26 Mei 2014

Pengendalian infeksi TB di klinik

Banyak terjadi kasus outbreak TB di fasilitas pelayanan kesehatan pada akhir 1980-1n dan awal 1990-an. Sebagai respons, dibuat panduan dan peraturan yang membantu memastikan keamanan petugas pelayanan dan pengendalian TB. Penelitian terhadap kasus outbreak tersebut mendapatkan kesalahan pada administrasi, pengendalian lingkungan dan penilaian proteksi respirasi. 

24 Mei 2014

Intubasi endotrakeal, komplikasi

Pemasangan tabung endotrakeal (endotraacheal tube/ETT) harus dilakukan oleh seorang dengan ketrampilan tinggi agar tidak terjadi komplikasi pada pasien. Komplikasi bisa terjadi saat prosedur pemasangan ETT, selama ETT terpasang dan setelah ekstubasi.

23 Mei 2014

Intubasi endotrakeal, nasal atau oral?

Tabung endotrakeal
Itubasi endotrakeal adalah menempatkan sebuah tabung melalui laring dan sampai ke trakea. Indikasi intubasi endotrakeal adalah 

  1. Obstruksi saluran napas yang tidak berhasil dengan metode lain yang non invasif, misalnya akibat edema saluran napas

21 Mei 2014

Sistem pembersihan mukosiliar

Mekanisme proteksi saluran napas terdiri atas batuk, bersin dan sistem pembersihan mukosiliar. Sistem pembersihan mukosiliar didukung oleh mukus dan sel bersilia, berfungsi menangkap dan membawa partikel dalam udara yang belum tersaring oleh hidung dan saluran napas besar. Dalam keadaan normal, produksi mukus dalam paru sekitar 100 ml/hari.

13 Mei 2014

Perbedaan infeksi laten TB dan sakit TB

Infeksi laten TB, disebut juga latent TB infection (LTBI) adalah suatu keadaan seorang terinfeksi kuman TB namun tidak didapatkan bukti klinis maupun mikrobiologis sakit TB. Untuk menegakkan diagnosis TB laten dilakukan pemeriksaan uji kulit tuberkulin  (Mantoux test) atau pemeriksaan interferon gamma dalam darah.

21 April 2014

Pirazinamid, obat antituberkulosis (OAT)

Pirazinamid (PZA)
Pirazinamid (PZA) adalah derivat amide dari pyrazine-2-carboxylic acid dan analog nicotinamide. PZA merupakan obat antituberkulosis (OAT) ketiga terpenting setelah INH dan rifampisin. Obat ini diabsorbsi dan didistribusi dengan baik bila diberikan secara oral. Kadar puncak dalam plasma sekitar 50 ug/mL dengan waktu paruh 10 jam, sehingga bisa diberikan sekali sehari. 

Isoniazid, obat antituberkulosis (OAT)

Riwayat pengobatan tuberkulosis (TB) telah dimulai sebelum ditemukan kuman penyebab TB pada tahun 1882. Awalnya pengobatan hanya di sanatorium sebagai tempat pengobatan penderita TB, setelah itu usaha pembedahan dilakukan untuk menangani kavitas, dan pada tahun 1944 ditemukan obat streptomisin, kemudian isoniazid, pirazinamid, etambutol dan akhirnya pada tahun 1970-an ditemukan rifampisin.