Banyak manfaat akan didapat bila seorang berhenti merokok, baik dari sisi kesehatan, mental, sosial, maupun ekonomi. Dari sisi kesehatan, berhenti merokok akan menurunkan risiko kematian jauh lebih besar dibandingkan penurunan kolesterol atau penurunan tekanan darah. Seorang perokok yang berhenti merokok menunjukkan perlambatan penurunan VEP1 dibandingkan dengan yang tetap merokok.
11 Agustus 2014
6 Agustus 2014
Managemen nutrisi pasien PPOK
Perhatian terhadap nutrisi harusnya dilakukan secara rutin pada semua pasien PPOK, dan juga kelainan atau penyakit lain. Kurang perhatian terhadap nutrisi bisa menyebabkan pasien menjadi lemah akibat penggunaan protein dalam otot respirasi mereka.
4 Agustus 2014
Animasi Presentasi: Efek "positif" nikotin
Sebuah penelitian menunjukkan sekititar 70% perokok berkeinginan untuk berhenti merokok. Sebagian besar dari mereka hanya mengandalkan komitmen sendiri tanpa bantuan pihak lain, sehingga kemungkinan berhasil hanya 3-5% saja. Banyak kendala yang menghalangi orang untuk berhenti merokok, namun ada 3 faktor utama yaitu faktor biologis/fisiologis, faktor psikologis dan perilaku, serta faktor lingkungan sosial.
9 Juli 2014
Nutrisi pada penyakit respirasi
Bernapas dan
makan merupakan dua proses dasar kehidupan yang saling berhubungan erat dalam
mekanisme, asosiasi emosi dan fisiologi. Udara dan makanan kadang masuk bersama saat menelan, lalu sementara mengalami proses yang terpisah, kemudian bergabung lagi dalam aliran darah dan didistribusikan ke seluruh tubuh untuk selanjutnya terjadi produksi energi.
5 Juli 2014
30 Juni 2014
Efek samping bronkodilator adrenergik
Efek samping obat adalah berbagai efek yang terjadi selain efek terapi obat. Bronkodilator adrenergik bekerja dengan cara mengaktivasi reseptor adrenergik alfa, beta1, atau beta2. Selain efek yang diharapkan, obat ini juga bisa menyebabkan efek yang tidak diharapkan sebagai akibat stimulasi reseptor-reseptor tersebut. Efek samping yang sering terjadi bisa dilihat pada daftar berikut. Jumlah dan beratnya efek samping sangat bervariasi dari pasien satu dengan pasien lain, dan tidak setiap efek samping selalu terjadi pada setiap pasien.
25 Juni 2014
Adrenergik bronkodilator
Bronkodilator adrenergik adalah semua obat analog epinefrin, bekerja secara simpatomimetik. Penggunaan epinefrin subkutan dilaporkan pertama kali tahun 1903, penggunaan epinefrin sebagai aereosol pada asma pertama kali pada tahun 1910, menjadikan obat ini sebagai obat simpatomimetik paling tua yang masih digunakan.
Langganan:
Postingan (Atom)




