10 Maret 2013

BRONCHOALVEOLAR LAVAGE (BAL)

Bronchoalveolar lavage (BAL) adalah teknik pengambilan spesimen saluran napas bagian bawah dengan cara memasukkan cairan fisiologis dan kemudian mengambilnya kembali.  Konsep dasarnya adalah bahwa komponen selular dan nonselular permukaan epitel alveoli merupakan manifestasi proses inflamasi saluran napas bawah, komponen tersebut bisa diambil dengan BAL.

9 Maret 2013

UJI TUBERKULIN, interptretasi

Pemeriksaan uji tuberkulin dilakukan untuk menentukan apakah seseorang pernah terinfeksi oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (M.tb). Interpretasi uji tuberkulin ditentukan oleh sensitivitas dan spesifisitas ujin selain itu perlu dipertimbangkan juga nilai prediksi positif dan nilai prediksi negatif uji.

UJI TUBERKULIN, pengertian

Reaksi tuberkulin merupakan reaksi hipersensitivitas tipe lambat atau delayed-type hipersensitivity (DTH) berupa indurasi di tempat suntikan pada pejamu yang tersensitisasi. DTH, disebut juga hipersensitivitas tipe IV, merupakan sistem imun yang bekerja berdasarkan imunitas selular. Sesuai dengan namanya DTH merupakan reaksi selular tipe lambat terhadap antigen yang terlokalisisr, biasanya kulit. Individu yang pernah terpajan kuman Mycobacterium tuberculosis (M.tb) atau pernah menerima vaksinasi BCG

6 Maret 2013

dots (kalau diputar jadi stop)

Kata DOTS sering disebut hampir di semua negara, bila sedang membicarakan pemberantasan penyakit TB. Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyetakan bahwa kunci sukses penanggulangan TB adalah menerapkan strategi DOTS. Sebagai negara kelima (sebelumnya negara ketiga) dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia, Indonesia juga menerapkan strategi DOTS. Agar strategi ini dapat berjalan dengan baik maka pemahaman tentang DOTS sangat diperlukan.

5 Maret 2013

KOR PULMONALE, mana duluan yang sakit?


Pada tahun 1963 WHO mendefinisikan cor pulmonale sebagai hipertrofi ventrikel kanan akibat penyakit paru yang mempengaruhi fungsi dan atau struktur paru kecuali bila gangguan paru terjadi akibat penyakit yang secara primer mengenai sisi kiri jantung atau pada penyakit jantung kongenital. Berkembangnya pemahaman terhadap patofisiologi kor pulmonale menyebabkan pergeseran paradigma sehingga alterasi struktur dan fungsi ventrikel kanan lebih menjadi titik tolak dibandingkan terjadinya hipertrofi.

4 Maret 2013

HIPERTENSI PULMONER, bedakah dengan hipertensi yang selama ini dikenal?


Sirkulasi pulmoner mempunyai ciri khas bertekanan dan bertahanan rendah maka pada keadaan normal tekanan sistolik dan diastolik sirkulasi pulmoner lebih rendah dibandingkan sirkulasi sistemik. Pada permukaan laut, tekanan arteri pulmoner berkisar 18-25 mmHg pada puncak sistolik dan 6-10 mmHg pada akhir diastolik, tekanan rata-rata 12-16 mmHg. Jika rerata tekanan arteri pulmoner ≥ 35 mmHg saat aktivitas atau ≥ 25 mmHg saat istirahat disebut hipertensi pulmoner (HP). 

3 Maret 2013

PENYAKIT ABDOMEN, bisakah menyebabkan kelainan paru?


Proses kehidupan dalam tubuh manusia bisa berlangsung karena dukungan berbagai sistem yang bertanggung jawab terhadap fungsi tertentu, misalnya sistem kardiovaskuler, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem neuromuskuler dll. Meskipun setiap sistem bertanggung jawab terhadap fungsi tertentu, namun antara sistem yang satu dengan lainnya saling mempengaruhi. Gangguan fungsi salah satu organ penyusun suatu sistem, selain bisa mempengaruhi fungsi sistem tersebut, bisa juga mempengaruhi organ pada sistem yang lain.