh untuk selanjutnya terjadi produksi energi.
30 Juni 2014
Efek samping bronkodilator adrenergik
Efek samping obat adalah berbagai efek yang terjadi selain efek terapi obat. Bronkodilator adrenergik bekerja dengan cara mengaktivasi reseptor adrenergik alfa, beta1, atau beta2. Selain efek yang diharapkan, obat ini juga bisa menyebabkan efek yang tidak diharapkan sebagai akibat stimulasi reseptor-reseptor tersebut. Efek samping yang sering terjadi bisa dilihat pada daftar berikut. Jumlah dan beratnya efek samping sangat bervariasi dari pasien satu dengan pasien lain, dan tidak setiap efek samping selalu terjadi pada setiap pasien.
25 Juni 2014
Adrenergik bronkodilator
Bronkodilator adrenergik adalah semua obat analog epinefrin, bekerja secara simpatomimetik. Penggunaan epinefrin subkutan dilaporkan pertama kali tahun 1903, penggunaan epinefrin sebagai aereosol pada asma pertama kali pada tahun 1910, menjadikan obat ini sebagai obat simpatomimetik paling tua yang masih digunakan.
20 Juni 2014
Ukuran partikel obat inhalasi
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi pengendapan obat berbentuk aerosol adalah ukuran partikel. Efek ukuran partikel terhadap pengendapat obat dalam saluran napas diperlihatkan pada gambar di sebelah. Saluran napas atas (hidung dan mulut) efisien dalam menyaring partikel, semua partikel berukuran lebih dari 10 mikron akan mengendap di hidung dan semua partikel berukuran lebih dari 15 mikron mengendap di mulut.
15 Juni 2014
Klasifikasi obat inhalasi
Kelompok utama obat untuk terapi respirasi adalah obat aerosol yang mengobati secara langsung penyakit saluran napas atas dan bawah. Obat diberikan dengan inhalasi melalui mulut atau hidung sehingga bisa mengobati saluran napas secara topikal dan lokal. Beberapa keuntungan obat inhalasi adalah:7 Juni 2014
6 Juni 2014
21 April 2014
Pirazinamid, obat antituberkulosis (OAT)
![]() |
| Pirazinamid (PZA) |
Pirazinamid (PZA) adalah derivat amide dari pyrazine-2-carboxylic acid dan analog nicotinamide. PZA merupakan obat antituberkulosis (OAT) ketiga terpenting setelah INH dan rifampisin. Obat ini diabsorbsi dan didistribusi dengan baik bila diberikan secara oral. Kadar puncak dalam plasma sekitar 50 ug/mL dengan waktu paruh 10 jam, sehingga bisa diberikan sekali sehari.
Isoniazid, obat antituberkulosis (OAT)
Riwayat pengobatan tuberkulosis (TB) telah dimulai sebelum ditemukan kuman penyebab TB pada tahun 1882. Awalnya pengobatan hanya di sanatorium sebagai tempat pengobatan penderita TB, setelah itu usaha pembedahan dilakukan untuk menangani kavitas, dan pada tahun 1944 ditemukan obat streptomisin, kemudian isoniazid, pirazinamid, etambutol dan akhirnya pada tahun 1970-an ditemukan rifampisin.
18 April 2014
Rifampisin, obat antituberkulosis (OAT)
Rifampisin adalah salah satu obat antituberkulosis yang paling kuat. Penemuan Rifampisin dan penggunaan secara luas menyebabkan revolusi pengobatan tuberkulosis (TB), menjadi sangat efektif sehingga pengobatan TB bisa diperpendek menjadi hanya 6 bulan. Jika resistensi Rifampisin terjadi secara luas akan mengancam keberhasilan pengobatan TB.
9 Juni 2013
KEMOTERAPI, obat mana yang bisa menyebabkan muntah?
Saat pemberian kemoterapi pada kanker paru,efek samping yang tidak diinginkan oleh dokter dan pasiennya, namun sangat sering terjadi, adalah mual dan muntah. Meskipun obat sitostatika sering membuat pasiennya mual dan muntah, namun kita juga harus waspada terhadap kemungkinan disebabkan oleh hal lain.
Langganan:
Postingan (Atom)
















