18 September 2013

HEMOPTISIS, karena kanker bronkogenik

Hemoptisis
Kanker bronkogenik atau bronchogenic carcinoma adalah keganasan dalam paru yang berasal dari epitel bronkus atau bronkiolus. Sekitar 7% pasien kanker bronkogenik berobat karena hemoptisis dan 20 % persen pasien pernah hemoptisis selama perjalanan penyakitnya.

16 September 2013

HEMOPTISIS, karena bronkolit

Foto toraks bronkolit
Bronkolit atau bronkolitiasis atau disebut juga bronchial calculus adalah massa keras dengan pusat anorganik yang terbentuk dalam lumen bronkus atau bronkiolus. Bisa juga terbentuk dari jaringan paru atau kelenjar getah bening yang mengalami kalsifikasi.

15 September 2013

NILAI NORMAL FAAL PARU INDONESIA

Grafik uji faal paru
Untuk penapisan atau menegakkan penyakit respirasi kadang perlu dilakukan uji faal paru. Interpretasi uji faal paru bukan berdasarkan nilai absolutnya tetapi dibandingkan dengan nilai normal klien pada saat itu. Besarnya penyimpangan nilai yang didapat dari pemeriksaan terhadap nilai normal bisa dipakai untuk menentukan apakah faal paru seseorang normal atau tidak. Apabila tidak normal, bisa diketahui juga derajatnya (ringan, sedang atau berat).

5 September 2013

HEMOPTISIS, karena bronkiektasis

Bronkiektasis terjadi karena destruksi tulang rawan, yang mendukung dinding bronkial, akibat infeksi atau fibrosis alveolar.

4 September 2013

HEMOPTISIS, karena TB

Banyak faktor yang menyebabkan perdarahan intrapulmonal pada penderita TB paru. Perdarahan pada TB bisa disebabkan oleh nekrosis arteri pulmonal kecil atau akibat ruptur pembuluih darah yang berjalan sekitar kavitas akibat infeksi TB kronik.

2 September 2013

BATUK DARAH, klasifikasi dan etiologi

Berbagai penyebab batuk darah (hemoptisis) telah ditulis dalam kepustakaan. Penyebab bisa berkorelasi dengan volume darah yang dibatukkan dan keadaan klinis saat batuk darah. Anatomi dan patogenesis penyebab batuk darah bisa bervariasi, tergantung pada proses yang mendasari berikut ini.

30 Agustus 2013

ASMA DAN RHINITIS, mengapa bisa bersamaan?

Asma dan rinitis
Penelitian epidemiologis di banyak negara menunjukkan bahwa asma dan rinitis sering terjadi bersamaan. Prevalensi penderita asma tanpa rinitis kurang dari 2% sedangkan penderita asma dengan rinitis berkisar antara 10-40%. Penelitian lain menunjukkan pasien dengan rinitis persisten lebih banyak menderita asma. Anak dan dewasa yang menderita asma dan rinitis secara bersamaan  lebih banyak pergi ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan lebih lanjut dibanding menderita asma saja.