Hari Kanker Paru Sedunia yang diperingati setiap 1 Agustus menjadi momentum meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker paru. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat mengenali gejala, faktor risiko, dan segera memeriksakan diri jika keluhan berlangsung lebih dari dua minggu. Skrining pada kelompok berisiko juga dianjurkan agar kanker dapat ditemukan sejak stadium awal.
Tantangan dalam penanganan kanker paru adalah gejalanya yang sering tidak khas pada stadium awal. Akibatnya, banyak pasien baru terdiagnosis ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut.
Gejala yang perlu diwaspadai adalah batuk yang tidak kunjung sembuh, batuk dengan dahak bercampur, sesak napas, nyeri dada, suara serak, pembengkakan atau benjolan di leher dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Walaupun keluhan tersebut tidak selalu menandakan kanker paru, namun disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila gejala berlangsung lebih dari dua minggu atau semakin memburuk, untuk memastikan keluhan tersebut karena kanker paru atau penyebab lainnya.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker paru antara lain:
- berusia 40 tahun ke atas,
- kebiasaan merokok (perokok aktif)
- sering terpapar asap rokok sebagai perokok pasif,
- terpapar polusi udara atau zat berbahaya
- memiliki riwayat kanker paru atau kanker lain dalam keluarga.
Skrining kanker paru merupakan pemeriksaan pada orang yang belum memiliki gejala, tetapi memiliki risiko tinggi.
Pemeriksaan ini bertujuan menemukan kanker sejak stadium awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang keberhasilan terapi menjadi lebih besar. Jika ditemukan faktor risiko, tenaga kesehatan akan menentukan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar