8 November 2013

Penanganan dispnea

Penanganan dispnea pada dasarnya mencakup tatalaksana yang tepat terhadap penyakit yang mendasarinya. Bila kondisi pasien memburuk sehingga mungkin terjadi gagal napas akut maka perhatian lebih baik ditujukan pada keadaan daruratnya dulu sebelum dicari penyebab yang melatarbelakanginya.

Pengaturan pH tubuh oleh sistem bufer

Cairan tubuh harus dilindungi dari perubahan pH karena sebagian besar enzim sangat peka terhadap perubahan pH. Pengaturan keseimbangan asam basa merupakan koordinasi tiga sistem, yaitu sistem bufer, sistem paru dan sistem ginjal. Sistem bufer disebut juga sebagai sistem penahan atau sistem penyangga, karena dapat menahan perubahan pH. 

7 November 2013

Kategori penyakit penyebab dispnea

Dispnea merupakan keluhan utama setiap gangguan atau penyakit yang melibatkan sistem pernapasan. Diagnosis banding dispnea meliputi penyakit paru, jantung, dinding dada, neuromuskuler, ginjal, reumatologi, hematologi dan penyakit psikiatri. Penyakit paru sendiri yang menyebabkan dispnea meliputi penyakit utama paru, dinding dada, pleura, diafragma dan saluran napas. Penyakit utama paru diantaranya emfisema, bronchitis, asma, PPOK, penyakit paru interstisial, fibrosis paru, hipertensi paru primer, dll. 

31 Oktober 2013

Pengaturan keseimbangan asam basa

Ion hidrogen
Keseimbangan asam basa adalah suatu keadaan kadar ion H+ (ion hidrogen) yang diproduksi setara dengan kadar ion H+ yang dikeluarkan oleh sel, jadi keseimbangan asam basa adalah keseimbangan ion H+. Walaupun produksi asam akan terus menghasilkan ion hidrogen dalam jumlah yang sangat banyak, ternyata kadar ion hidrogen tetap dipertahankan pada kadar rendah, 40 + 5 nM atau pH 7,4. 

NYERI DADA KARDIAK, akibat kelainan jantung non CAD

Beberapa kelainan jantung penyebab nyeri dada bisa memperlihatkan riwayat dan pemeriksaan fisik khas seperti penyakit jantung koroner (coronary arterial diseases/CAD). untuk menegakkan diagnosis dengan tepat mungkin perlu melakukan ekokardiografi, CT scan, angiografi dan biopsi. Pada beberapa kasus, diagnosis ditegakkan dengan menyingkirkan penyebab lain.

28 Oktober 2013

Latihan Jasmani pada PPOK

Berkurangnya aktivitas sehari-hari pasien PPOK menyebabkan penurunan fungsi otot skeletal. Imobilisasi selama 4-6 minggu menyebabkan penurunan kekuatan otot, diameter serat otot, penyimpangan energi , dan aktivitas enzim metabolik. Berbaring di tempat tidur dalam waktu lama menyebabkan penurunan ambilan oksigen dan kendali kardiovaskuler. 

21 Oktober 2013

Rehalilitasi paru pada PPOK

Rehabilitasi paru
Tujuan program rehabilitasi pada PPOK adalah untuk meningkatkan toleransi terhadap latihan dan memperbaiki kualitas hidup pasien PPOK. Pasien yang ikut dalam program rehabilitasi adalah mereka yang telah mendapatkan pengobatan optimal disertai: