25 Desember 2013
6 Desember 2013
GERD, definisi
Gastroesophageal Refluks Disease (GERD) didefinisikan sebagai gangguan berupa isi lambung mengalami refluks secara berulang ke dalam esofagus, menyebabkan terjadinya gejala dan/atau komplikasi yang menganggu. Gejala atau komplikasi pada sistem respirasi diantaranya adalah batuk kronik dan pencetus serangan asma.
4 Desember 2013
Emfisema paru
Emfisema merupakan diagnosis
patologis berupa pembesaran abnormal permanen saluran udara sebelah distal
bronkiolus terminalis, disebabkan oleh destruksi dinding alveoli dan tanpa
fibrosis. Keadaan ini menyebabkan penurunan drastis permukaan alveoli yang
merupakan tempat pertukaran gas antara alveoli dengan pembuluh darah.
1 Desember 2013
Kolaborasi TB HIV
Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap wabah AIDS di seluruh dunia akibat penyebaran virus HIV. Perkembangan epidemi HIV di Indonesia, termasuk yang tercepat di kawasan Asia. Epidemi HIV di Indonesia merupakan tantangan bagi keberhasilan penanggulangan tuberkulosis (TB) dan sebaliknya TB merupakan penyebab utama kematian pada seorang dengan HIV AIDS.
26 November 2013
Asidosis respiratorik
Asidosis respiratorik terjadi apabila terjadi gangguan ventilasi yang mengganggu pengeluaran karbondioksida sehingga terjadi peningkatan PaCO2 (hiperkapnia). Pada tahap awal sistem bufer masih dapat mengatasi, namun bila gagal selanjutnya terjadi penurunan pH. Peningkatan PaCO2 akan merangsang kemoreseptor yang terdapat pada medula dan badan karotis. Respon kemoreseptor di medula berupa peningkatan ventilasi paru.
21 November 2013
Patogenesis tuberkulosis
Lesi primer tuberkulosis (TB) awal hanya bisa dipelajari pada binatang percobaan, karena lesi awal pada manusia hampir tidak mungkin bisa didapatkan. Namun demikian urutan patogenesis TB pada manusia juga terjadi pada kelinci.
13 November 2013
Pengaturan pH tubuh oleh ginjal
Untuk mempertahankan keseimbangan asam basa, ginjal harus mengeluarkan anion asam nonvolatil dan mengganti HCO3-. Ginjal mengatur keseimbangan asam basa dengan sekresi dan reasorbsi ion hidrogen dan ion bikarbonat. Pada mekanisme pengaturan oleh ginjal ini berperan tiga sistem yaitu bufer asam karbonat-bikarbonat, bufer fosfat dan pembentukan amonia.
Langganan:
Postingan (Atom)




