Pengambilan sampel darah arteri, untuk pemeriksaan AGD, relatif tanpa risiko dan sering dilakukan di rumah sakit terutama UGD dan ICU. Komplikasi pengambilan darah arteri adalah:
Indikasi utama pemasangan chest tube adalah pneumotoraks, hemotoraks, efusi pleura, empyema, efusi parapneumonia dengan komplikasi, efusi pleura ganas, dan chylothorax. Keputusan pemasangan chest tube pada setiap pasien bisa berbeda bergantung pada kasus dan mempertimbangan untung ruginya.
Dari berbagai prosedur invasif yang dilakukan pada respirasi, bronkoskopi bisa memberikan hasil pemeriksaan visual percabangan trakeobronkial, termasuk melihat percabangan bronkus ke-4 sampai ke-7 pada subjek dewasa. Dengan pemeriksaan bronkoskopi, bisa melakukan pemeriksaan bilasan bronkus, broncho-alveolar lavage (BAL), dan pengambilan spesimen jaringan dari saluran napas dan paru.
Otot respirasi meliputi diafragma, otot interkostal dan otot tambahan (sternocleidomastoid, scalene dan abdominal). Otot-otot tersebut merupakan otot rangka yang sangat penting untuk kehidupan karena proses respirasi sangat bergantung pada mereka. Fungsi utama otot tersebut adalah mengembangkan rongga toraks sehingga terbentuk tekanan intratoraks negatif dan selanjutnya terjadi aliran udara masuk ke paru.
Tekanan parsial CO2 dalam arteri dalam keadaan normal dipertahankan tepat atau mendekati nilai 40 torr (kisaran normal disepakati 35 sampai 45 torr) dengan mekanisme yang mengatur pernapasan. Sensor yang menerima rangsang dari aliran darah arteri dan cairan serebrospinal akan mempengaruhi pusat pengaturan napas untuk menjaga agar PCO2 arteri berada di kisaran 40 torr.
Salah satu gangguan keseimbangan asam basa respiratorik adalah alkalosis respiratorik. Gangguan ini terjadi akibat hiperventilasi alveolaer sehingga terjadi penurunan PaCO2 (hipokapnia) yang dapat menyebabkan peningkatan pH.
Gastroesophageal Refluks Disease (GERD) didefinisikan sebagai gangguan berupa isi lambung mengalami refluks secara berulang ke dalam esofagus, menyebabkan terjadinya gejala dan/atau komplikasi yang menganggu. Gejala atau komplikasi pada sistem respirasi diantaranya adalah batuk kronik dan pencetus serangan asma.