5 Mei 2026

Hari Asma Sedunia 2026

Hari Asma Sedunia2026 diperingati setiap hari Selasa pekan pertama bulan Mei, tahun ini bertepatan dengan Selas 5 Mei 2026. Global Initiative for Asthma (GINA) tahun ini menetapkan tema "Access to antiinflammatory inhalers for everyone with asthma - still urgent need"

GINA terus menekankan perlunya memastikan bahwa semua penderita asma dapat mengakses obat hirup yang sangat penting untuk mengendalikan penyakit yang mendasarinya dan mengobati saat serangan.

Tema Hari Asma Sedunia tahun ini menegaskan bahwa setiap penderita asma, termasuk sebagian besar anak prasekolah penderita asma, harus mendapatkan pengobatan kortikosteroid hirup. Inhaler ini mampu mengurangi risiko serangan asma dan mengurangi angka kematian akibat asma.

Sebaiknya, inhaler yang digunakan adalah inhaler kombinasi 2-in-1 yang mengandung kortikosteroid hirup dan pelonggar napas kerja cepat hirup. Bersama-sama, keduanya mengobati gejala asma, mencegah serangan asma, dan mengurangi jumlah pasien asma yang dirawat di rumah sakit.

Serangan asma menyebabkan penderitaan yang berat bagi penyandangnya, merepotkan keluarganya dan mengganggu aktivitas kerjanya. Serangan asma dapat mengakibatkan rawat inap di rumah sakit dan, dalam beberapa kasus, menyebabkan kematian.

Saat serangan asma, terjadi penyempitan saluran napas di paru, sehingga mengurangi kemampuan seseorang untuk menghirup oksigen yang penting untuk kehidupan. Penyempitan saluran napas disebabkan oleh kontraksi otot-otot saluran napas dan peradangan yang menyebabkan pembengkakan dinding saluran napas dan lendir atau dahak yang menyumbat saluran napas.

Obat bronkodilator (pelonggar saluran napas) kerja pendek (salbutamol, albuterol, terbutalin, SABA) hanya meredakan kontraksi otot saluran napas, sedangkan obat-obatan yang mengandung kortikosteroid hirup mampu mencergah serangan asma dengan cara mengobati peradangan yang mendasari penyebab asma.

Di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah, kurangnya ketersediaan atau tingginya harga obat-obat hirup, terutama inhaler yang mengandung kortikosteroid merupakan faktor utama yang menyebabkan banyaknya serangan asma dan 96% kematian akibat asma di dunia terjadi di negara-negara tersebut.

di Indonesia, obat inhaler yang mengandung kortikosteroid tersedia dalam kemasan kombinasi 2-in-1 bersama obat pelonggar napas kerja cepat. Kombinasi obat yang relatif mahal ini telah masuk dalam daftar obat JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Sumber: https://ginasthma.org/world-asthma-day-tuesday-may-5-2026/ diakses 5 Mei 2026

Tidak ada komentar: