Pada tahun 1963 WHO mendefinisikan cor
pulmonale sebagai hipertrofi ventrikel kanan akibat penyakit paru yang
mempengaruhi fungsi dan atau struktur paru kecuali bila gangguan paru terjadi
akibat penyakit yang secara primer mengenai sisi kiri jantung atau pada
penyakit jantung kongenital. Berkembangnya pemahaman terhadap patofisiologi kor
pulmonale menyebabkan pergeseran paradigma sehingga alterasi struktur dan
fungsi ventrikel kanan lebih menjadi titik tolak dibandingkan terjadinya
hipertrofi.
5 Maret 2013
4 Maret 2013
HIPERTENSI PULMONER, bedakah dengan hipertensi yang selama ini dikenal?
Sirkulasi pulmoner
mempunyai ciri khas bertekanan dan bertahanan rendah maka pada keadaan normal
tekanan sistolik dan diastolik sirkulasi pulmoner lebih rendah dibandingkan
sirkulasi sistemik. Pada permukaan laut, tekanan arteri pulmoner berkisar 18-25
mmHg pada puncak sistolik dan 6-10 mmHg pada akhir diastolik, tekanan rata-rata
12-16 mmHg. Jika rerata tekanan arteri pulmoner ≥ 35 mmHg saat aktivitas atau ≥
25 mmHg saat istirahat disebut hipertensi pulmoner (HP).
3 Maret 2013
PENYAKIT ABDOMEN, bisakah menyebabkan kelainan paru?
Proses kehidupan dalam tubuh manusia bisa berlangsung karena dukungan berbagai sistem yang bertanggung jawab terhadap fungsi tertentu, misalnya sistem kardiovaskuler, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem neuromuskuler dll. Meskipun setiap sistem bertanggung jawab terhadap fungsi tertentu, namun antara sistem yang satu dengan lainnya saling mempengaruhi. Gangguan fungsi salah satu organ penyusun suatu sistem, selain bisa mempengaruhi fungsi sistem tersebut, bisa juga mempengaruhi organ pada sistem yang lain.
27 Februari 2013
EDEMA PARU NONKARDIOGENIK
Edema paru adalah keadaan
terdapatnya cairan ekstravaskuler yang berlebihan dalam paru. Edema paru
nonkardiogenik disebabkan oleh perubahan permeabilitas membran kapiler pulmonal
sebagai akibat langsung maupun tidak langsung proses patologi. Penyakit ini
merupakan kumpulan penyakit dari yang paling ringan (cedera paru akut/acute
lung injury) sampai berat (acute respiratory distress syndrome /ARDS).
EDEMA PARU, kelainan akut atau kronik?
25 Februari 2013
OBAT TBC, amankah pada kehamilan, menyusui dan pengguna KB?
![]() |
| Obat Anti Tuberkulosis (OAT) |
23 Februari 2013
TERAPI OKSIGEN
Oksigen pertama
kali ditemukan oleh Yoseph Prietsley di Bristol Inggris tahun 1775 dan dipakai
dalam bidang kedokteran oleh Thomas Beddoes sejak awal tahun 1800. Tujuan terapi
oksigen adalah untuk memperbaiki dan mencegah keadaan hipoksemia, sehingga hipoksia jaringan
dapat dicegah dan dihindari. Hipoksemia dapat diatasi dengan meningkatkan
fraksi oksigen inspirasi.
Langganan:
Postingan (Atom)




