Saat pemberian kemoterapi pada kanker paru,efek samping yang tidak diinginkan oleh dokter dan pasiennya, namun sangat sering terjadi, adalah mual dan muntah. Meskipun obat sitostatika sering membuat pasiennya mual dan muntah, namun kita juga harus waspada terhadap kemungkinan disebabkan oleh hal lain.
9 Juni 2013
7 Juni 2013
BATUK KRONIK, bisakah akibat GERD?
Gastro-oesophageal reflux disease (GERD) adalah salah satu kelainan yang sering terjadi di bidang gastrointestinal dan kadang berdampak buruk pada penderita. Penyakit ini merupakan suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks isi lambung ke dalam esofagus dan menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu esofagus maupun organ di luar esofagus, seperti saluran napas.
1 Juni 2013
ASMA, bolehkah hamil?
Tujuan pengobatan asma adalah mendapatkan asma yang terkontrol, yaitu keadaan yang optimal yang menyerupai orang sehat sehingga penderita dapat melakukan aktivitas seperti orang normal sehingga kualitas hidup penderita meningkat. Pada kondisi tertentu seperti kehamilan, puasa, infeksi saluran napas dll, pengobatan asma memerlukan perhatian khusus atau perubahan penatalaksanaan dari yang sudah ada dalam pedoman pengobatan.
31 Mei 2013
PEROKOK PASIF, asap tembakau lingkungan
Hari tanpa tembakau sedunia diperingati setiap tanggal 31 Mei, dicetuskan oleh WHO pada tahun 1987. Gerakan ini menyerukan agar para perokok berpuasa tidak merokok selama 24 jam di seluruh dunia, sehingga satu hari ini tidak ada asap rokok yang mengepul di sekitar kita. Bagi orang yang tidak merokok, asap tembakau selalu tidak menyenangkan.
29 Mei 2013
ASMA, bolehkan menjalani pembedahan?
Penatalaksanaan asma jangka panjang sebaiknya berpedoman pada guideline yang telah dipublikasikan seperti GINA atau pedoman yang dikeluarkan oleh PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia). Pada kondisi tertentu seperti kehamilan, puasa, atau menjalani tindakan bedah, perlu perhatian khusus atau bila perlu ada perubahan penatalaksanaan dari yang sudah digariskan dalam pedoman penatalaksanaan.
SVKS, penatalaksanaan
Penatalaksanaan pasien dengan sindroma vena kava superior sangat bervariasi antara pasien satu dengan lainnya. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
- Ada atau tidak kegawatan pada SVKS tersebut, bila tidak dilakukan tindakan segera dapat menyebabkan kematian
25 Mei 2013
SVKS, diagnosis
Diagnosis sindrom vena kava superior (SVKS) didasarkan pada keadaan klinis dan gambaran radiologis yang menunjukkan koindisi vena kava superior dan vena-vena lain yang tergabung dalam kolateral aliran darah dari kepala dan leher. Sekali SVKS ditemukan maka prosedur diagnosis untuk mencari penyakit penyebabnya harus segera dilakukan.
Langganan:
Postingan (Atom)
