28 April 2013

FLU BURUNG SUBTIPE H5N1, diagnosis

Masa inkubasi virus flu burung subtipe H5N1 kemungkinan lebih lama daripada massa inkubasi influenza pada manusia tipe lain yang selama ini dikenal. Sebagian besar kasus muncul pada 2-4 hari setelah pajanan dan diperkirakan 8-17 hari akan muncul gejala jika ada kemungkinan kpontak denghan binatang yang terinfeksi atau lingkungan yang berkaitan. 

FLU BURUNG SUBTIPE H5N1, patofisiologi

Flu burung atau Avian influenza (AI) jenis baru telah muncul di China yaitu H7N9. Meskipun belum cukup bukti bahwa virus ini bisa menular antar manusia, namun penularan virus ini dari unggas ke manusia lebih mudah dibandingkan virus tipe sebelumnya (H5N1). Belum banyak yang diketahui tentang virus ini, sehingga pedoman tatalaksana masih diragukan efektifitasnya. Meskipun kemungkinan akan banyak perbedaan, kali ini kita akan pelajari patofisiologi yang sudah jelas yaitu virus flu burungsubtipe H5N1

26 April 2013

FLU BURUNG, sejarah

Saat ini sedang berkembang virus flu burung jenis baru (H7N9) yang menulari lebih dari 100 orang dan menewaskan 22 orang diantaranya, terjadi di 7 propinsi dan kota di China. Saat ini belum cukup bukti bahwa virus tersebut bisa menular antar manusia dengan mudah. Virus ini lebih mudah menular dari unggas ke manusia dibandingkan tipe H5N1 (WHO).

23 April 2013

SIDEROSIS, inhalasi debu besi

Debu besi adalah debu anorganik sehingga penyakit paru kerja yang berhubungan dengan debu besi termasuk pneumokoniosis debu anorganik, antara lain: siderosis, Welder's siderosis dan siderosilikosis. Siderosis adalah penyakit paru kerja akibat pengumpulan debu besi yang mengandung persenyawaan zat besi  (Fe2O3) di paru.

20 April 2013

NIKOTIN, withdrawal effect

Withdrawal effect atau efek putus nikotin salah satu kendala yang penting. Reward fisiologis berupa produksi dopamin yang tinggi dan tidak tahan terhadap gejala putus nikotin membuat perokok terus merokok. Pada saat seorang berhenti merokok, maka jumlah nikotin yang mencapai reseptor di otak menurun dan hal ini menyebabkan penurunan pelepasan dopamin dan neurotransmiter lainnya sehingga

18 April 2013

NIKOTIN, adiksi dan dampak fisiologis

Adiksi nikotin merupakan salah satu faktor kendala berhenti merokok dari aspek biologis dan fisiologis. Dibandingkan dengan 4 zat lain penyebab adiksi seperti kokain, morfin, kafein, dan alkohol, ternyata nikotin menempati urutan pertama penyebab kematian, adiksi dan tingkat kesulitan untuk tidak menggunakannya lagi. Adiksi nkotin dapat membuat pasien kembali merokok meskipun telah mengalami berbagai penyakit,

16 April 2013

ASAP ROKOK, karakteristik

Semula, rokok yang dijual secara komersial tersusun atas tembakau (nicotiana tabacum), kertas dan penyaring atau sering dikenal dengan filter. Rokok yang beredar sekarang, tidak hanya terdiri atas tembakau saja, namun juga dutambah zat lain (zat adiktif). Zat adiktif tersebut antara lain gliserol, sorbitol, propilen glikol, kalium sorbat, asam benzoat, natrium benzoat, cengkeh, menthol, cokelat, vanila dan zat-zat lainnya.