Setiap tahun jutaan orang berada
di ketinggian karena berbagai keperluan misalnya mendaki gunung, ski, hiking atau dalam pesawat udara.
Penurunan tekanan barometer pada ketinggian menyebabkan penurunan tekanan
partial oksigen (pO2) inspirasi, bisa menjadi masalah pada sebagian
orang. Namun sulit untuk mengetahui pada ketinggian berapa seseorang dapat
mengalami gangguan akibat
ketinggian.
11 Maret 2013
10 Maret 2013
BRONCHOALVEOLAR LAVAGE (BAL)
Bronchoalveolar lavage (BAL) adalah teknik pengambilan spesimen saluran napas bagian bawah
dengan cara memasukkan cairan fisiologis dan kemudian mengambilnya
kembali. Konsep dasarnya adalah bahwa
komponen selular dan nonselular permukaan epitel alveoli merupakan manifestasi
proses inflamasi saluran napas bawah, komponen
tersebut bisa diambil dengan BAL.
9 Maret 2013
UJI TUBERKULIN, interptretasi
Pemeriksaan uji tuberkulin dilakukan untuk menentukan apakah seseorang pernah terinfeksi oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (M.tb). Interpretasi uji tuberkulin ditentukan oleh sensitivitas dan spesifisitas ujin selain itu perlu dipertimbangkan juga nilai prediksi positif dan nilai prediksi negatif uji.
UJI TUBERKULIN, pengertian
Reaksi tuberkulin merupakan reaksi hipersensitivitas tipe lambat atau delayed-type hipersensitivity (DTH) berupa indurasi di tempat suntikan pada pejamu yang tersensitisasi. DTH, disebut juga hipersensitivitas tipe IV, merupakan sistem imun yang bekerja berdasarkan imunitas selular. Sesuai dengan namanya DTH merupakan reaksi selular tipe lambat terhadap antigen yang terlokalisisr, biasanya kulit. Individu yang pernah terpajan kuman Mycobacterium tuberculosis (M.tb) atau pernah menerima vaksinasi BCG
6 Maret 2013
dots (kalau diputar jadi stop)
Kata DOTS sering disebut hampir di semua negara, bila sedang membicarakan pemberantasan penyakit TB. Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyetakan bahwa kunci sukses penanggulangan TB adalah menerapkan strategi DOTS. Sebagai negara kelima (sebelumnya negara ketiga) dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia, Indonesia juga menerapkan strategi DOTS. Agar strategi ini dapat berjalan dengan baik maka pemahaman tentang DOTS sangat diperlukan.
5 Maret 2013
KOR PULMONALE, mana duluan yang sakit?
Pada tahun 1963 WHO mendefinisikan cor
pulmonale sebagai hipertrofi ventrikel kanan akibat penyakit paru yang
mempengaruhi fungsi dan atau struktur paru kecuali bila gangguan paru terjadi
akibat penyakit yang secara primer mengenai sisi kiri jantung atau pada
penyakit jantung kongenital. Berkembangnya pemahaman terhadap patofisiologi kor
pulmonale menyebabkan pergeseran paradigma sehingga alterasi struktur dan
fungsi ventrikel kanan lebih menjadi titik tolak dibandingkan terjadinya
hipertrofi.
4 Maret 2013
HIPERTENSI PULMONER, bedakah dengan hipertensi yang selama ini dikenal?
Sirkulasi pulmoner
mempunyai ciri khas bertekanan dan bertahanan rendah maka pada keadaan normal
tekanan sistolik dan diastolik sirkulasi pulmoner lebih rendah dibandingkan
sirkulasi sistemik. Pada permukaan laut, tekanan arteri pulmoner berkisar 18-25
mmHg pada puncak sistolik dan 6-10 mmHg pada akhir diastolik, tekanan rata-rata
12-16 mmHg. Jika rerata tekanan arteri pulmoner ≥ 35 mmHg saat aktivitas atau ≥
25 mmHg saat istirahat disebut hipertensi pulmoner (HP).
Langganan:
Postingan (Atom)

